Beranda blog Halaman 12

Empat JPT Pratama Dirotasi Bupati Banjar

0
Empat JPT Pratama

Link, Martapura – Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur melantik empat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar pada Senin (27/4/2026).

Bertempat di lantai II Gedung Mahligai Sultan Adam Martapura, empat pejabat yang telah diambil sumpah janji dalam rotasi jabatan tersebut, yakni Anna Rosida Santi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar, menggantikan Nashrullah Shadiq.

Sedangkan Nashrullah Shadiq dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar yang kosong pasca pejabat sebelumnya, yakni Achmad Dzulyadaini purna tugas.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), Akhmad Bayhaqie dilantik sebagai kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) menggantikan I Gusti Made Suryawati yang purna tugas.

Asisten III Administrasi Umum, Rakhmat Dhani dirotasi menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Banjar yang juga kosong pasca pejabat sebelumnya, yakni H Masruri, purna tugas.

Usai melantik empat JPT Pratama, Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur mengucapkan selamat bertugas kepada pejabat yang baru dilantik.

Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur melantik empat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lantai II Gedung Mahligai Sultan Adam Martapura pada Senin (27/4/2026)

“Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan, beberapa program dari pemerintah baik fisik atau pelayanan masyarakat agar ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya.

Saidi Mansyur juga berharap, setiap Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dapat lebih meningkatkan koordinasi, tak hanya masalah diinternal.

“Tapi juga terkait dengan hal-hal yang berdampak terhadap isu-isu di daerah, baik kesehatan, kemiskinan, dan hal lainnya,” katanya.

Kepada pejabat yang baru dilantik, Saidi Mansyur berharap dapat segera melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Apa pun yang menjadi keputusan hari ini, adalah keputusan terbaik. Saya yakin pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi di tempat kerja yang baru,” pungkasnya.(znd/link)

Komitmen Gubernur Dalam Menarik Investor Ke Kalsel

0

Link, Jakarta- Gubernur Kalsel, H. Muhidin menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Kalsel dalam membangun ekosistem investasi yang tidak hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga berfokus pada kualitas hidup masyarakat dan tenaga kerja.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur H. Muhidin dalam gelaran Forum Investasi dan Promosi Layanan Unggulan RSUD Ulin Kalsel 2026 yang berlangsung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (26/04/2026).

Dalam suasana forum yang kental dengan nuansa kearifan lokal khas Banjar, Gubernur H. Muhidin menyampaikan optimisme Kalsel dalam menarik minat investor, dengan didukung capaian impresif sepanjang tahun 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp32,85 triliun, meningkat signifikan sebesar 35,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan dominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang melampaui 70 persen menunjukkan tingginya kepercayaan pengusaha lokal terhadap prospek ekonomi daerah.

“Capaian ini menjadi pijakan fundamental bagi kita untuk meningkatkan kualitas dan skala investasi di tahun 2026 ini. Kita berada di tengah momentum besar—keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara, transformasi ekonomi nasional, hingga dinamika rantai pasok global. Semua ini menghadirkan peluang yang terbuka lebar, yang menuntut kesiapan, keberanian, dan kecepatan kita dalam mengambil keputusan strategis,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Orang nomor satu di Kalsel ini menegaskan, strategi menarik investasi kini tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam dan kepastian regulasi. Menurutnya, investor semakin mempertimbangkan kualitas hidup dan ekosistem pendukung di daerah tujuan investasi.

“Kami memahami bahwa investor tidak hanya mencari kepastian regulasi dan kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas lingkungan tempat sumber daya manusia mereka hidup dan bekerja. Di sinilah Kalsel menawarkan keunggulan kompetitif,” tambahnya.

Sebagai jawaban atas kebutuhan akan ekosistem yang sehat, RSUD Ulin sebagai rumah sakit rujukan utama di Kalsel kini telah bertransformasi dengan menghadirkan layanan medis berstandar tinggi.

Gubernur H. Muhidin merinci sejumlah kemajuan teknologi medis yang kini tersedia untuk memberikan rasa aman bagi para pelaku usaha dan masyarakat luas.

“Sebagaimana yang telah disampaikan, syukur Alhamdulillah, berbagai layanan unggulan kini telah hadir. Di antaranya layanan jantung terpadu dengan ruang kateterisasi berteknologi tinggi, pusat penanganan kanker melalui fasilitas radioterapi, hingga teknologi pencitraan mutakhir seperti CT Scan dan MRI. Kami juga telah membuka layanan fertilitas serta berbagai penanganan penyakit spesialistik lainnya,” jelas H. Muhidin.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur H. Muhidin berharap forum ini menjadi jembatan konkret antara agenda penguatan daya saing investasi daerah dengan peningkatan kualitas layanan public harus berjalan beriringan.

“Keduanya adalah pilar yang saling menopang. Investasi yang tumbuh harus membawa kesejahteraan, dan kesejahteraan mustahil dicapai tanpa kesehatan. Itulah sinergi yang terus kami dorong demi mewujudkan visi pembangunan Kalsel yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Kegiatan strategis ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, Walikota Banjarmasin, H. M. Yamin, Bupati Tapin, H. Yamani, Wakil Bupati Banjar, H. Said Idrus Al-Habsyie hingga jajaran kepala SKPD lingkup Kalsel, para pengusaha dan investor nasional.

Selain itu, hadir pula perwakilan dari sejumlah asosiasi bisnis, praktisi medis, serta mitra strategis RSUD Ulin yang turut memberikan dukungan terhadap transformasi layanan kesehatan di Banua.

