Beranda blog Halaman 105

Barcelona Bidik Samu Aghehowa sebagai Pengganti Lewandowski

0
Istimewa

Link, Jakarta – Barcelona dikabarkan tengah memantau striker muda FC Porto, Samu Aghehowa, untuk dijadikan calon pengganti Robert Lewandowski pada musim depan. Klub asal Catalan itu bahkan disebut siap menyiapkan dana hingga 60 juta euro guna memboyong pemain berusia 21 tahun tersebut, seperti dilaporkan oleh Fichajes.

Samu Aghehowa tampil impresif sejak bergabung dengan Porto pada musim panas 2024 setelah pindah dari Atletico Madrid. Dalam 53 pertandingan di semua kompetisi, ia telah mencetak 32 gol dan menjadi sosok penting di lini depan tim asal Portugal itu. Penampilan luar biasa tersebut membuatnya menarik perhatian klub-klub top Eropa, termasuk Manchester United dan Tottenham Hotspur. Namun, Barcelona disebut sebagai peminat paling serius.

Langkah Barcelona ini dilatarbelakangi oleh situasi kontrak Robert Lewandowski yang akan berakhir pada akhir musim 2025. Meskipun klub memiliki opsi perpanjangan hingga 2027, pihak manajemen ingin menyiapkan regenerasi lini depan lebih awal. Dengan usia Lewandowski yang sudah 37 tahun, Barcelona memandang Samu sebagai investasi jangka panjang yang ideal.

Meski klausul rilis Samu di Porto mencapai 100 juta euro, Barcelona hanya berencana mengajukan tawaran senilai 60 juta euro. Strategi tersebut dianggap realistis mengingat usia muda dan potensi perkembangan sang pemain yang masih besar.

Selain Aghehowa, direktur olahraga Deco juga memantau striker Borussia Dortmund, Serhou Guirassy, sebagai alternatif tambahan. Pemain asal Guinea itu menjadi opsi cadangan jika Barcelona gagal mendatangkan Samu atau jika Lewandowski memutuskan hengkang lebih cepat.

Lewandowski sendiri telah mencetak empat gol dari sembilan penampilan musim ini. Meski masih menjadi andalan, Barcelona belum memutuskan perpanjangan kontrak sang striker veteran. Klub saat ini fokus pada konsolidasi skuad dan pemulihan pemain cedera sebelum memutuskan arah transfer berikutnya.

Kalsel Kirim 63 Kafilah Ikuti STQH Tingkat Nasional XXVIII

0
pelepasan STQH
Sekdaprov M. Syarifuddin Lepas Kafilah Kalsel Ikuti STQH Tingkat Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari Sulawesi Tenggara

Link, Banjarbaru – Kalimantan Selatan mengirimkan  65 orang kafilah Lembaga Pelatihan Tilawatil Qur’an Kalsel, untuk mengikuti  Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadits (STQH) tingkat Nasional XXVIII Tahun 2025 yang akan dilaksanakan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Pada kesempatan ini, Gubernur Kalsel H. Muhidin melalui Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H M Syarifuddin yang juga sekaligus Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalsel, menyampaikan pesan-pesan penyemangat untuk para kafilah yang akan mengikuti seleksi pada 9 hingga 19 Oktober 2025 mendatang.

“Kafilah yang berangkat bukan hanya membawa nama pribadi atau lembaga, tetapi membawa nama baik Banua. Di pundak saudara-saudara terpikul amanah agar syiar Al-Qur’an terus berkibar tinggi di kancah Nasional,” pesan Sekdaprov M. Syarifuddin, di di Embarkasi Haji Banjarmasin, di Banjarbaru pada Kamis (10/9/2025) siang.

Kepada kafilah, Sekdaprov juga berpesan agar bisa meraih prestasi yang bagus. Mengingat sebelumnya kafilah Kalsel selalu berhasil meraih predikat juara.

“Tadi sudah disampaikan bahwa pada kegiatan MTQ Nasional, kita peringkat 3. Kemudian kemarin Musabaqah Qiraatil di Sulsel, kita masuk 10 besar. Untuk kali ini barang haja, mudah-mudahan bisa masuk 3 besar,” harap Sekdaprov.

Tak lupa Sekdaprov Syarifuddin berpesan agar para kafilah dapat menjaga diri dan kekompakan, serta mengobarkan semangat Wasaka, pada seleksi nasional kali ini.

