Beranda blog Halaman 12

NIKI Tembus 6 Miliar Stream di Spotify, Jadi Musisi Indonesia Pertama Cetak Rekor

0
NIKI (Instagram @nikizefanya)

Link, Jakarta – Penyanyi dan penulis lagu asal Indonesia, Niki Zefanya alias NIKI kembali mencatatkan pencapaian besar di industri musik global. Total pemutaran seluruh lagunya di Spotify kini resmi melampaui 6 miliar stream.

Berdasarkan data terbaru, angka tersebut tepatnya mencapai 6.011.068.481 streams. Jumlah itu masih terus bertambah dengan rata-rata sekitar 4 juta stream per hari dari pendengar di berbagai negara.

Capaian ini membuat NIKI menjadi musisi Indonesia pertama yang menembus angka tersebut. Rekor ini sekaligus menegaskan konsistensinya sebagai salah satu artis Asia yang memiliki pengaruh kuat di pasar internasional.

Kesuksesan itu tidak datang secara instan, melainkan melalui perjalanan panjang di industri musik global. Sejak bergabung dengan label internasional 88 Rising, NIKI perlahan membangun basis penggemar yang solid di Amerika Serikat hingga Asia lewat karyanya.

Sejumlah lagu populernya turut menyumbang angka streaming yang signifikan. Di antaranya ‘Lowkey’, ‘Every Summertime’, serta ‘Backburner’ yang kerap masuk berbagai playlist global.

Tidak hanya sukses secara digital, NIKI juga dikenal lewat tur dunia dan penampilan panggung yang konsisten mendapat sambutan hangat. Hal ini membuat jumlah pendengarnya terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi industri musik Indonesia. Nama Indonesia pun semakin diperhitungkan di kancah musik dunia berkat capaian yang diraih NIKI.

1 Syawal 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

0
1 Syawal 1447 H
Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers usai sidang isbat di Jakarta, Selasa (17/2/2026). (Foto: Humas Kementerian Agama)

Link, Jakarta – Sidang Pemerintah menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah atau awal puasa 2026 jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026,” ujar Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

Sidang isbat turut dihadiri Komisi VIII DPR RI, Majelis Ulama Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Observatorium Bosscha, Planetarium Jakarta, Badan Informasi Geospasial, perwakilan ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Keputusan pemerintah tersebut berbeda dengan penetapan Muhammadiyah yang menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026 melalui pendekatan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal Ramadhan dengan sikap tasamuh dan saling menghormati. Ia menilai perbedaan tersebut merupakan ruang ijtihad yang tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan.

Kementan Percepat Mitigasi Banjir Lahan Sawah, Antisipasi Curah Hujan Tinggi Awal 2026

0
Kementan
Kementerian Pertanian Percepat Langkah Mitigasi Banjir pada Lokasi Cetak Sawah dan Optimasi Lahan

Link, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat langkah mitigasi banjir pada lokasi kegiatan cetak sawah dan optimasi lahan tahun 2025 melalui fasilitasi RPATA serta rencana pelaksanaan 2026, menyusul prediksi curah hujan menengah hingga tinggi pada periode Januari–Maret 2026. Upaya ini dilakukan untuk memastikan pekerjaan konstruksi tetap berjalan, lahan tidak tergenang, dan target peningkatan luas tanam tetap tercapai.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah sentra pertanian berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan yang dapat memicu genangan hingga banjir, terutama pada lahan terbuka dan areal yang masih dalam tahap pembangunan. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan tahunan 1.500–4.000 mm, dengan sekitar 5,1 persen wilayah berada pada kategori atas normal.

Situasi ini menjadi perhatian Kementan karena kegiatan cetak sawah dan optimasi lahan awal 2026 berlangsung di berbagai provinsi sebagai bagian dari program peningkatan luas tanam dan penguatan ketahanan pangan. Lahan yang baru dibuka maupun yang masih dalam tahap konstruksi rentan terhadap limpasan air (run off) apabila sistem irigasi dan drainase belum berfungsi optimal.

Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG, Marjuki, menegaskan perubahan pola musim hujan perlu diantisipasi dalam perencanaan pertanian.

“BMKG memprediksi adanya pergeseran puncak musim hujan di beberapa wilayah Indonesia. Perubahan ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pola tanam dan pengelolaan irigasi karena dapat memengaruhi kalender masa tanam dan produktivitas apabila tidak diantisipasi,” ujarnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, menyatakan peristiwa banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menjadi pembelajaran penting dalam penguatan sistem mitigasi sektor pertanian.

