Senin, Maret 4, 2024

Kanibalisme Suara Itu Kian Nampak

Bismillahirrahmannirahim…
Puncak Pemilu 2024 kian dekat. Aroma persaingan pun kian kental terasa. Bukan hanya persaingan antar partai politik saja tersaji, persaingan per individu pun mengemuka. Semua itu tujuannya semata hanya ingin meraup suara sebanyak-banyaknya. Baik bagi partai muapun untuk per-invidu.

Safariyansyah, Budayawan Spiritual
Catatan di Beranda Kota Martapura

Puncak Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024 kian dekat. Waktu bagi para penggiatnya, baik partai politik maupun politikus plus tim sukses kian sempit. Strategi pun seakan berulang. Dengan dalih di dunia politik tak ada lawan maupun kawan, yang ada hanya kepentingan praktik-praktik kotor pun dilakukan. Kanibalisme suara salah satunya.

Seolah berulang, strategi-strategi untuk meriah suara konstituen dilakukan. Janji-janji manis, bagi-bagi sembako, bagi-bagi uang hingga bersaing dalam menebar media promosi secara sembarangan terjadi. Menjadi sangat konyol karena di lapangan persaingan itu tak sekadar persaingan antar parpol saja, persaingan sesama politikus satu parpol pun begitu terasa.

Kanibalisme suara, begitu saya mengistilahkannya. Betapa lucunya jika Anda menyaksikan perang alat peraga kampanye yang terjadi di lapangan saat ini. Tak jarang dalam satu titik lokasi terdapat beberapa APK bermaterikan wajah calon legislative berbeda dari satu parpol.

Begitu juga yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Ada saja individu-individu yang melihat momen ini sebagai aji mumpung untuk meraup keuntungan pribadi. Bermodal status sosial di kelompok masyarakat si individu tadi membangun konspirasi kepada para politikus maupun timses parpol untuk meraup materi sebanyak-banyaknya. Lagi-lagi para konstituen menjadi korban. Ingat mereka bukan botol yang bisa diperlakukan sembarangan.

Baca Juga  Sila Pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”

Begitulah realitanya di lapangan. Ujaran-ujaran kebenaran dari kalangan ulama tak lagi jadi dasar untuk berbuat baik dalam menyikapi pesta lima tahunan ini. Mereka lupa jika pada 14 Februari 2024 nanti di dalam bilik suara hanya ada individu, paku, surat suara dan Sang Pemilik Hati.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Al-Anfal Ayat 63
Dia (Allah) mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Seandainya engkau (Nabi Muhammad) menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya engkau tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

“Ujung kehidupan adalah kematian. Sadarilah setiap keluar masuk nafas itu adalah jalan menuju ke kematian”. Kalau kita yakin dengan kalimat bijak ini maka tidak ada jalan untuk menyia-nyiakan masa sebelum sampai ajal menjemput.

AFWAM
WASSALAM

BERITA POPULER