Beranda blog Halaman 10

Kloter Pertama Haji Indonesia 2026 Tiba di Makkah, Disambut Haru Petugas

0
360 jemaah haji

Link, Makkah – Sebanyak 360 jemaah haji Indonesia kloter 1 dari Embarkasi Yogyakarta atau YIA-01 telah tiba di Makkah sekitar pukul 13.00 waktu Arab Saudi. Jemaah haji asal Kulonprogo ini mengawali gelombang kedatangan jemaah di Makkah.

Kepala Sektor 7 Wilayah Misfalah,  Ronald Paul Sinyal, merasa bersyukur kedatangan jemaah pertama di wilayah kerjanya berjalan lancar. “Jemaah sudah masuk kamar semua,” kata Ronald saat ditemui di Hotel Al Asalah Al Bakkiya, Kamis (30/4/2026).

Terdapat 13 bus berisi 360 jemaah haji Indonesia tiba di Al Asalah Al Bakkiya Hotel. Bahagia, syukur, bercampur haru terlihat dari raut wajah para jemaah haji saat turun dari bus. Sebagai kloter pertama yang tiba di kota suci Makkah, para jemaah mendapatkan sambutan dari para petugas haji hingga pihak syarikah Arab Saudi.

Berdasarkan data Siskohat, siang ini ada dua kloter dari dua embarkasi yang tiba di sektor 7 wilayah Misfalah dan mereka akan menempati hotel nomor 710 dan 714.

Secara total, terdapat 4.871 jemaah haji Indonesia yang dijadwalkan akan tiba di Makkah hari ini. Mereka tergabung ke dalam 12 kloter, yakni dari Embarkasi Yogyakarta (YIA-01), Jakarta-Pondok Gede (JKG-01), Kualanamu (KNO-01), Palembang (PLM-01), Kertajati (KJT-01), Lombok (LOP-01), Solo (SOC-01), Batam (BTH-01), Makassar (UPG-01 dan UPG-02), Jakarta-Bekasi (JKS-01 dan JKS-02).

Sementara itu, hingga Rabu (29/4/2026), sudah terdapat 54.604 jemaah haji Indonesia yang terbang ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, sebanyak 52.343 orang sudah tiba di Madinah. Mulai hari ini, para jemaah akan berpindah secara bertahap ke Makkah.

Penyesuaian Jadwal Pelayanan PTAM Intan Banjar di Peringatan Hari Buruh 

0
Oplus_131072

Link, Banjarbaru – Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, pelayanan kantor akan ditutup pada Jumat, 1 Mei 2026, bertepatan dengan libur nasional Hari Buruh.

Ini, menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri terkait hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026, PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda) menyesuaikan jadwal operasional layanan pelanggan dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional.

Kebijakan ini mengacu pada SKB Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1479 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Meski pelayanan tatap muka diliburkan, pelanggan tetap dapat melakukan transaksi pembayaran rekening air melalui berbagai kanal non-tunai.

Di antaranya melalui SMS Banking, ATM perbankan, serta layanan pembayaran online lainnya yang telah bekerja sama dengan PT Air Minum Intan Banjar.

Perusahaan memastikan layanan pelanggan akan kembali beroperasi pada Sabtu, 2 Mei 2026, dengan jam pelayanan mulai pukul 08.00 WITA hingga 13.00 WITA.

Manajemen PT Air Minum Intan Banjar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pengertian pelanggan terhadap penyesuaian jadwal ini. Diharapkan, kemudahan akses pembayaran secara digital dapat tetap menunjang kebutuhan masyarakat selama masa libur berlangsung. (*)

Tekanan Efisiensi Tak Goyahkan Visi Banjarbaru EMAS

0
Tekanan Efisiensi

‘Efisiensi tidak boleh menurunkan kualitas pelayanan publik’

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Pernyataan tegas tersebut diungkapkan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, untuk menindaklanjuti penerapan efisiensi berbasis prioritas. “Kita harus memastikan bahwa masyarakat tetap mendapatkan pelayanan terbaik, meskipun anggaran terbatas,” ujarnya.

Selain itu, Lisa juga menekankan pentingnya disiplin dalam pengelolaan keuangan daerah agar tepat sasaran dan memberikan manfaat kepada masyarakat, serta menjadikan kebijakan efisiensi sebagai momentum pembenahan tata kelola keuangan daerah melalui penghapusan kegiatan yang tidak berdampak, penguatan program prioritas, serta peningkatan akuntabilitas.

Memegang peran strategis dalam pengelolaan keuangan daerah, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru berkomitmen untuk terus menjaga arah pembangunan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) dengan menerapkan efisiensi berbasis prioritas pada APBD 2026 yang turun dari Rp1,7 triliun pada 2025 menjadi Rp1,4 triliun, tanpa mengganggu pelayanan publik dan program strategis lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Penurunan anggaran tersebut menjadi titik krusial dalam dinamika pembangunan daerah, terutama dalam menjaga target RPJMD 2025–2029 tetap berjalan. Dalam kondisi fiskal yang terbatas, BPKAD tidak hanya berperan sebagai pengelola keuangan, tetapi juga sebagai penentu arah prioritas pembangunan.

Kepala BPKAD Banjarbaru, Drs. Rahmat Taufik, mengatakan kebijakan efisiensi dilakukan secara selektif dan terukur dengan memangkas program yang tidak prioritas. “Kita tetap fokus pada pencapaian visi dan misi. Karena anggaran terbatas, program yang tidak prioritas atau bisa ditunda dikurangi,” ujarnya belum lama tadi.