“Diperlukan peningkatan kesiapsiagaan, pemetaan risiko yang lebih akurat, serta optimalisasi infrastruktur pengendalian air berbasis data iklim,” katanya.

Ia menjelaskan Ditjen LIP bersama BMKG melakukan analisis spasial melalui metode overlay antara peta potensi banjir BMKG dengan peta lahan baku sawah untuk mengidentifikasi secara presisi area rawan genangan di seluruh provinsi sentra pangan.

Menurut Hermanto, lahan sawah yang terdampak curah hujan tinggi berisiko mengalami genangan yang dapat menghambat penyelesaian konstruksi, menunda olah tanah, hingga menggeser jadwal tanam. Untuk itu, berbagai langkah mitigasi diterapkan, antara lain optimalisasi pompanisasi pada lahan kelebihan air, normalisasi sungai bersama Balai Wilayah Sungai (BWS/BBWS), perbaikan saluran irigasi primer dan sekunder, penyelesaian jaringan drainase, pembangunan saluran sementara pada lokasi konstruksi, peninggian tanggul, serta penguatan pematang.

“Koordinasi intensif dilakukan dengan pemerintah daerah, BMKG, BWS/BBWS, penyuluh, serta pelaksana konstruksi untuk pemantauan harian kondisi curah hujan dan genangan,” ujarnya.

Selain itu, pengawasan mutu konstruksi diperketat agar saluran drainase memiliki kapasitas tampung yang memadai dalam menghadapi debit air tinggi. Strategi ini mempercepat pengurangan genangan, mengalirkan air dari petak sawah menuju saluran pembuang, serta mendukung percepatan pemulihan pertanaman pascabanjir.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan curah hujan tinggi tidak boleh menghambat target produksi pangan nasional.

“Kita tidak boleh kalah oleh cuaca. Semua pekerjaan pengendalian air harus dipercepat agar lahan siap tanam dan tidak tergenang,” tegas Mentan Amran (13/2/2026).

Sebagai bagian dari langkah strategis, Kementan bersama BMKG memperkuat sistem monitoring cuaca berbasis laporan harian dan dokumentasi geospasial. Setiap lokasi kegiatan diwajibkan melaporkan kondisi cuaca dan genangan sebagai dasar pengambilan keputusan cepat.

Langkah percepatan pengendalian air dan drainase ini menjadi bagian dari strategi adaptasi pertanian menghadapi risiko iklim sekaligus memastikan kesiapan lahan memasuki musim tanam berikutnya. Dengan penguatan infrastruktur irigasi dan drainase serta pengawasan intensif, Kementan optimistis program cetak sawah dan optimasi lahan tetap berjalan sesuai target serta mendukung ketahanan pangan nasional.

BMKG Prakirakan Hujan Lebat–Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah 18 Februari 2026

0
BMKG
foto BMKG

Link, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu (18/2/2026). Kondisi ini dipicu oleh keberadaan wilayah tekanan rendah dan sirkulasi siklonik yang memicu terbentuknya daerah konvergensi di berbagai perairan Indonesia.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Vita, dalam keterangan tertulisnya Selasa (17/2/2026) menjelaskan bahwa wilayah tekanan rendah terpantau di daratan utara Australia dan di Samudera Hindia barat daya Banten. Selain itu, sirkulasi siklonik juga terdeteksi di Maluku Utara dan Samudera Hindia barat Aceh.

Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi yang memanjang di Samudera Hindia barat daya Banten, pesisir utara Australia, Laut Halmahera, Laut Sulawesi, perairan Maluku, serta Samudera Hindia barat Aceh. Daerah konvergensi lain juga terpantau memanjang dari Malaysia hingga Sumatra Barat, dari Laut Natuna hingga Selat Karimata, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, di Laut Jawa dan Selat Makassar, dari Laut Sulu hingga Kalimantan Utara, dari Kepulauan Tahuna hingga Laut Maluku, dari Laut Sawu hingga Laut Timor, serta dari Laut Arafuru hingga Papua Selatan.

Kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tekanan rendah dan sepanjang jalur konvergensi.

BMKG mengimbau peningkatan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, potensi hujan sedang hingga lebat juga berpeluang terjadi di sejumlah wilayah lain yang ditandai warna kuning pada peta prakiraan.

