Beranda blog Halaman 104

Kawasan Perkantoran Pemprov Kini Dilengkapi KCP Bank Kalsel

0
KCP Bank Kalsel
Peresmian KCP Bank Kalsel ini, dirangkai dengan penarikan undian Simpeda ASN Bank Kalsel Periode ke XI tahun 2025

Link, Banjarbaru – Fasilitas umum di perkantoran Gubernur di Banjarbaru kini bertambah lagi, menyusul diremikannya Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Kalsel oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, Jumat (10/10/2025).

Didampingi Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin peresmian KCP Bank Kalsel di komplek perkantoran Gubernur di Banjarbaru ini ditandai dengan pemotongan bogam melati yang dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin dan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin.

Gubernur H. Muhidin menyampaikan rasa syukur dan bangga, atas berdirinya gedung baru KCP di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel. Gubernur berharap, keberadaan KCP ini dapat mempermudah para ASN maupun instansi vertikal dalam melakukan transaksi Bank Kalsel.

“Alhamdullillah lokasi dan bangunannya lebih refresentatif dari pada tempat yang sebelumnya. Saya berharap, ke depan Bank Kalsel terus berinovasi dan memperkuat digitalisasi layanan, agar semakin mudah diakses dan makin dekat dengan masyarakat, termasuk generasi muda. Karena di era sekarang, kecepatan dan kemudahan layanan menjadi kunci kepercayaan publik,” harap Gubernur Kalsel.

Peresmian KCPBank Kalsel  ini, dirangkai dengan penarikan  undian Simpeda ASN Bank Kalsel Periode ke XI tahun 2025, yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin.

Gubernur H. Muhidin menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya peresmian KCP baru serta pengundian yang dilakukan oleh Bank Kalsel dalam rangka memberikan apresiasinya kepada para ASN sebagai nasabahnya.

“Program Simpeda ASN ini, bukan hanya bentuk apresiasi kepada para Aparatur Sipil Negara, yang setia menabung dan bertransaksi di Bank Kalsel, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan, dan menumbuhkan budaya menabung di kalangan ASN kita, ” ucap Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin membacakan  sambutan Gubernur Kalsel.

Sementara itu, disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, penarikan undian Tabungan SIMPEDA ASN Periode XI tahun 2025 ini, total hadiah yang disiapkan sebesar Rp1,075 miliar untuk 125 orang pemenang.

“Ini sebagai wujud apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan para ASN yang telah menabung di Bank Kalsel. Dan tahun ini, periode poin berlangsung dari 1 Januari hingga 30 September 2025, dan puncaknya yaitu penarikan undian yang dilaksanakan pada hari ini,” ujarnya.

Adapun dari total Rp1.075.000.000 yang diundi, diantaranya berupa hadiah  perjalanan umroh dan/atau wisata dengan rincian;  Rp100.000.000 untuk satu pemenang, Rp50.000.000 untuk 14 pemenang dan Rp2.500.000 untuk 110 pemenang.

Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan mockup hadiah secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, M. Syarifuddin kepada para pemenang terpilih Undian Tabungan SIMPEDA ASN Bank Kalsel Tahun 2025, yang diwakilkan oleh Direktur Utama Bank Kalsel M. Fachrudin dan Komisaris Utama Bank Kalsel, Subhan Nor Yaumil.

Untuk diketahui, jumlah rekening yang memenuhi kriteria untuk mengikuti undian Simpeda ASN Bank Kalsel periode XI tahun ini, sebanyak 241.106 rekening nasabah ASN, dengan jumlah lot sebanyak 38.380.465.