Pendekatan tersebut menempatkan efisiensi sebagai proses penyaringan program, bukan pemangkasan menyeluruh. “Kegiatan seremonial dan program yang tidak berdampak langsung menjadi sasaran utama pengurangan, sementara pelayanan dasar tetap dipertahankan bahkan diperkuat,” katanya.

Di sektor kesehatan, program penanganan stunting, peningkatan layanan, serta dukungan terhadap capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 82,20 tetap berjalan. Di sektor pendidikan, peningkatan kualitas layanan juga dipertahankan dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 88,94 serta penguatan indikator Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS).

Kendati demikian, dampak efisiensi tetap terasa di sektor infrastruktur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru harus menyesuaikan program pembangunan fisik dengan menunda proyek yang tidak mendesak, sementara proyek strategis seperti pengendalian banjir dan konektivitas tetap dilanjutkan.

Pembangunan drainase sepanjang 12,5 kilometer dan penurunan titik banjir dari 52 menjadi 9 titik menjadi indikator bahwa efisiensi tidak menghentikan pembangunan, melainkan mengubah pola pelaksanaannya.

Tak terkecuali di sektor transportasi. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarbaru tetap mengembangkan layanan Feeder Trans Banjarbaru dengan jumlah penumpang mencapai 162.001 orang pada 2025. Sementara itu, sektor sosial tetap berjalan melalui program bantuan bagi kelompok rentan, dengan angka kemiskinan terjaga di 3,44 persen.

Efisiensi juga mendorong perubahan cara kerja OPD. Setiap dinas dituntut lebih inovatif dalam mengelola anggaran untuk menghasilkan output maksimal dengan sumber daya terbatas.

Terlebih, status Kota Banjarbaru sebagai ibu kota provinsi membawa tekanan kebutuhan pembangunan yang tinggi di tengah keterbatasan fiskal dan meningkatnya tuntutan pelayanan publik.

Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas, dengan setiap keputusan anggaran harus berbasis data, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Peran BPKAD pun menjadi semakin strategis, tidak hanya sebagai pengelola keuangan, tetapi juga sebagai penjaga arah pembangunan daerah. Dengan pendekatan berbasis prioritas, pembangunan Banjarbaru tetap berjalan di tengah keterbatasan. Visi Banjarbaru EMAS tidak berhenti, melainkan diuji melalui kemampuan menjaga keseimbangan antara efisiensi dan keberlanjutan pembangunan.

Konsistensi disiplin anggaran, inovasi pelaksanaan program, serta penguatan kolaborasi lintas OPD menjadi kunci agar Banjarbaru tidak hanya bertahan, tetapi terus melaju menuju target pembangunan yang telah ditetapkan. (zainuddin/link)

Bawa Semangat Inovasi, Nilai Investasi Kota Banjarbaru Mencapai Rp1,029 Triliun

0
Inovasi

‘Kami membawa semangat inovasi masyarakat untuk menciptakan ruang hidup yang berdaya, berkelanjutan, dan membahagiakan warganya’

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Penggalan kalimat itu diucapkan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat menghadiri ajang Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang berlangsung di Gedung Malang Creative Center (MCC), Sabtu (08/11/2025) lalu.

Selain memperlihatkan eksistensi dan inovasinya di tingkat nasional, kalimat tersebut juga menjadi bukti komitmen Lisa Halaby bersama Wartono selaku Wakil Wali Kota untuk mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) yang diusung sejak pencalonan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 lalu.

Sejak ditetapkan sebagai ibu kota Kalimantan Selatan pada Maret 2022 lalu menggantikan Banjarmasin. Tentunya menjadi peluang bagi Kota Banjarbaru, termasuk peluang menggaet para pemilik modal untuk berinvestasi.

Peluang tersebut telah dilihat Lisa Halaby sejak pertama kali menjabat sebagai Wali Kota Banjarbaru per 21 Juni 2025. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru 2025–2029, peningkatan investasi daerah telah ditetapkan sebagai salah satu sasaran dalam misi keempat, yakni “Mewujudkan Transformasi Ekonomi yang Menyejahterakan”.

Pada tahun pertama periode kepemimpinannya bersama Wartono, nilai investasi yang masuk ke Kota Banjarbaru meroket. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banjarbaru, nilai investasi pada 2025 mencapai Rp1,029 triliun.

Nilai ini jauh melebihi target yang dipatok Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, yaitu Rp410 miliar, bahkan melampaui target Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan sebesar Rp710 miliar.

Hal tersebut membuktikan tingkat kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banjarbaru semakin kuat.

Capaian nilai investasi yang meningkat di atas target tentu bukan tanpa dasar, melainkan hasil kerja keras pada tahun pertama kepemimpinan Lisa–Wartono bersama jajaran DPMPTSP yang kini dipimpin Bambang Supriyanto sebagai kepala dinas.

Reformasi layanan dilakukan untuk memangkas hambatan klasik investasi, yakni birokrasi yang lambat dan tidak pasti. Melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan digitalisasi berbasis risiko, proses perizinan kini menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan. Hal ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Banjarbaru semakin ramah terhadap dunia usaha.

Dengan inovasi digital, pengurusan izin kini dapat dilakukan dari mana saja tanpa harus antre di kantor. Langkah ini secara langsung memangkas waktu dan biaya—dua faktor yang selama ini menjadi keluhan utama pelaku usaha.

Gebrakan pelayanan terus dilakukan. DPMPTSP menghadirkan inovasi jemput bola bagi UMKM, layanan prioritas untuk difabel dan lansia, hingga integrasi layanan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Di Banjarbaru, lonjakan investasi didorong oleh beberapa sektor utama, yakni jasa, perdagangan, properti, dan konstruksi yang tumbuh pesat. Aktivitas transportasi dan logistik juga meningkat seiring bertambahnya mobilitas ekonomi. Di sisi lain, sektor potensial seperti ekonomi kreatif, kuliner, hingga pertanian di wilayah pinggiran mulai didorong untuk memperluas basis ekonomi Banjarbaru.