Dengan memadukan potensi ekonomi yang tumbuh agresif dan komitmen pada kualitas layanan publik yang berstandar internasional, Pemerintah Provinsi Kalsel optimis mampu menjadi magnet investasi utama di Indonesia.

Langkah ini sekaligus memastikan bahwa setiap kemajuan ekonomi yang diraih dapat diwujudkan dalam bentuk kesejahteraan nyata dan peningkatan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Banua. (tri)

Ubah Paradigma Pengelolaan Sampah: Lisa–Wartono Wujudkan Infrastruktur Berkualitas dan Lingkungan Berkelanjutan

0
wujudkan
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, menyampaikan sambutan saat kegiatan peninjauan praktik pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat yang dihadiri Menteri LH, Hanif Faisol Nurofiq, di Komplek Rina Karya, RT 03/RW 04, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kamis (09/04/2026) lalu.

“Saya berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat sehingga pengelolaan sampah tidak lagi menjadi persoalan, melainkan menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi kebersihan, kesehatan, dan keindahan Kota Banjarbaru.”

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Dengan penuh semangat, kalimat ajakan mengubah paradigma masyarakat tersebut diungkapkan Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, saat melakukan peninjauan praktik pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat di Komplek Rina Karya, RT 03/RW 04, Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan pada 9 April 2026.

Sikap tersebut juga menunjukkan komitmen Lisa Halaby bersama Wartono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru periode 2025–2030 untuk membawa arah pembangunan kota menuju visi besarnya, yakni Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera).

Terlebih, pada tahun pertama kepemimpinannya, Kota Banjarbaru tidak memperoleh lambang supremasi tertinggi dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan, yakni Piala Adipura. Kota ini hanya memperoleh Sertifikat Kabupaten/Kota dalam Pembinaan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan asa dan langkah Lisa–Wartono yang baru menjabat saat proses penilaian sudah berlangsung setengah jalan. Ia dilantik pada 21 Juni 2025.

Berdasarkan hasil penilaian kinerja pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPPLH) RI, serta Surat Keputusan (SK) Menteri LH/Kepala BPPLH Nomor 1418/2025, tidak satu pun kabupaten/kota di Indonesia memperoleh Piala Adipura maupun Adipura Kencana 2026, termasuk Kota Banjarbaru.

Penghargaan tertinggi dalam pengelolaan sampah yang diberikan berdasarkan penilaian Januari–Desember 2025 tersebut hanya berupa Sertifikat Menuju Kabupaten/Kota Bersih. Sebanyak 35 kabupaten/kota menerima sertifikat kategori ini, dengan Kota Surabaya sebagai Terbaik I.

Satu tingkat di bawah predikat tersebut adalah kategori Kabupaten/Kota dalam Pembinaan. Kota Banjarbaru masuk dalam kelompok ini bersama 252 kabupaten/kota lainnya. Dalam kategori kota sedang, Banjarbaru memperoleh nilai 48,56. Adapun level paling bawah adalah Kabupaten/Kota dalam Status Pengawasan, dengan jumlah 132 kabupaten/kota.

Tak kendor, upaya pengelolaan sampah justru semakin gencar dilakukan Lisa–Wartono. Bukan hanya untuk mengejar target meraih penghargaan tahun depan, melainkan untuk mewujudkan pengelolaan lingkungan jangka panjang yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru 2025–2029. Misi pertamanya adalah mewujudkan infrastruktur berkualitas dan lingkungan hidup berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi-misi tersebut, studi tiru telah dilakukan Wali Kota bersama jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, camat, dan lurah untuk mempelajari langsung pengelolaan sampah di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara pada awal April lalu. Hasilnya, terjadi perubahan paradigma penanganan sampah, dari yang sebelumnya “kumpul–angkut–buang” menjadi “pilah–pilih–tabung”.

Perubahan paradigma tersebut bertujuan mereduksi timbunan sampah, terutama sampah domestik, yang dilakukan dari sumbernya, yakni rumah tangga melalui pemilahan antara sampah organik dan nonorganik.

“Sampah organik dikelola menjadi kompos atau maggot, sedangkan sampah anorganik disalurkan ke bank sampah,” ujar Kepala DLH Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani, pada Rabu (22/4/2026).

Selain perubahan paradigma pengelolaan sampah, program prioritas DLH dalam kerangka pencapaian visi Banjarbaru EMAS juga mencakup modernisasi pengelolaan sampah di TPA Gunung Kupang menuju sistem yang lebih berkelanjutan, perluasan ruang terbuka hijau (RTH) di tiap kecamatan, serta mitigasi perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (Proklim) untuk meningkatkan ketangguhan warga terhadap cuaca ekstrem.

Dalam urusan lingkungan hidup, kata Shanty, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) menjadi indikator utama keberhasilan. IKLH merupakan komposit dari Indeks Kualitas Air (IKA), Indeks Kualitas Udara (IKU), dan Indeks Kualitas Lahan (IKL).

Dari ketiganya, IKA menjadi tantangan terbesar seiring pesatnya pertambahan penduduk Kota Banjarbaru. “Tren IKLH Kota Banjarbaru mengalami dinamika, namun masih terjaga dalam kategori baik,” ujarnya.

Berbagai strategi diterapkan untuk menjaga dan meningkatkan IKLH, di antaranya mengintegrasikan konsep Green City ke dalam dokumen tata ruang yang mewajibkan pembangunan gedung menyertakan sumur resapan dan area tanam, melakukan uji emisi kendaraan secara berkala, penanaman pohon di lahan kritis, serta pengawasan ketat terhadap pembuangan limbah domestik ke sungai.