Acara yang juga turut dihadiri Plh. Kepala BI Perwakilan Kalsel Aloysius Donanto, Kepala OJK Kalsel Agus Maiyo, Jajaran Dewan Komisaris Bank Kalsel, Jajaran direksi Bank Kalsel, Tenaga Ahli Gubernur dan seluruh Kepala SKPD Lingkup Pemprov Kalsel ini, sebelumnya dilaksanakan senam bersama yang dibarengi pengundian doorprize bagi ASN yang hadir menggunkaan aplikasi Aksel by Bank Kalsel yang memeriahkan acara ini. (tri)

Keracunan Massal, Dapur MBG Tungkaran Dihentikan Beroperasi

0
Dapur MBG
Bupati Banjar Saidi Mansur menjenguk salah satu korban dari Puluhan pelajar di berbagai sekolahan yang diduga keracunan paska mengkonsumsi makanan MBG dari Darpur MBG Desa Tungkaran.

Link, Martapura – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura dihentikan beroperasi sementara waktu, pasca puluhan pelajar di beberapa sekolah keracunan MBG pada 9 Oktober 2025 kemarin.

Dihentikannya aktivitas Dapur MBG Desa Tungkaran yang masih belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) tersebut guna mempermudah proses investigasi yang dilakukan Kodim 1006 Banjar, bersama Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 1006 Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya mengatakan, kegiatan pemeriksaan ke Dapur MBG Desa Tungkaran tersebut merupakan bagian dari janjinya yang berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan MBG secara cepat dan tepat.

“Kami sudah melaksanakan pemeriksaan Dapur MBG Desa Tungkaran yang menjadi penyedia makanan sekolah-sekolah yang kemarin siswanya mengalami sakit perut atau mungkin keracunan,” ujarnya pada Jumat (10/10/2025) pagi.

Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya mengungkapkan, bahwa Dinkes dan BPOM sudah melakukan pengambilan sampel kondisi dapur dan bahan MBG hingga proses kegiatannya.

“Kesimpulan sementara ada beberapa catatan yang menjadi perhatian, diantaranya terkait sanitasi, ruang packing makanan yang perlu exhaust fan atau blower agar sirkulasi udara menjadi lebih baik, serta air sumur yang digunakan apakah sudah sesuai dengan standar kesehatan. Terkait kualitas dari bahan makanan nanti lebih detailnya kita menunggu hasil lab dari BPOM dan Dinkes Kabupaten Banjar,” katanya.

Mengenai sistem sanitasi yang tidak memiliki sumur resapan. Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya menegaskan tidak ada alasan untuk tidak membenahi dan melakukan evaluasi, karena sangat berpengaruh terhadap kualitas makanan yang akan disajikan.

“Kita juga akan melakukan pemeriksaan ke dapur MBG dan melaksanakan rapat koordinasi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) serta seluruh dapur MBG yang berada di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru. Permasalahan ini menjadi sebuah atensi bersama agar tidak terulang lagi. Apabila disetujui kita akan bentuk tim satuan tugas (Satgas) yang berfungsi untuk melakukan pengawasan dan memberikan edukasi dalam pengelolaan MBG sehingga betul-betul layak dan patut dikonsumsi penerima manfaat,” ucapnya.

Karena Dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan beroperasi untuk sementara, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya memastikan akan melakukan subsidi silang agar program MBG tetap dapat berjalan.

“Batasan maksimum porsi satu dapur itukan sampai 3.000, dan tidak semua mendapatkan porsi 3.000. Karena itu akan kita subsidi silang dengan dapur terdekat. Program MBG tidak boleh berhenti karena memang penting dalam membentuk generasi muda yang hebat dan kuat yang tentunya membutuhkan dukungan gizi yang baik,” tegasnya.

Sedangkan berdasarkan informasi yang didapat, total jumlah siswa yang mengalami pusing, mual, muntah-muntah dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura sebanyak 123 orang, rawat inap 10 orang, yang diperbolehkan pulang sebanyak 113 orang. (zainuddin)

Pembersihan Puing Musala Al Khoziny Rampung

0
Tim gabungan melaksanakan apel penutupan pencarian dan pertolongan korban reruntuhan bangunan Musala Pondok Pesantren (ponpes) Al - Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (7/10/2025). (Foto: dok. BNPB)

Link, Jatim – Pembersihan puing reruntuhan gedung Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah rampung dilaksanakan pada Selasa (7/10/2025).

