Jumat, Agustus 29, 2025
BerandaLinkLifeStyleWagub Serahkan Anugerah Kebudayaan Kalsel 2025 kepada 20 Seniman

Wagub Serahkan Anugerah Kebudayaan Kalsel 2025 kepada 20 Seniman

Link, Banjarmasin – Sebanyak 40 seniman/pelaku budaya menerima penghargaan Anugerah Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025. Penghargaan diserahkan oleh  Wagub Hasnuryadi Sulaiman, di Area Tugu 0 Km Banjarmasin Rabu 27 Agustus 2025 malam

“Dalam kesempatan ini, saya ucapkan selamat kepada penerima Anugerah Kebudayaan 2025. Ini merupakan sebuah apresiasi atas kerja-kerja para seniman maupun budayawan yang mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan selama ini,” ujar Hasnuryadi Sulaiman.

Lebih jauh Hasnuryadi menyampaikan, penghargaan yang diberikan atas jasa dan kontribusi terhadap karya yang diciptakan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Banjar selama ini. Sehingga, pihaknya mengucapkan terima kasih atas dedikasi yang diberikan terhadap kemajuan Banua.

Dengan begitu, Wagub Hasnuryadi menyatakan rasa hormat yang sebesar-besarnya karena telah berdedikasi dalam pelestarian budaya. Sebab itu, menurutnya peran seniman atau budayawan dalam aspek koordinasi kebijakan, festival budaya hingga promosi kebudayaan dan sebagainya.

BACA JUGA :  Gubernur Kalsel Apresiasi CAF Kalimantan Selatan

“Sebagai bentuk kecintaan terhadap Provinsi Kalimantan Selatan. Pada malam ini juga dilaksanakan pagelaran Kuda Gipang, sehingga kembali mendorong untuk melestarikannya agar nantinya diakui oleh ICH UNESCO. Pergelaran Tari Kuda Gipang saat ini sebagai wujud bukti warisan budaya tak benda (WBtB) yang ditunjukkan,” pungkasnya.

Sementara itu dari sekian banyak yang menerima penghargaan tampak Misbach Thamrin, Farid, Maria Roeslie, Norhalis Majid, Iberamsyah Barbary, Sainul Hermawan, Muhammad Marwan, H. Kusairi, Hardiansyah, Rezqie M. A. Atmanegara, Hadani, Abdul Karim, Andi Jamaluddin dan sebagainya.

Kegiatan ini bertujuan dalam mengapresiasi pelestari budaya lokal, mempromosikan Kuda Gipang sebagai warisan budaya dunia hingga membangun kesadaran publik dan edukasi budaya, serta mendorong kolaborasi lintas lembaga atau komunitas budaya. Adapun, pagelaran Kuda Gipang didorong agar simbol identitas budaya Banua dapat pengakuan sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) oleh UNESCO. (tri)

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER