Abah Iyan Prihatin RTH Masjid Agung Gelap

Facebook
Twitter
LinkedIn
abah iyan

Link, Banjarbaru – Politisi senior Partai Golkar Iriansyah Ghani atau yang akrab disapa Abah Iyan, mengaku sangat prihatin mendengar khabar maraknya aktivitas asusila di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masjid Agung.

“Itukan kawasan yang harus benar-benar dijaga dengan baik. Sangat memalukan kalau di kawasan yang berada di lingkungan masjid dikhabarkan marak dengan kegiatan asusila akibat fasilitas penerangan di sana tidak maksimal,” ujar Abah Iyan yang juga anggota DPRD Kota Banjarbaru ini kepada Linkalimantan.com, Sabtu, 4 Juni 2022.

Politisi penyuka aktivitas pertanian ini pun menunjuk selain akibat minimnya penerangan, perhatian Satpol-PP Kota Banjarbaru juga dirasa sangat minim.

“Dulu saat Kasatpol-PP Banjarbaru dipimpin Marhain, saya kerap mendapat laporan jika mereka seringkali melakukan razia ke kawasan Jalan Trikora, termasuk menyisir fasilitas umum untuk menertibkan kegiatan asusisa,” ujarnya.

Namun selama dipimpin Kasatpol-PP yang baru ini tudingnya, dirinya sangat jarang mendengar ada aktivitas razia di sana. Kalau pun terdengar itu pun dilakukan bersama-sama instansi lain.

“Jadi tolong jaga kesucian kawasan ibadah ya,” ujarnya tegas.

Seperti diberitakan, gelapnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masjid Agung Banjarbaru di malam hari belakangan tersiar khabar telah disalahgunakan. Kegiatan asusila acapkali kedapatan dilakukan di taman gelap dan sepi tersebut.

Baca Juga  Hari Ini Pembukaan Piala Dunia 2022

“Orang berdua-duaan sering terlihat di banguku-bangku taman. Biasanya setelah waktu Shalat Isya ada saja yang duduk gelap-gelapan di taman. Terkada ada juga rombongan remaja mabuk-mabukan di sana,” ungkap warga kepada Linkalimantan.com, Jumat 3 Juni 2022.

Ironis, karena saat hal itu dikonfirmasi kepada salah seorang security Masjid Agung di Jalan Trikora membenarkan informasi tersebut.

“Saya juga kerap mendapati pemandangan laki-laki dan perempuan duduk di bangku-bangku taman pada larut malam. Ya kalau pas jagaan saya mereka langsung saya tegur dan saya usir,” ujar Rochman, security yang kebetulan jaga siang hari.

Menurut dia, aktivitas asusila yang kerap terlihat di taman karena didukung minimnya pencahayaan. Padahal taman yang dibangun Dinas PUPR Kota Banjarbaru tersebut dilengkapi dengan instalasi listrik mumpuni.

“Dari puluhan tiang lampu yang ada hanya beberapa saja yang nyala. Masih banyak gelapnya daripada terangnya,” ujarnya.(spy)