LTN NU Rilis Puisi Rindu Untuk Abah Guru

Facebook
Twitter
LinkedIn
rilis buku puisi rindu abah guru

Link, Martapura,- Bertepatan dengan kegiatan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU II Kabupaten Banjar tahun 2022, Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kabupaten Banjar bekerjasama dengan komunitas Noektah, merilis buku “Puisi Rindu Untuk Abah Guru”, Sabtu (25/6/2022) pagi.

Dijelaskan oleh salah satu penulis Rohmiah, bahwa buku ini merupakan karya 100 penulis dari lomba penulisan artikel dan literasi yang dilaksanakan LTN NU Banjar.

Rohimah salah satu penulis puisi” Iya , buku ini merupakan ekspresi kerinduan dan kecintaan penulis terhadap abah Guru Sekumpul. Apalagi haul Abah guru masih belum bisa dilaksanakan beberapa tahun belakangan,” ungkapnya.

Rohmiah menambahkan, penulisan dan pelatihan seperti ini merupakan upaya LTN NU untuk menciptakan para penulis handal terutama dari kalangan santriwan santriwati pondok pesantren.

” Harapannya agar kita bisa merangkul serta mengasah bakat mereka sehingga menjadi penulis yang kreatif dan produktif di masa akan datang,” harapnya.

Baca Juga  Pilkades Murung Kenanga, Politik Uang Haram!

Seperti diketahui LTN NU adalah sebuah lembaga Nahdlatul Ulama di bidang kepenulisan. Dengan dua tugas utamanya yaitu mengembangkan penulisan, penerjemahan dan penerbitan kitab/buku faham Aswaja serta mengembangkan media informasi sesuai faham Aswaja.

Sekadar mengingatkan, Guru Sekumpul dilahirkan pada malam Rabu 11 Februari 1942 bertepatan dengan 27 Muharam 1361 Hijriah) di Desa Tunggul Irang, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Beliau merupakan anak dari pasangan suami-istri Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman dengan Hj. Masliah binti H. Mulia bin Muhyiddin.

Guru Sekumpul merupakan keturunan ke-8 dari ulama besar Banjar, Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjarbari.

Adapun silsilahnya adalah: Muhammad Zaini bin Abdul Ghani bin Abdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin Mufti Muhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin Maulana Syekh Muhammad Arsyad bin Abdullah Al Banjarbari. (spy)