Beranda blog Halaman 10

MUI: Jangan Beli Produk Pangan yang Tidak Jelas Kehalalannya

0
MUI
Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh Foto Humas MUI

Link, Jakarta – Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh mengimbau masyarakat untuk tidak membeli produk pangan yang tidak halal atau tidak jelas status kehalalannya. Sikap tersebut disampaikan merespons kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) yang memuat ketentuan pembebasan sertifikasi halal bagi produk tertentu asal AS.

“Hindari produk pangan yang tidak halal serta yang tidak jelas kehalalannya, termasuk jika produk AS yang tidak patuh pada aturan halal,” kata Ni’am kepada MUI Digital, Sabtu (21/2/2026)

Ni’am menegaskan, kewajiban sertifikasi halal telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

Menurut Guru Besar Ilmu Fikih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, ketentuan tersebut merupakan bagian dari perlindungan hak asasi manusia, khususnya hak beragama yang dijamin konstitusi.

“Undang-undang kita mengatur jaminan produk halal. Itu tidak bisa dinegosiasikan, termasuk oleh pemerintah mana pun,” ujarnya.

Dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS disebutkan bahwa Indonesia akan membebaskan produk AS—seperti kosmetik, perangkat medis, dan barang manufaktur tertentu—dari persyaratan sertifikasi dan pelabelan halal, khususnya untuk produk yang tidak dikategorikan atau diklaim sebagai halal.

Kesepakatan tersebut juga membuka ruang bagi lembaga sertifikasi halal AS yang diakui otoritas Indonesia untuk mensertifikasi produk tanpa persyaratan tambahan, serta menyederhanakan proses pengakuan lembaga sertifikasi halal asal AS.

Pemerintah menegaskan bahwa produk nonhalal tidak diwajibkan mengurus sertifikasi halal. Artinya, kewajiban sertifikasi dan pelabelan hanya berlaku bagi produk yang dipasarkan atau diklaim sebagai halal.

Namun, Ni’am menilai substansi kehalalan tidak boleh direduksi semata menjadi isu administratif perdagangan.

“Dalam fikih muamalah, yang penting adalah aturan mainnya. Indonesia boleh berdagang dengan negara mana pun selama saling menghormati dan tidak ada tekanan politik. Tapi dalam konteks halal, mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim dan terikat kewajiban agama,” tegasnya.

Meski bersikap tegas pada aspek substansi, Ni’am membuka kemungkinan penyederhanaan dalam aspek teknis, seperti efisiensi biaya, percepatan proses, dan transparansi pelaporan.

“Terhadap hal yang bersifat administratif bisa disederhanakan. Tapi kita tidak boleh mengorbankan hal fundamental hanya demi keuntungan finansial,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok itu menambahkan, dalam sejumlah kunjungannya ke berbagai negara bagian di AS untuk kerja sama lembaga halal, ia melihat sistem sertifikasi halal juga diakui dan dijalankan di Negeri Paman Sam tersebut.

“Kalau berbicara hak asasi manusia, sertifikasi halal adalah bagian dari penghormatan terhadap hak beragama,” katanya.

MUI menegaskan konsumsi halal merupakan kewajiban agama bagi Muslim dan tidak dapat dikompromikan dengan alasan harga atau kemudahan akses. “Dikasih gratis saja, jika tidak halal, maka tidak boleh dikonsumsi,” ujar Ni’am. (infopublik)

Mentan Amran: Tak Ada Alasan Minyak Goreng Mahal di Negeri Produsen Sawit

0
Minyak Goreng
Mentan Andi Amran Sulaiman saat mengecek harga jual minyak goreng rakyat Minyakkita di kios eceran Pasar Kebayoran Lama, Jakarta. (Foto: Dok. Kementan)

Link, Jakarta – Pemerintah menegaskan minyak goreng tidak boleh langka maupun dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), mengingat Indonesia merupakan produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Penegasan tersebut disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Dalam sidak tersebut, ditemukan minyak goreng rakyat merek MinyaKita masih dijual di atas HET. Produk yang seharusnya dibanderol Rp15.700 per liter dijual hingga Rp19.000 per liter. Temuan itu langsung ditindaklanjuti Mentan Amran dengan meminta aparat menelusuri hingga ke tingkat distributor dan produsen.  “Ini minyak goreng tertulis 15.700. Tapi dijual tadi 19.000. Ini kami minta Pak Dirkrimsus, aku serahkan ini diproses hukum, segel unit usahanya. Tapi jangan pak penjual pengecernya enggak boleh. Ini akan ditelusuri,” tegasnya.