“Seluruh alat berat yang dikerahkan sejak awal operasi telah menyelesaikan pekerjaannya. Hingga Selasa (7/10/2025), aktivitas alat berat di lokasi kejadian telah dihentikan sepenuhnya,” ujar Deputi Bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen TNI Budi Irawan, dalam keterangan yang diterima InfoPublik, Selasa (7/10/2025).

Potongan beton dan material bangunan yang sebelumnya menumpuk di lokasi kini telah diratakan. Tim pencarian dan pertolongan (SAR) memastikan tidak ada lagi korban jiwa yang ditemukan. Dengan demikian, operasi SAR yang berada di bawah koordinasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) resmi dinyatakan selesai.

Dari hasil keseluruhan operasi SAR sampai berita ini ditayangkan, ditemukan sebanyak 61 jenazah dari balik reruntuhan, termasuk tujuh potongan bagian tubuh yang saat ini masih dalam proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). “Alhamdulillah sekarang sudah rata dan diketemukan 61 korban jiwa,” kata Budi Irawan.

Ia menjelaskan, tujuh potongan tubuh yang ditemukan masih menunggu hasil identifikasi untuk memastikan apakah bagian tersebut merupakan milik dua korban yang sebelumnya masih tercatat dalam pencarian. “Masih ada dua dari data kami yang belum ditemukan, tetapi ada tujuh body part (potongan tubuh) yang sudah didapat. Nanti kita akan tunggu proses DVI untuk memastikan apakah itu milik dua korban tersebut,” jelas Budi.

Secara keseluruhan, jumlah korban akibat runtuhnya bangunan musala tersebut tercatat sebanyak 165 jiwa, dengan rincian 104 orang selamat—terdiri dari empat masih menjalani perawatan, 99 telah kembali ke rumah, dan satu orang tidak memerlukan perawatan.

Dengan selesainya pembersihan puing yang menandai berakhirnya operasi SAR, penanganan akan beralih ke fase transisi menuju pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi. Tugas ini akan diserahkan BNPB kepada BPBD Provinsi Jawa Timur, dengan pendampingan berkelanjutan dari BNPB.

“Setelah transisi ini, kita akan serahkan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur. Namun, BNPB akan tetap mendampingi,” ujar Budi.

Pada masa transisi, sejumlah pekerjaan akan dilanjutkan, antara lain proses identifikasi korban yang masih berjalan. Dari total 61 korban meninggal dunia, 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi, sedangkan sisanya masih menunggu hasil pemeriksaan.

BNPB bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Sidoarjo, Dinas Kesehatan, dan Polri juga telah memfasilitasi tempat tinggal sementara bagi keluarga korban di tenda pengungsian yang berada di RS Bhayangkara, Surabaya.

Selain itu, BNPB memberikan dukungan kebutuhan dasar seperti permakanan, layanan kesehatan, bantuan psikososial, peralatan, hingga layanan pijat dan bekam tradisional sesuai kebutuhan para penyintas.

Langkah berikutnya adalah mensterilkan lokasi kejadian dari sisa-sisa temuan jenazah, limbah, maupun zat berbahaya. Upaya ini akan dilakukan melalui disinfeksi dan pembersihan lingkungan oleh Dinas Kesehatan setempat bersama Pusat Krisis Kesehatan, untuk mencegah pencemaran di sekitar area.

Tim gabungan juga akan meninjau kembali tempat pembuangan puing guna memastikan tidak ada bagian tubuh manusia yang terbawa truk pengangkut hingga ke titik akhir pembuangan.

