Beranda blog Halaman 14

Playoff NBA 2026 Dimulai, 16 Tim Siap Bertarung Usai Play-in Tournament

0
Playoff NBA 2026
16 Tim Siap Bertarung di Playoff NBA 2026 - sumber: (mainbasket)

Link, Jakarta – Play-in Tournament NBA 2026 resmi berakhir, menandai lengkapnya 16 tim yang akan berlaga di Playoff NBA 2026. Fase playoff dijadwalkan mulai Sabtu (18/4) waktu setempat dengan persaingan ketat dari Wilayah Timur dan Barat.

Wilayah Timur

Detroit Pistons (60-22) tampil impresif dengan meraih gelar divisi pertama mereka dalam 18 tahun. Mereka akan menghadapi Orlando Magic (45-37), yang lolos dari play-in usai mengalahkan Charlotte Hornets.

Boston Celtics (56-26) melanjutkan konsistensi dengan lolos ke playoff untuk musim ke-12 berturut-turut. Mereka akan berhadapan dengan Philadelphia 76ers (45-37), yang mengamankan tiket lewat jalur play-in.

New York Knicks (53-29) yang mencatatkan rekor terbaik dalam 13 musim terakhir akan menghadapi Atlanta Hawks (46-36), yang kembali ke playoff setelah absen tiga musim.

Sementara itu, duel sengit tersaji antara Cleveland Cavaliers (52-30) melawan Toronto Raptors (46-36), dengan kedua tim sama-sama berambisi melangkah lebih jauh musim ini.

Wilayah Barat

Dominasi ditunjukkan Oklahoma City Thunder (64-18) yang finis sebagai tim terbaik musim reguler. Mereka akan menghadapi Phoenix Suns (45-37), yang lolos dari play-in usai menyingkirkan Warriors.

San Antonio Spurs (62-20) kembali ke playoff dengan performa impresif dan akan berhadapan dengan Portland Trail Blazers (42-33).

Di laga lainnya, Denver Nuggets (54-28) akan menghadapi Minnesota Timberwolves (49-33) dalam duel dua tim kuat yang berpotensi jadi kejutan.

Sementara itu, Los Angeles Lakers (53-29) akan menghadapi Houston Rockets (52-30) dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim memiliki pengalaman berat di ronde pertama musim lalu.

Dengan komposisi ini, Playoff NBA 2026 dipastikan menghadirkan persaingan sengit sejak ronde awal, dengan setiap tim memburu gelar juara musim ini.

Peringati Hari Jadi ke 27 Kota Banjarbaru, RSD Idaman Gelar Khitanan Massal 

0

Link, Banjarbaru – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-27 Tahun 2026, telah dilaksanakan kegiatan Khitanan Massal yang bertempat di Aula Besar RSD Idaman Kota Banjarbaru, Lantai 4, pada Sabtu (18/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setdako Banjarbaru, Dra. Hj. Sri Lailana, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dr. Juhai Triyanti Agustina, M.MKes, Dewan Pengawas beserta anggota, serta jajaran manajemen rumah sakit.

Berdasarkan data panitia, jumlah peserta yang mendaftar secara online sebanyak 26 anak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 anak hadir dan berhasil mengikuti tindakan khitan. Seluruh proses berjalan dengan lancar dan tertib, didukung oleh tenaga kesehatan profesional yang terdiri dari dokter bedah, perawat, serta apoteker.

Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, dalam memperoleh layanan khitan yang aman, berkualitas, dan terjangkau.

Lebih lanjut, Danny juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial serta bagian dari upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat sejak usia dini.

Direktur juga menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud komitmen Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, dalam menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memeriahkan peringatan Hari Jadi Kota Banjarbaru ke-27 Tahun 2026.

Melalui kegiatan Khitanan Massal ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru. (why)

SPM Pendidikan Banjarbaru Meningkat, Lisa–Wartono Tanamkan Semangat Juang Berdaya Saing

0
SPM Pendidikan
Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby secara simbolis menyerahkan perlengkapan Peserta Didik Tidak Mampu jenjang SD dan SMP, bertempat di Aula Widyatama Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru, Rabu (24/09/2025).