Dampak positif dari peningkatan investasi kian terasa. Lapangan kerja terbuka dan mobilitas ekonomi meningkat. Pergerakan ini juga berdampak positif pada pertumbuhan sektor lain, termasuk UMKM.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, salah satunya kepastian tata ruang. Berbagai upaya telah dilakukan, di antaranya percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), penyiapan proyek siap investasi, serta promosi potensi daerah untuk menjaga momentum pertumbuhan.

Termasuk dalam agenda tersebut adalah pengembangan kawasan Aero City yang saat ini tinggal menunggu penetapan dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) tentang RDTR Wilayah Perencanaan (WP) Aero City. RDTR WP Aero City telah disampaikan Wali Kota Erna Lisa Halaby kepada Kementerian ATR/BPN pada Agustus 2025.

WP Aero City merupakan konsep pengembangan seluas lebih dari 7.216 hektare di dua kecamatan, yakni Kecamatan Landasan Ulin dan Kecamatan Liang Anggang. Dua wilayah ini termasuk dalam kawasan Metropolitan Banjarbakula yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional.

Tingginya arus penumpang di Bandara Syamsudin Noor menjadi peluang besar bagi sektor transportasi, pergudangan, perdagangan, hingga pariwisata. Kawasan ini tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga pusat ekonomi baru.

Pengembangan utama kawasan Aero City akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur seperti pusat perdagangan, perkantoran, hingga Central Business District (CBD), dengan penekanan pada konsep Banjarbakula untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan resapan air.

WP Aero City juga pernah dipaparkan Wali Kota Lisa Halaby saat menjadi pembicara dalam ajang Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) yang digelar di Malang, Jawa Timur, pada pekan pertama November 2025. ICCF menjadi wadah berbagi gagasan dan pengalaman dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif yang berkelanjutan. (zainuddin/link)

Jadi Simpul Digital Banjarbaru EMAS, Diskominfo Integrasikan Data, Layanan, dan Kepercayaan Publik

0
Banjarbaru EMAS

Meningkatnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta meningkatnya pelayanan publik yang responsif dan inklusif berbasis digital, merupakan sasaran dari tujuan akhir pada misi ketiga dari total empat misi yang dituangkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby–Wartono, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru Tahun 2025–2029.

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Di tengah arah pembangunan Banjarbaru yang semakin berbasis data, teknologi, dan keterbukaan informasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) berperan sebagai simpul strategis digital pemerintahan. Peran ini tidak sekadar mencakup pengelolaan jaringan, aplikasi, atau media sosial, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).

Di periode kepemimpinan Lisa–Wartono, pembangunan daerah periode 2025–2029 diarahkan agar tidak lagi berjalan secara parsial. Melainkan, setiap organisasi perangkat daerah (OPD) didorong bergerak dalam satu sistem yang sama, berbasis data, terintegrasi, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Transformasi digital, ditegaskan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, sebagai bagian penting dalam mempercepat pelayanan publik sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

“Digitalisasi pemerintahan harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui data yang terintegrasi, layanan yang cepat, dan komunikasi publik yang terbuka, pembangunan Banjarbaru harus berjalan lebih efektif, transparan, dan dirasakan oleh seluruh warga,” ujarnya.

Mewujudkan visi Banjarbaru EMAS tentunya membutuhkan kerja lintas sektor yang saling terhubung. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta tidak hanya menjalankan program, tetapi juga memastikan setiap kebijakan berbasis data dan dapat diukur dampaknya.

“Banjarbaru EMAS tidak bisa diwujudkan dengan kerja yang terpisah-pisah. Semua perangkat daerah harus bergerak dalam satu sistem, berbasis data, terukur, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” katanya.

Jika Bapperida menjadi pusat perencanaan pembangunan, BPKAD menjaga arah penganggaran, Disdukcapil menyediakan basis data kependudukan, dan BKPSDM memperkuat sumber daya aparatur, maka dalam kerangka tersebut Diskominfo menjadi salah satu penghubung utama antara data, teknologi, pelayanan publik, dan komunikasi pemerintah.

Diskominfo Banjarbaru hadir sebagai infrastruktur digital yang membuat seluruh sistem itu dapat saling terhubung, dan peran Diskominfo paling kuat terlihat pada aspek “Maju” dan “Adil” dalam Banjarbaru EMAS.

Pada aspek Maju, Diskominfo mendorong transformasi digital pemerintahan melalui pengembangan aplikasi Idaman Publik dan Idaman Office. Idaman Publik dirancang sebagai layanan terintegrasi bagi masyarakat, sedangkan Idaman Office menjadi sistem pendukung kinerja internal pemerintahan agar lebih efisien, transparan, dan berbasis data.

Sedangkan pada aspek Adil, Diskominfo mendorong pemerataan akses digital agar layanan pemerintah tidak hanya mudah dijangkau warga di pusat kota, tetapi juga masyarakat di wilayah yang akses jaringannya masih terbatas. Upaya ini dilakukan melalui perluasan jaringan, penanganan wilayah blankspot, penguatan literasi digital, serta pemanfaatan media center, videotron, media sosial, media massa, dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM).

Secara data, fondasi digital Banjarbaru mulai terlihat semakin kuat. Hingga 2026, layanan Diskominfo telah menjangkau 115 titik akses dengan cakupan 100 persen pada SKPD, kelurahan, puskesmas, dan jenjang SMP. Capaian ini penting karena menyentuh sektor pelayanan dasar, terutama pendidikan dan kesehatan.

