KAMPH Kalsel Minta Gubernur Copot Kadisdik

Facebook
Twitter
LinkedIn
kamph demo di depan pemprov kalsel

Link, Banjarbaru – Kelompok Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (KAMPH) Kalimantan Selatan, meminta gubernur Kalimantan Selatan untuk segera mencopot Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan.

KAMPH Kalsel, Senin 25 Juli 2022 menggelar aksi unjuk rasa di Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru.  para aktivis LSM tersebut diterima staf ahli Kemasyarakatan dan SDM  H Husnul Khatimah.

Organisasi gabungan dari beberapa LSM ini meminta gubernur Kalimantan Selatan untuk segera mencopot Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pak Gubernur kami minta copot Kadisdik Kalsel. Karena kami melihat adanya dugaan pelanggaran dalam pengangkatan Kepala Sekolah SMA SMK dan SLB. Akibatnya dunia pendidikan tidak kondisif dan gaduh,” ujar koordinator aksi, Aliansyah.

Dikatakannya, seorang Kadisdik harusnya bisa dijadikan panutan dan ditiru. Utamanya bisa memberikan contoh yang baik dan motivasi kepada para guru dan kepala Sekolah.

“Tetapi yang terjadi, justru berulang-ulang dia membuat gaduh dunia pendidikan di Kalimantan Selatan. Terbaru Pak Kadisdik membuat pernyataan kepala sekolah ber Istri 2 itukan tidak mendidik,” katanya.

Baca Juga  Gubernur Serahkan Sapi Kurban Jenis Limosin

Lebih jauh Ali menuding, Kadisdik Kalimantan Selatan yang sekarang ini tidak lulus administrasi namun tetap dipaksanakan menjadi kepala dinas.

Senada dengan Ali, Gazali Rahman dari LSM Gema Pradaka Kalsel mengatakan pihaknya yang tergabung dalam KAMPH  Kalsel telah membacara informasi-informasi terkait kontroversial Kadisdik Kalsel.

“Diantaranya tertulis di media Gatra.com 15 Juli 2022, Media ini memasang judul ‘Kadisdikbud Doakan Kepsek Poligami, LSM Desak Gubernur Sahbirin Copot Madun’. Ada lagi di  KBK.News dengan judul ‘KASN Temukan Pengangkatan Kepsek SMA Dan SMK DI Kalsel Banyak Kejanggalan’” paparnya.

Dengan tudingan-tudingan tersebut pinta Gazali, Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor memberikan sangsi tegas kepada yang bersangkutan.

“Kalau perlu copot saja Muhammadun yang menjabat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, mendapati banyak permintaan kalangan LSM, Husnul Khatimah berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada Gubernur Kalsel,

“Yang pasti kami akan tampung apa yang menjadi pemersalahannya dan akan kami tindak Lanjuti,” katanya. (spy)