Minggu, Juni 23, 2024
BerandaLinkFlashMuktamar Muhammadiyah 2022 Diawali Kegiatan Tanwir

Muktamar Muhammadiyah 2022 Diawali Kegiatan Tanwir

Link, Solo – Agenda Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kota Solo pada hari pertama, Jumat (18/11/2022), akan diisi dengan kegiatan Tanwir untuk menjaring calon anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2022-2027.

Dilansir dari Solopos.com, disebutkan informasi dari Panitia Bidang Media dan Humas Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48, pembukaan Tanwir antara lain ada sambutan Ketua Panitia Penerima Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan Aisyiyah Sofyan Anif.

Tanwir berlangsung di Auditorium Djazman Al Kindi kompleks kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Pabelan, Kartasura, Sukoharjo. Pembukaan dilanjutkan dengan pidato Iftitah Ketua Umum sekaligus Membuka Tanwir di lokasi yang sama pukul 08.00 WIB.

Selanjutnya ada pleno I berupa pengesahan calon sementara Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah Masa Jabatan 2022-2027 pada pukul 09.00 WIB. Dahlan Rais dan Budi Setiawan akan menjadi pemandu atau pimpinan sidang tersebut.

Kemudian pleno II mulai pukul 10.00 WIB. Pada tahapan ini merupakan pengesahan agenda Muktamar Muhammadiyah. Pimpinan sidang atau pemandunya adalah Abdul Mu’ti dan Agung Danarto.

Selanjutnya pleno III setelah istirahat pukul 13.30 WIB. Pada sesi ini diadakan pemilihan calon Anggota Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah masa jabatan 2022-2027. Dahlan Rais dan Budi Setiawan kembali menjadi pimpinan dalam sidang ini.

Sementara pleno IV pukul 16.00 WIB berisi agenda pengesahan calon tetap Anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah Masa Jabatan 2022-2027. Dahlan Rais dan Budi Setiawan juga menjadi pimpinan sidangnya.

Baca juga  Rekomendasi PW Muhammadiyah untuk Jihan Hanifa dan Warhamni

Perbedaan Muktamar dan Tanwir
Penutupan Tanwir Muhammadiyah berlangsung 16.30 WIB. Abdul Mu’ti dan Agung Danarto menjadi pemandu. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menjelaskan tentang perbedaan antara Muktamar dan Tanwir.

Meski keduanya kerap disebut sebagai permusyawaratan tertinggi di persyarikatan Muhammadiyah, namun keduanya memiliki konsep dan fungsi yang berbeda. Menurut Mu’ti, anggota dalam agenda sidang muktamar terdiri dari anggota PP Muhammadiyah, perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, serta organisasi otonom tingkat pusat.

Sementara anggota sidang Tanwir meliputi anggota PP Muhammadiyah, pimpinan organisasi otonom tingkat pusat, dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

“Kalau Tanwir anggotanya hanya sekitar 250 orang sekian. Tapi kalau Muktamar ada perwakilan daerah yang setiap daerah bisa saja empat hingga delapan orang tergantung besar kecilnya daerah tersebut. Jadi bisa saja anggota Muktamar itu sepuluh kali lipat lebih banyak dari Tanwir,” kata Mu’ti dalam Podcast yang disiarkan di channel Suyanto.id, seperti dikutip Solopos.com dari laman resmi Muhammadiyah.

Selain itu, lanjut Mu’ti, di dalam muktamar terdapat beberapa hal yang dilakukan, seperti pemilihan anggota PP Muhammadiyah, penyusunan program kerja, dan jika diperlukan membuat perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. (link/net)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

TERPOPULER