Senin, Juli 22, 2024
BerandaLinkTeritoriDokter Kejiwaan RSD Idaman Jelaskan Efek Samping Konsumsi Kecubung

Dokter Kejiwaan RSD Idaman Jelaskan Efek Samping Konsumsi Kecubung

Link, Banjarbaru – Masyarakat Kalimantan Selatan (Kalsel) baru-baru ini dihebohkan dengan berita tentang buah kecubung atau Datura Metel. Pasalnya, buah kecubung ini merenggut nyawa dua orang yang sempat dilarikan ke RSJ Sambang Lihum.

Begitu berbahayakah buah kecubung? berikut penjelasan Dokter Spesialis Kejiwaan RSD Idaman Banjarbaru, dr. Sinta Dyah Amrih Lestari, Sp.KJ. Ia mengungkapkan efek samping dari buah kecubung, yang mengandung berbagai jenis bahan psikoaktif, terutama alkaloid tropana.

Sinta mengatakan, biji buah kecubung mengandung senyawa yang sangat kuat dan berpotensi berbahaya. Hal ini akan terjadi jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.

“Penggunaan biji buah kecubung untuk tujuan psikoaktif dapat memiliki efek samping serius dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental,” ungkapnya, Kamis (11/7/2024).

Selain mengandung alkaloid tropana, beberapa alkaloid lain juga dapat ditemukan dalam biji buah kecubung antara lain scopolamine, hyoscyamine, dan atropine.

Lebih lanjut Sinta menjelaskan, scopolamine adalah salah satu alkaloid yang paling dominan dalam biji buah kecubung. Alkaloid ini dapat memiliki efek yang menenangkan, mengurangi mual, dan menghambat ingatan.

Kemudian, hyoscyamine memiliki efek mirip dengan scopolamine. Yaitu dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas otot.

“Sementara atropine, meskipun ditemukan dalam jumlah yang lebih kecil, dapat memiliki efek stimulan pada sistem saraf pusat,” imbuhnya.

Lalu, apakah ada obat untuk menangani efek samping dari buah kecubung? Sinta menyebut ada obat yang mirip seperti anti nyeri.

“Akan tetapi ini secara herbal. Kalau di dunia medis tidak ada penelitiannya,” tuntasnya. (wahyu)

BERITA TERKAIT

TERPOPULER