Haul KH Zainal Ilmi Selalu Dipadati Jamaah

Facebook
Twitter
LinkedIn
Haul KH Zainal Ilmi selalu dipadati jamaah dari berbagai kalangan

Link, Dalam Pagar – Haul KH Zainal Ilmi atau biasa dikenal Angah Ilmi merupakan salah satu ritual tahunan yang selalu dipadati jamaah dari berbagai kalangan. Begitulah pemandangan yang tersaja setiap acara haul yang digelar di langgar Hidayah, Desa Dalam Pagar Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar.

Seperti halnya pada ritual haul Angah Ilmi ke 66 pada Minggu (19/06/2022) pagi. Jamaah yang terdiri dari masyarakat umum, santri, alim ulama, tokoh masyarakat, para habaib hingga pejabat daerah berbaur di dalam langgar Hidayah. Sebagian lagi mengisi rumah-rumah warga yang ada di sekitar langgar.

Acaranya pun dari tahun-ke tahun tidak berubah. Haul diawali lantunkan syair maulid yang kali ini dibawakan grup maulid dibawah pimpinan KH Munawar Kampung Melayu. Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan managib KH Zainal Ilmi oleh H Muhammad Zein.

Dalam manaqib disebutkan,  KH Zainal Ilmi bin KH Abdussomad Al Banjari yang punya keteladanan dan kesolehan. Beliau dilahirkan kala subuh malam Sabtu 7 Rabiul Awal 1304 hijriah, ayahnya bernama H Abdussomad bin Said Wali dari ibu bernama Qomariah binti Khadijah.

“Tuan guru Zainal Ilmi sejak kecil hingga dewasa banyak mendapatkan bimbingan ilmu agama dari guru dan keluarga beliau, yang sangat kental dengan ilmu agama, sehingga sejak kecil sudah tertanam Tauhid, Fiqih dan Akhlak dari diri beliau” jelas Muhammad Zein.

Baca Juga  PNS Berpoligami Terancam Turun Jabatan Hingga Pemecatan

Akhlaqul Karimah, sopan santun dalam bergaul sejak kecil, sudah ada tanda bahwasanya kelak beliau akan menjadi seorang ulama. Sejak kecil sudah pandai memelihara waktu dengan menyibukkan diri menuntut ilmu dan ibadah serta menjauhi dari perbuatan sia-sia.

Diantara guru-gurunya, awal beliau belajar fiqih dan hadist dengan ayah beliau sendiri selama kurang lebih enam tahun, kemudian belajar ilmu Munadaroh kepada H Muhammad Amin bin Qodir H Mahmud Al Banjari, dan kepada H Muhammad Ali bin Syeik Abdullah Al Banjari. Selain itu guru beliau lainnya adalah Syeikh Abudurrahman Muda, Syeikh  H Ismail bin Ibrahim Al Banjari, H Abbas Bin Mufti Abdul Jalil, H Abdullah bin H Muhammad Soleh Al Banjari.

KH Zainal Ilmi meninggal dunia karena sakit saat setelah berdakwah di Karang Intan, beliau wafat pada 13 Dzulqaidah 1375 Hijiriah atau pada 21 Juni 1956 dan dimakamkan di Desa Kelampayan bersebelahan dengan ayahnda beliau KH Abdussomad bin Said Wali berdekatan dengan makam datu beliau Syeikh Muhammad Arsyad Al Banjari.

Tampak hadir dalam ritual tersebut, Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al – Habsyie hadiri,  KH Hasanuddin bin Badruddin, para habaib dan alim ulama, Camat MartapuraTimur dan unsur Forkopincam, Kepala DKISP Banjar  HM Aidil Basith.(spy)