Kajari Sebut 110 Saksi Perkara KONI Sudah Dipanggil

Facebook
Twitter
LinkedIn

Kajari Sebut 110 Saksi Perkara KONI Sudah Dipanggil

Link, Banjarbaru – Lanjutan penanganan perkara dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarbaru kini berjalan begitu cepat. Seluruh arsip hasil pemeriksaan pun sudah diekspose.

“Sudah beberapa kali ekspose. Sejauh ini saksi yang kami panggil ada 110 saksi dari 34 cabang olahraga,” ujar Kepala Kejaksaan Negri Banjarbaru Hadiyanto kepada Linkalimantan.com, Jumat 15 Mei 2022.

Ditegaskannya, dari hasil ekspose materi perkara masih perlu pendalaman lebih lanjut. Untuk itu sejumlah saksi yang sudah dipanggil akan dipanggil kembali. Tentu saja akan ada beberapa saksi baru yang juga akan dimintai keterangan.

“Secepatnya akan kami tuntaskan perkara ini,” ujarnya melalui aplikasi WhatsApp sembari berkabar jika saat ini dirinya tengah berada di luar daerah.

Seperti diketahui, saat ini Kejari Banjarbaru dibawah kepemimpinan Hadiyanto tengah fokus menyelesaikan perkara KONI Banjarbaru yang tak tuntas-tuntas sejak tahun 2018 lalu.

Dalam penangannya pun Kejari Banjarbaru tidak sendiri tetapi mendapatkan supervise dari KPK RI.

“Ekspose perkara ini bersama-sama dengan KPK RI sudah dua kali terlaksana,” ujarnya.

Baca Juga  Kejari Banjarbaru Agendakan Pemanggilan Ketua Cabor

Seperti diberitakan sebelumnya, LSM Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (KPK-APP) Kalsel mengkritik tajam penanganan perkara KONI Banjarbaru yang dilakukan Kejari Banjarbaru.

Menurut LSM tersebut, penanganan kasus penyelewengan dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarbaru sebesar Rp 6,7 miliar, yang dilakukan Kejaksaan Negri Banjarbaru hingga kini tak kunjung menemukan titik terang.

Padahal penyidikan kasus itu sendiri sudah bergulir sejak tahun 2019 silam. Hasilnya, hingga tiga kali pergantian Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru, siapa saja tersangkanya belum bisa ditetapkan.

Maka tak heran jika publik menilai negatif terhadap kinerja Kejari Banjarbaru dalam penanganan kasus dana hibah Koni Banjarbaru tersebut.

“Kasus Koni Banjarbaru ini kan sudah 4 tahun berjalan. Berganti kajari, kasusnya kok semakin tidak jelas. Kesannya mereka tidak sungguh-sungguh dalam menangani kasus ini dan kasus-kasus lain yang sudah menjadi perhatian publik. Buktinya, sampai saat ini kasus Koni Banjarbaru tidak ada kejelasan,” ujar Aliansyah, Ketua LSM Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (KPK-APP) Kalsel.(spy)