‘Banjarbaru EMAS dimaknai sebagai motivasi dan semangat untuk memperkuat komitmen bersama dalam menumbuhkan daya juang dan daya saing.’

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Satu kalimat sederhana yang mengandung nilai motivasi, semangat, dan ajakan kolektif tersebut diungkapkan Hj Erna Lisa Halaby saat kali pertama menapakkan kaki di Gedung DPRD sebagai Wali Kota Banjarbaru periode 2025–2030 bersama Wartono selaku Wakil Wali Kota, pada Senin, 30 Juni 2025 lalu.

Telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru 2025–2029. Lisa–Wartono terus melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) sebagai visi yang diusung sejak masa pencalonan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 silam.

Mengawali tahun pertama kepemimpinannya sejak dilantik sebagai Wali Kota/Wakil Wali Kota Banjarbaru pada Sabtu, 21 Juni 2025, semangat memperkuat komitmen kebersamaan, berdaya juang, dan berdaya saing kepada seluruh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) melalui visi-misi terus ditanamkan.

Hasilnya, tak hanya capaian kinerja bidang sosial yang menunjukkan tren positif dan terus meningkat pada 2025, tetapi juga sektor pendidikan dengan berbagai indikator utama, salah satunya Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan yang meningkat pesat di angka 88,94 dengan kategori Tuntas Madya.

“Meningkat cukup signifikan dari tahun 2024 yang berada di angka 79,84 atau Tuntas Pratama. Hal ini menjadi salah satu indikator bahwa kualitas layanan pendidikan kita semakin baik,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru, Abdul Basid, pada Rabu (15/4/2026).

Begitu juga indikator Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) di Kota Banjarbaru yang menunjukkan tren positif, serta menempatkan Banjarbaru di posisi tertinggi di Kalimantan Selatan.

“Angka RLS tercatat mencapai 11,07 tahun, dan HLS berada di angka 14,87 tahun. Capaian ini tidak hanya mencerminkan peningkatan akses pendidikan, tetapi juga kualitas serta keberlanjutan pendidikan masyarakat di Banjarbaru,” katanya.

Keberhasilan tersebut, papar Basid, tak terlepas dari berbagai program Rencana Strategis Satuan Kerja (Renstra) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memuat dan menjabarkan visi-misi yang selaras dengan tujuan RPJMD yang telah dijalankan.

“Mulai dari peningkatan sarana dan prasarana sekolah hingga penguatan kualitas tenaga pendidik. Upaya penguatan pendidikan karakter juga menjadi bagian penting dalam mendukung visi Banjarbaru EMAS, khususnya dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” tuturnya.

Disdik Kota Banjarbaru juga optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan dan sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.

“Seperti melaksanakan program bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu, rehabilitasi dan pembangunan sarana prasarana, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan literasi dan numerasi,” ucapnya.

Bahkan, pembelajaran berbasis teknologi digital serta pengembangan keterampilan siswa melalui kegiatan minat dan bakat juga akan terus didorong, termasuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti BPMP, Balai Bahasa, dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan.

“Kerja sama ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, termasuk pengenalan koding dan kecerdasan artifisial,” tutupnya. (zainuddin/link)

Meriahkan Hari Jadi ke-27, Ketua Komisi I DPRD Ikut Banjarbaru Running Festival 2026

0
Ketua Komisi I DPRD

Link, Banjarbaru – Meriahkan peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menggelar Banjarbaru Running Festival 2026, bertempat di depan Balai Kota Banjarbaru pada Sabtu (18/04/2026) pagi.

Hadir dalam seremonial pembukaan, Ketua Komisi I DPRD Kota Banjarbaru, Ririk Sumari, R bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, melepas ratusan peserta Banjarbaru Running Festival 2026 yang bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat, meningkatkan pariwisata daerah, serta memperkuat semangat kebersamaan masyarakat di Kota Banjarbaru.

Berbaur dengan ratusan peserta dan para pejabat Pemko, Politisi wanita dari Partai Persatuan Bangsa (PKB) Banjarbaru ini tampak antusias dan bersemangat mengikuti Banjarbaru Running Festival 2026 di dr. Murdjani.

Sebelum pelepasan, Sekda Kota Banjarbaru, Sirajoni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menunjukkan bahwa Banjarbaru adalah kota yang nyaman untuk dikunjungi dan membanggakan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan Kota Banjarbaru kepada masyarakat luas, serta mendorong pertumbuhan pariwisata daerah,” ujarnya.

Sirajoni juga menilai, festival lari ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang dan kemajuan Kota Banjarbaru yang terus berkembang sebagai ‘Kota Idaman’.

Banjarbaru Running Festival 2026 menjadi bukti bahwa peringatan hari jadi kota dapat dikemas secara kreatif, inspiratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat, dan momentum ini menegaskan komitmen Banjarbaru untuk terus bergerak Elok, Maju, Adil dan Sejahtera (EMAS).(znd/link)

Kerja Tahun Pertama Lisa–Wartono, Berhasil Tekan Angka Kemiskinan

0
Angka Kemiskinan

‘Kami akan bekerja keras, bekerja ikhlas, dan bekerja cerdas bersama seluruh elemen masyarakat dalam menyempurnakan metamorfosis Banjarbaru menuju visi besar’.

Linkalimantan.com, Banjarbaru

Pernyataan tentang metamorfosis Kota Banjarbaru itu disampaikan Lisa Halaby saat pertama kali menyampaikan pidatonya di ruang Graha Paripurna DPRD pada 30 Juni 2025 lalu, didampingi Wartono sebagai wakilnya.

Diambil sumpah dan janjinya sebagai Wali Kota Banjarbaru bersama Wakil Wali Kota Banjarbaru periode 2025–2030 pada Sabtu, 21 Juni 2025. Lisa bersama Wartono memiliki tekad untuk “memajukan Banjarbaru dan menyejahterakan masyarakat” guna mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera) yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Banjarbaru 2025–2029. Penetapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2025 ini dilakukan pada 14 Oktober 2025.

“Banjarbaru EMAS dimaknai sebagai motivasi dan penyemangat, sekaligus untuk meningkatkan komitmen kita bersama dalam menumbuhkan daya juang dan daya saing. Sehingga Banjarbaru tidak hanya memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dibanding daerah lain, namun masyarakat juga merasakan dampak pemerataan pembangunan, kemudahan, serta kesejahteraan,” ujar Lisa Halaby.

Mengawali tahun pertama kepemimpinannya, berbagai pencapaian visi mulai terlihat. Salah satunya pada bidang sosial yang menjadi satu dari enam urusan wajib, karena merupakan komponen utama pembentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yakni Angka Harapan Hidup (AHH).

Hasilnya, IPM Kota Banjarbaru berada di peringkat puncak se-Kalimantan Selatan dengan kategori sangat tinggi, yakni 82,20. AHH Kota Banjarbaru mencapai 75,44 tahun.

Begitu pula angka kemiskinan yang juga menjadi urusan wajib dalam pembangunan daerah. Pada 2025, jumlah penduduk miskin di Kota Banjarbaru sebanyak 11.065 jiwa, atau 3,44 persen dari total penduduk. Jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 3,79 persen.

Penurunan jumlah penduduk miskin dan meningkatnya angka harapan hidup di Kota Banjarbaru yang kini berstatus sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan tidak lepas dari program kerja yang dilaksanakan Pemko Banjarbaru dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi kelompok Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), seperti fakir miskin, anak terlantar, penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia), dan korban bencana.

Terhadap kelompok PPKS, Pemko Banjarbaru melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyalurkan bantuan berupa bahan pangan kepada lansia dan penyandang disabilitas. Tercatat pada 2025, jumlah lansia penerima bantuan sebanyak 195 orang. Jumlah ini bertambah pada Triwulan I 2026 menjadi 203 orang.

Bahkan, pada momen puncak Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru pada 20 April 2026, penyaluran bantuan akan kembali dilaksanakan. “Nanti akan dilakukan penyaluran bantuan untuk 500 lansia dan penyandang disabilitas,” kata Kepala Dinsos Kota Banjarbaru, Rokhyat Riyadi, belum lama ini.

Begitu juga dengan penyandang disabilitas. Pada 2025, bantuan disalurkan kepada 87 orang, dan 70 orang pada 2026. “Lansia dan penyandang disabilitas yang menerima bantuan adalah mereka yang selama ini belum ter-cover bantuan apa pun dari pemerintah,” ujarnya.

Selain bantuan bahan pangan, Dinsos Kota Banjarbaru juga terus menjaring lansia yang belum masuk daftar Penerima Iuran Bantuan (PIB) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dari pemerintah pusat.

“Saat ini ada 65 lansia yang terlayani BPJS dengan iuran yang dibayarkan oleh Pemko Banjarbaru. Untuk lansia yang tidak memiliki tempat tinggal, Pemko Banjarbaru juga memiliki program sewa rumah. Pada 2026, ada 18 lansia yang biaya sewa rumahnya ditanggung pemko, sebesar Rp500 ribu per bulan,” ucapnya. (zainuddin/link)

Pembangunan Jembatan di Sungai Tandipah Tak Terealisasi, Komisi III DPRD Sarankan Terapkan Prinsip Money Follow Program

0
Pembangunan Jembatan di Sungai Tandipah

Link, Martapura – Usulan rencana pembangunan jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Sungai Tabuk tak kunjung terealisasi. Komisi III DPRD Kabupaten Banjar mengingatkan pentingnya ketajaman prioritas pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, Abdul Razak saat menanggapi rencana pembangunan jembatan penghubung antar Desa Sungai Tandipah dan Desa Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk, yang diusulkan sejak 2010 namun tak kunjung terealisasi hingga saat ini, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Kamis (16/4/2026).

“Ketajaman prioritas pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran itu memang sangat penting. Tapi pemerintah daerah harus menerapkan prinsip money follow program,” ujarnya.

Atas dasar tersebut, politisi Golkar yang memiliki latar belakang birokrat ini meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) harus aktif mengakses dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program prioritas.

“Harus proaktif mengakses dana dari pusat. Apalagi saat ini dana transfer ke daerah menurun, jadi peluang itu harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Terlebih, lanjut Razak, kondisi infrastruktur jembatan di Kabupaten Banjar masih jauh dari ideal. Total, dari 885 jembatan, baru sekitar 453 unit atau 60 persen yang sudah tertangani dengan baik.

“Wajar jika masyarakat terus bersuara. Banyak usulan yang sudah puluhan tahun disampaikan, tapi belum juga terealisasi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi memastikan, rencana pembangunan jembatan penghubung antar Desa Sungai Tandipah dan Desa Sungai Bakung telah diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum RI, termasuk ke Direktorat Jenderal Bina Marga.

Sebab, rencana pembangunan jembatan penghubung antardesa diestimasikan bakal menelan anggaran sebesar Rp20 miliar. “APBD tidak mampu membiayai. Selain itu, status lahan di kedua sisi harus benar-benar clear,” jelasnya.

Tak hanya itu, Anna juga mengungkapkan bahwa proses pelaksanaan pembangunan jembatan harus melalui kajian teknis secara menyeluruh terlebih dahulu, dimulai dari perencanaan konstruksi, kondisi tanah, hingga aspek hidrologi.

“Usulan sudah kami sampaikan. Mudah-mudahan bisa masuk paket pekerjaan APBN dan segera terealisasi,” pungkasnya. (znd/link)

Diusulkan Sejak 2010, Komisi III DPRD Pertanyakan Rencana Pembangunan Jembatan di Sungai Tandipah

0
Pembangunan Jembatan di Sungai Tandipah

Link, Martapura – Diusulkan sejak 2010, rencana pembangunan jembatan penghubung antara Desa Sungai Tandipah dan Desa Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk, tak kunjung terealisasi.

