Senin, Maret 4, 2024

Tarif Leding Naik, Pelanggan Canangkan Berhenti

Link, Banjarbaru – Bukan hanya mengeluh, warga Warga Komplek Villa Asri, Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka, Banjarbaru rencanakan untuk berhenti jadi pelanggan leding. Menyusul pengumuman kenaikan tarif leding beratuskali lipat dari perusahaan plat merat tersebut.

Kebijakan PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar menaikkan tarif air bersih (leding) dirasakan sejumlah pelanggannya sangat membebani. Apalagi beberapa saat sebelumnya pemerintah terlebih dahulu mengumumkan kenaikan harga BBM.

“Bayangkan saja kebaikannya hampir 300% kenaikannya, yang semula Rp,25.000 per 10 ribu liter air atau kubik, kini menjadi Rp,90000,” ungkap Tia, warga  Komplek Villa Asri, Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka, Banjarbaru.

Kenaikan tersebut sebut perempuan berjilbab ini, karena kenaikan tarif yang ada itu tidak tanggung-tanggung tingginya. Ironisnya lagi kata Tira meskipun air tidak digunakan, masyarakat tetap wajib membayarnya.

“Inikan jelas sangat menyulitkan warga,” bebernya.

Jika tarif leding ini tetap dinaikkan lanjutnya, dirinya kemungkinan akan berhenti untuk berlangganan dulu.

“Ya bagaiman mau tidak berhenti, ekonomi saat ini sangat sulit. Pasca Covid-19 semua harga mengalami kenaikan. Beban ekonomi bertambah lagi dengan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi,” sebutnya.

Baca Juga  Korban Kebakaran Terima Bantuan Dari Wali Kota

Yang cukup mengherankan juga, tambah Tira, pada saat kenaikan pihak perusahaan tidak ada memberitahukannya kala itu.

“Tiba-tiba saja pas mau bayar, tagihan membeludak, dipakai tidak dipakai tetap bayarnya,” tambahnya.

Selain Tia, Trisna warga lainnya menambahkan, kenaikan yang dilakukan mereka juga tidak berbanding lurus dengan pelayanan yang diberikan.

“Di tempat kami ini air sering mengalami mati apalagi siang, nah seharusnya kan pelayanan dulu dibenahi,” jelasnya.

Akibat permasalahan itu, dirinya meminta kepada pemerintah maupun anggota DPRD khususnya daerah Banjarbaru agar bisa membuat kebijakan yang tidak menyulitkan masyarakat.

“Apalagi dimasa saat ini, masyarakat masih dalam memulihkan ekonomi,” tandasnya.

Kritikan untuk PTAM itu juga banyak dilayangkan warga diakun resmi Sosial Media Instagram @ptamintanbanjar, milik perusahaan tersebut .

Misalnya seperti akun @novitasulis17 kenapa bebanya larang banar min gajih wn penghasilan kd naik, banyu bensin naikan, ini lws2 menceki rakyat.

Kemudian ada juga yang meminta tata cara berhenti berlangganan seperti yang di utarakan @afifsholihm, Mohon informasi bagaimana cara berhenti berlangganan PDAM.(oetaya/BBAM)

BERITA POPULER