Cipayung Plus Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Balai Kota Banjarbaru

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link, Banjarbaru – Massa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Kota Banjarbaru, gelar demo di depan Kantor Pemerintah Kota Banjarbaru, untuk menyikapi isu kekinian nasional maupun Banua, khususnya Kota Banjarbaru, Senin (18/04/2022).

Terpantau sekitar pukul 09.00 Wita, massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Banjarbaru mengenakan seragam atau almamater organisasi masing-masing. Mereka juga membawa spanduk dengan beberapa tulisan yang mewakili aspirasi mereka pada hari ini.

Bersamaan itu, Jajaran Polres Banjarbaru dan Kabupaten Banjar siap siaga menjaga keamanan.

Aksi memulai berjalan dari bundaran air mancur Minggu Raya menuju Balaikota Banjarbaru, sekira 10 menit berorasi di depan Balaikota Banjarbaru para demonstran akhirnya ditemui Walikota Banjarbaru didampingi Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar dan lainnya, dengan duduk sama rata secara lesehan diatas aspal.

Koordinator Lapangan (Korlap) Pelaksana Aksi, Krisna Aryaguna mengatakan, beberapa isu yang menjadi sorotan mereka, di antaranya Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menjamin stabilitas harga dan stok pangan, memberikan subsidi bibit dan pupuk berkualitas untuk petani, memastikan hak buruh dan pekerja terpenuhi, memperlebar lapangan kerja untuk pemuda, DPRD memperjuangkan dibatalkannya kenaikan PPN dari 10 ke 11 persen, DPRD memberikan pengawalan terhadap isu penundaan pemilu 2024,

“Selanjutnya, DPRD Banjarbaru memastikan tidak ada amandemen Undang – Undang mengenai perpanjangan periodesasi presiden, Pemko menjamin stabilitas harga BBM Pertamax untuk mencegah kekurangan BBM bersubsidi, menjamin kestabilan harga dan ketersedian BBM bersubsidi,” ungkapnya.

Baca Juga  Reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Tampung Aspira Warga Palam

Selanjutnya perwakilan mahasiswa kembali menyampaikan beberapa tuntutan. Selain menolak kenaikan BBM, kenaikan PPN dan perpanjangan periode jabatan presiden, mereka juga menyuarakan isu lokal.

Mulai dari meminta Pemkot Banjarbaru memastikan hak buruh terpenuhi dan memperluas lapangan kerja, menyelesaikan dugaan korupsi Rp 6,7 miliar dana hibah kepada KONI Banjarbaru.

“Kita tunggu progresnya 7×24 jam kedepan press conferense, alhamdulillah disepakati semua dan kami menang hari ini,” ucapnya.

Selain itu ada pula ungkapnya terkait masalah kepemudaan yang Perdanya sudah terbentuk dan dijanjikan ada Perwali supaya lebih kuat payung hukumnya.

“Tetapi hingga saat ini Perwalinya belum ada. Kemudian tuntutan lainnya yang di luar dari tuntutan 7×24 jam,” tuturnya.

Krisna Aryaguna menambahkan, aksi yang dilaksanakan hari ini bukan demo anarkis melainkan konsolidasi akbar antara Cipayung Plus Banjarbaru dengan pemerintah.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjarbaru, Wartono menyampaikan mengenai tuntutan yang dilayangkan para demonstran dirinya menyebut tuntutan tersebut normatif, dirinya menyatakan tidak semua tuntutan yang dilayangkan para massa aksi merupakan ranah Pemko, ada juga ranah Pemerintah pusat.

“Tuntutan ini normatif, tetapi tidak salah memperjuangkan masyarakat. Tetapi, harus kita pilah mana kewenangan pemerintah kota mana kewenangan pemerintah pusat yang berkaitan dengan Undang-Undang,” pungkasnya.

Disebutkan Wartono, terkait isu pangan, Pemko Banjarbaru sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru mengenai jaminan pangan diwilayah Kota Banjarbaru.

“Kita sudah berkordinasi, hingga 6 bulan kedepan kita masih aman persediaan pangan di Kota Banjarbaru,” tegasnya. (Ita/BBAM)