Jumat, Februari 23, 2024

Dirum PTAM Siap Menindaklanjuti Keluhan Pelanggan

Link, Martapura – Mendapat kritikan hingga keluhan masyarakat, terkait kenaikan tarif leding, PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar siap menindaklanjutinya.

Pemberlakuan tarif baru air leding menuai keluhan masyarakat. PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar sudah beberkan semua alasannya kepada Komisi II DPRD Kabupaten Banjar digelaran Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada, Selasa (13/9/2022). Namun begitu melalui Direktur Umum (Dirum) perusahaan milik Pemprov Kalsel, Pemkab Banjar dan Pemko Banjarbaru tersebut siap menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Pernyataan tersebut langsung diungkapkan Direktur Utama (Dirut) PT Air Minum Intan Banjar Syaiful Anwar melalui H Abdullah Saraji selakuDirum, usai menghadiri gelaran RDP bersama Komisi II DPRD dan pihak Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Banjarbakula dan Drupadi Tirta Intan.

“Kami sudah sampaikan bagaimana kondisi terkini PTAM Intan Banjar, khususnya dalam hal penyesuaian tarif baru leding PTAM yang tentunya sudah melalui kajian dan tetap mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21/2022,” ujar Abdullah Saraji kepada sejumlah awak media.

Kendati, penyesuaian tarif baru leding PTAM Intan Banjar sudah melalui berbagai kajian dan tetap mengacu pada Permendagri. Namun, karena penetapan tari baru menuai keluhan masyarakat sebagai pelanggan. PTAM Intan Banjar memastikan segera menggelar rapat bersama Komisaris PTAM Intan Banjar untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

Baca Juga  Tarif Leding Naik, Tagihan di Masjid Al Kharomah Rp15 Jt

“Karena penyesuaian tarif baru leding PTAM Intan Banjar menuai keluhan masyarakat, dan meminta kebijakan. Kami selaku operator tentunya siap menindaklanjuti permasalahan ini, dan menindaklanjuti apa yang nanti menjadi keputusan pemegang saham,” ucapnya.

Perlu diketahui sebelumnya, pasca penyesuaian tarif baru leding PTAM Intan Banjar menuai keluhan sejumlah pelanggan. PTAM Intan Banjar pun telah menjelaskan penyebab kenaikan tarif leding PTAM Intan Banjar digelaran konferensi pers pada 6 September 2022 lalu.

Dimana salah satu faktor utamanya, yakni tingginya biaya operasional, termasuk biaya operasional yang harus dibayarkan PTAM Intan Banjar kepada pihak SPAM Regional Banjarbakula dan Drupadi Tirta Intan yang mencapai sebesar Rp3,2 Miliar per bulan. Ditambah Dirum, dalam kurun 10 tahun ini, PTAM Intan Banjar belum sekali pun melakukan penyesuaian tarif.(zainuddin/BBAM)

BERITA POPULER