Duhhh….Proyek Rekonstruksi Jembatan Mekarsari kok Sudah Retak

Facebook
Twitter
LinkedIn

Link, Martapura – Sepertinya pembangunan jembatan yang berada jauh dari pantauan tidak begitu diperhatikan. Paling tidak, selain pembangunan jembatan Desa Handil Baru Kecamatan Aluh Aluh yang pekerjaannya dipertanyakan warga, ada lagi proyek pembangunan jembatan yang kondisinya lebih parah. Proyek tersebut adalah proyek rekonstruksi Jembatan Mekar Sari di Desa Mekarsari.

Uji (55) warga setempat yang mengaku selalu melewati Jembatan Mekarsari, mengungkapkan pengerjaan jembatan tersebut sudah lama terhenti, sekitar akhir tahun 2021 lalu.

” Sesuai jadwal kalender, harusnya pengerjaan jembatan sudah rampung sekitar awal tahun 2022 tadi,” kata Uji, kepada awak media saat berkunjung ke Jembatan Mekarsari, Kamis (26/5/2022).

Untuk diketahui, pembangunan jembatan tersebut dari papan proyek diketahui dibiayai melalui APBD Kabupaten Banjar tahun 2021 dengan nilai Rp 1,8 miliar lebih. Tertulis juga CV Risna sebagai kontraktor pelaksananya.

Dibagian lain disebutkannya, jembatan tersebut merupakan akses sentral yang menghubungkan sejumlah desa disekitarnya. Diantaranya akses ke Desa Tatah Layap, Desa Taibah dan Bangkal Kecamatatan Tatah Makmur.

” Dalam beraktivitas sehari hari, jembatan menjadi sangat penting. Baik hendak ke pasar maupun ke tempat ibadah,” jelasnya.

Senada dengan itu, Imul, warga Desa Mekarsari ini mengeluhkan jembatan darurat yang dibuatkan pihak kontraktor.

Baca Juga  Jalan Penghubung di Kecamatan CLU Tapin, Rusak Parah

Jembatan darurat yang terbuat dari batangan kayu dan galam Kondisinya juga sudah reyot, sehingga warga perlu hati hati saat melintas diatasnya.

” Kalau air pasang naik, jembatan darurat ikut terendam. Sudah 2 kali warga yang terjatuh,” kata Imul.

Lebih jauh Imul mengungkapkan, kondisi jembatan yang tidak jelas apakah selesai atau tidak tersebut sebagian pondasinya mulai retak. Ironisnya lagi kondisi tersebut berdampak pada bangunan mushola yang ada di samping proyek tersebut.

“Dinding mushola juga ikut retak,” ujarnya.

Sementara itu dari pantauan Linkalimantan.com, proyek rekonstruksi Jembatan Desa Mekar Sari tersebut tampak tidak ada lagi aktivitas pekerjaan. Pun demikian ada pemandangan aneh karena di bagian utama kontruksi tampak satu unit alat berat.

Beberapa titik bagian yang sepertinya oprit jembatan juga hanya terlihat bangunan siring dari batualam. Sementara pada bagian tengah siring tersebut terlihat tidak dipenuhi material sebagaimana yang biasa terlihat pada bangunan oprit jembatan.

Lebih parah lagi, pada siring batu tersebut sudah terlihat retakan cukup besar. Ada dua retakan besar dan beberapa retakan kecil. (spy)