Prakiraan Cuaca Kota Besar

Untuk wilayah barat Indonesia, potensi hujan petir diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Bengkulu, Pontianak, Jakarta, Yogyakarta, dan Banjarmasin. Hujan sedang berpotensi terjadi di Serang.

Adapun hujan ringan diprakirakan turun di Jambi, Palembang, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya, Palangka Raya, Samarinda, dan Tanjung Selor. Kondisi berawan diprakirakan terjadi di Pekanbaru, serta udara kabur di Padang.

Untuk wilayah timur Indonesia, hujan petir berpotensi terjadi di Manado dan Palu. Hujan sedang diprakirakan terjadi di Kupang, Kendari, Ternate, Nabire, dan Merauke.

Sementara itu, hujan ringan berpeluang terjadi di Denpasar, Mataram, Mamuju, Makassar, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya. Kondisi berawan tebal diprakirakan terjadi di Gorontalo.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui laman resmi bmkg.go.id dan aplikasi Info BMKG guna mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada aktivitas harian. (Info BMKG)

Kemenag dan BMKG Siapkan 133 Titik Rukyatul Hilal Awal Ramadhan 1447 H

0
Kemenag
Ilustrasi rukyatul hilal awal Ramadhan. (Foto: NU Online/Suwitno)

Link, Jakarta – Pemantauan hilal atau rukyatul hilal untuk menentukan 1 Ramadhan 1447 Hijriah akan dilakukan di berbagai daerah pada Selasa (17/2/2026). Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan total 133 titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Rinciannya, Kemenag melakukan pengamatan di 96 titik, sementara BMKG di 37 titik. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan penetapan awal Ramadhan dilakukan secara astronomis dan syar’i sehingga memberikan kepastian bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan hasil pemantauan hilal akan dibahas dalam sidang isbat awal Ramadhan 1447 H yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat.

“Sidang isbat mempertemukan data hisab dengan hasil rukyatul hilal. Pemerintah berupaya memastikan penetapan awal Ramadan dilakukan secara ilmiah, transparan, dan melibatkan seluruh unsur terkait,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

Posisi Hilal Masih di Bawah Ufuk

Berdasarkan perhitungan hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB. Saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian berkisar antara -2° 24’ 42” hingga -0° 58’ 47”, serta sudut elongasi 0° 56’ 23” hingga 1° 53’ 36”.

Data tersebut menunjukkan belum terpenuhinya kriteria imkanur rukyah menurut standar MABIMS, sehingga secara teoritis hilal belum memenuhi syarat terlihat.

Untuk melengkapi data hisab, Kemenag tetap melaksanakan rukyatul hilal di 96 lokasi. Sementara BMKG menerjunkan tim dengan dukungan peralatan optik dan instrumen pengamatan di 37 titik.

Data Falakiyah PBNU

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Falakiyah PBNU juga menyampaikan hasil hisab menunjukkan hilal 29 Sya’ban 1447 H masih berada di bawah ufuk.

Ketinggian hilal tertinggi tercatat di Kota Sabang, Aceh, dengan tinggi hilal mar’ie -1° 41’. Sedangkan ketinggian terendah berada di Jayapura, Papua, dengan tinggi -3° 12’. Di Jakarta, dengan markaz Gedung PBNU, tinggi hilal tercatat -1° 44’ 39”.

Penghitungan dilakukan menggunakan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.

Siaran Langsung Pengamatan

Masyarakat dapat menyaksikan proses pengamatan hilal secara langsung melalui kanal YouTube NU Online, YouTube Kemenag, serta laman resmi BMKG.

Dengan keterlibatan 133 titik pemantauan, pemerintah berharap proses penentuan awal Ramadhan 1447 H berjalan akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Monsun Asia Menguat, BMKG Prediksi Hujan Lebat Sepekan ke Depan

0
Monsun Asia
Prakiraan curah hujan oleh BMKG di sejumlah wilayah tanah air pada 15 hingga 21 Februari 2026. (Foto: BMKG)

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan hasil analisis terkini bahwa terjadi penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan. Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.  “Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026,” kata Andri, Minggu (15/2/2026).

Pada 15 – 16 Februari 2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DK Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua. Memasuki 17 – 18 Februari 2026, potensi tersebut masih membayangi wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sedangkan pada 19 Februari 2026 wilayah yang perlu diwaspadai adalah wilayah Kep. Bangka Belitung, Sumatra Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Pada tanggal 20-21 Februari potensi masih berlanjut utamanya di wilayah Sumatra Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. “Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” tambah Ida.