“Pengembangan RTH tematik dan inklusif juga akan dilakukan. Ini bertujuan menciptakan taman yang tidak hanya hijau, tetapi juga ramah anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” katanya.

Dalam konteks pencapaian visi Banjarbaru EMAS, Shanty menyebut DLH berperan sebagai pengawal pilar “Elok”, yang tidak hanya berarti indah secara visual, tetapi juga sehat secara ekosistem.

“DLH juga berperan memastikan ‘Maju’ dalam perekonomian tidak merusak daya dukung alam, sehingga tercipta keadilan lingkungan bagi generasi mendatang yang sejahtera,” tutupnya. (zainuddin/link)

Inovasi Disdukcapil Dekatkan Pelayanan kepada Masyarakat Menuju Banjarbaru EMAS

0
Inovasi Disdukcapil

‘Hingga 2026, jumlah penduduk Banjarbaru tercatat sebanyak 293.332 jiwa dengan cakupan kepemilikan e-KTP mencapai 99,68 persen dan akta kelahiran sebesar 98,92 persen’

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Tingginya cakupan ini memastikan akurasi data sebagai dasar penyaluran program pemerintah, mulai dari bantuan sosial hingga layanan pendidikan dan kesehatan guna mendukung terwujudnya visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) yang diusung Hj Erna Lisa Halaby bersama Wartono sejak masa pencalonan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 silam.

Mengawali tahun pertama kepemimpinannya sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjarbaru, Lisa Halaby – Wartono telah menanamkan semangat kebersamaan, berdaya juang, dan berdaya saing kepada seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) melalui visi-misinya, tak terkecuali pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Banjarbaru.

Menjadi salah satu fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan Kota Banjarbaru EMAS, Disdukcapil terus berbenah, dan menciptakan berbagai inovasi guna memastikan dan mendekatkan pelayanan kepada masyarkat agar memperoleh hak identitasnya secara sah dan terlindungi.

Pada 20 April 2026, Kota Banjarbaru sudah berusia ke-27. Disdukcapil Kota Banjarbaru tidak hanya hadir sebagai penyelenggara layanan adminduk, tapi juga sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pelayanan publik modern, inklusif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

“Pelayanan dokumen adminduk memang bukan pelayanan dasar, tetapi dokumen adminduk menjadi dasar pelayanan untuk masyarakat agar dapat mengakses pelayanan publik lainnya. Setiap hari ada ratusan masyarakat berurusan dengan layanan adminduk dengan berbagai kebutuhan, mulai dari perekaman data KTP elektronik, pengurusan akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, hingga pembaruan data kependudukan,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Banjarbaru, Gugus Sugiarto ditemui pekan kemarin.

Mendukung terwujudnya Banjarbaru EMAS dalam misi Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan Menuju Pelayanan Publik yang Cepat, Tepat, Responsif, dan Transparan, berbagai inovasi dan tranformasi terus dilakukan Disdukcapil Banjarbaru guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Transformasi pelayanan yang dilakukan tidak hanya sebatas pemenuhan kewajiban administratif, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, cepat, transparan, dan efisien.

Bahkan berupaya mengubah pola pelayanan konvensional menjadi pelayanan modern yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis, sebagai upaya mendukung arah pembangunan daerah yang berfokus pada kemudahan layanan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Salah satu inovasi unggulan yang dikembangkan, yakni layanan berbasis digital melalui aplikasi Disdukcapil Banjarbaru Mobile.

Aplikasi ini hadir sebagai solusi praktis bagi masyarakat dalam mengakses layanan administrasi kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengajukan berbagai layanan seperti pembuatan KTP elektronik, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan bagi non muslim, kartu keluarga, serta pembaruan data kependudukan secara online.

Berdasarkan Data Kependudukan Bersih Tahun 2025, jumlah penduduk Kota Banjarbaru tercatat sebanyak 293.332 jiwa, yang terdiri dari 147.053 laki-laki dan 146.279 perempuan, dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 95.966 yang terdiri dari 76.808 Kepala Keluarga berjenis kelamin laki-laki dan 19.158 Kepala Keluarga berjenis kelamin perempuan.

Keakuratan data ini menjadi dasar dalam berbagai kebijakan strategis, mulai dari perencanaan pembangunan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga penyaluran bantuan sosial. Karena itu, Disdukcapil terus melakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Inovasi pelayanan adminduk yang terintegrasi menjadi menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap warga memiliki akses yang sama terhadap layanan administrasi kependudukan. Inovasi yang dilakukan pun tidak hanya meningkatkan jangkauan layanan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Beberapa inovasi Disdukcapil yang telah diterapkan dan berdampak baik pada citra kemudahan mengurus layanan adminduk diantaranya :

PELAYANAN JEBOL SISKAMLING

Jemput Bola Sistem Perekaman Keliling, dengan mendatangi lokasi yang telah ditentukan untuk melakukan perekaman KTP el bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman, diutamakan di Kelurahan-Kelurahan secara bergiliran.

PELAYANAN LAPAT OSD

Layanan Cepat Orang Tua, Sakit Dan Disabilitas serta ODGJ, pelayanan ini dilakukan langsung di tempat tinggal atau fasilitas kesehatan dimana pemohon berada, untuk diberikan dokumen kependudukannya secara cepat dan tepat agar dapat digunakan sebagai dasar untuk dapat mengakses layanan publik lainnya misalnya kesehatan dan bantuan sosial dari pemerintah.