Sebagai bagian dari proses penelusuran, Mentan Amran bahkan membeli dua kantong MinyaKita untuk dijadikan barang bukti. “Aku beli tadi sengaja dua supaya ini jadi barang bukti, ditelusuri sampai ke distributor besar dan perusahaan, jangan dilepas. Pak diumumkan kalau sudah diproses,” ujarnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa secara global mekanisme supply and demand untuk komoditas sawit dan crude palm oil (CPO) berjalan normal. Namun, anomali harga di dalam negeri tidak dapat dibenarkan, mengingat posisi strategis Indonesia sebagai raksasa sawit dunia. “Untuk komoditas sawit atau CPO dunia, hukum ekonomi supply dan demand berlaku. Tapi di Indonesia muncul anomali. Kita produsen terbesar dunia, kontribusi 58% produksi global dan 56% ekspor dunia, bahan bakunya melimpah, tapi harga minyak goreng naik. Ini yang harus kita luruskan,” tegasnya di hadapan para pedagang dan aparat penegak hukum.

Dengan dominasi tersebut, ia menekankan tidak ada alasan minyak goreng menjadi mahal di dalam negeri. Menurutnya, kekuatan produksi sawit nasional harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Kembali Mentan Amran menegaskan, pemerintah tidak berniat mengganggu pelaku usaha. Namun, seluruh sektor pangan wajib mematuhi regulasi, terutama di bulan Ramadan ketika kebutuhan masyarakat meningkat.  “Kami tidak mau berniat ganggu seluruh pengusaha. Ayo cari rezeki tetapi jangan mengganggu pemerintah, jangan mengganggu rakyat, jangan mengganggu saudara kita yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” katanya.

Ia pun kembali mengingatkan tidak ada alasan bagi pihak mana pun untuk menaikkan harga minyak goreng di dalam negeri.  “Kita mengekspor minyak ke seluruh dunia. Kenapa naik? Enggak ada alasan minyak goreng naik di Indonesia. Enggak boleh diberi ampun. Bagi orang yang ingin memanfaatkan bulan suci Ramadan itu harus ditindak,” pungkasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Nilai ekspor CPO dan produk turunannya sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai USD24,42 miliar, meningkat 21,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD20,05 miliar. Angka ini menegaskan kekuatan sawit Indonesia sebagai tulang punggung pasar global.

Mentan Amran menggaris-bawahi, kekuatan tersebut harus dirasakan langsung oleh rakyat. Minyak goreng tidak boleh langka dan tidak boleh mahal di negeri produsen utama sawit dunia. Melalui pengawasan distribusi yang ketat, operasi pasar berkelanjutan, serta penegakan hukum yang tegas, stabilitas harga dan ketersediaan pangan dipastikan tetap terjaga demi melindungi masyarakat. (infopublik)

Dihadiri Masyarakat dan Ulama, Wagub Kalsel Hasnuryadi Gelar Buka Puasa dan Haul Jama Sekaligus Syukuran 1 Tahun Kepemimpinan Muhidin-Hasnur

0
Buka Puasa

Link, Banjarmasin – Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman beserta keluarga besarnya, menyelenggarakan buka puasa bersama sekaligus Haul Jama almarhum H Abdussamad Sulaiman bin Haji Basirun, Haji Anang Dullah bin Ibak, dan Haji Basirun bin Haji Muhammad Noor, pada Sabtu (21/2/2026) petang, di Jalan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin.

Acara sekaligus syukuran satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Kalsel H Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.
Turut Hadir dalam acara, Habib Quraisy Baharun, Habib Ali Zainal Abidin bin Agil, Habib Haidar, KH Abdullah Basya, KH Ahmad Sanusi Ibrahim (Guru Jaro), Ustad Muhammad Mobaraq, KH Mukri Yunus, dan para ulama lainnya.
Kemudian, Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Forkopimda Kalsel, bupati/walikota atau yang mewakili, pejabat di lingkup Pemprov, Presdir Hasnur Group dan jajaran direksi, Ketum Hasnur Center dan jajaran, serta undangan lainnya.