Meski acapkali disuarakan dan diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) maupun melalui Pokok Pikiran (Pokir) dewan, tak terkecuali lewat proposal yang dilayangkan ke dinas teknis, yakni Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, usulan tersebut tak kunjung menemui kejelasan.

Untuk kesekian kalinya, Ruslan selaku anggota Komisi III DPRD dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 Kabupaten Banjar kembali mempertanyakan usulan tersebut kepada Dinas PUPRP dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar pada Kamis (16/4/2026).

“Padahal sebelumnya sudah dilakukan pengukuran oleh dinas teknis. Namun setelah itu tidak ada lagi tindak lanjut. Sampai sekarang pun belum terealisasi, kesannya seperti diberi harapan palsu,” ujarnya dengan nada kecewa.

Belum terealisasinya pembangunan jembatan tersebut, lanjut politisi Partai Gerindra Kabupaten Banjar itu, tentu berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Selain itu, akses terhadap pelayanan dasar juga terhambat, khususnya dalam kondisi darurat.

“Warga harus menyeberang menggunakan perahu. Ibu hamil harus ke desa seberang untuk melahirkan. Saat terjadi kebakaran, pemadam pun tidak dapat mengakses lokasi. Jadi harus memutar ke jalan lain sejauh 20 kilometer. Kalau ada jembatan, jaraknya bisa lebih dekat, yakni hanya sekitar 2 kilometer,” ungkapnya.

Diperkirakan pembangunan jembatan tersebut akan menelan anggaran sebesar Rp20 miliar. Ruslan memastikan usulan pembangunan jembatan juga sudah pernah disampaikan kepada Bupati Banjar.

“Berdasarkan penjelasan Dinas PUPRP, pembangunan jembatan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp20 miliar. Alokasi itu dinilai terlalu besar jika ditanggung APBD, sehingga harus mengandalkan dukungan APBN,” katanya.

Dalam RDP yang dipimpin Abdul Razak selaku Ketua Komisi III DPRD, Ruslan juga meminta peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, khususnya terkait pembebasan lahan di Desa Sungai Bakung.

“Karena lahan di Desa Sungai Tandipah sudah dihibahkan warga. Kalau hanya mengandalkan desa, anggarannya terbatas,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, Anna Rosida Santi, memastikan usulan pembangunan jembatan telah diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum RI, termasuk ke Direktorat Jenderal Bina Marga, mengingat keterbatasan anggaran.

“APBD tidak mampu membiayai. Selain itu, status lahan di kedua sisi harus benar-benar clear,” jelasnya.

Tak hanya itu, Anna juga mengungkapkan bahwa proses pembangunan jembatan harus diawali dengan kajian teknis secara menyeluruh, mulai dari perencanaan konstruksi, kondisi tanah, hingga aspek hidrologi.

“Usulan sudah kami sampaikan. Mudah-mudahan bisa masuk paket pekerjaan APBN dan segera terealisasi,” pungkasnya. (znd/link)

600 Peserta Ramaikan Gowes Starling di Banjarmasin, Semarakkan Hari Kartini 2026

0
Gowes Starling

Sebanyak 600 peserta dipastikan ambil bagian dalam kegiatan Gowes Starling yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan pada Minggu 19 April tahun 2026. Kegiatan ini akan dipusatkan di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, sebagai titik start dan finish.

Gowes Starling digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini, sekaligus mendorong semangat hidup sehat melalui olahraga bersepeda di tengah masyarakat.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz melalui Kabid Pembudayaan Olahraga, Muhammad Anugrah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas sepeda Starlink.

