Minggu, April 6, 2025
BerandaLinkTeknoBMKG Catat Sukabumi dan Sumbawa Dilanda Gempa

BMKG Catat Sukabumi dan Sumbawa Dilanda Gempa

Link, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi mengguncang Kota Sukabumi dan Sumbawa, Rabu (25/12/2024)

Gempa bumi berkekuatan 3,5 magnitudo mengguncang Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (25/12/2024). pada pukul 15:40 WITA.  Sementara gempa mengguncang Kabupaten Sumbawa, NTB berkekuatan 3,7 pada Rabu (25/12/2024) pukul 18:22 WIB.

Berdasarkan informasi dari akun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa Sukabumi terjadi pada koordinat 8.01 lintang selatan. Atau 106.97 bujur timur.

BMKG juga mencatat tiga kali aktivitas gempa yang mengguncang wilayah Sukabumi tersebut. BMKG mencatat getaran gempa pertama terjadi pada pukul 05.39 WIB dengan magnitudo 3,9 di kedalaman 10 km, berlokasi 280 km tenggara Sukabumi.

Gempa kedua, berkekuatan 2,9 magnitudo, terdeteksi pukul 09.22 WIB di kedalaman 16 kilometer. Sementara itu, gempa ketiga dengan magnitudo 3,7 tercatat pada pukul 15.40 WIB, berlokasi 122 km tenggara Sukabumi, hanya beberapa kilometer dari lokasi longsor.

Diketahui gempa Sukabumi memicu Longsor terjadi di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Material tanah dan pepohonan yang berasal dari tebing setinggi 45 meter menutup seluruh badan jalan, membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tak dapat melintas.

BACA JUGA :  Gempa M4,0 Guncang Berau Kalimantan Timur

Sementara itu, fenomena alam gempa bumi juga terjadi di NTB. Gempa bumi berkekuatan 3,7 magnitudo mengguncang Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, Rabu (25/12/2024). Gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 18:22 WIB.

Berdasarkan informasi dari akun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lokasi gempa pada koordinat 9.38 lintang selatan. Atau 116.99 bujur timur.

“Pusat gempa berada di 71 kilometer tenggara Sumbawa Barat. Ini dengan kedalaman 111 kilometer,” tulis keterangan BMKG.

BMKG dalam keterangannya juga menyebut informasi ini mengutamakan kecepatan. Sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

“Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut. Terkait dampak gempa yang terjadi,” tulisnya menambahkan. (spy)

BERITA TERKAIT
spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA POPULER