Mewakili keluarga besarnya, Wagub Hasnuryadi menyampaikan terima kasih atas kehadiran para habaib, ulama, dan masyarakat Kota Banjarmasin.

Hasnuryadi juga meminta dukungan dan doa masyarakat Kalimantan Selatan agar dimudahkan dalam mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur bersama Gubernur H Muhidin yang sudah berjalan sekitar satu tahun.

Pembacaan surat Yasin, zikir dan tahlil dipandu Ustadz Muhammad Mobaraq, dilanjutkan doa dipimpin Habib Ali Zainal Abidin bin Agil.
Sebelum berbuka puasa, disampaikan tausiah oleh Habib Quraisy Baharun dari Cirebon seputar keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadhan.

Disampaikan, imbalan pahala ibadah wajib dilipatgandakan, ibadah sunat setara yang wajib, dan pintu ampunan yang dibuka lebar Allah SWT.

Disinggung juga prihal pentingnya silaturahmi yang baik antara pemimpin (umara) dengan ulama. Pemimpin sepatutnya selalu minta bimbingan dan petunjuk ulama, sebaliknya ulama harus berani menegus pemimpin yang bertindak salah.

Habib Quraisy memuji sikap Wagub Hasnuryadi yang dekat dan tak sungkan-sungkan meminta pendapat ulama. Sikap demikian ujarnya, adalah sikap pemimpin yang benar.
Buka puasa bersama dan haul jama ditutup dengan shalat magrib berjamaah.

Tadarusan Rutin Pimpinan SKPD Pemprov di Bulan Ramadan yang Diinisiasi Gubernur Kalsel H. Muhidin

0
SKPD Pemprov Kalsel

Link, Banjarmasin – Sejumlah kepala SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Asisten, Staf Ahli dan Tenaga Ahli Gubernur melakukan kegiatan pembacaan Al-Qur’an bersama atau tadarusan di kediaman pribadi Gubernur Kalsel H Muhidin Jalan Lingkar Dalam Selatan Kota Banjarmasin, Sabtu (21/02)2026) malam.

Tadarusan dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin mewakili Gubernur H Muhidin yang masih menjalankan ibadah umrah di Mekkah.

Tadarusan ini rutin bergiliran diikuti pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel. seperti pada Sabtu (21/2/2026) malam tampak hadir diantaranya Ahmad Bagiawan (Kadis Perdagangan), Adi Santoso (staf ahli bidang pemerintahan politik dan hukum), Fahrurrazi (Kepala Biro Kesra), Irfan Sayuti (Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, dr Among Wibowo (Dirut RSUD) Ulin Banjarmasin, Dany Metera Saputra (Kasat Satpol PP), H. Thaufik Hidayat (Kepala Brida Kalsel), Jaini (Sekretaris DPRD), Faried Fakhmansyah (Kepala BPSDMD), drg. Mashuda (Direktur RSGM), M. Habibie (Tenaga Ahli Gubernur) dan sejumlah pejabat lainnya.

Kegiatan tadarusan Al-Qur’an di kalangan pimpinan SKPD rutin di bulan Ramadhan ini digagas Gubernur H Muhidin sejak tahun lalu yaitu ramadhan 1446 hijriah.

Para pimpinan SKPD, asisten, staf ahli, hingga tenaga ahli gubernur, bergiliran membaca Alquran sambil dikoreksi ustadz atau santri pondok tahfiz yang didatangkan khusus tiap malam.

Kegiatan yang dilaksanakan setelah Salat Isya dan Tarawih berjamaah ini, dimaksudkan Gubernur H Muhidin untuk menjalin kebersamaan, mempererat tali silaturahmi di kalangan pejabat Pemprov Kalsel dan meningkatkan ketakwaan pimpinan SKPD yang bersangkutan.

Bagi umat Islam, tadarus Al-Quran di bulan ramadhan lazim dilakukan di berbagai tempat, mulai masjid, langgar atau mushalla, hingga di rumah-rumah, secara berjamaah maupun sendiri.

