LSM KMPIB Minta Kejati Tetapkan Tersangka KONI

Facebook
Twitter
LinkedIn
lsm pmpib

Link, Banjarmasin –  Lembaga Swadaya Masyarakat Kelompok Masyarakat Pemerhati Infrastruktur Banua (LSM KMPIB) Kalimantan Selatan, dalam aksi unjuk rasa di halaman Kejati Kalsel menjadikan perkara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarbaru salah satu materi yang disampiakan.

Selain tertera dalam spanduk  perkara yang melibatkan sejumlah politisi dan pejabat di Kota Banjarbaru tersebut, juga disuarakan dengan lantang oleh orator.

“Kami mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum yang dulu dalam menangani masalah ini. Sampai saat ini perkara dugaan korupsi dana hibah KONI Banjarbaru 2017 tak kunjung ada tersangkanya,” teriat Bahrani, salah satu orator aksi unjuk rasa, Kamis 7 Juli 2022.

Kasus tersebut sudah lama ujarnya, dari Tahun 2017 belum ada yang menyelesaikan.

“Sekarang tahun 2022, berarti  sudah 5 tahun. Gimana kerja kejaksaan -kejaksaan yang dulu? Di tahun 2017 disampaikan, sampai saat ini belum ada satu pun tersangka nya,” ucapnya yang disabut yel yel peserta aksi.

Jadi kami meminta kembali ujarnya lebih lantang, Kejati Kalsel untuk membuka kembali lembaran hitam di KONI Banjarbaru.

Baca Juga  Ornamen Intan Hasil Rehab Gedung DPRD Banjar Dikritik

“Saat ini Kejaksaan Negeri Banjarbaru sudah memanggi 14 saksi. Untuk itu, kami meminta Kejati Kalsel untuk segera memanggil dan juga menetapkan tersangka kepada Ketua KONI Banjarbaru Tahun 2017,” ujarnya.

Seperti diketahui, LSM KMPIB Kalimantan Selatan menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalsel. LSM yang dikomandoi Bahaudin ini dalam orasinya menyampaikan beberapa program di sejumlah kabupaten/kota yang diduga berpotensi merugikan negara.

Di Kejati Kalsel LSM KMPIB Kalsel diterima Ass Intel Kejati Kansel. Dan tentu saja kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan kehadiran puluhan aparat TNI/POLRI.

Datang ke Kantor Kejati Kalsel sekitar pukul 10.00 Wita, puluhan aktivis langsung saja sibuk membentangkan sejumlah spanduk berisikan materi yang akan diorasikan. Dari banyaknya spanduk terdapat empat spanduk yang berisikan permasalahan di Kota Banjarbaru.(spy/)