Di sektor pendidikan, Dinas Pendidikan mencatat capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 88,94 pada 2025, dengan rata-rata lama sekolah (RLS) 11,07 tahun dan harapan lama sekolah (HLS) 14,87 tahun. Capaian ini membutuhkan dukungan sistem data, akses jaringan sekolah, serta kemampuan aparatur dan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi.

Di sektor kesehatan, dukungan digital juga semakin penting. Banjarbaru mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 82,20 dan angka harapan hidup 75,44 tahun pada 2025. Capaian tersebut tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga pada kemampuan pemerintah membaca data, memetakan sasaran, dan merespons kebutuhan masyarakat secara cepat.

Dalam konteks ini, aplikasi Idaman Publik menjadi salah satu jembatan penting. Layanan yang terintegrasi di dalamnya mencakup layanan siap bencana, Portal Satu Data, layanan kegawatdaruratan, JDIH, CCTV, layanan kependudukan, SIPOPI atau layanan pasien online RS Idaman, hingga LAPOR sebagai kanal aspirasi dan pengaduan masyarakat.

Peran Diskominfo sebagai walidata daerah juga menjadi kunci penting dalam pelaksanaan Satu Data Indonesia di Banjarbaru. Pada 2025, Indeks Satu Data Indonesia Kota Banjarbaru tercatat 75,12 persen. Nilai ini menunjukkan tata kelola data daerah telah berjalan dengan mengacu pada prinsip standar data, metadata, interoperabilitas, dan kode referensi.

Integrasi data menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan kerja lintas OPD. Disdukcapil mencatat jumlah penduduk Banjarbaru sebanyak 293.332 jiwa, dengan cakupan kepemilikan KTP elektronik 99,68 persen dan akta kelahiran 98,92 persen. Data kependudukan tersebut menjadi dasar bagi Dinas Sosial dalam menentukan penerima bantuan, Dinas Pendidikan dalam memetakan peserta didik, Dinas Kesehatan dalam membaca sasaran layanan, hingga Bapperida dalam menyusun prioritas pembangunan.

Di sektor sosial, data yang akurat berkontribusi terhadap penajaman program perlindungan masyarakat rentan. Angka kemiskinan Banjarbaru turun menjadi 3,44 persen pada 2025 atau sekitar 11.065 jiwa. Dinas Sosial juga menjalankan bantuan bagi lansia, penyandang disabilitas, bantuan iuran BPJS, hingga program sewa rumah bagi lansia.

Di sektor infrastruktur, integrasi data mendukung kerja Dinas PUPR. Pembangunan drainase sepanjang 12,5 kilometer serta pembangunan 14 embung dan kolam retensi berhasil menekan titik banjir dari 52 menjadi 9 titik pada periode 2025–2026. Ketika data wilayah, laporan masyarakat, pemantauan lapangan, dan sistem digital terhubung, pemerintah dapat menentukan prioritas pembangunan dengan lebih presisi.

Diskominfo juga memperkuat infrastruktur pengawasan kota melalui pemasangan 110 titik CCTV strategis, terdiri dari 80 lokasi di jalan raya utama dan 30 titik di unit pelayanan publik. CCTV ini bukan hanya alat pemantauan keamanan, tetapi juga dapat menjadi data visual untuk mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti.

Namun, semakin digital sebuah pemerintahan, semakin besar pula kebutuhan menjaga keamanan data.

Diskominfo mencatat selama Januari hingga Maret 2026 terdapat 23.465.343 anomali trafik pada sistem elektronik Pemerintah Kota Banjarbaru. Meski tidak semuanya berarti serangan berhasil, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi ancaman terhadap sistem digital daerah.

Dari sisi insiden terverifikasi, terdapat 12 insiden dengan ancaman dominan berupa web defacement sebesar 33,3 persen. Untuk mengatasi risiko tersebut, Diskominfo memperkuat mitigasi melalui pemantauan sistem, penggunaan Security Information and Event Management, Endpoint Detection and Response, vulnerability assessment, firewall, Web Application Firewall, strategi backup, Business Continuity Plan, serta penguatan CSIRT yang berkoordinasi dengan BSSN.

Di sisi komunikasi publik, Diskominfo menjadi wajah pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan. Strateginya dilakukan melalui kanal multiplatform, mulai dari website resmi, Instagram, TikTok, X, Facebook, YouTube, media center, videotron, Banjarbaru Sepekan, talkshow, podcast, live streaming, hingga kerja sama produksi dengan berbagai kanal.

Pada 2025, Pemko Banjarbaru menerima 377 laporan aspirasi dan pengaduan melalui kanal resmi, di luar arsip dan tunda. Angka ini menunjukkan ruang komunikasi dua arah mulai berjalan. Masyarakat tidak hanya membaca informasi, tetapi juga ikut mengawasi, memberi masukan, dan menyampaikan keluhan.

Tantangan Diskominfo ke depan tetap besar. Masih ada wilayah blankspot, khususnya di sebagian Cempaka dan Landasan Ulin Utara. Literasi digital masyarakat juga belum merata. Di internal pemerintahan, integrasi aplikasi antar-OPD masih perlu terus diperkuat agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Selain itu, kapasitas SDM digital aparatur harus terus ditingkatkan agar transformasi digital tidak hanya berhenti pada aplikasi, tetapi benar-benar mengubah cara kerja birokrasi. Dalam hal ini, hubungan Diskominfo dengan BKPSDM menjadi penting. BKPSDM mencatat jumlah ASN Banjarbaru sebanyak 5.723 orang dengan Indeks Profesionalitas ASN 84,56 atau kategori tinggi.

