Link, Martapura – Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar pada 6 Januari 2026 pukul 16.00 Wita, total 23.133 rumah terdampak bencana banjir dan 13.732 rumah terendam yang terjadi di sembilan kecamatan.
Sedangkan jumlah total Kepala Keluarga (KK) yang terdampak bencana banjir terdata 42.082 dengan total 118.151 jiwa yang terjadi di 121 desa/kelurahan pada sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Cintapuri Darussalam, Matraman, Astambul, Simpang Empat, Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, Sungai Tabuk, dan di Kecamatan Kertak Hanyar.
Dalam konferensi pers yang yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak bencana banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar akan mengoptimalkan distribusi bantuan logistik melalui dapur umum resmi yang dikelola bersama, yakni Dinas Sosial Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar.

RUMAH WARGA TERENDAM BANJIR: Ratusan rumah warga yang berada di bantaran sungai di wilayah Kecamatan Astambul terendam banjir luapan air sungai dampak tingginya intensitas curah hujan.
“Saat ini, dapur umum telah beroperasi di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat,” ujarnya.
Wasis juga menjelaskan, Pemkab Banjar telah merencanakan penambahan dapur umum baru di Kantor Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar untuk melayani warga yang didera bencana banjir di wilayah Kecamatan Martapura dan sekitarnya.
“Distribusi bantuan dilakukan melalui dua skema utama, yaitu makanan siap saji yang langsung dibagikan ke titik-titik pengungsian dan bantuan logistik dari BPBD berupa paket sembako, meliputi beras, gula, minyak goreng dan ikan kaleng yang disalurkan secara rutin melalui kolaborasi antara Bupati Banjar jajaran SOPD, relawan, serta berbagai elemen masyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut Sekda Kabupaten Banjar, Yudi Andrea mengimbau dan mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam penanggulangan bencana.
“Kami berharap dukungan aktif dari media, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat untuk terus bergotong royong membantu penanganan banjir di Kabupaten Banjar,” ucapnya.
Yudi Andrea mengungkapkan, Pemkab Banjar telah berkomitmen terus melakukan pembaruan data, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat bencana.(zainuddin)

