BerandaHeadlineBMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Awal, Lebih Panjang, dan Lebih Kering

BMKG: Musim Kemarau 2026 Lebih Awal, Lebih Panjang, dan Lebih Kering

Link, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang secara bertahap mulai April hingga Juni, dengan sebagian besar wilayah mengalami kondisi yang lebih kering dan durasi lebih panjang dari normal.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama BMKG, Alya Sausan dalam keterangannya, Senin (30/3/2026) menjelaskan, sebagian besar wilayah mulai memasuki musim kemarau pada April, Mei, dan Juni 2026.

Sebanyak 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami awal musim kemarau yang lebih maju atau datang lebih cepat dari biasanya. Sementara itu, hanya 10,3 persen wilayah yang diperkirakan mengalami kemarau lebih lambat.

“Pada April 2026, awal musim kemarau diprediksi terjadi di wilayah Jawa Barat bagian utara, pesisir utara Jawa, bagian selatan Jawa Tengah, sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagian Bali, sebagian kecil Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” sebutnya.

BACA JUGA :  BMKG Sebut OMC Adalah Langkah Strategis Mitigasi Karhutla 

Memasuki Mei 2026, kemarau diprakirakan meluas ke Aceh bagian utara, sebagian Sumatra Utara, Riau bagian tenggara, sebagian Jambi, Sumatra Selatan bagian tengah, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Bali bagian tengah, serta sejumlah wilayah Papua.

Selanjutnya pada Juni 2026, musim kemarau diprediksi mulai terjadi di sebagian besar Aceh, Sumatra Barat, Riau, Jambi bagian tengah, sebagian Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, sebagian Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan bagian timur, Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi, Maluku, dan Papua Barat.

BMKG juga mengingatkan bahwa sifat hujan selama musim kemarau tahun ini umumnya berada pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya. Kondisi tersebut diperkirakan mencakup 64,5 persen wilayah Indonesia.

BACA JUGA :  BMKG Prakirakan Hujan Lebat–Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah 18 Februari 2026

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di sekitar 61,4 persen wilayah Indonesia, terutama meliputi Sumatra bagian tengah dan selatan, Jawa bagian tengah hingga timur, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Maluku, Maluku Utara, dan sebagian Pulau Papua.

Selain datang lebih awal, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih panjang dari biasanya di 57,2 persen wilayah Indonesia.

BMKG merekomendasikan masyarakat dan pemerintah daerah untuk segera melakukan langkah antisipasi, seperti penyesuaian jadwal tanam, pemilihan varietas tanaman yang sesuai dengan musim kemarau, penghematan air di bendungan dan irigasi, serta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

BERITA POPULER