Dalam kerangka Banjarbaru EMAS, Diskominfo bukan sekadar dinas teknis, tetapi menjadi penghubung antara data dan keputusan, antara layanan dan masyarakat, antara pembangunan fisik dan sistem digital.

Jika PUPR membangun drainase dan jalan, Dishub menggerakkan transportasi, Dinas Pendidikan memperkuat SDM, Dinas Kesehatan menjaga kualitas hidup, Dinas Sosial melindungi kelompok rentan, dan Diskopumnaker menggerakkan ekonomi rakyat, maka Diskominfo memastikan seluruh capaian itu dapat dibaca, dikomunikasikan, dipantau, dan diakses secara lebih terbuka.

Dengan fondasi tersebut, transformasi digital Banjarbaru berada pada jalur yang tepat. Digitalisasi bukan lagi pelengkap, tetapi menjadi tulang punggung pemerintahan modern. Melalui Satu Data, layanan terintegrasi, keamanan informasi, pemerataan akses, dan komunikasi publik yang responsif, Diskominfo ikut memastikan visi Banjarbaru EMAS tidak hanya menjadi slogan, tetapi hadir dalam layanan yang lebih cepat, data yang lebih akurat, dan pemerintahan yang semakin dekat dengan masyarakat. (zainuddin/link)

Misi Lisa–Wartono: Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berkualitas dan Amanah Menuju Banjarbaru EMAS

0
Mis

‘Tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, kolaboratif, dan inovatif merupakan satu dari empat misi dalam upaya mewujudkan visi Banjarbaru EMAS’

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Merealisasikan misi tersebut, Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, bersama Wartono selaku Wakil Wali Kota periode 2025–2030 telah menuangkan misi tersebut dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel, serta meningkatnya pelayanan publik yang responsif dan inklusif berbasis digital.

“Program yang bagus harus didukung SDM yang bagus pula. Karena itu, ASN harus kompeten, profesional, adaptif, dan berintegritas,” kata Wali Kota Erna Lisa Halaby pada suatu momen pelantikan pejabat di lingkungan Pemko Banjarbaru.

Sebagai pilar utama dalam penguatan kualitas aparatur sipil negara (ASN), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banjarbaru telah melakukan berbagai terobosan dan inovasi dalam kerangka kerjanya untuk mengimplementasikan misi mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).

Salah satunya melalui penerapan sistem merit, manajemen talenta, dan digitalisasi kepegawaian untuk mendukung kinerja lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mewujudkan visi Banjarbaru EMAS.

Dalam struktur pembangunan daerah, BKPSDM tidak hanya berperan sebagai pengelola administrasi kepegawaian, tetapi juga sebagai penggerak utama kualitas birokrasi. Dengan jumlah ASN 5.723 orang, terdiri dari 3.350 PNS, 946 PPPK, dan 1.427 PPPK paruh waktu, tantangan utama bukan hanya pada jumlah, tetapi juga pada distribusi, kompetensi, dan kinerja yang merata di seluruh OPD.

Kepala BKPSDM Banjarbaru, Slamet Riyadi, mengatakan bahwa penguatan SDM ASN dan sistem merit menjadi fondasi kinerja lintas OPD, sekaligus untuk memastikan seluruh program pembangunan berjalan efektif. “ASN adalah motor penggerak pembangunan. Program yang baik tidak akan berjalan maksimal tanpa didukung SDM yang kompeten dan berintegritas. Karena itu, penguatan ASN menjadi prioritas,” ujarnya.

Hal ini menjadi cermin peningkatan kualitas aparatur, baik dari sisi kompetensi, kinerja, maupun integritas. Pada 2025, Indeks Profesionalitas ASN mencapai 84,56 dengan kategori tinggi, menempatkan Banjarbaru pada peringkat tiga di wilayah kerja Kantor Regional VIII BKN. Pencapaian indikator ini menjadi bukti keberhasilan BKPSDM Banjarbaru.

Dalam visi Banjarbaru EMAS, penguatan ASN diarahkan pada dua aspek utama, yakni “Maju” dan “Adil”. Maju diwujudkan melalui peningkatan kompetensi dan daya saing ASN, sementara aspek Adil diwujudkan melalui tata kelola kepegawaian yang transparan, objektif, dan berbasis merit. “Sistem merit memastikan bahwa setiap ASN ditempatkan sesuai kompetensi dan kinerjanya. Ini penting untuk menciptakan birokrasi yang profesional dan adil,” jelasnya.

Slamet Riyadi juga menjelaskan bahwa implementasi sistem merit dilakukan melalui pendekatan manajemen talenta berbasis data. Setiap ASN dipetakan berdasarkan kompetensi, kinerja, dan integritas, kemudian dimasukkan dalam talent pool untuk kebutuhan promosi, mutasi, dan pengembangan karier.

Penilaian dilakukan secara komprehensif melalui beberapa indikator, seperti hasil uji kompetensi, nilai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), serta rekam jejak disiplin. Data ini kemudian diolah dalam sistem 9-box talent matrix untuk menentukan ASN yang memiliki potensi dan kinerja tinggi.

Pendekatan ini memungkinkan pemerintah daerah memiliki perencanaan suksesi yang jelas, terutama untuk jabatan strategis di OPD. “Dengan manajemen talenta, kita tidak lagi mencari orang secara mendadak ketika ada jabatan kosong. Semua sudah dipersiapkan,” ungkapnya.

Tak terkecuali, penguatan SDM ASN juga dilakukan melalui berbagai program pelatihan, baik manajerial, teknis, maupun sosial kultural. Pelatihan kepemimpinan seperti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN), Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pimpinan di OPD.