“Saya minta agar seluruh kafilah menjaga kesehatan, kekompakan dan disiplin selama mengikuti kegiatan di Kendari. Tunjukkan sikap santun dan junjung tinggi sportifitas, serta kobarkan semangat Waja sampai Kaputing,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama  Provinsi Kalimantan Selatan, yang juga Ketua LPTQ Provinsi Kalsel, M Thambrin dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas support dan dukungan dari Pemprov Kalsel terhadap perjalanan LPTQ Provinsi Kalsel.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur, dan terkhusus Bapak Sekda selaku Ketua Umum LPTQ Kalsel yang telah memfasilitasi kegiatan LPTQ di Kalsel, sehingga semua event bisa dilaksanakan,” sampainya.

Pada kegiatan ini, dilaporkan akan berangkat menuju Kota Kendari sebanyak 65 orang yang terdiri dari peserta kafilah, pelatih, official dan pendamping, yang dipimpin langsung oleh Sekda Kalsel selaku Ketua Umum LPTQ Kalsel.

Adapun seluruh peserta akan mengikuti semua cabang yang dilombakan, yakni Cabang Tilawah, Cabang Tahfidz, Cabang Tafsir Al-Qur’an, Cabang Hapalan Hadits dan Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadits.

Selain itu LPTQ Kalsel juga mendapat jatah untuk menjadi dewan hakim, yang diwakili oleh Ustadz H Ahmad Bughdadi. (tri)

Wagub Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Rakornas P2PD di Jakarta

0
Rakornas P2PD
Wagub Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Rakornas P2PD Tahun 2025 di Jakarta

Link, Jakarta – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman turut menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Rakornas P2PD) Tahun 2025, yang digelar di Jakarta pada 9–10 Oktober 2025.

Acara yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini mengusung tema “Penguatan Sinergi Pembinaan dan Pengawasan dalam Rangka Mendukung Keberhasilan Program Strategis Nasional pada Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.”

Rakornas ini menjadi wadah penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, serta sinergi dalam pelaksanaan program strategis nasional agar berjalan efektif hingga ke level daerah.

Dalam Rakornas P2PD  tersebut, sejumlah kepala daerah, wakil kepala daerah, serta pejabat terkait dari berbagai provinsi di Indonesia hadir untuk mendengarkan arahan langsung dari jajaran Kemendagri. Utamanya terkait pembinaan dan pengawasan tata kelola pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel.

Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen daerah dalam mendukung kebijakan strategis nasional, termasuk mempercepat pembangunan di daerah.

“Kalimantan Selatan siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, dan berpihak pada masyarakat,” ujar Wagub Hasnur usai kegiatan.

Dengan adanya Rakornas ini, diharapkan seluruh daerah dapat terus meningkatkan kinerja, memperkuat pengawasan, dan memastikan program strategis nasional berjalan sesuai target untuk kemajuan pembangunan di seluruh Indonesia. (tri)

Setiap Ujian Tersusun Selaras dengan Kapasitas Batın

0
Setiap Ujian Tersusun Selaras dengan Kapasitas Batın

Bismillahirrahmanirrahim
Dalam mengarungi kehidupan, setiap insan tidak terlepas dari ujian sesuai kapasitasnya masing-masing. Hal ini juga sudah ditegaskan Allah dalam firmannya di dalam Ayat Suci Alquran. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.

Safariyansyah, Budayawan Spiritualis
Mencari yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

Setelah pekan lalu, saya menyampaikan nukilan Ngaji Dialog di Beranda Lestari kediaman DR Mada Teruna Sang Birokrat Spiritualis tentang kenyataan kematian pasti datang, kali ini giliran nukilan bahasan tentang soal ujian yang harus dijawab oleh masing-masing insan.

Dari sejak kita lahir, takdır telah dituliskan bukan dalam bentuk garis lurus, tapi dalam bentuk serangkaian ujian yang hanya bisa dipecahkan oleh jiwa sendiri-sendiri. Kita tidak bisa minta soal yang lebih mudah, karena soal sudah disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing.

Apa yang kau alami bukan kebetulan. Rasa sakit, kekecewaan, kehilangan, semuanya adalah bagian dari soal yang telah dirancang. Semuanya untuk membentuk diri, namun masalahnya adalah kita sering melihat soal dari orang lain dan merasa soal mereka lebih mudah.