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang dan menghindari aktivitas di lokasi berisiko, seperti daerah aliran sungai, lereng rawan longsor, serta wilayah yang berpotensi mengalami banjir dan genangan. Pengguna jasa transportasi, nelayan, operator pelayaran, dan penerbangan juga diharapkan memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas guna menjaga keselamatan perjalanan.

Masyarakat juga diimbau secara berkala memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, antara lain aplikasi InfoBMKG, laman http://www.bmkg.go.id, serta media sosial @infobmkg yang terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan dan analisis atmosfer terkini.

143 Juta Orang Diproyeksi Mudik Lebaran 2026

0
143 Juta Orang
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memproyeksikan sebanyak 143 juta orang akan melakukan perjalanan pada masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026. Lonjakan pergerakan tersebut didominasi arus dari dan menuju Pulau Jawa. (Foto: Humas Kementerian Perhubungan)

Link, Solo – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) memproyeksikan sebanyak 143 juta orang akan melakukan perjalanan pada masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau tahun 2026. Lonjakan pergerakan tersebut didominasi arus dari dan menuju Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan menyebutkan, Jawa Barat menjadi provinsi asal terbanyak dengan estimasi 21,52 persen atau sekitar 30,97 juta orang. Sementara Jawa Tengah menjadi tujuan favorit dengan proyeksi 26,90 persen atau 38,71 juta orang.

“Pergerakan masyarakat tahun ini sangat besar sehingga diperlukan kesiapan sarana, prasarana, serta manajemen lalu lintas yang komprehensif,” ujar Aan saat membuka Rapat Koordinasi Kesiapan Provinsi Jawa Tengah dalam Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Terminal Tipe A Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026).

Untuk sektor angkutan jalan, Ditjen Hubdat menyiapkan 177 terminal (115 Terminal Tipe A dan 62 Terminal Tipe B), 48 Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) yang difungsikan sebagai rest area, serta 31.345 armada bus. Jumlah tersebut terdiri atas 11.639 unit bus AKAP, 63 unit angkutan lintas batas negara, 17.850 unit angkutan pariwisata, dan 1.793 unit angkutan antar jemput antarprovinsi.

Di sektor penyeberangan, disiapkan 72 dermaga, 254 kapal penyeberangan, 29 pelabuhan, dan 15 lintas penyeberangan untuk mendukung mobilitas antarpulau.

Selain memfungsikan UPPKB sebagai tempat istirahat, pemerintah bekerja sama dengan kepolisian dan pemerintah daerah menjadikan sejumlah masjid di Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, Semarang, Purworejo, dan Kebumen sebagai rest area alternatif.

Inspeksi keselamatan atau rampcheck terhadap armada bus dijadwalkan berlangsung mulai 23 Februari hingga 29 Maret 2026. Pemeriksaan dilakukan di pool bus maupun terminal untuk memastikan kendaraan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebelum beroperasi.

Langkah ini difokuskan untuk menekan potensi kecelakaan, terutama di jalur wisata dengan kondisi geografis ekstrem seperti tanjakan, turunan, tikungan tajam, dan jalan sempit.

Ditjen Hubdat juga berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam penerbitan Surat Keputusan Bersama terkait manajemen dan rekayasa lalu lintas. Kebijakan tersebut meliputi pembatasan operasional angkutan barang, sistem one waycontra flow, hingga ganjil-genap, serta pengaturan arus menuju pelabuhan penyeberangan utama seperti Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.

Menurut Aan, pembatasan angkutan barang bertujuan melindungi keselamatan pemudik sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas, tanpa menghambat distribusi logistik secara keseluruhan.

Pemerintah juga menyiapkan 401 unit bus untuk program mudik gratis dengan kapasitas 15.834 penumpang serta delapan truk pengangkut 240 sepeda motor. Program ini melayani 34 kota tujuan di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera. Pendaftaran dibuka mulai 1 Maret 2026.

Selain kesiapan armada dan manajemen lalu lintas, Ditjen Hubdat meninjau jalur tol fungsional Jogja–Bawen Seksi 6 yang direncanakan beroperasi sementara saat Lebaran. Ruas sepanjang 4,9 kilometer dari Exit Bawen menuju Exit Ambarawa tersebut telah mencapai progres fisik lebih dari 90 persen dan diproyeksikan memangkas waktu tempuh 20–30 menit menuju Magelang atau Muntilan.