PELAYANAN HARI SABTU/MINGGU

Pelayanan Administrasi Kependudukan pada Hari Libur Yakni Sabtu/ Minggu, untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang tidak sempat mengurus dokumen di hari kerja, bahkan anak sekolah yang sudah memasuki usia 16-17 tahun dapat melakukan perekaman data KTP di layanan ini, agar tetap mendapatkan pelayanan secara optimal.

APLIKASI DISDUKCAPIL BANJARBARU MOBILE

Inovasi ini dirancang untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pengurusan dokumen kependudukan hanya dari rumah, tidak perlu datang lagi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarbaru. Aplikasi ini bisa diunduh melalui Google playstore “DUKCAPIL BANJARBARU MOBILE” ataupun http://dukcapilonline.banjarbarukota.go.id untuk versi mobile – IOS.

BINTANG EMPAT

Bidanku Datang Akte Ku Dapat, merupakan inovasi integrasi layanan administrasi kependudukan yang ditujukan bagi masyarakat, khususnya ibu hamil yang melahirkan melalui bidan perseorangan atau klinik bidan. Melalui inovasi ini, setiap bidan yang membantu proses persalinan dapat langsung memfasilitasi penerbitan akta kelahiran bagi bayi yang dilahirkan, sehingga dokumen kependudukan dapat diterbitkan dengan cepat dan tepat waktu.

LAPAT ENAK NIKMAT

Inovasi integrasi layanan administrasi kependudukan berupa Akta Kelahiran dan Akta Kematian, kerjasama antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarbaru dengan Rumah Sakit Umum Daerah Idaman dan beberapa Rumah Sakit Swasta di Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

KIA GOES TO SCHOOL

KIA (Kartu Identitas Anak) Datang Ke Sekolah, adalah layanan penerbitan KIA secara kolektif dengan mendatangi sekolah-sekolah dimana untuk Kota Banjarbaru sendiri memprioritaskan pembuatan KIA bagi anak-anak TK menjelang SD/ MI sampai dengan SMP/ MTS dan SMA/ MA.

KTP-EL KU DATANG KE SEKOLAH

Pelayanan administrasi kependudukan perekaman data KTP elektronik bagi pelajar sekolah menengah atas baik SMA Negeri, Swasta, maupun Madrasah Aliyah, yang dilakukan oleh Disdukcapil Kota Banjarbaru dengan mendatangi sekolah – sekolah tersebut di wilayah Kota Banjarbaru.

GENERASI EMAS

Gerakan Edukasi dan Registrasi Identitas Anak yang Dilahirkan di Puskesmas untuk Masa Depan Sejahtera, merupakan gerakan integrasi layanan antara Disdukcapil dengan fasilitas kesehatan milik pemerintah yaitu Puskesmas, untuk melakukan edukasi dan registrasi identitas anak sejak lahir secara cepat, mudah, dan gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan publik serta menjamin terpenuhinya hak anak atas identitas hukum.

Menjadi kunci dalam transformasi pelayanan publik, layanan berbasis digital yang memungkinkan masyarakat mengakses pelayanan dengan lebih mudah, cepat, dan fleksibel yang telah diimplementasikan Disdukcapil, tentunya sejalan dengan Permendagri Nomor 2 tahun 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring.

Selain proses pelayanan menjadi lebih transparan dan akuntabel. Melalui digitalisasi, setiap tahapan dapat dipantau dengan jelas, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah, sekaligus menegaskan komitmen Disdukcapil dalam mendukung terwujudnya pemerintahan yang modern dan berbasis teknologi informasi.

Tampilan layanan berbasis digital yang sederhana juga bertujuan untuk memudahkan seluruh lapisan masyarakat dalam penggunaanya. Cukup melalui telepon genggam sudah dapat mengurus dokumen kependudukan dimana saja, dan hal ini tentunya memberikan kemudahan yang signifikan, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses untuk datang langsung ke kantor pelayanan.

Kehadiran aplikasi Disdukcapil Banjarbaru Mobile juga memberikan dampak besar dalam meningkatkan efisiensi pelayanan. Proses pengajuan menjadi lebih cepat, antrean di kantor dapat diminimalisir, serta transparansi pelayanan dapat lebih terjaga karena setiap tahapan dapat dipantau secara langsung oleh masyarakat.

Pengembangan layanan digital terus dilakukan agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan administrasi kependudukan dapat semakin dekat, mudah, dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh warga Kota Banjarbaru.

Di tengah berbagai tantangan, Disdukcapil Banjarbaru tetap mampu menunjukkan capaian kinerja yang membanggakan.

Cakupan kepemilikan KTP Elektronik (e-KTP) dan akta kelahiran terus mengalami peningkatan sebagai indikator utama keberhasilan pelayanan administrasi kependudukan sekaligus wujud pemenuhan hak dasar masyarakat.

Adapun capaian per 15 April Tahun 2026 adalah sebagai berikut :

-Cakupan kepemilikan e-KTP : 99,68 %

-Cakupan kepemilikan akta kelahiran : 98,92 %

Tingginya capaian tersebut menunjukkan hampir seluruh penduduk Kota Banjarbaru telah memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan sah secara hukum.

Keberhasilan pelayanan administrasi kependudukan tidak hanya diukur dari capaian indikator kinerja, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat sebagai penerima layanan.

Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Tahun 2026, Disdukcapil Kota Banjarbaru memperoleh nilai sebesar 89,29 yang menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang diberikan berada dalam kategori Sangat Baik dimana terdapat 3 (tiga) unsur layanan dengan nilai tertinggi yaitu Biaya/ Tarif Sistem dengan nilai 3,88, Penanganan Pengaduan, Sasaran dan Masukan dengan nilai 3,83 serta Mekanisme dan Prosedur mendapatkan nilai yaitu 3,54, yang semuanya masuk kategori penilaian Sangat Baik.

Sementara itu, 3 (tiga) unsur pelayanan yang termasuk dalam unsur terendah dan menjadi prioritas perbaikan adalah Kesesuaian produk pelayanan antara yang tercantum dalam standar pelayanan dengan hasil yang diberikan mendapatkan nilai terendah yaitu 3,44.

Selanjutnya Kompetensi/ Kemampuan Petugas dalam Pelayanan yang mendapatkan nilai 3,46 sebagai nilai terendah kedua. Nilai terendah ketiga yaitu Kualitas Sarana dan Prasarana mendapatkan nilai 3,49. Namun seluruh unsur tersebut masih dalam kategori Baik.

Capaian ini menjadi indikator bahwa berbagai upaya perbaikan, inovasi pelayanan, serta penerapan sistem berbasis digital telah memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, hasil ini juga menjadi bahan evaluasi untuk terus melakukan penyempurnaan layanan secara berkelanjutan, sehingga ke depan kualitas pelayanan dapat semakin meningkat dan mampu menjawab harapan masyarakat secara lebih optimal.

Capaian Survei Kepuasan Masyarakat (SKM)per Triwulan Tahun 2025 s.d

Triwulan I Tahun 2026No Periode Nilai SKM Mutu Pelayanan Kategori Kinerja

1 Triwulan I 2025 88,92 A Sangat Baik

2 Triwulan II 2025 89,01 A Sangat Baik

3 Triwulan III 2025 89,03 A Sangat Baik

4 Triwulan IV 2025 89,07 A Sangat Baik

5 Triwulan I 2026 89,29 A Sangat Baik

Dibalik berbagai capaian yang telah diraih, tentunya ada berbagai tantangan yang harus dihadapi di lapangan, seperti kebijakan efisiensi anggaran, keterbatasan sumber daya manusia, serta tingkat literasi digital masyarakat yang masih belum merata.

Kendati demikian, tantangan tersebut dinilai Disdukcapil tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi panggilan untuk terus berbenah dan berinovasi.

Disdukcapil menyadari, perjalanan pelayanan administrasi kependudukan tidak terlepas dari berbagai tantangan di lapangan, sehingga perlu mengambil langkah-langkah strategis dengan mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital sebagai solusi atas keterbatasan anggaran dan SDM, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik.

Selain itu, penguatan kolaborasi dengan perangkat wilayah seperti kelurahan dan RT terus didorong sebagai upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara lebih efektif.

Guna mendorong peningkatan literasi digital, kegiatan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terus ditingkatkan Disdukcapil, sehingga layanan berbasis teknologi dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan merata, baik melalui tatap muka maupun media sosial.

Begitu juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia, juga menjadi fokus kegiatan, baik melalui pelatihan internal maupun penguatan budaya kerja yang adaptif terhadap perubahan.

Sehingga, keterbatasan yang ada dapat diimbangi dengan kualitas pelayanan yang tetap terjaga. “Dengan semangat melayani dan komitmen untuk terus memberikan yang terbaik,” katanya.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi dan pengabdian, Disdukcapil Kota Banjarbaru siap menjadi bagian penting dalam mewujudkan kota yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.

“Kami berkomitmen untuk terus bertransformasi menghadirkan layanan yang lebih dekat, inklusif, dan berbasis digital. Bagi kami, setiap dokumen kependudukan bukan sekadar administrasi, melainkan wujud hadirnya negara dalam kehidupan setiap warga,” pungkasnya.(zainuddin/link)

Wujudkan Banjarbaru Emas, 4 Misi 15 Program Kerja Jadi Skala Prioritas

0
Banjarbaru Emas

‘Kami siap menyempurnakan apa yang telah berjalan, dan mewujudkan apa yang belum tercapai,’

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Menggema di ruang rapat paripurna DPRD pada 30 Juni 2025 lalu. Satu kalimat perdana dari Hj Erna Lisa Halaby yang menandakan dirinya bersama Wartono selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru periode 2025-2030 siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan amanah dan sepenuh hati.

21 Juni 2025, Lisa – Wartono diambil sumpah dan janjinya oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin, dan menjadi langkah awal tahun kepemimpinannya sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota yang membawa visi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) dengan empat pilar utama sebagai misinya, yakni mewujudkan infrastruktur berkualitas dan lingkungan hidup berkelanjutan; mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing; memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, kolaboratif, dan inovatif; serta mewujudkan transformasi ekonomi yang menyejahterakan.

Memuat target pembangunan dan proyeksi keuangan untuk lima tahun ke depan, serta sebagai acuan bagi seluruh perangkat daerah dalam penyusunan rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan. 14 Juli, rancangan awal (ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru Tahun 2025-2029 disampaikan ke DPRD.

Kerja cepat, 14 Oktober 2025, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10/2025 tentang RPJMD disahkan dan menjadi payung hukum arah pembangunan Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Lisa – Wartono.

Enam janji politik yang akan direalisasikan Lisa Halaby pun termuat dalam RPJMD yakni, pembangunan infrastruktur jalan strategis, pembangunan gedung islamic center, pembangunan sarana dan prasarana olahraga, pembangunan gedung graha, penataan kawasan permukiman yang layak, dan pembangunan centra UMKM.

