Komisi II Gelar RDP Bersama PTAM Intan Banjar

Facebook
Twitter
LinkedIn
Dirut PTAM Intan Banjar optimis

Link, MARTAPURA – PT Air Minum Intan (PTAM) Intan Banjar optimis kenaikan atau penyesuaian tarif layanan air minum bersih akan berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan peningkatan layanan.

Perihal tersebut diungkapkan Direktur Utama PT Air Minum Intan Banjar Syaiful Anwar usai menghadiri gelaran Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Kabupaten Banjar pada, Selasa (12/7/2022).

“Alhamdulillah, Komisi II DPRD Kabupaten Banjar sudah memahami terkait penyesuaian tarif air minum bersih dari PTAM Intan Banjar guna keberlangsungan dan jalannya roda perusahaan. Terlebih, sejak 10 tahun terakhir dalam memberikan layanan air minum bersih PTAM Intan Banjar tidak melakukan kenaikan tarif. Jadi, wajar saja kan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Syaiful Anwar pun menjelaskan dampak bagi PTAM Intan Banjar apabila pelanggan hanya memasang layanan air minum bersih, namun tidak menggunakannya. Seperti yang ditanyakan Komisi II, salah satunya Ahmad Syarwani.

“Tentunya kita akan mendapatkan kerugian operasional, karena saat akad pemasangan layanan itu, air minum bersih kita akan digunakan. Namun, karena beberapa faktor, seperti jarang tinggal di rumah karena memiliki lebih satu unit rumah dan lain sebagainya, sehingga air minum bersih PTAM Intan Banjar tidak terpakai. Tapi, hal tersebut dapat kita maklumi,” katanya.

Baca Juga  Pilkades, Camat Beruntung Baru Ingatkan Baca Bismillah

Tak hanya itu, Syaiful Anwar pun berkomitmen akan terus meningkat pelayanan untuk pelanggan.

“Kita akan terus evaluasi terkait layanan air minum bersih kepada pelanggan untuk meningkatkan pelayanan, dan PAD. Salah satunya dengan melakukan peremajaan perpiaan, dan lain sebagainya,” katanya.

Ditempat yang sama, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Banjar, Saidan Fahmi mengatakan, pada gelaran RDP pihaknya tidak menitik beratkan pembahasan terhadap kebijakan baru PTAM Intan Banjar, yakni tentang kenaikan tarif baru. Melainkan, memfokuskan pembahasan terhadap layanan yang diberikan PTAM Intan Banjar.

“Kebijakan tarif baru ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan layanan air minum bersih PTAM Intan Banjar. Karena, terkait layanan air minum bersih PTAM Intan Banjar ini masih sering dikeluhkan pelanggan, seperti yang terjadi di beberapa tempat di Kecamatan Kertak Hanyar dan Sungai Tabuk yang tidak teraliri air minum bersih dengan baik,” pungkasnya. (zai/BBAM)