Tadarusan Al-Qur’an dinilai penting dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman, memperbaiki bacaan, serta merenungkan maknanya.
Terlebih di bulan ramadhan, membaca Al-Qur’an mendapat nilai pahala berlipat ganda dari Allah SWT.

Ramadhan 1447 hijriah tahun ini, di lingkungan Pemprov Kalsel, Tadarusan Al-Qur’an tidak saja bagi pejabat tinggal pratama setempat, melainkan turut dilaksanakan kalangan kaum perempuan yang motori Tim Penggerak PKK Kalsel atas gagasan Ketua TP PKK Hj Fathul Jannah Muhidin.

Tadarusan Al-Qur’an TP PKK Kalsel dimulai pada awal puasa yakni pada Kamis (19/02) atau 1 ramadhan 1447 hijriah di Ruang Sasangga Banua Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin, yang dibuka Wakil Ketua TP PKK Hj Ellyana Trisya Hasnuryadi.

Bupati dan Wakil Bupati Bersafari, Kursani Sebut Sebagai Wujud Kehadiran Pemerintah

0
Bupati dan Wakil Bupati
SERAHKAN DANA HIBAH: Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur didampingi Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Kursani secara simbolis menyerahkan bantuan dana hibah untuk Yayasan Pendidikan Islam Nurul Hidayah, Kecamatan Sungai Tabuk.

Link, Martapura – Pekan pertama di bulan Ramadan 1447 Hijriah, Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar laksanakan kegiatan Safari Ramadan di sejumlah wilayah, seperti di Desa Sungai Batang, Kecamatan Martapura Barat dan di Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk.

Dalam agenda terpisah yang dilaksanakan Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur ataupun yang dilaksanakan Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Said Idrus Al Habsyie selalu dikemas dengan penyaluran berbagai bantuan, baik bantuan di bidang keagamaan, bersifat khusus, dan bantuan sosial (Bansos) yang diharapkan menjadi pendorong kemandirian masyarakat.

Seperti kegiatan safari yang dilaksanakan Saidi Mansyur di Desa Keliling Benteng Ilir, Kecamatan Sungai Tabuk yang bertempat di Masjid Baitul Atiq pada Jum’at (20/2/2026) sore.

Selain disambut baik oleh masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Banjar dari daerah pemilihan (Dapil) 4, yakni Kursani juga memberikan dukungan penuh kegiatan Safari Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar saban tahunnya tersebut.

“Tentunya kita mendukung dan berterima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Banjar. Karena, selain bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi melalui acara buka puasa bersama, kegiatan Safari Ramadan ini juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Banjar ini juga menilai, Safari Ramadan bukan sekedar kegiatan seremonial saja, melainkan sebagai wujud kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat.

“Sehingga ke depannya arah pembangunan daerah benar-benar merata dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(zainuddin/link)

Sinergi TPID Kalsel dan BI: Ada Voucher Rp25 Ribu dan Harga Distributor

0
TPID Kalsel

Link, Banjarmasin – Masyarakat Kalimantan Selatan kini dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui Pasar Raya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di stan Pasar Wadai VI Banjarmasin tepatnya di depan eks kantor Gubernur Kalsel, Kamis (19/2/2026).

Program hasil kolaborasi TPID bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalimantan Selatan ini menjadi langkah konkret menjaga daya beli warga sekaligus menekan lonjakan harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Eddy Elminsyah Jaya, SH., SE., SP., MS, menegaskan bahwa Pasar Raya TPID merupakan bentuk kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam menjaga inflasi tetap terkendali.

“Pasar Raya TPID ini bekerja sama dengan Bank Indonesia. Tugas pokok TPID adalah menjaga inflasi tetap terkendali. Nah, pasar raya ini salah satu upaya kita untuk mengendalikan stabilitas harga pangan pokok, karena biasanya pada hari besar keagamaan nasional harga kebutuhan pokok naik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, komoditas yang dijual mencakup beras, telur, aneka sembako, hingga LPG yang didukung Pertamina. Seluruh produk ditawarkan dengan harga distributor sehingga diharapkan dapat memengaruhi harga pasar yang lebih tinggi agar kembali stabil.