Selain itu, BNPB akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk melakukan audit struktur bangunan di kawasan pondok pesantren dan sekitarnya. Langkah ini bertujuan memastikan keamanan bangunan dan mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari.

“Sesuai arahan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, kita juga akan mendampingi seluruh asesmen bangunan yang ada agar kejadian serupa tidak terjadi di kemudian hari,” pungkas Budi.

Sementara itu, Polda Jawa Timur telah membawa sejumlah barang bukti dari lokasi untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab runtuhnya bangunan musala empat lantai tersebut.

Pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap fakta-fakta penyebab insiden tersebut. (infopublik).

Parah, SPPG Desa Tungkaran Belum Kantongi SLHS

0
Tak Kantongi SLHS
Dinkes Kabupaten Banjar dan Dinkes Provinsi Kalsel serta Puskemas melakukan Sidak ke Dapur MBG Desa Tungkaran

Link, Martapura  – Buntut keracunan masal usai menkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) terungkap jika Yayasan Griya Rizki Babussalam yang dipercaya sebagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, belum kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Hal tersebut diketahui saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar dan Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) serta Puskemas melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Dapur MBG Desa Tungkaran, Jalan Keramat RT007 pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 23.00 Wita.

Kendati demikian, Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Banjar, Noripansyah memastikan fasilitas penunjang Dapur MBG Desa Tungkaran sudah sesuai Standard Operating Procedure (SOP) berdasarkan hasil Sidak.

“Fasilitasnya sudah berkesesuaian, karena ada dapur basah, dapur kering, blower dan hal lainnya sudah sesuai standar. Sebenarnya Yayasan SPPG sudah semaksimal mungkin dalam pembuatan dapurnya. Jadi kita akan cek lebih dalam lagi apa saja kekurangannya,” ujarnya.

Sebab, papar pejabat definitif Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK) pada Dinkes Kabupaten Banjar ini lebih jauh, ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan terjadinya keracunan makanan, salah satunya penjamah makanan yang belum mendapat pelatihan.

“Jadi penyebabnya tidak hanya pada pengolahan makanan, pemasak, penyajian, hingga proses pendistribusiannya, tapi juga dimulai dari pemilihan bahan makanannya. Kami juga masih belum bisa mengkonfirmasi secara dalam terkait sumber bau pada dapur MBG,” katanya.

Ditambah, lanjut Noripansyah, saat Dinkes Kabupaten Banjar masih belum melakukan pengecatan dampak lingkungannya. “Kalau air yang digunakan memang dari sumur gali, dan dalam pengolahan makanan kalau ada bau-bau merupakan hal yang wajar. Tapi akan kita cek lagi,” ucapnya.

Tak hanya itu, Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja (Kesling Kesja) Dinkes Kabupaten Banjar, Lili Agustina juga masih belum dapat memastikan terkait kondisi dapur umum apakah sudah sesuai SOP. Meski sistem pembuangan limbah makan disalurkan ke parit tanpa sumur resapan.

“Kondisi saat ini malam hari, kita tidak bisa melihat bagaimana saluran pembuangan limbahnya. Ditambah kita belum melakukan pemeriksaan kesehatan lingkungan yang tentunya banyak item yang harus kita lakukan dalam proses pemeriksaan sebelum memberikan penilaian. Jadi harus bertahap,” beber Agustina.

Sedangkan mengenai SLHS, ia memastikan bahwa koordinator wilayah (Korwil) SPPG sudah melakukan koordinasi dan mengajukan surat untuk pelaksanaan pelatihan Penjamah Makanan ke Dinkes Kabupaten Banjar.

“Rencana Sabtu ini akan melakukan pelatihan, karena sampai 31 Oktober semua dapur harus mengantongi SLHS. Memang sebagian dari mereka sudah ada yang mengikuti pelatihan dari kementerian melalui zoom. Kita berharap minimal 50 persen penjamah makanan harus mengantongi sertifikatnya,” ungkapnya.

Karena insiden puluhan siswa keracunan MBG telah terjadi. Dinkes Kabupaten Banjar meminta SPPG untuk melengkapi sejumlah persyaratannya selama 14 hari kedepan. “Berbagai item yang bisa dilengkapi dalam waktu cepat harus segera dilaksanakan. Begitu juga untuk item yang membutuhkan waktu panjang, seperti membangun sumur resapan,” pungkasnya.(zainuddin)

Film Korea ‘Boss’ Tampilkan Aksi dan Komedi Perebutan Kekuasaan

0
Film Korea ‘Boss’ Tampilkan Aksi dan Komedi Perebutan Kekuasaan
Boss /Soompi

‘Boss’ adalah film aksi komedi Korea Selatan tahun 2025 yang disutradarai oleh Ra Hee-chan. Dilansir dari IMDb dan AsianWiki, Selasa (7/10/2025), film ini dibintangi Jo Woo-jin, Jung Kyung-ho, serta Park Ji-hwan,

Film ini menyoroti kisah para anggota geng yang saling bersaing untuk merebut posisi pemimpin. Persaingan itu berlangsung di tengah ambisi pribadi dan intrik internal yang semakin memanas.

Dengan perpaduan antara aksi, komedi, dan drama kriminal, ‘Boss’ menghadirkan ketegangan yang dibalut humor khas Korea. Film ini juga dibintangi oleh Lee Kyu-hyung, Oh Dal-su, Hwang Woo-seul-hye, Jung Yoo-jin, Ko Chang-seok, dan Lee Sung-min.

Boss melakukan penayangan perdananya di Festival Film Internasional Busan ke-30 pada 18 September 2025 dalam kategori Korean Cinema Today. ‘Boss’ dirilis secara luas di bioskop Korea pada 3 Oktober 2025, bertepatan dengan libur nasional Chuseok.

Ceritanya berpusat pada tiga kandidat yang bersaing untuk menjadi bos geng. Soon-tae, kandidat terkuat, tidak tertarik memimpin organisasi, melainkan bermimpi mengembangkan restoran Tionghoa miliknya, Mimiru.

Kang-pyo, sosok berpengaruh di dalam geng, justru lebih fokus pada ketertarikannya terhadap tarian tango. Sementara Pan-ho adalah satu-satunya yang benar-benar ingin menjadi bos, meski tidak ada yang menganggapnya layak.

Di tengah kekacauan tersebut, seorang polisi bernama Tae-gyu menyusup ke restoran Mimiru sebagai kurir untuk menyelidiki aktivitas geng itu. Persaingan di antara para kandidat semakin memanas dan berujung pada situasi yang tak terkendali.

Film tersebut menghadirkan perpaduan antara adegan aksi yang intens dan humor yang cerdas. ‘Boss’ tidak hanya menampilkan pertempuran kekuasaan di dunia kriminal, tetapi juga menyindir ambisi manusia yang absurd.

Keracunan MBG, Gubernur Kalsel: Lebih Perhatikan Kebersihan

0

Link, Banjarbaru – Gempar kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah yang ada Kabupaten Banjar. Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin meminta agar penyedia makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kalau keracunan MBG ini kan macam-macam permasalahan. Tapi yang jelas mudah-mudahan kita yang penyedia MBG ini harus menyiapkan pembersih atau membersihkan tempat nasinya, terutama di tempat orang jual. Jadi ini harus kita samakan dulu,” kata H. Muhidin, Banjarbaru, Jumat (10/10/2025)

Menurutnya, pihak Polda Kalsel juga telah memberikan arahan agar seluruh penyedia makanan menggunakan bahan pembersih tertentu sesuai standar yang telah dianjurkan. Hal ini penting dilakukan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

“Kalau masih ada masalah, mungkin itu karena kualitas makanannya. Apakah makanan ini dibikin terlalu pagi, atau gara-gara alat masaknya, itu juga harus diperhatikan,” tambahnya