“Total peserta yang mendaftar untuk kegiatan Gowes Starling ini mencapai 600 orang. Kegiatan akan dimulai pukul 06.30 WITA dengan start di GOR Hasanuddin HM, Jalan Pangeran Antasari,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, rute gowes akan mengelilingi kawasan dalam Kota Banjarmasin dengan jarak tempuh kurang lebih 23 kilometer. Selain menjadi ajang olahraga, kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahmi antar komunitas serta masyarakat umum.

Tak hanya itu, panitia juga telah menyiapkan berbagai doorprize menarik untuk menambah semarak kegiatan.

Lebih lanjut, Muhammad Anugrah menambahkan bahwa rangkaian kegiatan olahraga yang digelar Dispora Kalsel tidak hanya berhenti pada Gowes Starling. Sejumlah agenda lain juga telah disiapkan untuk memeriahkan akhir pekan olahraga di Kalimantan Selatan.

“Sejak tanggal 17 April 2026, kami sudah memulai dengan pembagian race pack di Gedung Idham Chalid Banjarbaru mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WITA,” jelasnya.

Pada Sabtu (18/4/2026), Dispora Kalsel juga menggelar balap sepeda kriterium di kawasan perkantoran Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru. Kegiatan ini terbagi dalam lima kategori, yakni men elite, master A, master B, women open, dan men junior.

Untuk kategori men elite, peserta akan menempuh 14 lap dengan jarak sekitar 2,3 kilometer per lap. Sementara kategori master A menempuh 12 lap, dan master B, women open, serta men junior masing-masing 10 lap.

Selain itu, kegiatan lari (running) juga turut digelar dengan jumlah peserta mencapai sekitar 500 orang, sedangkan balap sepeda kriterium diikuti sekitar 300 peserta.

Dispora Kalsel berharap, rangkaian kegiatan ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di Banua.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih aktif berolahraga serta menjadikan momentum Hari Kartini sebagai inspirasi untuk terus bergerak maju dan sehat,” tutupnya

PHD dan PPIH Embarkasi Banjarmasin Resmi Dikukuhkan Gubernur Kalsel 

0

Link, Banjarbaru- Gubernur Kalimantan Selatan diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin secara resmi melakukan Pengukuhan Petugas Haji Daerah (PHD) dan Tim Pendukung PPIH Embarkasi Banjarmasin serta Pelaksanaan Meal Test Tahun 1447 H / 2026 M yang berlangsung di Asrama Haji Banjarmasin Jl. A. Yani Km. 28 Landasan Ulin, Banjarbaru pada Kamis (16/4/2026) siang.‎

‎Dalam pengukuhan Sekdaprov Kalsel H. Muhammad Syarifuddin didampingi Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Sudian Noor dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Selatan, Dr. H. Eddy Khairani.‎

‎Turut dihadiri Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan, GM Garuda Indonesia, GM Gapura Angkasa, GM Angkasa Pura Cabang Banjarmasin, Kepala Imigrasi Kelas I Banjarmasin, Kepala Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan dan sejumlah pejabat lainnya.

‎Tim pendukung PPIH berjumlah 51 orang, bekerja bersama dengan 23 petugas haji dari Embarkasi Banjarmasin serta sekitar 25 petugas dari daerah setempat.

Secara keseluruhan, jumlah personel yang terlibat mencapai 99 orang, yang siap menjalankan tugas dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

‎‎Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Muhammad Ali. Selanjutnya, sebelum dikukuhkan para petugas haji dipanggil satu persatu tengah berbaris rapi di depan panggung.

‎”Bismillahirrahmanirrahim dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan taufik-Nya, maka pada hari ini, Kamis pada tanggal 16 April 2026. Saya selaku Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan atas nama Gubernur Kalimantan Selatan. Dengan ini secara resmi melantik saudara-saudari sebagai Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan Petugas Haji Daerah Embarkasi Banjarmasin Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi,” sampai Gubernur Kalsel sebagaimana yang dibacakan Sekdaprov Kalsel H. Muhammad Syarifuddin.‎

‎Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekdaprov Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin menyampaikan penuh harap kepada para petugas penyelenggara ibadah haji dan petugas haji daerah Embarkasi Banjarmasin Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.

