Jumat, April 12, 2024

Mutasi Flu Burung HAPAI Teridentifikasi di Kalsel

Link, Jakarta–Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan mutasi dari Flu Burung (H5N1) yaitu 2.3.4.4b alias Highly Pathogenic Avian Influenza (HAPAI) telah masuk Indonesia.

Pihaknya menyebutkan jenis virus anyar dari Flu Burung itu berpotensi menular ke manusia.

“Subtipe H5N1 yang menyebutkan adanya kenaikan wabah HPAI H5N1 clade 2.3.4.4b dan clade 2.3.2.1c di dunia dan telah teridentifikasi positif virus H5N1 clade 2.3.4.4b melalui uji PCR dan sequencing di peternakan komersial bebek peking yang tidak divaksin di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Kemenkes dalam siaran pers, Sabtu (25/2).

Kemenkes menjelaskan situasi penyebaran Virus Influenza A (H5N1) clade baru 2.3.4.4b yang dikenal sebagai penyakit Flu Burung, saat ini telah menjadi perhatian banyak pihak.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) menyatakan saat ini di Amerika, Eropa, dan Asia terutama di China dan Jepang sedang mewabah HPAI (Highly Pathogenic Avian Influenza) subtipe H5N1 clade baru 2.3.4.4b.

Kemenkes menyebut terdapat peningkatan virus H5N1 clade 2.3.4.4b dari burung liar ke beberapa spesies mamalia di berbagai negara di Eropa dan Amerika Utara, di mana terdapat prevalensi virus yang tinggi pada populasi unggas di wilayah tersebut.

Baca Juga  ASN Lingkup Pemprov Dianjurkan Menyalurkan Zakat Melalui Baznas

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) memperingatkan akuisisi mutasi yang cepat dan konsisten pada mamalia dapat menjadi petunjuk virus ini memiliki kecenderungan untuk menjadi infeksi zoonosis, yang berpotensi menyebar ke manusia.

“Berdasarkan situasi tersebut kami harapkan saudara dan seluruh jajaran untuk melakukan kewaspadaan terhadap kemungkinan KLB Avian Influenza (Flu Burung) pada manusia,” ujar Kemenkes.

Kemenkes mengimbau untuk melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi yang membidangi fungsi kesehatan hewan serta sektor terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan pengendaliannya pada manusia.

Kemudian menyiapkan fasilitas kesehatan untuk penatalaksanaan kasus suspek tersebut sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, meningkatkan kapasitas Labkesmas untuk pemeriksaan sampel dari kasus dengan gejala suspek Flu Burung.

Lebih lanjut masyarakat diimbau masyarakat agar selalu melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu burung dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko,” ujarnya. (spy)

Sumber: https://www.cnnindonesia.com

spot_img
spot_img
spot_img

TERPOPULER

spot_img
spot_img
spot_img