Selain itu, pelatihan teknis dan fungsional disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing OPD, seperti pengelolaan keuangan, perencanaan, hingga pelayanan publik.

Dalam era digital, BKPSDM juga mendorong penguatan kompetensi teknologi melalui pelatihan berbasis platform online dan Learning Management System (LMS), seperti ASN Berpijar dan BKN Pedia. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital pemerintahan. “Kita dorong ASN untuk adaptif terhadap teknologi. Digitalisasi bukan pilihan, tetapi keharusan,” ucapnya.

Digitalisasi juga diterapkan dalam manajemen kepegawaian melalui berbagai aplikasi, seperti SIMPEG, e-Kinerja, SIAPAJA, SIPENA, hingga BANJARBARUBAGAWI. Sistem ini memungkinkan pengelolaan ASN dilakukan secara transparan, cepat, dan terintegrasi.

Namun, dalam mengimplementasikan digitalisasi, BKPSDM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti gangguan sistem dan kebutuhan adaptasi ASN terhadap perubahan teknologi. “Perubahan sistem itu cepat, jadi kita harus terus melakukan sosialisasi dan pendampingan,” tambahnya.

Dampak penguatan SDM ASN tentunya dapat dirasakan langsung oleh OPD lain. Seperti di sektor perencanaan, Bapperida membutuhkan ASN yang mampu mengolah data dan menyusun program berbasis indikator. Di sektor keuangan, BPKAD membutuhkan ASN yang kompeten dalam pengelolaan anggaran dan akuntabilitas. Begitu juga di sektor teknis seperti Dinas PUPR, ASN dituntut memiliki kemampuan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek infrastruktur yang kompleks.

Sementara di sektor pelayanan publik seperti Disdukcapil, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan, ASN menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru, Abdul Basid, juga menyebutkan bahwa kualitas ASN sangat berpengaruh terhadap capaian kinerja. “Kalau SDM kita kuat, program pendidikan bisa berjalan maksimal. Ini yang terus kita dorong bersama BKPSDM,” ujarnya pada Rabu (15/4/2026).

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Banjarbaru, Rokhyat Riyadi, bahwa kualitas ASN berpengaruh langsung terhadap efektivitas penyaluran bantuan sosial. “Pelayanan kepada masyarakat sangat bergantung pada ASN. Kalau ASN kompeten, pelayanan juga akan lebih cepat dan tepat,” tuturnya.

Sementara itu, untuk menghadapi tantangan distribusi ASN yang masih belum merata di seluruh OPD—di mana beberapa OPD mengalami kekurangan tenaga dan yang lain kelebihan—BKPSDM telah melakukan evaluasi dan penataan ulang melalui analisis jabatan (Anjab) dan analisis beban kerja (ABK) yang dilakukan bersama Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda). (zainuddin/link)

Rapat Paripurna LKPJ, DPRD Apresiasi Hasil Kinerja Pemko Banjarbaru

0
Apresiasi
DPRD Kota Banjarbaru menggelar rapat paripurna tentang penyampaian rekomendasi LKPJ Wali Kota Banjarbaru Tahun Anggaran 2025, pada Kamis (30/4/2026).

Link, Banjarbaru – DPRD Kota Banjarbaru mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, baik dalam aspek pembangunan, pelayanan publik, maupun pengelolaan keuangan daerah yang telah menunjukkan capaian yang cukup baik, khususnya dari sisi realisasi anggaran.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Banjarbaru, Ir. Syamsuri, saat menyampaikan hasil rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Banjarbaru Tahun Anggaran (TA) 2025 dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra, dan dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru, Wartono, beserta jajaran pada Kamis (30/4/2026).

“Hal ini patut kita apresiasi sebagai hasil kerja bersama. Selain itu, dalam LKPJ 2025, terdapat sekitar delapan capaian strategis utama yang dapat dikategorikan sebagai indikator kinerja yang menunjukkan capaian positif pada tahun 2025,” ujarnya.

Pertama, lanjut politisi Gerindra Banjarbaru ini, ia membacakan berbagai capaian kinerja positif Pemko Banjarbaru di bawah kepemimpinan Hj. Erna Lisa Halaby – Wartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota, di antaranya pertumbuhan ekonomi tinggi, IPM tertinggi di Kalimantan Selatan, dan penurunan kemiskinan.

“Bahkan angka pengangguran turun, pendapatan daerah melampaui target, optimalisasi pajak dan retribusi, peningkatan layanan publik, serta capaian kedelapan yaitu serapan anggaran tinggi,” sebutnya.

Kendati demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya dalam hal keselarasan antara capaian program dengan hasil yang dirasakan masyarakat.

Menanggapi rekomendasi tersebut, mewakili Wali Kota Banjarbaru, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada unsur pimpinan serta anggota DPRD Banjarbaru atas perhatian, kerja keras, serta komitmen dalam mencermati dan membahas LKPJ Wali Kota TA 2025 secara komprehensif.

“Penyampaian rekomendasi ini merupakan hasil kesimpulan atas seluruh rangkaian pembahasan yang dilaksanakan. Rekomendasi ini memiliki arti yang sangat penting, tidak hanya sebagai bentuk fungsi pengawasan DPRD, tetapi juga sebagai bahan evaluasi dan perbaikan bagi kami dalam menjalankan roda pemerintahan ke depan,” ucapnya.

Sebab, papar Sirajoni lebih jauh, Pemko Banjarbaru memandang hasil rekomendasi yang disampaikan memiliki tujuan strategis, antara lain untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan, serta mendorong perbaikan kinerja perangkat daerah berbasis indikator yang terukur guna memastikan ketercapaian target pembangunan daerah secara optimal, serta menjadi dasar tindak lanjut bagi pemerintah kota.