Terkait langkah yang akan diambil Pemerintah Provinsi Kalsel, H. Muhidin menyebut pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat. Menurutnya, persoalan keracunan MBG tidak hanya terjadi di Kalsel, tetapi juga terjadi di daerah lain di Indonesia

“Kita menunggu pemerintah pusat. Kalau pusat tidak ada gerakan, ya kita tetap. Tapi kalau ada instruksi dari pusat, apalagi kalau kasus ini terus berulang, kita akan pertimbangkan penutupan sementara,” ungkapnya.

Lebih lanjut, H. Muhidin menekankan bahwa pengawasan terhadap penyajian makanan perlu diperketat. Apabila ditemukan penyedia yang tidak memperhatikan kebersihan maupun cara pengolahan makanan sesuai aturan, maka tindakan tegas bisa dilakukan.

“Kalau penyedia tidak memperhatikan masakan atau cara membersihkan tempat makannya itu tidak sesuai harapan, mungkin akan kita laksanakan penutupan sementara,” tegas Gubernur H. Muhidin. (tri)

Reses di Syamsudin Noor, Wakil Ketua DPRD Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

0
Reses di Syamsudin Noor, Wakil Ketua DPRD Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Link, Banjarbaru – Dalam resesnya, Wakil Ketua I DPRD Kota Banjarbaru, Neni Hendriyawati menyatakan kesiapan memperjuangkan aspirasi warga untuk menyelesaikan pembangunan saluran drainase yang masih belum rampung pengerjaannya.

“Warga minta kami memperjuangkan aspirasi mereka agar menyelesaikan pembangunan drainase karena pengerjaan sebelumnya masih belum menyeluruh dan kami siap memperjuangkannya,” ujar Neni di Kota Banjarbaru, Rabu.

Menurut Neni, permintaan itu telah disampaikan warga saat dirinya menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses di Komplek Amaco Galaxy RT 08 RW 02, Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, Ahad (5/10/2025).

Perwakilan warga dalam pertemuan yang berlangsung santai dan diisi dialog, menyampaikan beberapa persoalan yang masih menjadi keluhan utama, di antaranya permasalahan drainase yang belum rampung dikerjakan tersebut.

Menurut warga, pengerjaan drainase di kawasan itu sempat dilakukan, namun hanya sebagian. Bahkan, pihak dinas terkait sebelumnya telah melakukan survei dan pengukuran lokasi sepanjang 1.017 meter namun hingga kini pekerjaan itu belum juga dilanjutkan.

“Masalah drainase ini sudah lama menjadi aspirasi warga. Insya Allah pada APBD Perubahan tahun 2026 kita dorong agar bisa dilanjutkan, meski mungkin secara bertahap,” ujar Neni di hadapan warga saat itu.

Selain persoalan drainase, ibu-ibu di wilayah itu juga menyampaikan keinginan untuk melakukan kegiatan ziarah yang disambut baik Neni dan menyatakan kesiapan memfasilitasi transportasinya untuk mendukung kelancaran ibadah tersebut.

“Permintaan ziarah juga muncul di beberapa titik reses sebelumnya dan kami menyambut dengan baik aspirasi dan berjanji memfasilitasi transportasinya. Insya Allah saya bantu semampunya,” ucap Neni.

Neni juga mengingatkan beberapa aspirasi warga pada tahun-tahun sebelumnya sudah terealisasi di antaranya bantuan pendingin ruangan (AC) dan kanopi baja ringan yang telah selesai dikerjakan.

“Saya bersyukur, beberapa permintaan warga pada reses sebelumnya sudah terealisasi. Ini bukti bahwa aspirasi warga memang kita kawal bersama,” tutur Srikandi DPRD Banjarbaru dari Gerindra itu.