“Harapan kita harga ini bisa memengaruhi harga yang sudah berada di atas dan bisa menjadi terkendali. Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat Banua,” tambah Eddy.

Pasar Raya TPID dibuka setiap hari mulai pukul 15.00 WITA hingga berakhirnya rangkaian Pasar Wadai, sehingga masyarakat memiliki kesempatan luas untuk memanfaatkan program stabilisasi harga tersebut.

Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Teguh Arifyanto, mengajak masyarakat memanfaatkan momentum pasar murah ini, mengingat sejumlah komoditas telah mendapatkan subsidi dari pemerintah.

“Hari ini bersama-sama kami mengimbau dan mengajak Bapak-Ibu untuk berkunjung ke pasar wadai ini dan memanfaatkan beberapa komoditas yang harganya disubsidi oleh pemerintah,” ujarnya.

Teguh mengungkapkan, kegiatan ini direncanakan berlangsung selama 10 hari. Untuk mempermudah akses masyarakat, panitia menyiapkan voucher senilai Rp25.000 yang dapat ditukarkan dengan paket-paket bahan pokok yang tersedia di lokasi.

“Nanti kami sudah menyiapkan semacam voucher Rp25.000. Silakan menghubungi panitia untuk mendapatkan voucher tersebut, yang bisa ditukarkan dengan paket-paket yang telah kami sediakan sepanjang pasar wadai ini,” jelasnya.

Melalui sinergi pemerintah daerah dan Bank Indonesia, Pasar Raya TPID diharapkan tidak hanya menekan laju inflasi, tetapi juga menjaga daya beli masyarakat Kalimantan Selatan di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

Adapun teknis berbelanja di Pasar Murah TPID Kalsel tersebut, masyarakat akan dipandu untuk melakukan registrasi, selanjutnya mengikuti tahapan pengembangan pemahaman terhadap perekonomian dan inflasi, hingga kemudian memperoleh kupon senilai Rp25.000 yang harus dibelanjakan di hari yang sama saat registrasi

Sekdaprov Kalsel Sambut Kunker Komisi IX DPR RI: Pengawasan Program Kesehatan, Ketenagakerjaan hingga Pangan

0
komisi

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin menerima kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI di Provinsi Kalimantan Selatan, yang berlangsung di Aula Rapat H. Abrani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Jumat (20/2/2026).

Kedatangan rombongan Komisi IX DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi, Muhammad Yahya Zaini ke Kalsel ini dalam rangka pengawasan terhadap program kesehatan, ketenagakerjaan, kependudukan, dan pembangunan keluarga serta kesehatan pangan di Provinsi Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya yang disampaikan Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin., Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut baik kunjungan kerja dalam rangka reses Komisi IX ini ke Kalsel, karena kunker ini akan memperkuat hubungan kerja kelembagaan antara Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPR RI.

“Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI ke Kalsel ini menjadi momen yang tepat bagi kita untuk membangun sinergi dan kemitraan dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya di daerah kami, Kalimantan Selatan. Kita siap menjalin komunikasi dan transparansi dalam hal apapun dengan DPR demi perbaikan penyelenggaraan pemerintahan, peningkatan pelayanan publik dan untuk kesejahteraan rakyat,” terang Gubernur H. Muhidin.

Ada beberapa hal yang yang digali oleh Komisi IX DPR RI ke Kalimantan Selatan kali ini, diantaranya mengenai realisasi program dan kegiatan serta alokasi anggaran yang dibiayai dari APBD. Selain itu pihaknya juga memetakan permasalahan Masyarakat dan memonitor pelaksanaan program-program instansi/badan mitra kerja Komisi IX DPR RI di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pertemuan hari ini sangat tertib dan produktif, sangat interaktif dari pihak-pihak terkait. Memang ada beberapa temuan yang didapatkan, seperti angka-angka terkait ketenagakerjaan di Kalsel masih rendah. Maka solusinya, perlu ada pendidikan vokasi yang intensif yang diselenggarakan pemerinah pusat melalui UPTP BLK maupun UPTD di daerah,” jelas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini usai pertemuan.

Selain itu, disampaikan Yahya pertemuan kali ini juga membahas soal Makan Bergizi Gratis (MBG) yang perkembangannya cukup signifikan di Kalimantan Selatan.
“Ada satu kasus di Kalsel yang terjadi penolakan untuk MBG ini, terkait ini kami minta kepada pemerintah daerah melakukan pendekatan dan edukasi agar MBG yang merupakan program prioritas Presiden ini, dapat diterima oleh semua pihak,” harap Yahya yang juga merupakan Ketua Tim Kunker.

Dalam kesempatan kunjungan kerja reses oleh Komisi IX DPR RI ke Kalimantan Selatan kali ini, juga dilakukan penyerahan Santunan Jaminan Kematian dan Beasiswa, dari BPJS Ketenagakerjaan kepada beberapa penerima yang diakhiri dengan pertukaran cenderamata antara Pempriov Kalsel dengan Komisi IX DPR RI.

Dalam pertemuan ini, selain dihadiri seluruh anggota Komisi IX DPR RI, juga dihadiri pula oleh Kepala SKPD Provinsi Kalsel terkait, instansi vertikal terkait, serta mitra kerja dari Komisi IX seperti Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Tenaga Kerja, BKKBN, BP3MI, Badan POM RI, Badan Gizi Nasional, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Eratkan Silaturahmi, Wagub Kalsel Hasnuryadi Berbuka Puasa Bersama Warga di Masjid Hasnur Asy-Syajarah Tapin

0
Wagub Kalsel

Link, Tapin – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menghadiri acara buka puasa bersama di Masjid Hasnur Asy-Syajarah, Jumat (20/2/2026) sore.

Kehadiran orang nomor dua di Kalsel ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk dekat dengan masyarakat, sekaligus mendukung kegiatan sosial dan keagamaan di wilayahnya.

‎Menjelang waktu berbuka, masyarakat Pandahan Tapin dan sekitarnya telah memadati masjid. Ribuan warga berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara yang digelar oleh Hasnur Group, salah satu perusahaan di Kalimantan Selatan dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.

‎Sekitar pukul 17.00 WITA, Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, tiba di lokasi.

Wagub menyapa dan menyalami warga satu per satu. Kehadirannya disambut hangat oleh masyarakat yang telah menanti sejak sore.

‎Tak hanya bersilaturahmi dengan warga, Hasnuryadi juga terlihat berbincang akrab dengan para habaib dan ulama di antaranya Guru Jaro atau Ahmad Sanusi dan Quraisy Baharun.

Suasana kebersamaan begitu terasa, mencerminkan eratnya hubungan antara umara dan ulama di daerah tersebut.

‎Momentum berbuka puasa ini juga diisi dengan penyerahan Paket Ramadhan dan santunan dari Hasnur Group kepada anak-anak. Bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian dan komitmen perusahaan untuk terus berbagi, terutama di bulan suci yang penuh berkah.

‎Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surah Yasin dan tahlil yang dikirimkan untuk almarhum H Abdussamad Sulaiman bin H. Basirun dan almarhumah Hj Siti Nurhayati binti Anang Dulah. Doa-doa yang dilantunkan bersama menambah kekhidmatan suasana, menghadirkan rasa haru sekaligus penguatan nilai spiritual bagi seluruh yang hadir.

‎Kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara pemerintah, perusahaan, tokoh agama, dan masyarakat. Di tengah kebersamaan itu, nilai gotong royong dan kepedulian sosial terasa semakin hidup di Kabupaten Tapin.

‎Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan buka puasa bersama.

‎Wagub Hasnuryadi mengatakan bahwa Gubernur H. Muhidin saat ini tengah melaksanakan ibadah umroh di Tanah Suci.

Wagub juga menyampaikan bahwa tepat 20 Februari menjadi momen satu tahun kepemimpinan mereka sejak menerima amanah dari masyarakat Kalimantan Selatan.

‎“Di sore hari ini berbuka puasa dalam rangka beribadah dan selalu menjunjung tinggi persatuan kita semua, izinkan saya sampaikan salam hormat dari Bapak Gubernur H. Muhidin yang tengah melaksanakan ibadah umroh di tanah suci kepada masyarakat yang berhadir di sini. Dan hari ini tepat 20 Februari, satu tahun kami mengemban amanah yang diberikan oleh pian semua,” sampai Wagub Hasnuryadi.

