Jumat, Agustus 29, 2025
BerandaHeadlineHati-Hati Kebencian Membutakan Pandangan

Hati-Hati Kebencian Membutakan Pandangan

Manusia diciptakan sebagai mahluk sosial, dimana setiap saat hukum sosial menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Namun terkadang hukum sosial sangat kejam. Cibiran, kebencian hingga pandangan hina dari sesama manusia kerap menjadi fenomena yang umum terjadi.  Nyaris tidak ada lagi catatan kebaikan yang dipandang, semua seakan sirna karena kebencian.

Safariyansyah, Budayawan Spiritualis

Mencari yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

Pada edisi minggu lalu, nukilan Ngaji Dialog di Beranda Lestari kediaman Sang Birokrat Spiritualis DR Mada Teruna menyajikan kebutaan sejati itu adalah buta hati. Mungkin memiliki mata yang sehat, tetapi jika hatinya gelap, dia tidak akan mampu melihat kebenaran dan hanya menyuburkan sikap mudah membenci. Nah, nukilan ngaji dialog kali ini memaparkan sejauh mana berbahayanya kebencian jika tidak sesegera diobati.

Ketika kau tidak menyukai seseorang, apapun yang dia lakukan akan terlihat salah di matamu bahkan kalau dia melakukan kebaikan kau pun berusaha mencari celah untuk menjelek-jelekkan dan kau akan berkata:

“Ah pasti ada maksud lain atau itu cara pencitraan! Sebaliknya kalau kau sedang menyukai seseorang bahkan kesalahan paling bodoh pun akan kau bela (mati-matian) dan kau akan berkata:  “Ah dia tidak sengaja! atau dia pasti punya alasan atau orang lain saja lebih parah dsb. Begitulah cara kebanyakan manusia bekerja.

BACA JUGA :  Polusi Budaya Melukai Keluhuran Budi Pekerti

Kita tidak benar-benar melihat orang lain, kita hanya melihat pantulan dari apa yang ada di hati kita. Maka kalau kau ingin tahu apakah hati mu penuh kebencian atau tidak, lihatlah (cermatilah) bagaimana kau bereaksi terhadap seseorang yang tidak kau sukai (apakah kau bisa melihat kebaikannya atau mata mu benar-benar tertutup untuk mengakuinya).

Kalau kau membenci seseorang kau akan selalu menemukan alasan untuk tidak menyukainya, tidak peduli seberapa banyak kebaikan yang sudah dilakukannya, dan kalau kau menyukai seseorang kau akan selalu menentukan alasan untuk memaafkannya, tidak peduli seberapa buruk dia. Jadi, apakah kau yakın kalau penilaian mu obyektif.

Jika hati bersih, seseorang akan melihat dengan keadılan dan kasih sayang. Jika hati diliputi kebencian, pandangannya akan condong pada kesalahan dan keburukan. Jadi pandangan seseorang berakar dari kondisi hatinya.

AFWAN
WASSALM
 

BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER