Satu Tahun Kepemimpinan Banjarbaru, Aditya-Wartono Masih Banyak PR

Facebook
Twitter
LinkedIn
SUKURAN: Bersama Forkopinda, Walikota dan Wawalikota Banjarbaru memimpin sukuran satu tahun menjabat. (link)

Link, Banjarbaru – Jumat, 26 Februari 2021 lalu, pasangan HM Aditya Mufti Ariffin dan Wartono dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru untuk periode kepemimpinan 2021-2024.

Hari ini Jumat, 25 Februari 2022 keduanya memimpin sukuran satu tahun menjabat. Banyak program yang ditinggalkan pendahulunya dan yang baru dicanangkan di awal kepempinan belum terlaksana. Pun beruntung tidak sedikit pekerjaan-pekerjaan “warisan” dan penghargaan yang telah diraih. Salah satu warisan pendahulu yang sudah dilaksanakan adalah relokasi Pasar Bauntung Banjarbaru.

“Alhamdulillah, dalam satu tahun ini sudah banyak yang kami kerjakan, seperti relokasi pasar, perencanaan pedestarian, rancangan stadion, dan rancangan mitigasi banjir,” jelasnya usai kegiatan peringatan satu tahun kepemimpinan, Jumat (25/2/2022).

Selain itu juga, ada Gerakan Peduli Isolasi Mandiri (Garda Lima) Banjarbaru yang dimana untuk membantu warga yang terkena covid-19. Tentunya juga, dalam kepemimpinan Aditya-Wartono ini, capaian vaksinasi sangat diutamakan. Tidak hanya berbagai rencana yang telah dilakukan, Ia pun mengungkapkan ada 28 penghargaan yang diterima, selama tahun 2021.

Baca Juga  Banjarbaru PPKM Level 3, Pengunjung Q Mall Berkurang Drastis

“Selanjutnya di Tahun 2022, kami akan merealisasikan janji-janji politik, dan juga ada beberapa rancangan seperti home care, RT Mandiri, dan urban farming,” pungkasnya.

Selanjutnya, Ia mengungkapkan rasa syukur dengan ditetapkannya Banjarbaru sudah menjadi ibukota Kalimantan Selatan. Di era kepemimpinan Aditya-Wartono, Kota Banjarbaru yang menjadi Ibukota Kalimantan Selatan merupakan PR besar.

“Ini merupakan PR besar bagi kami, sehingga perlu menata dan membuat grand design untuk Banjarbaru ke depannya sebagai ibukota. Termasuk dampak dari perpindahan ibukota ini, maka pembangunan akan lebih pesat lagi tentunya kita perlu antisipasi sedini mungkin,” tutupnya. (Wahyu/BBAM)