Senin, Maret 4, 2024

Puncak Perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili Kapan Ya..

Link, Semarang – Kementerian Agama akan menggelar perayaan nasional tahun baru Imlek 2575 Kongzili. Perayaan ini digelar Pusat Bimbingan dan Pendidikan (Pusbimdik) Khonghucu bekerja sama dengan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).

Kepala Pusbimdik Khonghucu, Susari, mengatakan, tahun baru Imlek merupakan salah satu Hari Raya Keagamaan Khonghucu yang sangat penting.

Rangkaian perayaan imlek tahun 2575 antara lain dilaksanakan kegiatan bakti sosial hari persaudaraan dengan melakukan pembagian bingkisan bagi anak berkebutuhan khusus, kurang mampu, dan yatim piatu di Kabupaten Bogor, pembagian kue keranjang bagi pegawai Kemenag di Jalan Thamrin, dan lomba jurnalistik dengan tema ‘Imlek dan Moderasi Beragama’.

“Puncak perayaan akan digelar pada 12 Februari 2024 di Balai Samudera, Jakarta,” terang Susari di Semarang, Selasa (6/2/2024).

Dikatakan Susari, perayaan nasional tahun baru Imlek dijadwalkan akan dihadiri oleh pejabat pemerintah, dan pimpinan nasional. Diundang juga para tokoh agama & masyarakat, rohaniwan, serta tokoh dan umat Khonghucu.

“Kami perkirakan perayaan nasional tahun baru Imlek 2575 Kongzili akan dihadiri sekitar 2.000 peserta,” sebutnya.

Baca Juga  Hidangan Khas Perayaan Imlek di Indonesia

Menurut Susari, tema perayaan tahun baru Imlek 2575 Kongzili yaitu: “Malu ketika tidak mengenal rasa malu, membuat orang tidak menanggung malu”.

“Tema ini bermaksud mengingatkan kita kembali akan pentingnya memiliki rasa malu. Malu berkata tidak jujur, malu melihat hal yang tidak pantas, malu mendengar hal yang tidak baik, malu mengambil sesuatu yang bukan miliknya dan malu untuk berbuat sesuatu yang tidak benar,” ujar Susari.

Kepala Pusbimdik berharap, perayaan Imlek 2575 Kongzili dapat meningkatkan kesadaran umat Khonghucu dan semua komponen bangsa Indonesia, bahwa semuanya merupakan bagian integral dari bangsa Indonesia.

Mereka wajib turut menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

“Dalam perayaan, kami juga mengajak dan mendoakan agar pemilu legislatif dan pemilu presiden dapat berlangsung aman, damai, lancar, langsung, bebas, rahasia, jujur, adil dan bermartabat,” tandasnya. (tri)

BERITA POPULER