Didemo, Ketua DPRD Banjarbaru Nyatakan Tolak Kenaikan BBM

Facebook
Twitter
LinkedIn
ketua dprd duduk bersama mahasiswa

Link, Banjarbaru – Ketua DPRD akhirnya ikut duduk bersama dengan para demonstran, dan mendengarkan tuntutan-tuntutan dari para mahasiswa. Salah satu tuntutan mahasiswa adalah, untuk DPRD menolak adanya kenaikan BBM.

 

Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Banjarbaru bisa bertemu dengan Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Fadliansyah Akbar.

 

Bukan hanya bertemu, politisi Partai Gerindra Kota Banjarbaru itu juga memenuhi tuntutan mahasiswa untuk menggelar konferensi pers.

 

“Saya menolak atas naiknya harga BBM, atas nama wakil rakyat,” ungkap Fadliansyah, dalam konferensi pers..

 

Dalam konferensi pers, Fadli mengungkapkan akan melakukan pengawasan dampak dari kenaikan BBM. Ia pun, akan segera menyampaikan kepada pusat mengenai tuntutan para demonstran.

 

“Kami akan segera menyampaikan, apa saja tuntuntan para mahasiswa tadi. Tentunya melakukan koordinasi antara DPRD Provinsi dan pusat,” jelasnya.

 

Sementara itu, Cahyono Onyvarani Ketua Ketua HMI menyampaikan bahwa aksi demonstrasi hari ini. Adalah bentuk penolakan terhadap kenaikan BBM, dan berharap DPRD Kota Banjarbaru dapat menyampaikan tuntutan mereka.

Baca Juga  Gubernur: Teladan Pahlawan Bangsa, Semangat Kita!

 

“Ada enam tuntutan yang kami sampai kepada DPRD Kota Banjarbaru, mengenai kenaikan harga BBM,” ungkapnya.

 

Tuntutan kami adalah, mengembalikan dan menormalkan kembali harga BBM. Selanjutnya, DPRD dituntut untuk membuat aturan mengenai subsidi BBM agar tepat sasaran. Yang ketiga menindak penyalahgunaan BBM secara tegas, dan transparan.

 

“Tuntutan selanjutnya adalah, DPRD kota Banjarbaru menyampaikan aspirasi dan tuntutan kepada DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, agar disampaikan ke DPR RI,” tambahnya.

 

Dalam tuntutan tersebut, disampaikan bahwa dalam waktu 1×24 jam, DPRD Kota Banjarbaru harus melakukan konferensi pers mengenai penolakan kenaikan harga BBM. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, aksi serupa akan kembali digelar dengan masa yang lebih banyak.

 

“Kami akan melakukan aksi kembali di sini, dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi,” tegasnya.(wahyu/BBAM)