Senin, Juli 22, 2024
BerandaHeadlineMengetahui Belum Tentu Sadar

Mengetahui Belum Tentu Sadar

Bismilahirrahmannirahim
Orang yang sadar adalah seorang yang waspada akan pikiran, perasaan, dan tindakaniya. Dia tahu, apa yang dia lakukan dan mengapa dia melakukannya. Mereka adalah orang yang mengenal dan memperhatikan diri sendiri lebih dari apapun.

Safariyansyah, Budayawan Speritual
Mencari yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

Kesadaran merupakan pilihan. Tantangan berat sebelum kesadaran adalah keinginan untuk sadar. Ada banyak faktor yang mendukung manusia agar terus memilih sadar sebagai bagian keinginan diri.

Karena inilah orang sadar mampu mengendalikan diri mereka sendiri. Mereka selalu waspada dengan sepalanya, dan terus berusaha meningkatkan kesadaran dirinya. Segalanya berawal dari yang di dalam menuju keluar.

Untuk membangun kesadaran pasti tidaklah mudah. Salah satunya memiliki keinginan untuk selalu belajar dari pengetahuan.

Pengetahuan tidak melulu berasal dari buku yang kita beli dan baca, atau sekolah yang kita bayar. Pengetahuan bisa berasal dari mana saja. Seekor burung pun yang hinggap adalah pengetahuan. Sekuntum bunga yang layu pun pengetahuan. Begitu juga kesalahan dan nikmat yang kita rasakan juga pengetahuan.

Hidup ini adalah pembelajaran bagi yang mau belajar.  Pengetahuan adalah hal penting yang menjadi dasar munculnya kesadaran, meski tidak melulu seperti itu.

Pengetancian membawa input yang diterima oleh indera dan anggota tubuh lainnya, lalu dikelola di dalam diri. (cara tiap diri mengelolanya pun masing-masing unik). Tapi dibalik itu tetap pengetahuan sangat penting untuk Perkembangan kecerdasan, peningkatan kualitas hidup  dan evolusi peradaban manusja. Bahkan jika di kelola dengan benar, pengetahuan juga bisa berguna memicu kebangkitan kesadaran.

Baca juga  Dunia Tidak Memberikan Semua Keinginan

Berkat Pengetahuan kita, ahirnya kita tahu kalau tormat, terung dan cabai adalah jenis tanaman buah- buahan. Tapi berkat kesadaran kita pula, kita tidak memasukkan terong, tomat dan cabai ke dalam mangkak sop buah.

Hal yang wajib digarisbawahi pengetahuan yang tidak terkelola, sama sekali tidak akan membuahkan lesadaran

Mengelola Pengetahuan, artinya mengaplikasikan pengetahuan itu demi kepentingan bersama kehidupan.

Sayangnya dari kecil kita mengelola pengetahuan hanya untuk sekedar angka yang tertulis di atas kertas. Sementara angka dikertas itu hanya diperuntukkan bagi kepentingan perorangan saja.

Pengetahuan hanya menjadi bahan penilaian untuk mencapai tujuan pribadi, bahkan sebelum mampu dikelola menjadi kesadaran pribadı.

Ahırıya manusia memiliki pengetahuan yang banyak, tapi masing-masing pengetahuan yang terbatas itu, tadak menjadikan kesadaran apa-apa bagi kepentingan bersama kehidupan. Apabila pengetahuan tidak terkelola, maka tidak akan menjadi kesadaran, hanya pengetahuan.

AFWAN
WASSALAM

BERITA TERKAIT

TERPOPULER