Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaHeadlineProyek JPO Dinilai Semrawut dan Tidak Transparan

Proyek JPO Dinilai Semrawut dan Tidak Transparan

Link, Banjarbaru – Pekerjaan Proyek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Suryanata, Kelurahan Kemuning, Kecamatan Banjarbaru Selatan, dikeluhkan oleh warga sekitar.  Pekerjaan terkesan semrawut hingga pelaksanaannya dinilai tidak transparan.

Pendi, salah satu warga mengatakan, sejak pembangunan dimulai hingga sekarang ini masyarakat sekitar tidak pernah mengetahui rincian pembangunan tersebut.

“Bagaimana mau tahu rinciannya, plang proyeknya saja tidak ada,” ungkapnya kepada Linkalinantan.com Sabtu 1 Oktober 2022.

Keluhan yang dilontarkan warga tidak hanya pada bagian itu saja. Tetapi juga pada pengaturan lalu lintasnya.

“Memang sejak pembangunan itu dimulai, cuma satu minggu saja dilakukan pengamanan lalu lintas. Itupun dilakukan oleh petugas dari Dishub Banjarbaru, setelah itu tidak ada lagi. Akibatnya macet sangat sering terjadi apalagi kalau hujan,” katanya.

Harusnya kata dia pihak pekerja proyek,  melakukan pengamanan lalu lintas setiap hari. Tetapi sejak pembangunan itu dilaksanakan tidak ada satupun dari mereka yang mengamankannya.

“Terpaksalah warga yang mengamankan daripada macet terus,” katanya.

Ironisnya lagi, sebut Pendi, pekerjaan proyek JPO dengan anggaran miliaran sangat minim pekerjanya.

“Dari penglihatan kami cuma ada 7 orang yang setiap hari bekerja di lokasi proyek,” jawabnya.

Baca juga  Wartono: Jaga Nama Baik Kota Banjarbaru

Yang mengherankan lagi bebernya, pada awal pembangunan JPO ini para pekerja sempat meminjam listrik kepada bagian warung.

“Sempat meminjam aliran listrik ke warga selama dua hari. Saat ini sih tidak ada lagi minjam. Karena tidak sedikit listrik yang digunakan mereka. Ini sangat aneh proyek seperti itu ko minjam, padahal alat yang digunakan pada pelaksanaannya tidak sedikit,” bebernya.

Selain masalah itu imbas dari pembangunan proyek ini juga berdampak pada pendapatan warung yang ada di sekitar.

“Pendapatan kami berkurang drastis hingga mencapai 50% saja,” ujarnya lebih jauh.

Dari masalah yang ada itu dirinya dan warga sekitar meminta kepada pemerintah daerah untuk menegur dan tidak hanya diam.

Apalagi sebutnya jika memang benar pembangunan tersebut menghabiskan dana miliaran rupiah, sangat tidak elok kalau pekerjannya dilakukan semerawut.

“Saya juga terkejut mendengar dana sebesar itu, tapi dalam pelaksanaannya terkesan tidak profesional,” tandasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya pembanguan JPO pernah dikritik juga oleh warga dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru. Bahkan salah satu anggota dari partai PKS Nurkhalis yang Anggota Komisi III terang-terangan menyebut pembangunan tersebut  Mubajir.(oetaya/BBAM)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

TERPOPULER