Seseorang berpikir seandainya dia punya kehidupa-nya pasti lebih bahagia. Padahal jika kita benar-benat masuk ke dalam hidup mereka, maka akan menemukan kesulitan yang tak dilihat dari luar. Karena setiap orang punya beban yang tak tampak. Kita tak perlu memahami kenapa ujian ini datang kepada kita, kita hanya perlu percaya bahwa tidak ada yang sia-sia.

Setiap pertanyaan yang muncul dalam hidup pasti mengandung jawaban yang bisa membawa jiwa mu lebih tinggi.

Pada akhirnya, janganlah buang waktu hanya untuk menyesali kenapa hidup mu seperti ini. Yang perlu dilakukan adalah menemukan di balik soal ini dan mengerjakannya dengar sebaik mungkin. Tak perlu mencari contekan dari orang lain, karena hidup bukanlah perlombaan akademik.

Hidup adalah perjalanan spiritual dan setiap langkah yang diambil menuju pemahaman yang lebih dalam tentang diri kita sendiri adalah sebuah kemenangan.

Jadi, berhentilah mengeluh tentang soalmu, dan mulailah menjawabnya dengan hati yang yakın.

Bukankah Allah telah berfirman  “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS. Albaparah).

Ayat ini menegaskan bahwa setiap ujian dalam kehidupan tidak pernah hadir di luar batas kemampuan batin. la terukur dengan kebijaksanaan yang melampau nalar, selaras dengan kesiapan jiwa untuk bertumbuh.

Bukan sekadar beban, melainkan jalan halus yang mengasah kedewasaan rohani. Dalam tiap cobaan, terselip isyarat bahwa kekuatan sudah ditanamkan tidak untuk meruntuhkan, tetapi untuk membangkitkan potensi terdalam yang sering tersembunyi.

Dengan demikian, setiap perjalanan bukan hukuman, melainkan panggilan untuk menyalat kedalaman dim dan melangkah lebih dekat menuju hakikat makna.

AFWAN
WASALAM

Buntut Pelajar Diduga Keracunan Makanan, Polres Banjar Akan Lakukan Penyelidikan

0
keracunan makanan MBG
Puluhan Siswa Keracunan, Polres Banjar Akan Lakukan Penyelidikan

Link, Martapura – Kepolisian Resor (Polres) Banjar segera lakukan penyelidikan sebagai tindak lanjut insiden puluhan pelajar hingga Kepala Sekolah (Kepsek) diduga keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (9/10/2025).

Usai melakukan peninjauan langsung di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura. Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli mengatakan, puluhan siswa yang mendapatkan perawatan mengalami gejala pusing, mual, hingga muntah-muntah usai menyantap makanan dari program MBG.

“Karena itu sampel dari makanan tersebut sudah kami sita dan akan melakukan tes laboratorium untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan makanan dari program MBG hari ini,” ujarnya.

Untuk hasilnya, papar Dr Fadli, pasti akan disampaikan kepada awak media.

“Jadi saat ini masih kita proses, dan hasilnya pasti akan kita sampaikan. Kemudian tindak lanjut kami sebagai kepolisian akan melakukan penyelidikan terkait bagaimana insiden keracunan ini bisa terjadi,” tegasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dokter RSUD Ratu Zalecha Martapura, tambah Dr Fadli, kemungkinan jumlah pasien diduga keracunan makanan dari program MBG akan bertambah.

“Menurut prediksi dokter, untuk siswa yang memiliki ketahanan fisik yang kuat mungkin gejalanya akan muncul pada malam hari. Kemungkinan akan bertambah jumlahnya,” katanya.

Berdasarkan informasi sementara, jumlah siswa yang keracunan makanan dari program MBG sebanyak 63 orang, dan yang sudah bisa dipulangkan sebanyak 22 orang.

Puluhan siswa tersebut berasal dari beberapa sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Martapura, yakni di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Assalam Martapura, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Assalam, SMAS IT Assalam, dan SD Muhammadiyah, serta SDN 1 Pasayangan Martapura, serta SDN Tungkaran. (zainuddin)

Pelajar Diduga Keracunan MBG Bertambah Menjadi 58 Orang

0
keracunan MBG
Sejumlah pelajar saat mendampingi rekannya yang diduga keracunan MBG saat dilarikan ke rumah sakit.

Link, Martapura – Jumlah pelajar yang diduga telah keracunan usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertambah, dari semula 33 pelajar kini menjadi 58 pelajar yang harus dilarikan ke rumah sakit. Selain Rumah Sakit Daerah Ratu Zalekha, pihak berwenang telah menunjuk RS Pelita Insani dan dua UPTD Puskesmas Martapura jadi rujukan untuk mengantisipasi bertambahnya korban.