Mengacu pada empat misi tersebut, 15 program kerja prioritas ditetapkan. ‘Barakat Gawi Banjarbaru’ menjadi program pertama. Realisasinya, merenovasi rumah masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak layak huni. Program kedua, ‘Semangat Bersekolah’ melalui pemberian bantuan perlengkapan belajar bagi anak dari keluarga tidak mampu.

Memelihara dan menjaga kebersihan sungai drainase juga akan dilakukan untuk mencegah banjir. Begitu pula dengan optimalisasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), juga akan dilakukan. Keduanya menjadi program prioritas ketiga dan keempat.

Kelima adalah ‘Sanitasi Aman Sekolah’ berupa revitalisasi sanitasi di sekolah-sekolah. ‘Keberdayaan UKMK’ yang berikutnya. Dalam program ini, potensi UMKM dan upaya keberdayaannya akan diidentifikasi.

Program prioritas ketujuh dan delapan adalah upaya penanganan stunting dan pengendalian inflasi dan stabilitas harga. Caranya, dengan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak, dan pemberian subsidi melalui operasi pasar murah, gerakan pangan murah dan farm field day.

Sembilan, memperelok kota dengan cara merevitalisasi taman dan median jalan, penerangan jalan umum (PJU), penataan kabel jaringan fiber optik, pengelolaan persampahan, dan penataan bangunan liar.

Sepuluh, adalah pencegahan dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). ‘Banjarbaru Bebas Macet’ menjadi program prioritas kesebelas. Kedua belas, peningkatan kesejahteraan non ASN dan masyarakat. Termasuk dalam program ini adalah pemberian bantuan sosial untuk petugas pemakaman.

Tiga program prioritas terakhir adalah ‘Pelayanan Prima’ melalui peningkatan budaya pelayanan bagi petugas, Optimalisasi Anggaran, termasuk didalamnya pembatasan belanja kegiatan yang tidak memiliki output yang jelas dan terukur, dan ‘Cepat Tanggap Layanan Kesehatan’. Direalisasikan dalam rupa penyediaan layanan dan sarana cepat dan tanggap kondisi darurat kesehatan di tiap kecamatan.(zainuddin/link)

CJH Kloter 1 Diberangkatkan, Gubernur Titipkan Pesan Untuk Para Jemaah

0
Jemaah kloter 1

Link, Banjarbaru – Lantunan talbiyah mengiringi pelepasan Jemaah Calon Haji (CJH) Kloter 1 asal Banjarmasin oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang juga bertindak sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Banjarmasin, di Embarkasi Haji Banjarmasin Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Kamis (23/4/2026).

Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Jeddah Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, dalam suasana khidmat dan penuh haru.

Ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih oleh Gubernur H. Muhidin kepada Ketua Kloter 01 (BDJ) Banjarmasin sebagai simbol resmi dimulainya perjalanan jemaah menuju Tanah Suci.

Momen pelepasan berlangsung khidmat dengan dikumandangkannya azan dan talbiyah mengiringi langkah para jemaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.

Sebanyak 360 jemaah haji Kloter 1 asal Banjarmasin dijadwalkan diberangkatkan pada Jumat (24/4/2026) pukul 00.00 WITA melalui Bandara Syamsuddin Noor.

Keberangkatan ini menjadi awal dari rangkaian proses pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun ini mencapai 6.758 orang yang berasal dari dua provinsi, yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Dari total tersebut, jemaah asal Kalimantan Selatan mendominasi dengan jumlah 5.199 orang, sementara dari Kalimantan Tengah sebanyak 1.559 orang.

Seluruh jemaah akan diberangkatkan secara bertahap dalam 19 kelompok terbang (kloter). Setiap kloter telah dipersiapkan secara matang dengan dukungan petugas guna memastikan kelancaran perjalanan serta pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 76 petugas kloter turut mendampingi jemaah, yang terdiri dari 19 ketua kloter, 19 pembimbing ibadah, 19 dokter, dan 19 perawat. Selain itu, terdapat pula 34 petugas haji daerah yang berperan dalam memberikan pelayanan dan pendampingan tambahan kepada para jemaah.

Dengan kesiapan tersebut, diharapkan seluruh proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar, tertib, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalsel, H. Muhidin menyampaikan ucapan selamat kepada para jemaah haji kloter pertama yang terpilih berangkat pada musim haji tahun ini.

Gubernur Kalsel menegaskan bahwa keberangkatan ke Tanah Suci merupakan panggilan Allah SWT yang patut disyukuri.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalsel saya mengucapkan selamat kepada Bapak/Ibu sekalian jemaah kloter pertama yang terpilih berangkat tahun ini. Perjalanan ini adalah panggilan Allah yang sangat mulia,” ujar H. Muhidin dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur H. Muhidin juga menitipkan sejumlah pesan kepada para jemaah agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan lancar dan penuh kekhusyukan.

Orang nomor satu di Kalsel itu mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci, mengingat kondisi cuaca yang berbeda dengan di tanah air.

“Cuaca di sana berbeda dengan tanah air, maka jaga fisik, cukup minum, dan patuhi petugas kesehatan,” pesannya.

Selain menjaga kesehatan, H. Muhidin juga meminta para jemaah untuk menjaga kebersamaan selama menjalankan ibadah. Menurutnya, kekompakan, saling tolong-menolong, serta meluruskan niat menjadi bagian penting dalam menunaikan ibadah haji.

