Senin, Maret 4, 2024

Momen Istimewa Paman Birin Berasama Dr.KH Muhammad Saberan Afandi

Link, Amuntai – Momentum milad satu abad Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Ponpes Rakha) dan Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2022 di Amuntai pada Sabtu (22/10) terasa berkesan bagi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Sahbirin Noor.

Selain merayakan milad ponpes Rakha, Gubernur Kalsel yang akrab disapa Paman Birin senang dan bersyukur bisa bersilaturahmi dengan ulama, tokoh masyarakat hingga guru dan santri Ponpes Rakha. Istimewanya lagi, Paman Birin bisa bersilaturahmi dengan Dr. KH Muhammad Saberan Afandi, MA, tokoh ulama kharismatik di Hulu Sungai Utara (HSU) yang juga Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran (STIQ) Rakha Amuntai.

Ketika bertemu, baik Paman Birin dan Dr. KH Muhammad Saberan Afandi pun saling mendoakan satu sama lain. Sebagaimana diketahui, DR. KH. Saberan Affandi bin H. Afandi Abdurrahim, lahir di Amuntai, Kamis, 15 Oktober 1942 M (bertepatan dengan 4 Syawal 1361 H).

Pendidikan dasar dimulai di Sekolah Rakyat (SR) Telaga Silaba (lulus 1955), setelah itu melanjutkan ke Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (lulus tahun 1961). Sebelum kuliah di Fakultas Ushuluddin Rakha Amuntai, beliau menyambung ke sekolah Pendidikan Guru Agama tingkat pertama (PGAP) dan PGA tingkat atas (lulus tahun 1962).

Sejak tahun 1965 beliau mukim di Madinah al-Munawarah, yang kemudian kembali kuliah ke Universitas Islam Madinah (1971). Tidak berhenti menimba ilmu, beliau kemudian mengambil program magister di Universitas King Abdul Aziz Mekkah (1976).

Sedangkan gelar Doktor dibidang hadits dari Universitas Ummul Qura Mekkah (1982) beliau dapatkan setelah dengan gemilang mempertahankan desertasi berjudul : Marwiyyat Ash-Shahabi al-Jalil Abi Sa’id al-Khudri fi Musnad al-Imam Ahmad.

Sebelum pergi ke Madinah, beliau sudah menjadi guru agama negeri di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (1962 – 1965). Adapun karir dan jabatan lainnya dalam bidang pendidikan adalah pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai (1983- 1989), Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Rakha Amuntai (1989- 2001), Dosen Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta tahun 1989 – 1990. Beliau juga menjadi Dosen Terbang Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya (1997- 1998) dan Dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Ketua Sekolah Tinggi Ilmu al-Qur’an (STIQ) Rakha Amuntai (sejak tahun 2000- sampai sekarang).

Baca Juga  Gubernur Gelar Paman Birin Cup Sumpitan

Dalam keorganisasian beliau pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara, Ketua Dewan Pertimbangan dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Hulu Sungai Utara. Ketua Yayasan serta pendidik pada ”Ummul Qura Az-Zahra” Amuntai (2012- sekarang) dan Dewan Pembina Yayasan Ummul Qura Banjarmasin (2015 – sekarang), Pendidik pada Ma’had Aly az-Zain Bogor, Dewan Penasehat Pondok Pesantren (Ma’had) Yasin di Banjarbaru dan Muara Teweh, dan lain-lain.

Dengan kepakaran beliau dalam bidang hadits dipercaya menjadi Tim Penyusun Kompilasi Hukum Islam (KHI). Menjadi pembicara dalam berbagai forum ilmiah, serta mengisi pengajian rutin di beberapa majelis taklim, diantaranya di Majelis Taklim “al-Ma’arif” Amuntai, Majelis Taklim Langgar “Syi’arul Muslimin” Paliwara, Majelis di Pesantren “Ummul Qura” Amuntai, dll, Disamping itu, beliau juga aktif di kegiatan jama’ah tabligh hingga dapat melakukan dakwah ke beberapa negara seperti Malaysia, Brunai Darussalam, Thailand, Singapura (wilayah Asean), juga ke Jepang, India, Pakistan dan Banglades. (why)

BERITA POPULER