“Pemerintah daerah sudah menyiapkan RS Pelita Insani dan UPTD Puskesmas Martapura I dan UPTD Puskesmas Martapura II sebagai rujukan untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah siswa yang menderita sakit perut, pusing, hingga muntah-muntah,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Ikhwansyah saat membesuk puluhan siswa yang  keracunan dan harus mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura pada Kamis (9/10/2025).

Pejabat definitif Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banjar ini juga memastikan, sejumlah siswa yang menderita keracunan pasca menyantap makanan dari program MBG akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

“Mudah-mudahan jumlah pasein tidak bertambah lagi. Pemda sudah Universal Health Coverage (UHC) 100 persen. Artinya setiap masyarakat yang memiliki KTP dan Kartu Kelurga (KK) Kabupaten Banjar berhak mendapatkan pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh pewarta pada pukul 19.00 wita, jumlah siswa yang mengalami keracunan makanan dari program MBG yang tadinya hanya berjumlah 33 orang siswa pada satuan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Assalam Martapura, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Assalam, SMAS IT Assalam, dan SD Muhammadiyah, serta SDN 1 Pasayangan Martapura. Kini jumlah pasien bertambah menjadi 58 orang siswa, dan sudah dipulangkan sebanyak 15 orang siswa. (zainuddin)

Diduga Keracunan MBG, 33 Pelajar Dilarikan Ke RSUD RaZa Martapura

0
33 pelajabar diduga keracunan MBG  
Dandim 1006 Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya

Link, Martapura – Sebanyak 33 siswa dan siswi baik dari satuan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Assalam Martapura, Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Assalam, SMAS IT Assalam, dan SD Muhammadiyah, serta SDN 1 Pasayangan Martapura, harus dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura. Diduga para pelajar tersebut keracunan  usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (9/10/2025).

Sebelumnya, para siswa tersebut menyantap hidang dari program MBG pada pukul 10.00 Wita pagi dan tiba-tiba mengalami mual dan pusing, hingga muntah-muntah pada pukul 14.00 Wita.

Ahmad Mizhan salah seorang siswa MIS Assalam Martapura yang sempat mendapatkan perawatan di IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura usai menyantap hidangan MBG.

“Sekitar pukul sepuluh saya makan nasi kuning dengan lauk ayam suwir, serta sayur berkuah santan. Rasa daging ayamnya memang terasa sudah asam. Setelah saya pulang sekolah, sekitar pukul 14.00 Wita merasa pusing, mual, dan muntah-muntah,” ujarnya.

Mendapat informasi tersebut, Komandan Distrik Militer (Dandim) 1006 Banjar, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya langsung mendatangi IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura untuk memastikan puluhan siswa dan siswi yang diduga telah keracunan makanan MBG agar segera mendapatkan penanganan medis.

“Hingga sore ini sudah ada 33 siswa yang mendapat penanganan di rumah sakit karena menderita sakit perut, tiga diantaranya sudah boleh dipulangkan,” katanya.

Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya juga memastikan, pihaknya juga mengambil sampel makanan program MBG dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tungkaran untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium guna mengetahui penyebab insiden tersebut.

“Memang kejadian ini tidak biasa, dan harus segera kita tangani secara benar dan baik, bukan berarti program MBG harus dihentikan. Sebab kegiatan MBG ini mempunyai manfaat yang lebih besar. Mudah-mudahan tidak ada terjadi hal-hal yang bisa berakibat fatal,” harapnya.

Tak hanya itu, selain memastikan puluhan anak yang diduga keracunan makanan dari program MBG mendapatkan layanan kesehatan gratis atau ditanggung Pemerintah daerah (Pemda). Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya memastikan akan segera melakukan evaluasi terhadap program MBG di Kabupaten Banjar.

“Sebenarnya Kodim bersama Pemda sudah melaksanakan langkah preventif, salah satunya melaksanakan rapat koordinasi dengan pihak dapur, dan Yayasan agar dalam pelaksanaannya tetap memperhatikan kehigienisan, baik dan bergizi sesuai standar kesehatan. Jadi setiap hari sudah dilaksanakan pengawasan,” katanya.

Kendati demikian, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya mengakui, tidak menutup kemungkinan ada terjadi keteledoran dari dapur MBG.