“Jaga kekompakan sesama jemaah, saling tolong-menolong, dan luruskan niat,” tambahnya.

Gubernur H Muhidin juga berharap seluruh jemaah dapat memusatkan perhatian sepenuhnya pada ibadah agar memperoleh haji yang mabrur.

Tak hanya itu, Gubernur H. Muhidin turut menitipkan doa untuk Kalimantan Selatan agar senantiasa diberikan keamanan, ketentraman, dan keberkahan.

“Fokuskan diri untuk beribadah agar mendapatkan haji yang mabrur. Kami titip doa di tempat-tempat mustajab agar banua Kalsel selalu aman dan diberkahi,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin secara resmi melepas keberangkatan jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin dengan doa dan harapan agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, keselamatan, serta menjadi haji yang mabrur.

Sementara itu, Asisten Direktur Jenderal Pengendalian dan Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Harun Al Rasyid, menyampaikan pesan singkat namun penuh makna kepada jemaah haji kloter pertama Embarkasi Banjarmasin saat prosesi pelepasan.

Dalam sambutannya, Harun menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak di Kalsel, mulai dari Pemerintah Provinsi Kalsel hingga jajaran Forkopimda, yang dinilai berperan penting dalam kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

“Saya atas nama Menteri Haji dan Wakil Menteri menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata dari Bapak Gubernur, Kapolda, Kepala Kantor Kemenag, dan Forkopimda, serta seluruh jemaah haji yang saya cintai dan saya muliakan,” ujarnya.

Harun menegaskan bahwa keberangkatan kloter pertama ini menjadi momentum awal bagi para jemaah untuk memenuhi panggilan Allah SWT.

Dalam suasana penuh kekhusyukan,

Harun menyempatkan untuk menyampaikan pesan penting dengan mengutip hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Imam Muslim tentang keutamaan haji mabrur.

“Wal hajjul mabrur laisa lahu jaza’un illal jannah. Haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga,” tuturnya.

Harun pun mengajak seluruh jemaah untuk meluruskan niat dan memfokuskan diri sepenuhnya dalam beribadah selama di Tanah Suci.

“Ini adalah kesempatan kita. Luruskan niat, betul-betul untuk memenuhi panggilan Allah. Mudah-mudahan seluruh jemaah kloter 1 Banjarmasin mendapatkan predikat mabrur dan mabrurah,” harapnya.

Suasana pelepasan berlangsung tertib dan khidmat. Doa serta harapan mengiringi keberangkatan para jemaah yang akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji setelah penantian panjang.

Salah satu jemaah, Syamsul Bahri, yang juga bertugas sebagai Ketua Rombongan 1 Regu 2 Kloter 1 asal Kota Banjarmasin, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya menjelang keberangkatan.

“Alhamdulillah luar biasa bahagia, bersyukur kita panjatkan kepada Allah. Setelah menunggu kurang lebih 15 tahun, hari ini adalah puncak penantian kami untuk berangkat ke Tanah Suci memenuhi panggilan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Syamsul Bahri menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan secara maksimal, mulai dari rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, berolahraga, hingga memperbanyak doa agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.

“Harapan kami, mudah-mudahan jemaah haji khususnya Kalsel semuanya berjalan dengan aman, lancar, sehat, dan kembali tanpa kurang suatu apa pun,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan prosesi Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan H. Muhammad Syarifuddin, unsur Forkopimda, serta jajaran terkait, mengantar langsung para jemaah haji menuju bus keberangkatan. Sebanyak 11 unit bus telah disiapkan untuk membawa jemaah dari Asrama Haji menuju bandara, sebagai tahap akhir sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Pelepasan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian keberangkatan jemaah haji Embarkasi Banjarmasin tahun 2026, yang diharapkan seluruhnya dapat menunaikan ibadah dengan baik serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Kalsel, Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, serta anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel.

Hadir pula para pejabat eselon II di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah RI, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalsel, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri pimpinan instansi dan stakeholder penyelenggaraan ibadah haji, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalsel, serta jemaah haji Embarkasi Banjarmasin Kloter BDJ 01 asal Kota Banjarmasin serta tamu undangan lainnya. (tri)

Aset Jaringan Pipa Disertakan Sebagai Modal, Pelayanan PTAM Intan Banjar Diharapkan Makin Maksimal

0
Aset Jaringan Pipa

Link, Martapura – Guna memperkuat fundamental Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pada 8 April 2026 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar telah mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang penambahan penyertaan modal berupa barang milik daerah ke Perusahaan Perseroan Daerah Air Minum (PTAM) Intan Banjar.

Dengan telah disahkannya Raperda penyertaan modal menjadi Perda, Bupati Banjar, H Saidi Mansyur, berharap PTAM Intan Banjar dapat meningkatkan kapasitas layanan, memperluas jaringan, serta mengoptimalkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah.

Ditemui pada Kamis (23/4/2026) pagi, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (Kabag SDA) Setda Kabupaten Banjar, Rachmad Ferdiansyah, mengatakan nilai penyertaan berupa aset barang ke PTAM Intan Banjar kurang lebih Rp10 miliar.

“Penyertaan modal tersebut merupakan hasil dari pengadaan pipa Tahun Anggaran (TA) 2024 yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), lanjut Ferdiansyah, diharapkan distribusi air sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan meningkat, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Begitu juga dari komposisi saham yang bertambah, karena Kabupaten Banjar sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 51,51 persen sesuai amanah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017. Tentunya hal ini juga berdampak terhadap dividen,” tutupnya. (znd/link)

MAS Al Falah Banjarbaru Apresiasi Program DMS

0
Al Falah

Link, Banjarbaru – Dewan guru Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Falah Banjarbaru mengapresiasi program kegiatan Dewan Masuk Sekolah (DMS).