Selain drainase, persoalan jalan alternatif di Jalan Kasturi juga menjadi perhatian dan mengeluhkan kondisi jalan yang sempit dan padat oleh aktivitas pengendara sehingga aspirasi warga akan dibawa ke pembahasan di DPRD Banjarbaru.

“Seluruh masukan yang telah disampaikan warga akan kita bawa dan kawal dalam rapat pembahasan bersama tim anggaran Pemkot Banjarbaru. Prinsipnya, kami di DPRD hadir mencari solusi terbaik bagi masyarakat,” kata Neni. (*)

Sulawesi Utara Dikejutkan Gempa M 7,6 Pagi Ini

0
Sulawesi Utara Dikejutkan Gempa M 7,6 Pagi Ini
Ilustrasi gempa bumi (Foto: Freepik)

Link, Sulut – Gempa bumi dengan magnitudo (M) 7,6 mengguncang Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (Sulut). Gempa dilaporkan berpusat di laut.

“Gempa Mag: 7,6,” tulis BMKG melalui akun X-nya, Jumat (10/10/2025).

Gempa terjadi pada pukul 08.43 WIB atau 09.43 Wita. Titik koordinat gempa yakni 7,34 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,87 derajat Bujur Timur (BT).

“371 km timur laut Melonguane Sulut. Kedalaman 56 Km,” lanjut BMKG.

BMKG melaporkan informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

Fathul Jannah Ajak Kader PKK Perkuat Peran Keluarga

0
Fathul Jannah Ajak Kader PKK Perkuat Peran Keluarga

Tanah Laut – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin didampingi Ketua I Bidang Pembinaan Karakter TP PKK Kalsel Hj. Masrupah Syarifuddin, secara resmi membuka Pertemuan Rutin Enam Bulanan TP PKK se-Kalimantan Selatan di Pantai Batakan, Kabupaten Tanah Laut, Kamis (9/10/2025) pagi.

Udara pagi di Pantai Batakan terasa sejuk dan segar. Di bawah rindangnya pepohonan pinus, lantunan musik senam terdengar riang, mengiringi gerak lincah para ibu-ibu dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan.

Suasana penuh tawa dan keakraban itu menandai dimulainya Pertemuan Rutin Enam Bulanan TP PKK se-Kalimantan Selatan.

Lebih dari 250 peserta tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan. Mengenakan seragam kain sasirangan berwarna cerah motif Kijang khas Kabupaten Tanah Laut, para kader PKK berbaur tanpa sekat, menikmati momen kebersamaan yang jarang mereka dapatkan.

Setelah senam, acara berlanjut dengan nyanyi bersama di tengah teduhnya pepohonan pinus yang berbaris rapi di sekitar pantai. Gelak tawa dan tepuk tangan menggema setiap kali lagu dinyanyikan bersama. Beberapa peserta bahkan ikut berjoget kecil, menambah suasana semakin meriah.

Menjelang siang, seluruh peserta berkumpul di tenda terbuka untuk sesi resmi pembukaan kegiatan. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Fathul Jannah Muhidin, didampingi Ketua I Bidang Pembinaan Karakter TP PKK Kalsel Hj. Masrupah Syarifuddin, secara resmi membuka acara tersebut di hadapan kader-kader PKK dari berbagai kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Hj. Fathul Jannah Muhidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus PKK yang tetap berkomitmen dan bersemangat dalam memberdayakan keluarga serta mendukung program-program pemerintah daerah.

“Pertemuan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi ruang penting untuk evaluasi dan berbagi pengalaman antar pengurus. Kita harus terus bergerak bersama untuk memperkuat peran PKK di masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, PKK memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, terutama dalam menekan angka pernikahan anak, menurunkan stunting, memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan kemandirian pangan, serta mendorong kemajuan perempuan di segala bidang.

Menurut istri Gubernur Kalsel tersebut, dengan sinergi dan semangat kebersamaan, seluruh kader PKK diharapkan mampu hadir sebagai pelopor perubahan dan solusi nyata di tengah masyarakat.