“Kalau terbukti ada kelalaian dalam pengolahan makanan ini tentu ada sanksinya. Apabila ada penyimpangan atau ada yang mengarah ke pidana, maka semua prosesnya harus sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada istilah keberpihakan atau yang ditutup-tutupi. Kita butuh bantuan rekan-rekan untuk bersama-sama melakukan pengawasan. Karena program pemerintah ini harus kita dukung,” tutupnya.

Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien. Pemkab Banjar juga sudah menyiapkan pelayanan di dua puskesmas, yakni UPTD Puskesmas Martapura I dan UPTD Puskesmas Martapura II. (zainuddin)

Dayot Upamecano Diincar MU, Bayern Segera Ambil Langkah

0
Dayot Upamecano Diincar MU, Bayern Segera Ambil Langkah
Duel Adam Idah (kiri) dan Dayot Upamecano dalam laga leg pertama play-off Liga Champions antara Celtic vs Bayern Munchen, Kamis (13/2/2025). (c) AP Photo/Scott Heppell

Link, Jakarta – Masa depan bek tangguh Bayern Munich, Dayot Upamecano, tengah menjadi sorotan jelang dibukanya bursa transfer musim panas. Pemain berusia 26 tahun itu memasuki tahun terakhir kontraknya bersama Die Roten, dan pembicaraan soal perpanjangan belum mencapai kesepakatan. Situasi ini menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa, termasuk Manchester United.

Upamecano bergabung dengan Bayern Munich dari RB Leipzig pada 2021 dan telah menjadi pilar utama di lini pertahanan. Sejauh ini, ia mencatat 161 penampilan di semua ajang dengan performa konsisten. Meski begitu, belum adanya kepastian kontrak baru membuat posisinya di klub mulai dipantau banyak tim papan atas Eropa.

Menurut laporan Bild, Manchester United termasuk klub yang paling aktif mengikuti perkembangan sang pemain. Setan Merah menilai Upamecano sebagai kandidat ideal untuk memperkuat lini belakang yang musim ini kerap bermasalah akibat cedera. Gaya bermainnya yang cepat dan kemampuan membangun serangan dari belakang dinilai cocok dengan skema pelatih Ruben Amorim.

Selain United, Real Madrid, Liverpool, dan beberapa klub Serie A juga dikabarkan siap bersaing dalam perburuan tanda tangan Upamecano. Bayern pun sadar risiko besar jika tidak segera mencapai kesepakatan, karena sang bek bisa pergi gratis pada 2026 mendatang.

Manajemen Bayern Munich dikabarkan sudah memulai pembicaraan resmi dengan pihak Upamecano dalam beberapa pekan terakhir. Presiden klub, Herbert Hainer, memastikan negosiasi berjalan positif. “Pembicaraan sedang berlangsung, dan kami berharap Dayot bertahan untuk waktu yang lama,” ujarnya kepada Bild.

Laporan tambahan menyebut sebagian besar kesepakatan finansial telah tercapai, hanya menyisakan beberapa detail teknis yang masih dibahas. Jika semuanya berjalan sesuai rencana, kontrak baru Upamecano bisa diumumkan sebelum jendela transfer dibuka.

Meski peluang bertahan di Bayern cukup besar, minat dari klub-klub Premier League membuat situasi ini tetap menarik untuk dipantau. Jika Bayern gagal menuntaskan negosiasi dalam waktu dekat, nama Dayot Upamecano bisa menjadi salah satu sorotan utama di bursa transfer musim panas 2026.

Wamentan: Pesantren Mitra Strategis Ketahanan Pangan

0
Wamentan: Pesantren Mitra Strategis Ketahanan Pangan
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Saat Melakukan Kunjungan Kerja ke Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Link, Jabar – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong pesantren untuk berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Koperasi Pondok Pesantren Al Ittifaq di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/10/2025).

Menurut Wamentan Sudaryono, pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan agribisnis masyarakat desa. Model yang dikembangkan oleh Al Ittifaq menunjukkan bagaimana lembaga pendidikan berbasis keagamaan dapat menjadi penggerak produksi pangan, pembinaan petani, hingga pengelolaan rantai pasok secara profesional.

“Pesantren seperti Al Ittifaq ini adalah contoh konkret bagaimana lembaga keagamaan bisa menjadi agregator pertanian. Dari lahan 14 hektare milik pesantren dan lebih dari 400 hektare lahan masyarakat binaan, mereka mampu membangun sistem produksi yang terintegrasi dan efisien,” kata Wamentan Sudaryono.

Wamentan Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar mengungkapkan bahwa sistem budi daya hortikultura di Al Ittifaq sudah mengadopsi metode modern seperti tumpang sari empat varietas dalam satu bedengan dengan hasil adaptasi dari berbagai negara. Ia pun menugaskan Direktorat Jenderal Hortikultura untuk membentuk lembaga pelatihan khusus bagi anak-anak muda dari wilayah dengan karakter agroklimat serupa, seperti Wonosobo, Temanggung, Malang, hingga Pasuruan.

“Ilmu yang dipelajari dari luar negeri tidak bisa ditiru mentah-mentah. Harus disesuaikan dengan kondisi kita. Karena itu saya ingin ada pelatihan yang bisa memperbanyak model keberhasilan seperti Al Ittifaq di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Ia juga menilai pola agribisnis pesantren dapat menjadi motor baru ekonomi desa. Melalui sistem koperasi, pesantren dapat membantu petani melakukan standardisasi produk, pengendalian mutu, dan pemasaran hasil panen ke berbagai segmen pasar.

“Ini satu integrasi yang baik, bagaimana kooperasi pesantren itu menggalang dan membina banyak petani. Dari mulai quality control-nya dengan standar-standarnya ditentukan di situ. Sehingga petani itu bisa sortir yang mana ke pasar biasa, yang mana ke supermarket, dan seterusnya. Sehingga ada nilai tambah di situ,” jelasnya.

Wamentan juga mengaitkan model kemandirian pertanian pesantren dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas pemerintah. Ia menekankan bahwa MBG bukan hanya soal pemerataan gizi anak sekolah, tetapi juga penggerak ekonomi desa.

“MBG ini harus memutar uang di desa. Sayur, ayam, telur, bumbu, nasi, semuanya dari desa untuk desa. Bukan membuat yang kaya makin kaya, tapi membuat masyarakat kecil makin sejahtera,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mas Dar melihat pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan sektor pangan nasional. Dengan jejaring yang luas dan basis sosial yang kuat, pesantren dinilai mampu mempercepat adopsi teknologi pertanian, memperkuat kelembagaan petani, dan memperluas pasar produk hortikultura lokal.

Melalui dukungan pelatihan, pendampingan, dan kemitraan pasar, Kementan berharap model agribisnis pesantren seperti Al Ittifaq dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional.

Dunia Usaha Diminta Jadikan K3 Sebagai Budaya Kerja

0
K3 di dunia usaha
Gubernur Kalsel Ajak Dunia Usaha Jadikan K3 Sebagai Budaya dan Komitmen Bersama

Link, Banjarbaru – Pelaku industri dan dunia usaha di Banua diajak untuk terus memperkuat penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari budaya kerja yang berkelanjutan.

Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, sekaligus membuka Seminar K3 dan Penyerahan Penghargaan K3 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (9/10/2025).

“Keselamatan dan kesehatan kerja adalah komitmen kita bersama untuk memastikan setiap orang yang berada di tempat kerja dapat bekerja dengan tenang, efisien, serta terhindar dari berbagai risiko yang membahayakan keselamatan diri maupun orang lain,” ujar Adi Santoso.

Ia menegaskan, penerapan K3 yang baik tidak hanya berfungsi untuk mengurangi risiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja, tetapi juga mampu meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Lingkungan kerja yang aman dan sehat, katanya, akan membuat pekerja lebih fokus, nyaman, dan memiliki semangat kerja tinggi, yang pada akhirnya juga menguntungkan perusahaan.

“Perusahaan yang menerapkan K3 secara konsisten akan tumbuh lebih berkelanjutan, kompetitif, serta memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur mengingatkan bahwa tantangan dunia industri ke depan semakin kompleks, terutama dengan adanya perubahan demografi tenaga kerja dan perkembangan teknologi. Oleh karena itu, ia menilai pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara menyeluruh dan berkesinambungan agar budaya K3 benar-benar tertanam dalam setiap lini pekerjaan.

Gubernur juga mengajak pimpinan industri dan pelaku usaha di Kalimantan Selatan untuk menjadi teladan dalam penerapan K3. Ia menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dengan melibatkan pekerja dalam perencanaan dan pelaksanaan program K3 di tempat kerja.

“Jadikan pekerja dan buruh sebagai mitra sejajar, karena merekalah garda terdepan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif,” pesannya. (tri)