Apresiasi tersebut disampaikan Kepala MAS Al Falah, Putra Nor Effendi, usai menyambut kedatangan Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, dalam program DMS yang dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026).

“Kegiatan program DMS yang dilaksanakan hari ini sangat bermanfaat dan memberikan wawasan baru bagi para santri, khususnya terkait peran dan fungsi anggota legislatif,” ujarnya.

Selain dapat meningkatkan dan menambah wawasan para santri, lanjut Nor Effendi, program DMS juga dapat menumbuhkan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah ke depannya.

“Saya berharap apa yang didapat santri hari ini bisa menjadi tambahan ilmu pengetahuan serta memberikan gambaran dan minat bagi mereka ke depannya jika ingin berperan atau menjadi anggota legislatif,” tuturnya.

Saat pelaksanaan program DMS, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, sangat antusias memaparkan berbagai materi, khususnya terkait penjelasan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) anggota DPRD, baik dalam hal legislasi pembentukan peraturan daerah (Perda), fungsi penganggaran bersama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, serta fungsi pengawasan terhadap jalannya program pembangunan.

Bahkan, para santri terlihat sangat antusias mengikuti jalannya materi dan tampak aktif dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. (znd/link)

Tumbuhkan Partisipasi Aktif Para Santri, Ketua Dewan Sambangi MAS Al Falah

0
Partisipasi
Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera saat menyampaikan materi terkait tiga Tupoksi angggota DPRD kepada para santri MAS Al Falah Banjarbaru dalam program kegiatan Dewan Masuk Sekolah (DMS) pada Selasa (21/4/2026).

Link, Banjarbaru – Perkenalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) anggota legislatif, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera sambangi pondok pesantren Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al Falah Banjarbaru pada Selasa (21/4/2026).

Pada program kegiatan Dewan Masuk Sekolah (DMS) tersebut, Gusti Rizky Sukma memaparkan berbagai materi terkait tupoksi anggota DPRD Kota Banjarbaru, baik terkait fungsi legislasi, pengawasan, hingga penganggaran.

Kehadiran Ketua DPRD Banjarbaru tersebut disambut antusias para santri, hingga disesi tanya jawab berlangsung, banyak santri yang antusias melempar pertanyaan untuk mengetahui lebih detail terkait Tupoksi anggota legislatif dan peran serta masyarakat dalam memajukan pembangunan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Politisi Golkar Banjarbaru ini telah menjelaskan tiga fungsi utama anggota DPRD, pertama terkait legislasi dalam pembentukan peraturan daerah (Perda), fungsi penganggaran bersama Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, dan ketiga terkait fungsi pengawasan terhadap jalannya program pembangunan.

“Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mengawal kinerja DPRD, di antaranya melalui penyampaian aspirasi, kritik, dan saran secara terbuka,” ujarnya.

Bahkan, Gusti Rizky Sukma menegaskan, para santri sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mulai memahami dunia legislatif sejak dini. “Wawasan ini penting untuk menumbuhkan partisipasi aktif dalam pembangunan daerah ke depan,” katanya.

Dengan telah dilaksanakannya program DMS sebagai wadah diskusi dan edukasi terkait tupoksi anggota legislatif Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma berharap para santri dan dewan guru dapat lebih mengenal Tupoksi anggota DPRD.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat untuk para santri dan dewan guru. Karena kegiatan ini bertujuan agar pelajar bisa memahami secara langsung bagaimana tugas dan fungsi DPRD, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya peran masyarakat dalam pengawasan,” tutupnya. (znd/link)

Dorong Kesadaran Tertib Membayar, PTAM Intan Banjar Berikan Reward kepada Pelanggan

0
Reward

Link, Banjarbaru – Selama periode April 2026, sebanyak 35 pelanggan mendapatkan reward berupa pembebasan pembayaran rekening air selama satu bulan dari Perseroan Daerah Air Minum (PTAM) Intan Banjar.

Reward tersebut diberikan sebagai kabar gembira kepada pelanggan yang disiplin atau tepat waktu membayar tagihan air.

Direktur Utama (Dirut) PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar, melalui Mahyuni selaku Humas PTAM mengatakan program tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada pelanggan.

“Pelanggan yang rutin melakukan pembayaran sebelum tanggal 10 setiap bulan berkesempatan masuk dalam undian untuk mendapatkan pembebasan rekening air gratis selama satu bulan,” ujarnya.

Dari daftar penerima yang dirilis, nilai pembebasan tagihan yang diperoleh pelanggan bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, menyesuaikan besaran rekening masing-masing. Pada periode ini, nominal pembebasan tagihan tertinggi tercatat mencapai Rp706 ribu.

Sejumlah nama tercatat menerima pembebasan tagihan dengan nominal cukup besar, di antaranya Mukriani sebesar Rp706 ribu, Siti Aisyah sebesar Rp379 ribu, Britsiana Wilianti sebesar Rp261,5 ribu, Suprabowo/Al Junaidi sebesar Rp241 ribu, serta H. Asfar Mursadi sebesar Rp236,5 ribu.

Program ini tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atau apresiasi bagi pelanggan yang taat membayar tagihan, tetapi juga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat semakin tertib dalam memenuhi kewajiban pembayaran rekening air. Dengan pembayaran yang lancar, pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal dan berkelanjutan.(znd/link)