Link, Jatim – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada menyikapi aktivitas Gunung Semeru yang masih berstatus Level III (Siaga), serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, meminta masyarakat menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di sekitar Gunung Semeru.
“Yang paling penting adalah masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti informasi resmi. Kami terus mengingatkan agar seluruh rekomendasi keselamatan dipatuhi demi menjaga keselamatan bersama,” ujar Isnugroho melalui keterangan pers yang diterima Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Semeru pada periode pengamatan 6 September 2026 pukul 12.00–18.00 WIB, tercatat 25 kali gempa letusan, tujuh kali gempa guguran, dan 12 kali gempa hembusan.
Pada periode tersebut, kondisi puncak gunung tertutup kabut sehingga asap letusan maupun hembusan tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan mendung dan hujan.
BPBD Lumajang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap lontaran batu pijar.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kewaspadaan, tidak mendekati kawasan rawan, dan segera mengikuti arahan petugas apabila terjadi perkembangan situasi,” kata Isnugroho.
BPBD Lumajang juga mengajak masyarakat mengandalkan informasi resmi dari Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan memperhatikan kondisi dan batas wilayah aman, sementara perkembangan aktivitas Gunung Semeru terus dipantau oleh petugas.