“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi tersebut secara serius, terukur, dan berkesinambungan, dengan melibatkan seluruh perangkat daerah,” pungkasnya. (znd/link)

Efisiensi Anggaran, DPRD Resmikan Cafe Aspirasi

0
Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra, didampingi Sekwan DPRD, Hj Arnawaty Sufiatin, serta Kepala Diskopumnaker Banjarbaru, Sartono meresmikan Cafe Aspirasi di lantai I Gedung DPRD pada Kamis (30/4/2026).

Link, Banjarbaru – Berawal dari kebijakan efisiensi anggaran, DPRD Kota Banjarbaru bersama Sekretaris Dewan (Sekwan) meresmikan Cafe Aspirasi yang berkolaborasi dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Mendapat dukungan dari aplikasi Wirausaha Majoo, peresmian Cafe Aspirasi di lantai I Gedung DPRD ditandai dengan pemotongan pita dan nasi tumpeng oleh Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra, didampingi Sekwan DPRD, Hj Arnawaty Sufiatin, serta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumnaker) Banjarbaru, Sartono, pada Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Gusti Rizky mengatakan, setelah adanya efisiensi anggaran yang terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota, tak terkecuali Kota Banjarbaru, anggota DPRD bersama Sekwan terinspirasi untuk menghadirkan sajian yang bertujuan menjamu tamu, khususnya masyarakat yang ingin berkunjung dan menyampaikan aspirasi ke DPRD.

“Berhubung di DPRD tidak bisa lagi menyajikan hidangan untuk tamu seperti biasanya, kami bersama kawan-kawan berencana berkolaborasi dengan UMKM, baik binaan DPRD maupun binaan lainnya. Karena itu, kami bersepakat menghadirkan Cafe Aspirasi ini,” ujarnya.

Dengan hadirnya Cafe Aspirasi, lanjut politisi Golkar Banjarbaru ini, diharapkan dapat mengurangi biaya kegiatan makan dan minum di DPRD, serta memberikan kesempatan kepada para UMKM untuk menampilkan produk olahannya.

“Tentunya kita sangat bersyukur jika produk mereka nantinya dapat dinikmati semua tamu, khususnya masyarakat yang menyampaikan aspirasi ke DPRD. Tamu atau masyarakat yang datang ke DPRD nantinya bisa menunggu di ruang lantai atas atau di kafe ini,” katanya.

Selain menghidupkan usaha UMKM, Gusti Rizky memastikan bahwa keberadaan Cafe Aspirasi merupakan komitmen anggota legislatif Kota Banjarbaru dalam menerapkan kebijakan efisiensi anggaran.

“Efisiensi ini harus betul-betul dijaga dan dijalankan dengan baik, terlebih produk UMKM di Cafe Aspirasi harganya ramah di kantong. Tidak menutup kemungkinan produk yang dijual akan bertambah nantinya,” tutupnya. (znd/link)

Hadapi El Nino, Kementan Dorong Pertanian Modern di Lahan Kering

0
Kementan
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian Freedy Lumban Gaol saat Mengunjungi Lahan di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Link, Sulsel – Kementerian Pertanian (Kementan) menggencarkan program pengembangan hortikultura di lahan kering sebagai langkah antisipatif menghadapi El Nino. Upaya ini diwujudkan melalui implementasi program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan fokus pada penguatan produksi, teknologi, dan kelembagaan petani.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi adaptasi perubahan iklim, terutama di wilayah dataran tinggi dan lahan kering yang rentan terhadap keterbatasan air. Melalui HDDAP, Kementan melalui Direktorat Jenderal Hortikultura mendorong pengembangan kawasan hortikultura terpadu berbasis komoditas unggulan sekaligus memperkuat sistem agribisnis dari hulu hingga hilir.

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menyampaikan bahwa program HDDAP di Kabupaten Enrekang akan dilaksanakan di 10 kecamatan dengan fokus pengembangan komoditas unggulan hortikultura, yakni bawang merah sebanyak 13 klaster dan kentang sebanyak 4 klaster. Komoditas bawang merah sendiri menjadi penggerak utama ekonomi daerah, dengan nilai perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp40 triliun per tahun.

Freddy menekankan bahwa keberhasilan pengembangan hortikultura di lahan kering sangat bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, penyuluh, dan petani merupakan kekuatan utama dalam mendorong kemajuan sektor hortikultura. Seluruh pihak yang terlibat dalam HDDAP harus memiliki semangat yang sama untuk mentransformasi pertanian menuju sistem agribisnis modern,” kata Freddy dalam audiensi dan rapat koordinasi di Enrekang, Sulawesi Selatan, Selasa (21/4/2026) lalu.

Ia menambahkan bahwa program HDDAP diarahkan untuk mendorong petani naik kelas melalui penguatan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) sebagai pusat pengelolaan agribisnis terpadu, mulai dari budi daya, pascapanen, hingga pemasaran berbasis kualitas.

Dalam pelaksanaannya, HDDAP telah mencatat progres signifikan, antara lain verifikasi dan validasi CPCL bawang merah yang telah mencapai 95 persen dan kentang 100 persen. Selain itu, penyusunan dokumen perencanaan kawasan (Horticulture Cluster Development Plan/HCDP) terus dipercepat untuk memastikan implementasi kegiatan berjalan tanpa jeda.

Berbagai tantangan khas lahan kering turut diantisipasi, seperti keterbatasan sumber air, ketergantungan pada musim hujan, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi harga. Untuk itu, intervensi yang disiapkan meliputi pengembangan irigasi berbasis pompa, pemetaan sumber air, penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT), serta penguatan rantai pasok dan kemitraan dengan offtaker.

