Link, Martapura – Tanggul sistem manajemen air atau Water Management System (WMS) diduga sebabkan lahan pertanian dan permukiman warga terendam banjir. PT Palmina Utama pastikan WMS sudah termuat dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Sebab, setelah tanggul dalam WMS dilakukan uji coba oleh PT Palmina Utama sejak 2023 lalu, lahan pertanian dan permukiman warga di sembilan desa, Kecamatan Cintapuri Darussalam terendam banjir lebih parah selain faktor alam. Sehingga permasalahan tersebut diadukan para Kepala Desa (Kades) ke DPRD Kabupaten Banjar pada 22 Januari kemarin. Tak terkecuali terkait AMDAL-nya.
Usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea di kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjar, Jumat (23/1/2026). Wakil Direktur PT Palmina Utama, Rahmad Ade Hidayatullah memastikan teknologi WMS milik PT Palmina Utama sudah termuat dalam dokumen AMDAL.
“Karena untuk keberhasilan perkebunan sawit di lahan rawa membutuhkan WMS, Itu sangat penting. Sedangkan sungai yang kita gunakan itu ada tiga, yakni dua sungai di Kabupaten Batola dan satu Sungai Alalak Kabupaten Banjar, jadi sudah termuat dalam dokumen AMDAL,” ujarnya.
Mengantongi AMDAL pertama pada 2009 di Kabupaten Banjar, Rahmad Ade membenarkan AMDAL milik PT Palmina Utama pada 2016 dilakukan Addendum, sebab ada perubahan tata batas dua kabupaten pada 2014, yakni antara Kabupaten Banjar dan Batola.
“Mengenai AMDAL dilakukan audit ulang, tentunya kita menunggu hasil kajian dari tim yang akan melakukannya,” katanya.
Rahmad Ade juga menjelaskan, PT Palmina Utama siap terlibat dalam upaya normalisasi Sungai Alalak di Kecamatan Cintapuri Darussalam agar aliran air sungai lebih cepat turun.
“Untuk solusi jangka menengah mungkin beberapa jalur sungai akan dilakukan normalisasi atau melakukan pembuatan tanggul. Karena itu, nanti dinas teknis yang akan mengkaji lagi apakah sebenarnya perlu dilakukan normalisasi agar aliran air sungai di desa cepat turun atau seperti apa nantinya,” ucapnya.
Upaya tersebut, lanjutnya lebih jauh, tentunya perlu koordinasi dan duduk bersama dengan pihak terkait, khususnya mengenai rencana kegiatan normalisasi sungai dan hal lainnya.
“Kita komitmen dan siap berkolaborasi, baik secara perencanaan tak terkecuali anggaran, tentunya tidak semuanya bisa dibebankan ke kita. Bicara kegunaan sungai tentu banyak pihak yang berkepentingan dan terlibat. Terpenting kita siap mendorong agar solusi ini bisa cepat ada guna mengatasi banjir,” tutupnya.(zainuddin)

