Senin, Maret 4, 2024

Apa Saja Langkah Pemprov Kalsel Tanggulangi Inflasi

Link, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengambil langkah-langkah penanggulangan inflasi di daerah. Lalu apa yang akan dilakukan?

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pusat menyebutkan, inflasi di Kabupaten Kotabaru masih tinggi untuk tingkat kabupaten/kota secara nasional. Data itu diungkapkan Senin (09/01/2023) dalam Rangka pengendalian Inflasi Tahun 2023, merilis data, inflasi di Kabupaten Kotabaru Kalsel sebesar 8,65 persen.

Rakor diikuti Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kalsel, Syaiful Azhari dan Kepala Bagian Kebijakan Perekonomian Biro Ekonomi Setdaprov Kalsel, Agus Salim di Command Center Kantor Setdaprov di Banjarbaru.

Agus Salim mengatakan, walaupun kenaikan harga disebabkan kebijakan pemerintah seperti kenaikan BBM. Namun Pemprov tetap melakukan langkah-langkah pengendalian.

Apa saja? Antara lain melakukan operasi pasar, terutama untuk menekan harga beras yang melambung belakangan, dan menurunkan harga komoditas lainnya.

“Bulan ini, kita akan upayakan operasi pasar lagi, khususnya beras bersubsidi di Kotabaru,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Pusat Margo Yuwono dalam paparannya menyebutkan, pada Desember 2022, menunjukkan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 5,51% (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi IHK 2021 sebesar 1,87% (yoy) dan lebih tinggi dari sasaran 3,0+1%. Terutama dipengaruhi oleh dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada September 2022.

Baca Juga  Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan Gambut di Mahang Baru

Dikatakan, berbagai perkembangan bulanan menunjukkan inflasi pascakenaikan harga BBM kembali terkendali. Itu tercermin pada ekspektasi inflasi dan tekanan inflasi yang terus menurun dan lebih rendah dari prakiraan awal.

Perkembangan inflasi IHK yang terkendali, tidak terlepas dari pengaruh positif dari sinergi kebijakan yang makin erat antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia. Serta berbagai mitra strategis dalam menurunkan laju inflasi, termasuk mengendalikan dampak lanjutan penyesuaian harga BBM.

Apa penyebab inflasi IHK pada Desember 2022?  Antara lain dipengaruhi oleh pola musimannya di akhir tahun. Inflasi inti tercatat sebesar 0,22% (mtm), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,15% (mtm). Terutama disumbang oleh komoditas kontrak rumah.

Kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 2,24% (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi 0,22% (mtm), sejalan dengan pola musiman akhir tahun.

Kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar 0,73% (mtm), meningkat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,14% (mtm) seiring dengan kenaikan tarif perusahaan air minum, dan seiring dengan pola musiman peningkatan permintaan angkutan udara pada Natal dan Tahun Baru, serta inflasi rokok kretek filter.(why)

BERITA POPULER