Uji laik fungsi ruas tol akan dilakukan pada 8 Maret 2026 melibatkan kepolisian, Bina Marga, Ditjen Hubdat, dan pengelola jalan tol guna memastikan aspek keselamatan terpenuhi sebelum difungsikan.

Aan juga melakukan inspeksi di Terminal Tipe A Tingkir, Salatiga, yang dinilai siap menghadapi lonjakan penumpang. Terminal tersebut telah menerapkan konsep mix used sehingga tidak hanya berfungsi sebagai titik naik-turun penumpang, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat.

Dengan proyeksi pergerakan 143 juta orang, pemerintah menekankan pentingnya sinergi lintas instansi untuk memastikan Angkutan Lebaran 2026 berlangsung aman, selamat, dan terkendali di seluruh jalur darat nasional.

Selama Dua Pekan, Polres Banjar Berhasil Ungkap 18 Kasus Narkotika dan Miras

0
Polres Banjar
Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli didampingi Wakapolres Kompol Faisal Amri Nasution, Kasat Narkoba Iptu Zulkipli, Kasat Reskrim AKP Rifandy Purnayangkara Putra, dan Plt Kasi Humas Iptu M. Rifani dalam konferensi pers di Mapolres Banjar Senin (16/2/2026)

Link, Martapura – Selama dua pekan terakhir, Kepolisian Resor (Polres) Banjar telah berhasil mengungkap 18 kasus narkotika dan peredaran minuman keras (miras) di wilayah hukum Kabupaten Banjar.

Dalam konferensi pers, Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli mengatakan, dari hasil ungkap 18 kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika jenis sabu, total ada 22 tersangka yang berhasil diamankan.

“Untuk barang bukti (BB) yang berhasil kami amankan, yakni sabu seberat 492,03 gram. Jika diuangkan, nilainya mencapai Rp900 juta. Dari hasil penyitaan BB ini setidaknya kita telah menyelamatkan sekitar 4.000 jiwa dari bahaya narkotika,” ujarnya pada Senin (16/2/2026) pagi.

AKBP Fadli juga menjelaskan, para tersangka diringkus di lokasi berbeda, yakni di wilayah Kecamatan Martapura, Karang Intan, Astambul, Sungai Tabuk, Mataraman, Cintapuri Darussalam, hingga Sambung Makmur. Bahkan hasil pengembangan kasus ini meluas hingga ke Banjarmasin.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta penyesuaian pada Pasal 609 ayat (1) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP Nasional). Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Dalam kegiatan tersebut, AKBP Fadli menjelaskan, bahwa Polres Banjar juga menyasar ke peredaran miras yang kerap memicu gangguan kamtibmas, terlebih menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Total 161 botol miras berbagai merek serta 11 dus (264 botol) alkohol merek Gajah Duduk dari para pedagang di wilayah Martapura, Sungai Tabuk, Sungai Pinang, dan Gambut telah berhasil disita.

“Kami ingin memastikan masyarakat Banjar menjalankan ibadah dengan aman dan tenteram. Pengaruh miras sangat berbahaya karena dapat menghilangkan kontrol diri dan nalar sehat, yang sering kali berujung pada tindakan pidana,” tegasnya.

Usai ekspos kegiatan yang dipimpin Kapolres Banjar didampingi Wakapolres Kompol Faisal Amri Nasution, Kasat Narkoba Iptu Zulkipli, Kasat Reskrim AKP Rifandy Purnayangkara Putra, dan Plt Kasi Humas Iptu M. Rifani. Kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan narkotika jenis sabu dengan cara diblender dengan campuran air sabun.(zainuddin)

HUT ke-18, Partai Gerindra Gelar Pasar Murah

0
Gerindra
Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar, HM Rofiqi pada gelar Pasar Murah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura, Senin (16/2/2026)

Link, Martapura – Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Banjar gelar Pasar Murah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura pada Senin (16/2/2026) pagi.

Selain dalam rangka memperingati HUT ke-18 partai besutan Prabowo Subianto, kegiatan Pasar Murah yang menyediakan kurang lebih 10.000 paket sembako tersebut guna meringankan beban masyarakat yang tinggal menghitung hari menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar, HM Rofiqi mengatakan, dalam rangka memperingati HUT Gerindra ke-18, seluruh kader Gerindra diperintahkan Presiden RI, Prabowo Subianto agar turun langsung untuk membantu masyarakat.

