Masyarakat Dihimbau Jangan Malu Berkonsultasi

Facebook
Twitter
LinkedIn
masyarakat dihimbau agar tak malu untuk ke poli jiwa

Link, Banjarbaru – Manajemen Ruma Sakit Daerah Idaman (RSDI) banjarbaru menghimbau masyarakat untuk tidak malu untuk konsultasi kejiwaan di Poli Jiwa rumah sakit tersebut.

 

Selama ini kebanyakan orang akan merasa tidak nyaman bila berobat ke poli jiwa atau psikiater. Hal ini disebabkan karena prasangka dan stigma dari masyarakat yang beranggapan hanya orang mengalami sakit jiwa berat alias gila (skizofenia) yang datang ke poli jiwa.

 

Namun, faktanya layanan pengobatan ini secara umum dapat mengatasi berbagai jenis gangguan kejiwaan, seperti depresi, kecemasan hingga autisme.

 

Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru telah menghadirkan layanan poli jiwa sebagai rujukan utama orang-orang yang mengalami gangguan kejiwaan sejak 2020 lalu.

 

Kepala Bidang Pelayanan RSD Idaman Banjarbaru, Dr Siti mengatakan, bahwa layanan poli jiwa mampu menangani berbagai penyakit gangguan kejiwaan yang sering kali muncul tanpa disadari.

 

“Yang kami tangani di poli jiwa ini seperti gangguan kecemasan, gangguan psikotik, gangguan fokus, autisme, kecanduan bermain game, depresi dan lain-lain,” tuturnya.

 

Dr Siti melanjutkan, kalau ada pasien dengan gejala berat masih bisa ditangani di poli jiwa RSD Idaman Banjarbaru.

 

“Dengan gejala berat atau gila masih kami layani asal tidak gaduh, gelisah atau ngamuk. Kalau ngamuk akan kami sarankan ke Rumah Sakit Sambang Lihum, karena kita belum punya ruang khusus atau bangsal untuk perawatan jiwa,” ucapnya.

Baca Juga  Kemenkes Kunjungi RSDI Kota Banjarbaru

 

Dr Siti menghimbau, agar masyarakat mengurangi stigma bahwa kedokteran jiwa hanya untuk orang dengan gangguan gila saja, tapi untuk berbagai jenis gangguan kejiwaan.

 

“Kita harus merubah mindset bahwa orang ke poli jiwa itu adalah orang gila. Kesehatan jiwa itu adalah sesuatu yang penting maka, jangan nunggu gila dulu baru ke poli jiwa, kalau sudah muncul gejala kecil maka segeralah konsultasi jangan malu,” tuturnya.

 

Adanya poli jiwa di RSD Idaman Banjarbaru diharapkan dapat memudahkan dan mengurangi rasa malu pasien berobat ke psikiater. Termasuk pula biaya pengobatan yang terjangkau.

 

“Dengan adanya poli jiwa ini maka memudahkan dan mengurangi rasa malu pasien untuk berobat. Dan biaya bisa menggunakan BPJS ataupun umum,” ucapnya.

 

Adapun pelayanan poli jiwa di RSD Idaman Banjarbaru saat ini menggunakan metode pengobatan paling efektif yakni, psikoterapi dan psikofarmaka.

 

Dr Siti menambahkan, jumlah pasien poli jiwa di bulan Juni 2022 ada 155 orang dan Juli 2022 145 orang.

 

“Pasien yang paling banyak adalah usia 25 hingga 44 tahun,” ucapnya. (juwita/BBAM)