‎Dalam pernyataannya, Gubernur menyampaikan pesan bahwa seluruh petugas akan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai amanah dan tanggung jawab yang diberikan.‎

‎“Saya percaya bahwa saudara-saudari akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan amanah dan tanggung jawab yang diberikan,” sampai Gubernur Kalsel.‎

‎Gubernur Kalsel juga memanjatkan doa agar seluruh petugas senantiasa mendapatkan bimbingan dan keberkahan dalam menjalankan tugas mulia tersebut.

‎Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan penanda resmi bahwa para petugas telah ditetapkan sebagai bagian dari PPIH Embarkasi Banjarmasin. Selain itu, pelantikan ini juga mencerminkan kesiapan seluruh pihak dalam menyukseskan pelaksanaan ibadah haji, khususnya bagi jemaah yang diberangkatkan melalui embarkasi Banjarmasin.‎

‎Gubernur menekankan bahwa seluruh petugas PPIH memiliki tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kepada jemaah. Tak hanya itu, petugas juga dituntut mampu melakukan pengendalian serta koordinasi operasional ibadah haji, baik di embarkasi maupun selama pelaksanaan di Arab Saudi.

‎“Petugas PPIH yang baru dilantik diharapkan mampu merencanakan, melaksanakan, serta mengendalikan pelayanan pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.‎

‎Dengan telah ditetapkannya petugas PPIH Embarkasi Banjarmasin, pemerintah daerah berharap kualitas pelayanan ibadah haji tahun ini dapat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pelayanan yang optimal diharapkan dapat mendukung para calon jemaah haji asal Kalimantan Selatan dalam meraih haji yang mabrur.

‎‎Di akhir sambutannya, Gubernur turut mendoakan agar seluruh petugas PPIH dan jemaah haji diberikan kemudahan serta kelancaran dalam menjalankan rangkaian ibadah haji.

‎“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kelancaran kepada seluruh petugas dan jemaah dalam menjalankan ibadah haji,” tutupnya.‎

‎Dipengujung acara, Sekdaprov Kalsel H. Muhammad Syarifuddin bersama Anggota Komisi VIII DPR RI, H. Sudian Noor dan Kemenhaj Provinsi Kalsel, Dr. H. Eddy Khairani meninjau dan melakukan cek sampel menu makanan, mulai dari nasi hingga lauk-pauk, untuk memastikan gizi, daya tahan, dan keamanan pangan (bebas zat berbahaya) bagi jemaah.(tri)

Disbunnak Kalsel Bantah Terbitkan Sertifikat Veteriner untuk Dua Perusahaan

0
Sertifikat Veteriner

Link, Banjarbaru – Menanggapi pemberitaan pada salah satu media online yang menyebutkan adanya penerbitan Sertifikat Veteriner (SV) untuk CV. Cakra Kontruksi Perkasa dan CV. Artha Bhina Persada, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Suparmi, memberikan klarifikasi tegas.

Suparmi menegaskan bahwa pihaknya selaku otoritas veteriner tidak pernah menerbitkan Sertifikat Veteriner untuk kedua perusahaan yang dimaksud.

“Kami tegaskan bahwa Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan tidak pernah menerbitkan Sertifikat Veteriner (SV) untuk CV. Cakra Kontruksi Perkasa maupun CV. Artha Bhina Persada,” ujarnya, Banjarbaru, Kamis (16/4/2026).

Lebih lanjut disampaikan, seluruh bukti terkait hal tersebut telah diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Barito Utara sebagai bagian dari proses hukum yang sedang berjalan.

“Bukti-bukti maupun keterangan yang diperlukan sudah kami berikan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Barito Utara dan apabila ada pihak-pihak yang berkeberatan, silakan dikonfirmasi langsung kepada pihak penyidik karena saat ini sudah masuk dalam ranah penyidikan,” tambahnya.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan mengajak masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya perkara ini kepada proses penegakan hukum yang tengah berlangsung.