‎Pada kesempatan tersebut, Wagub Hasnuryadi memohon doa dan dukungan masyarakat agar dirinya bersama gubernur dapat menjalankan tugas sebagai pemimpin daerah dengan baik. Ia berharap berbagai program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat berjalan optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

‎“Kami memohon doa agar bisa mengabdi untuk Banua tercinta dalam menjalankan program Kalsel Bekerja. Tentunya kita juga mendorong program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

‎Selain itu, Wagub Hasnuryadi juga mengungkapkan bahwa kegiatan sosial dan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh keluarga besar Yayasan Hasnur Group bertujuan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia pun memohon doa agar seluruh pihak yang terlibat senantiasa diberi kesehatan, keberkahan, serta ketaatan dalam mengabdi.

‎“Saya juga memohon doa kepada masyarakat agar keluarga besar Yayasan Hasnur Group diberikan kesehatan, keberkahan dan ketaatan kepada Allah SWT. Dengan petunjuk dan masukan para habaib serta ulama hingga masyarakat, semoga senantiasa diberikan kebaikan dalam kebermanfaatan di Banua,” ungkapnya.

‎Wagub Hasnuryadi berharap, dengan dukungan ulama, habaib, dan seluruh elemen masyarakat, cita-cita mewujudkan generasi emas 2045 dapat tercapai demi kemajuan Kalimantan Selatan.

‎Sementara itu, Presiden Direktur Hasnur Group, Jayanti Sari Sulaiman menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat menyambut momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah bersama masyarakat Kabupaten Tapin.

‎“Ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi kami dapat menyambut momentum bulan Ramadhan 1447 Hijriah bersama masyarakat Tapin. Hal ini bersamaan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh ayahanda (H. Abdussamad Sulaiman HB) kami agar terus memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkap Direktur Jayanti.

‎Ia menegaskan, jajaran pegawai Hasnur Group senantiasa berkomitmen mendorong kemajuan daerah sebagai wujud pengabdian dan dedikasi terhadap bangsa. Berbagai sektor terus dikembangkan, termasuk bidang pendidikan yang dinilai penting dalam menyiapkan generasi penerus.

‎Menurut Jayanti, menghadapi tantangan zaman, Hasnur Group terus berupaya mewujudkan generasi emas di masa depan. Sejak lama, keluarga besar Hasnur disebutnya telah diamanahi untuk memberikan perhatian dan kontribusi nyata bagi masyarakat Banua.

‎“Oleh karena itu, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras dalam menjunjung loyalitas para karyawan-karyawati. Apa yang kita lihat dan capai hari ini merupakan kerja sama dan kerja kolektif, tentu saja atas ridho Allah SWT,” ujarnya di hadapan jemaah.

‎Di akhir, Jayanti berharap Hasnur Group dapat terus berkembang seiring kemajuan daerah serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan masjid tersebut tidak hanya diperuntukkan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan dan penguatan nilai-nilai akhlak.

‎“Masjid ini kami niatkan bukan hanya sekadar untuk ibadah semata, tetapi sebagai pusat pembinaan dan nilai-nilai dalam membentuk akhlak. Kami berharap masjid ini bermanfaat sebagai sumber persatuan dan keberkahan,” pungkasnya.

DPD Partai Golkar Kalsel Tegaskan Tak Ada Alasan Menunda Proses PAW Guru Shodiq

0
Golkar Kalsel

Link, Banjarmasin – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Selatan (Kalsel), Hasnuryadi Sulaiman sebut dari sisi aturan maupun etika politik tak ada alasan menunda pelantikan Muhammad Shodiq Wa’die sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Banjar.

Pernyataan tersebut diungkapkan Hasnuryadi sebagai bentuk dukungan kepada Muhammad Shodiq Wa’die atau yang akrab disapa Guru Shodiq untuk mengisi kekosongan kursi legislatif pasca anggota DPRD dari Fraksi Golkar, yakni Sahtam meninggal dunia pada Oktober 2025 lalu.

Sebab, pasca wafatnya anggota Komisi I DPRD Kabupaten Banjar dari fraksi Golkar tersebut, proses pengesahan dan pelantikan PAW dinilai Hasnuryadi sangat lamban, padahal berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan hasil perolehan suara pemilu, Muhammad Shodiq Wa’die merupakan calon yang berhak menggantikan.