“Mari kita hadirkan PKK yang memberikan pembinaan, penyuluhan, dan solusi bagi keluarga agar mandiri dan berdaya. Dengan semangat itu, kita dapat mewujudkan kesejahteraan keluarga di seluruh lapisan masyarakat,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Hj. Fathul Jannah juga menyinggung durasi pelaksanaan kegiatan rutin yang berlangsung setiap enam bulan sekali.

“Kalau acara diadakan enam bulan sekali, selama lima tahun saya menjabat mungkin tidak semua kabupaten/kota kebagian menjadi tuan rumah. Ini perlu kita evaluasi bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tanah Laut Hj. Dian Rahmat Trianto menyampaikan rasa bangga dan terima kasih karena daerahnya dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan kali ini.

“Acara ini sudah kami persiapkan sejak beberapa bulan lalu. Kami merasa terhormat ditunjuk menjadi tuan rumah. Awalnya kami khawatir hujan, tapi alhamdulillah cuaca hari ini cerah dan acara berjalan lancar,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini ditutup dengan pembagian doorprize, yang semakin menambah semangat kebersamaan peserta.

Sebagai hasil kesepakatan bersama, Kabupaten Tanah Bumbu ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan berikutnya. Kegiatan pun berakhir sore hari dengan harapan agar TP PKK di seluruh Kalimantan Selatan semakin solid, inovatif, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pembangunan berbasis keluarga

Hasil Laboratorium, MBG Penyebab Keracunan Massal Mengandung Nitrat

0
Hasil Laboratorium, MBG Penyebab Keracunan Massal Mengandung Nitrat
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Banjar, Noripansyah usai membesuk puluhan siswa yang keracunan dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Ratu Zalecha Martapura pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 22.00 Wita

Link, Martapura – Berdasarkan hasil uji laboratorium dari satu sampel, nasi kuning dan sayur MBG positif mengandung nitrat yang bisa menyebabkan keracunan atau sejenisnya. Mungkin nitrat dari bahan makanan tercampur dalam pengolahan dan segala macamnya. Sedangkan untuk daging ayam suwir tidak terbaca.

Demikian diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Banjar, Noripansyah usai membesuk puluhan siswa yang keracunan dan mendapatkan penanganan medis di RSUD Ratu Zalecha Martapura pada Kamis (9/10/2025) sekitar pukul 22.00 Wita.

“Berdasarkan hasil uji laboratorium dari satu sampel, nasi kuning dan sayur MBG positif mengandung nitrat yang bisa menyebabkan keracunan atau sejenisnya. Mungkin nitrat dari bahan makanan tercampur dalam pengolahan dan segala macamnya. Sedangkan untuk daging ayam suwir tidak terbaca. Tapi coba kami pastikan lagi,” ujarnya.

Sebab, papar pejabat definitif Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (Kabid SDK) pada Dinkes Kabupaten Banjar yang akrab disapa Om Ipan, masih menunggu hasil eksplor dari Ahli Kesehatan Lingkungan (Sanitarian) dan Ahli Penjamah Makanan.

“Kami bersama Dinkes Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) malam ini juga langsung melakukan pengecekan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Karena besok MBG harus dimakan lagi,” katanya.

Tak hanya itu, atas insiden keracunan 78 orang siswa termasuk satu orang Kepala Sekolah (Kepsek) dari beberapa satuan pendidikan, yakni Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Assalam Martapura, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Assalam, SMAS IT Assalam, SD Muhammadiyah, serta SDN 1 Pasayangan Martapura, dan SDN Tungkaran tersebut, Ipan masih belum bisa menduga apakah akibat kelalaian.

“Kami masih belum dapat memastikan apakah ini kelalaian. Kami masih perlu memastikan lagi apa penyebab kejadian ini,” tutupnya.(zainudin)