Link,Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, mengapresiasi gim nasional yang menembus pasar dunia. Hal itu diungkapkannya dalam acara Indonesia Game Developer eXchange (IGDX) 2025, yang berlangsung pada 9ā11 Oktober.
Dalam kegiatan itu, industri gim lokal mampu mencatatkan sejarah dengan turut memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Setidaknya, industri gim menyumbangkan Rp71 triliun per tahun, melalui dukungan lebih 2.000 pengembang dan penerbit aktif di berbagai daerah.
Hal tersebut seiring dengan dataĀ KemkomdigiĀ terkait dengan penggunaan gim di Indonesia yang mencapai 154 juta pemain. Dengan demikian, pemain gim di Indonesia merupakan 40 persennya dari total pemain di Asia Tenggara.
“Gim kini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan karya generasi muda Indonesia ke pasar global,” kata Meutya dalam keterangannya, Minggu (13/10/2025).
Meski demikian,Ā MenkomdigiĀ mengatakan, bahwa seiring perkembangan teknologiĀ diital, industri gim global kianĀ menngalamiĀ persaingan yang ketat. Untuk itu, ia meminta para pengembang, untuk dapat memberikan kontribusi dalamĀ krativitasĀ pengembangan gim lokal.
Meutya juga mengajak seluruh generasi penerus bangsa juga turut berpikir kreatif, berinovasi dalam melahirkan gim-gim berkualitas. Hal itu ditekankan Menkomdigi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital di kawasan Asia Tenggara.
“Generasi muda atau Gen Z menjadi faktor penting mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai pusat industri kreatif digital di kawasan ASEAN, tempat berkumpulnya talenta, teknologi, dan investasi untuk menghasilkan karya-karya berkelas dunia,” ujarnya. (rri.co.id).