Selain menjaga produksi di tengah ancaman El Nino, pengembangan hortikultura lahan kering ini juga membuka peluang pasar ekspor. Bawang merah asal Enrekang disebut memiliki potensi menembus pasar internasional, termasuk kawasan Timur Tengah, dengan catatan penguatan konsistensi produksi dan pemasaran.

Secara sosial, program ini juga memberikan dampak positif melalui penciptaan lapangan kerja baru, khususnya bagi tenaga fasilitator dan tenaga ahli lokal yang terlibat dalam pendampingan petani.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Zulkarnain Kara, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program tersebut. Ia menjelaskan bahwa fenomena El Nino harus diantisipasi dengan pendekatan berbasis teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

“Kita akan menghadapi El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif melalui pemanfaatan teknologi pertanian. Kami menyambut baik program HDDAP sebagai solusi konkret dalam menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.

Dari sisi petani, program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi bawang merah dan kentang. Anggota Kelompok Tani Santabi, Kadirbali, menyambut positif implementasi program HDDAP yang dinilai memberikan harapan baru bagi petani. Tim Ditjen Hortikultura yang ditugaskan di Enrekang juga sangat optimis sebagaimana tagline mereka “Keluarga HDDAP Enrekang Gas Poll”.

“Kami sangat terbantu dengan adanya program ini. Dukungan seperti pompanisasi, benih, serta sarana produksi lainnya sangat penting untuk meningkatkan produktivitas lahan kering,” ungkap Kadirbali.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa percepatan implementasi HDDAP pada tahun 2026 menjadi prioritas utama dengan prinsip tidak boleh ada kekosongan kegiatan di lapangan. Penguatan kelembagaan petani, dukungan infrastruktur air, serta integrasi hulu-hilir menjadi kunci keberhasilan program dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hortikultura di lahan kering.

Sementara itu, dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa berbagai strategi dilakukan untuk mengantisipasi ancaman El Nino. Sektor pertanian diharapkan mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan perubahan iklim, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

”Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan. Dengan kerja cepat dan kolaborasi yang kuat, sektor pertanian Indonesia akan tetap tangguh demi menjaga ketahanan pangan nasional,” tutur Mentan Amran.(BB)

Hari ke-9: 47.834 Jemaah Haji Indonesia Diberangkatkan, Layanan Dipastikan Lancar dan Tertib

0
47.834 jemaah

Link, Jakarta – Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan bahwa hingga hari kesembilan operasional haji 1447 H/2026 M, proses pemberangkatan dan kedatangan jemaah berjalan lancar, tertib, dan terlayani dengan baik di seluruh titik layanan.

Berdasarkan data per 28 April 2026, sebanyak 122 kloter dengan 47.834 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Sementara itu, 113 kloter dengan 44.315 jemaah telah tiba di Madinah dan secara bertahap menempati hotel yang telah disiapkan, dengan pendampingan petugas sejak di bandara hingga ke akomodasi.

“Secara umum, penyelenggaraan berjalan lancar dan terkendali. Seluruh jemaah mendapatkan layanan sejak keberangkatan hingga tiba di Madinah dengan pendampingan petugas yang siaga,” ujar Hasan.

Hasan menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan barang bawaan dalam penerbangan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan bersama. Jemaah diimbau untuk tidak membawa barang terlarang, seperti bahan mudah terbakar, benda berbahaya, maupun cairan melebihi batas ketentuan, serta tidak membawa barang titipan yang tidak diketahui isinya.

“Ini bukan sekadar aturan administratif, tetapi menyangkut keselamatan penerbangan dan perlindungan seluruh jemaah. Kepatuhan menjadi kunci agar perjalanan ibadah berjalan aman dan nyaman,” tegasnya.

Terkait kendala teknis, Kemenhaj memastikan seluruh jemaah terdampak telah diberangkatkan. Kloter SUB-16 diberangkatkan pada 28 April 2026 pukul 24.00 WIB dan tiba di Madinah pukul 04.22 WAS, sementara kloter BTH-05 telah diberangkatkan pada 27 April 2026 pukul 15.08 WIB.

Kemenhaj juga merespons insiden kecelakaan bus di Madinah yang melibatkan jemaah SUB-02 dan JKS-01 pada 28 April 2026 pukul 10.30 WAS. Dalam kejadian tersebut, 7 jemaah JKS-01, 2 jemaah SUB-02, dan 1 pengurus KBIHU mengalami luka ringan. Saat ini, satu jemaah atas nama Sri Sugi Hartini (60) masih menjalani perawatan di RS Al Hayyat Madinah. Kemenhaj memastikan seluruh jemaah terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan petugas.

Lebih lanjut, Hasan menegaskan komitmen Kemenhaj dalam menjaga ketertiban layanan, termasuk terhadap Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Seluruh KBIHU diminta berkoordinasi aktif dengan petugas resmi, mematuhi ketentuan, serta mengutamakan keselamatan jemaah. Pemerintah juga telah memfasilitasi kegiatan ziarah ke sejumlah lokasi ibadah di Madinah, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud.

“Kami tegaskan, tidak boleh ada penawaran di luar kepentingan ibadah, tidak boleh ada pungutan tambahan, dan seluruh aktivitas harus terkoordinasi dengan petugas resmi. Jika dilanggar, kami tidak akan ragu memberikan sanksi tegas hingga pencabutan izin,” tegas Hasan.

Di akhir keterangannya, Hasan mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan, membawa barang secukupnya, mengikuti arahan petugas, serta menjaga kekhusyukan dalam beribadah. Pemerintah berkomitmen menghadirkan layanan haji yang ramah bagi seluruh jemaah, khususnya lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.