“Hari ini kami menyediakan kurang lebih 5.000 paket sembako. Melihat antusias masyarakat yang sangat luar biasa, sehingga paket sembakonya kami tambah lagi, jadi kurang lebih 10.000 paket sembako, dan kami jual dengan separuh harga. Seperti gula pasir seharga Rp17.000 kami jual Rp10.000, dan mie instan seharga Rp3.000 kami jual seharga Rp1.000, dan gratis sirup ABC,” ujarnya.

Anggota Komisi XIII DPR RI ini berharap, di usia ke-18 partai Gerindra dapat berdampak luas bagi masyarakat dan memberikan manfaat. “Kemungkinan pada ramadan ini kami akan kembali kami gelar pasar murah dan menjelang idul fitri. Kita juga akan menggelar kegiatan donor darah, mudah-mudahan kawan-kawan wartawan juga bisa ikut berpartisipasi,” ucapnya.

Kegiatan pasar murah yang diselenggarakan DPC Partai Gerindra Kabupaten Banjar tersebut disambut baik oleh masyarakat sekitar, salah satunya seperti diungkapkan Mariatul.

“Terima kasih kepada partai Gerindra yang sudah mengadakan pasar murah menjelang bulan ramadan. semoga partai Gerindra berkembang lebih besar lagi. Kami juga berharap kegiatan seperti ini dapat kembali diselenggarakan, dan kalau bisa komoditas sembakonya ditambah lagi, seperti telur dan minyak goreng yang tentunya sangat dibutuhkan ibu-ibu rumah tangga, terlebih di bulan puasa ini,” pungkasnya.(zainuddin)

Disdikbud Kalsel Terbitkan SE Penyesuaian Belajar Selama Ramadan, Siswa Libur 18–21 Februari

0
Disdikbud Kalsel
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra

Link, Banjarbaru – Menjelang masuknya bulan suci Ramadan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatam resmi mengeluarkan surat edaran (SE) terkait penyesuaian proses belajar mengajar. Dalam SE tersebut Disdikbud Kalael menekankan adanya perubahan jadwal serta agenda khusus bagi para peserta didik guna menghormati kekhidmatan bulan puasa.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengatakan, berdasarkan SE tersebut, para siswa akan mendapatkan jatah libur awal Ramadan yang dijadwalkan pada tanggal 18 hingga 21 Februari. Namun, perlu dicatat bahwa kebijakan libur ini hanya berlaku bagi peserta didik.

​”Libur 18 sampai 21 Februari itu hanya untuk peserta didik saja. Sedangkan untuk guru dan tenaga kependidikan tetap masuk seperti biasa, mengikuti aturan jam kerja ASN lainnya,” ungkap Tantri, Jum’at (13/2/2026).

Selama bulan Ramadan, jam operasional sekolah akan mengalami pemangkasan. Aktivitas belajar mengajar akan dimulai pada pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.

​Selain pemangkasan jam belajar, pihak sekolah juga akan menyelenggarakan program Pesantren Ramadan.

“Program ini bertujuan untuk memberikan penguatan karakter dan pendalaman nilai-nilai agama bagi para siswa selama bulan suci,” tambahnya.

Lebih jauh Tantri menekankan, ada sedikit perbedaan kebijakan untuk jenjang SMA dibandingkan dengan SD dan SMP. Mengingat siswa SMA dinilai sudah menuju usia dewasa, durasi libur mereka diatur agar tidak terlalu panjang guna menjaga efektivitas pembelajaran.

​”Untuk anak SMA mungkin sedikit berbeda karena mereka sudah menuju dewasa, jadi jangan terlalu lama libur. Kita atur agar tetap fokus pada pelajaran agama dan kegiatan bermanfaat lainnya melalui Pesantren Ramadan,” pungkasnya.

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

Tata Kawasan Sekumpul, Pemkab Banjar Akan Perbaiki Drainase di Kelurahan Sekumpul

0
Link, Martapura - Menindaklanjuti kondisi drainase di Gang Taufik, Kelurahan Sekumpul yang tidak berfungsi secara optimal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum...
Menteri LH

Menteri LH: Wali Kota Banjarbaru Harus Meraih Adipura untuk Masyarakat

0
Link, Banjarbaru - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, melakukan peninjauan praktik pengelolaan sampah rumah...
Tata Kelola Pemerintahan

Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Pemkab Banjar Gelar FKP 2026

0
Link, Martapura - Wujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar...