Jelang Ekspose Perkara KONI, Kejari Banjarbaru – KPK RI dan BPKP Kalsel Tingkatkan Koordinasi

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link, Banjarbaru – Ekspose hasil audit perkara dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarbaru tinggal menghitung waktu. Diagendakan pertengahan pekan depan atau awal Juni 2022, ekspose hasil audit digelar di kantor BPKP Perwakilan Kalimantan Selatan.

“Dalam dua hari ini Kejari Banjarbaru, KPK RI dan BPKP Kalsel terus meningkatkan berkoordinasi. Keinginan kami sama, yakni ingin perkara dugaan korudpsi dana hibah KONI Banjarbaru ini secepatnya tuntas,” ungkap Hadiyanto kepada Linkalimantan.com, Sabtu 28 Mei 2022.

Ekspos hasil audit BPKP Kalsel tambahnya, menjadi bagian yang sangat penting untuk menentukan cabang olah raga mana yang menjadi prioritas dalam pemenuhan pendalaman materi perkara.

“Nantikan kelihatan dari ekspose hasil audit, mana cabang olah raga yang pengelolaan dana hibahnya jorok. Maka cabang olah raga itulah nanti yang akan jadi prioritas pemanggilan. Seperti yang saya sebut kemarin 70 persen lebih cabang olah raga yang menerima dana hibah itu, pengelolaan dan pertanggungjawabannya sangat ceroboh,” katanya.

Sementara itu dari informasi yang beredar tersiar kabar, jika ada beberapa ketua cabang olahraga penerima dana hibah diselimuti rasa kekhawatiran.

Baca Juga  Paman Birin : Layani Tamu Seperti Pada Haul Guru Sekumpul

“Bagaimana tidak khawatir, dana hibah yang diterima sama sekali tidak dibelanjakan sebagaimana mestinya. Bahkan ada cabang olah raga yang atletnya orang kaya semua dan mereka tidak membutuhkan bantuan. Di cabang olahraga itu pengelolaan dana hibah KONI itu kabarnya juga tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujar sumber yang mengaku sangat mendukung langkah Kejari Banjarbaru untuk menuntaskan perkara tersebut.

Ditambahkannya, sebagian para ketua cabang olah raga tersebut sangat khawatir dipanggil kejaksaan. Apalagi perkara KONI Banjarbaru tersebut penanganannya mendapat supervise KPK-RI. Hal itu menambah rasa tidak nyaman para pejabat KONI Banjarbaru dan ketua cabang olahraga yang terlibat dalam perkara tersebut.

“Sebagian besar para petinggi KONI Banjarbaru dan ketua cabang olahraga itu kan kalau tidak politisi ya pejabat Pemko Banjarbaru. Kalau yang politisi itu bahkan ada beberapa yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD Kota Banjarbaru,” ujarnya.(spy)