“Ini kan Guru Shodiq, kita sudah mengenal beliau sudah lama, dan sekarang memang seharusnya beliau yang menjadi pengganti. Beliau sangat sehat dan siap mengemban amanah serta melaksanakan tugas yang sudah dipercayakan masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Sebagai pimpinan partai di tingkat provinsi, Hasnuryadi memberikan dukungan penuh agar proses PAW dapat segera dituntaskan.

“Seharusnya apa yang menjadi hak beliau diberikan, dan kami sebagai Ketua DPD Golkar Kalsel sangat mendukung beliau untuk menjadi pengganti di DPRD Kabupaten Banjar,” ucapnya.

Hasnuryadi juga menegaskan, dukungan tersebut bukan semata bersifat administratif, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap suara rakyat yang diberikan pada Pemilu Legislatif, dan berharap seluruh pihak terkait dapat mempercepat penyelesaian proses PAW sesuai ketentuan yang berlaku.

“Guru Shodiq sangat siap dan sangat sehat. Bahkan setelah ini akan menjadi imam sholat tarawih, jadi beliau juga sangat ikhlas mengemban amanah ini,” jelas Hasnuryadi membeberkan keseharian Guru Shodiq yang masih aktif menjalankan peran keagamaan di tengah masyarakat.

Menyambut dukungan tersebut, Muhammad Shodiq Wa’die menyatakan kesiapan penuh apabila nantinya ditetapkan melalui mekanisme PAW untuk menjalankan tugas sebagai anggota DPRD Kabupaten Banjar.

“Insya Allah, Bismillah, ulun siap dan sangat siap mengemban amanah ini,” pungkasnya.(zainuddin)

Sekretaris DPRD Sebut Banjarbaru Ramadan Festival 2026 Dorong Ekonomi Kerakyatan

0
Sekretaris DPRD

Link, Banjarbaru – Selain mendapat apresiasi dari Ketua Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra. Pelaksanaan Banjarbaru Ramadan Festival 2026 yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru di Lapangan Murdjani juga mendapat apresiasi dari Sekretaris DPRD Kota Banjarbaru.

Apresiasi tersebut disampaikan Sekretaris DPRD Kota Banjarbaru, Hj Arnawaty Sufiatin saat menghadiri seremoni pembukaan Banjarbaru Ramadan Festival 2026 yang dilakukan Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby pada Kamis (19/2/2026).

.

Mengusung tema ‘Harmoni Ramadan dalam Kebersamaan Banua’ Banjarbaru Ramadan Festival 2026 juga menghadirkan Pasar Wadai Ramadan 1447 Hijriah di Lapangan Murdjani. Atas dasar tersebut, Sekretaris DPRD Banjarbaru, Hj Arnawaty Sufiatin pun memberikan dukungan penuh atas kebijakan dan program-program dari Pemko Banjarbaru guna mendorong ekonomi kerakyatan.

“Festival Ramadan menjadi sarana penting untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus memberdayakan UMKM. Kebijakan stan gratis ini sangat membantu pelaku usaha agar dapat berkembang dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, serta seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar Festival Ramadan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.

Melalui kolaborasi yang solid, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal di Banjarbaru.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama, dengan banyaknya pengunjung yang memadati area festival untuk berburu takjil dan hidangan berbuka puasa, kegiatan festival ini tidak hanya menjadi ajang keagamaan dan silaturahmi, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat.(znd/link)

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

Tata Kawasan Sekumpul, Pemkab Banjar Akan Perbaiki Drainase di Kelurahan Sekumpul

0
Link, Martapura - Menindaklanjuti kondisi drainase di Gang Taufik, Kelurahan Sekumpul yang tidak berfungsi secara optimal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum...
Menteri LH

Menteri LH: Wali Kota Banjarbaru Harus Meraih Adipura untuk Masyarakat

0
Link, Banjarbaru - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, melakukan peninjauan praktik pengelolaan sampah rumah...
Tata Kelola Pemerintahan

Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Pemkab Banjar Gelar FKP 2026

0
Link, Martapura - Wujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar...