Beranda blog Halaman 108

Paket Ekonomi 2025 Dorong Pertumbuhan dan Serap Tenaga Kerja

0
Paket Ekonomi 2025 Dorong Pertumbuhan dan Serap Tenaga Kerja
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Humas Ekon)

Link, Jakarta – Pemerintah telah merumuskan Paket Ekonomi 2025 dan Penyerapan Tenaga Kerja yang terdiri dari 8 program akselerasi di 2025, 4 program yang dilanjutkan di 2026, dan 5 program andalan  untuk penyerapan tenaga kerja. Langkah yang diambil pemerintah diyakini bakal mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pemerintah optimist bahwa pertumbuhan ekonomi 5,2 persen bisa dicapai. Oleh karena itu sesuai dengan arahan Bapak Presiden, para Menteri berkumpul untuk mengecek program-program unggulan. Saat ini PMI Manufaktur juga terlihat masih dalam ekspansi di 50,4, kemudian juga terkait dengan surplus daripada ekspor juga masih sebesar USD5,49 miliar,” jelas Menko Airlangga dalam siaran pers yang diterima pada Senin (6/10/2025).

Terkait dengan program akselerasi di 2025, untuk program magang bagi lulusan perguruan tinggi maksimal fresh graduate 1 tahun, Pemerintah telah menyiapkan mekanisme melalui sistem SIAPKerja. Saat ini, Pemerintah tengah mengumpulkan kebutuhan dari sisi perusahaan (demand side), baik BUMN maupun swasta. Selanjutnya, sistem akan dibuka untuk pendaftaran peserta mulai 15 Oktober 2025, sehingga lulusan dapat segera mengakses kesempatan magang yang tersedia.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga menyampaikan perkembangan mengenai program untuk mendorong penyerapan tenaga kerja seperti program Koperasi Merah Putih, penguatan sektor pertanian dan kelautan-perikanan, pengembangan desa nelayan, serta program revitalisasi tambak di kawasan Pantura seluas 20 ribu hektare.

“Kemudian Pemerintah juga mendorong akselerasi belanja kepada 12 kementerian/lembaga (K/L) dan juga optimalisasi program, misalnya Makan Bergizi Gratis, kemudian juga terkait dengan sekolah unggulan, dukungan kepada UMKM. Pemerintah akan memberikan stimulus tambahan penebalan di Kuartal IV. Arahan Bapak Presiden bahwa bantalan daripada stimulus tambahan itu untuk sampai dengan desil keempat atau menjangkau lebih dari 30 juta keluarga penerima manfaat,” jelas Menko Airlangga.

Selain itu, Menko Airlangga menyebutkan bahwa akan terdapat juga sejumlah event ritel yang diharapkan dapat mendorong konsumsi masyarakat seperti HARBOLNAS yang akan digelar pada tanggal 10-16 Desember 2025 yang diproyeksikan akan menghasilkan transaksi hingga sebesar Rp35 triliun, BINA Hari Belanja Diskon Indonesia, serta EPIC Sale pada akhir Desember 2025.

Paket Diskon Tarif

Pemerintah juga menyiapkan stimulus khusus Natal dan Tahun Baru untuk mendukung mobilitas masyarakat. Program tersebut mencakup diskon tarif angkutan kereta api sebesar 30 persen dari harga tiket bagi 1,5 juta penumpang pada periode 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026, diskon 20 persen dari tarif dasar untuk angkutan laut Pelni kepada 405 ribu penumpang pada periode 17 Desember 2025 – 10 Januari 2026, serta pemberian potongan biaya jasa pelabuhan pada angkutan penyeberangan ASDP bagi 227 ribu penumpang dan 491 ribu kendaraan pada periode 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026.

Untuk transportasi udara, Pemerintah juga akan memberikan diskon tiket pesawat melalui skema PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), diskon fuel surcharge, hingga penurunan harga avtur sehingga masyarakat dapat menikmati penurunan harga tiket sebesar 12–14 persen. Pemberlakuan kebijakan tersebut akan dilakukan untuk periode pembelian 22 Oktober 2025 – 10 Januari 2026, serta periode penerbangan 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026.

“Kemudian juga ada dukungan event wisata dan juga paket yang dibundling terkait dengan wisata kuliner dan UMKM,” pungkas Menko Airlangga. (infopublik).

Muhidin Pimpin Rakor Tindaklanjut Arahan KPK, Temuan BPK dan Itjen Kemendagri

0
temuan BPK
Gubernur H. Muhidin Pimpin Rakor Menindaklanjuti Arahan KPk, Temuan BPK dan Itjen Kemendagri

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) menindaklanjuti arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Irjen Kemendagri), Senin (6/10/2025) di aula KH Idham Chalid Kantor Gubernur di Banjarbaru.

Rakor dihadiri para asisten, staf ahli gubernur, tim ahli gubernur, dan kepala SKPD dan pejabat eselon III lingkup Pemprov Kalsel.

Gubernur H Muhidin menyebut, rapat dilakukan dalam rangka menindaklanjuti arahan atau temuan  BPK yang harus diselesaikan awal Desember tahun ini.

“Supaya jangan sampai kita berlanjut pada hukum,” ujar Gubernur H Muhidin.

Pembahasan lain, terkait dengan Survei Penilaian Integritas (SPI), Gubernur H Muhidin memberikan instruksi kepada SKPD agar memperhatikan masalah ini dan melengkapi segala fasilitas kantor yang diperlukan.

“Jangan sampai kantor itu tidak ada orangnya,” lanjut Gubernur.

SPI merupakan survei yang dilakukan KPK terhadap Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah untuk memetakan risiko korupsi dan kemajuan upaya pencegahan korupsi, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran Risiko Korupsi dan perbaikan sistem antikorupsi

Rapat seperti ini lanjut Gubernur H. Muhidin diagendakan rutin di lingkungan Pemprov, satu atau dua bulan sekali untuk mengevaluasi kerja masingmasing SKPD.

Sementara itu, Inspektur Kalsel Ahmad Fydayyen di awal rakor menyampaikan, ada 451 rekomendasi (finansial dan non finansial) yang jadi target utama  diselesaikan. Batas waktu penyelesaian yang diberikan hingga tanggal 5 Desember mendatang.

Adapun hal-hal terkait realisasi fisik dan keuangan lingkup Pemprov Kalsel, dipaparkan Plt Kepala Bappeda Galuh Tantri Narindra. (tri)

Terkesan Aneh, Revisi Perda RTRW Kabupaten Banjar Ditarik

0
Terkesan Aneh, Revisi Perda RTRW Kabupaten Banjar Ditarik
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, H Abdul Razak benarkan rencana revisi Perda RTRW Kabupaten Banjar ditarik.

Link, Martapura – Baru sepekan usulan rencana Revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Banjar 2021-2041 dimasukkan ke DPRD Banjar, tiba-tiba ditarik kembali. Ada apa?

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, H Abdul Razak saat dikonfirmasi terkait penarikan rencana revisi Perda RTRW dari Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2025 yang diusulkan eksekutif ke legislatif pada 1 Oktober 2025 kemarin menegaskan penarikan tersebut dilakukan lantaran keterbatasan waktu..

“Tidak ada kepentingan hal lain, penundaan itu karena keterbatasan waktu. Karena dengan sisa waktu hanya tiga bulan, saya yakin tidak akan selesai. Apalagi banyak yang harus diakomodir dalam Perda RTRW. Menurut kami keputusan penundaan ini sudah tepat,” ujarnya pada Senin (6/10/2025).

Terlebih, papar Politisi Golkar yang memiliki latar belakang birokrat ini, rencana revisi Perda RTRW tersebut masih dalam tahap kajian konsultan dan belum diajukan ke Komisi III atau Panitia Khusus (Pansus) untuk dilakukan pembahasan.

“Karena memang Perda RTRW ini banyak mengakomodir berbagai kepentingan, khususnya Proyek Strategis Nasional (PSN) satu diantaranya proyek pembangunan Bendungan Riam Kiwa dan Banjarbakula. Tentunya perlu dilakukan kajian secara komprehensif dan memerlukan waktu yang panjang,” ucapnya.

Abdul Razak juga memastikan, penundaan revisi Perda RTRW yang kini dimasukkan dalam Propemperda 2026 mendatang tidak akan berpengaruh terhadap Peraturan bupati (Perbup) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang tengah dilakukan Peninjauan Kembali (PK). Tak terkecuali terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Pemakaman yang saat ini tinggal finalisasi.

“Raperda Pengelolaan Pemakaman itu mengatur secara umum, artinya penempatannya harus mengacu sesuai pola tata ruang, baik RTRW dan RDTR. Revisi Perda RTRW inikan terjadi karena lebih duluan Perda kita keluar dibanding Perda RTRW Provinsi, sehingga harus dilakukan penyesuaian,” katanya.

Pernyataan serupa juga diungkapkan Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pengawasan Bangunan (Kabid Wasbang) pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, Yudi Riswandi, yakni bukan dikarenakan ada kepentingan yang tidak terakomodir, melainkan karena tahapan.

“Penetapan PK Perda RTRW untuk mendapatkan persetujuan kalau tidak salah pada Maret atau April. Sedangkan berdasarkan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nomor 11 Tahun 2021, penyusunan revisi RTRW jangka waktunya selama 12 bulan untuk penetapan subtansi, dan batas waktu penetapan Perda-nya selama 6 bulan. Karena itu dimundurkan jadwalnya dan akan dibahas pada 2026,” beber Yudi Riswandi.

Sebab, tambahnya lebih jauh, untuk proses revisi RTRW Kabupaten Banjar baru mau memasuki Forum Group Discussion (FGD) tahap II sebelum memasuki forum Konsultasi Publik (KP) tahap II yang tentunya konsultan membutuhkan waktu untuk melakukan penyusunan hasil pembahasan FGD tahap II.

“Tahapan ini salah satu syarat yang harus dilalui untuk merevisi, dan kita tidak bisa mendesak konsultan untuk mempercepatnya. Selanjutnya baru dilakukan pengajuan persetujuan subtansi ke kementerian dengan mengantongi Berita Acara (BA) kesepakatan antara bupati dengan DPRD. Belum lagi soal jadwal rapat Lintas Sektor (Linsek) yang ditentukan kementerian. Inilah pertimbangan kami, karena berada di penghujung tahun,” ungkap Yudi yang memastikan proses revisi Perda RTRW tetap tetap berjalan.(zainuddin)

Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Rampasan Rp7 T Kasus Timah Ilegal

0
Prabowo Saksikan Penyerahan Aset Rampasan Rp7 T Kasus Timah Ilegal
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan langsung proses penyerahan aset Barang Rampasan Negara (BRN) di Smelter PT Tinindo Internusa, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (6/10/2025). BPMI setpres

Link, Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan langsung proses penyerahan aset Barang Rampasan Negara (BRN) di Smelter PT Tinindo Internusa, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (6/10/2025).

Penyerahan aset dilakukan secara berjenjang, dimulai dari Jaksa Agung kepada Wakil Menteri Keuangan, dilanjutkan kepada CEO Danantara, dan akhirnya kepada Direktur Utama PT Timah Tbk.

Presiden Prabowo menyebut momen ini sebagai langkah besar dalam upaya pemulihan kerugian negara akibat aktivitas pertambangan ilegal di kawasan konsesi PT Timah.

“Pagi hari ini saya ke Bangka. Tadi bersama-sama kita menyaksikan penyerahan rampasan negara dari perusahaan-perusahaan swasta yang melaksanakan pelanggaran hukum,” ujar Presiden Prabowo kepada awak media.

Barang rampasan yang diserahkan kepada PT Timah Tbk mencakup aset bernilai tinggi dan beragam, antara lain:

  • 108 unit alat berat.
  • 99,04 ton produk kristal Sn (cristalyzer).
  • 94,47 ton crude tin dalam 112 balok.
  • 15 bundle aluminium (15,11 ton) dan 10 jumbo bag (3,15 ton).
  • 29 bundle logam timah Rfe (29 ton).
  • 1 unit mess karyawan.
  • 53 unit kendaraan.
  • 22 bidang tanah seluas total 238.848 m².
  • 195 unit alat pertambangan.
  • 680.687,6 kg logam timah.
  • 6 unit smelter.
  • Uang tunai yang telah disetorkan ke kas negara:
    • Rp202.701.078.370.
    • USD3.156.053.
    • JPY53.036.000.
    • SGD524.501.
    • EUR765.
    • KRW100.000.
    • AUD1.840.

Presiden menyebut total nilai aset yang disita dan diserahkan mencapai antara Rp6 hingga Rp7 triliun, belum termasuk potensi besar dari logam tanah jarang (rare earth/monasit).

“Nilainya dari enam smelter dan barang-barang yang disita mendekati Rp6–7 triliun. Tapi tanah jarang yang belum diurai, mungkin nilainya sangat besar. Monasit itu bisa mencapai 200 ribu dolar per ton,” ungkap Presiden.

Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa total kerugian negara akibat tambang ilegal di kawasan PT Timah mencapai sekitar Rp300 triliun, mencerminkan skala besar kebocoran kekayaan negara yang harus segera dihentikan.

“Kita bisa bayangkan kerugian negara dari enam perusahaan ini saja, kerugian total mencapai Rp300 triliun. Ini harus kita hentikan,” tegas Presiden.

Penyerahan aset ini menandai keseriusan pemerintah dalam penegakan hukum di sektor sumber daya alam serta menjadi peringatan keras bagi pelaku kejahatan pertambangan. (BPMI Setpres)

Juventus vs AC Milan Berakhir Imbang 0-0 di Allianz Stadium

0
Juventus vs AC Milan Berakhir Imbang 0-0 di Allianz Stadium
Christian Pulisic diadang Daniele Rugani di laga Juventus vs AC Milan, Senin (6/10/2025). (c) Marco Alpozzi/LaPresse via AP Photo

Link, Jakarta – Juventus dan AC Milan harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 0-0 pada laga pekan keenam Serie A 2025/2026 di Allianz Stadium, Senin (6/10/2025) dini hari WIB. Duel sengit antara dua raksasa Italia ini berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal pertandingan. Juventus tampil dominan dalam penguasaan bola, sementara AC Milan mengandalkan pertahanan solid dan serangan balik cepat.

Peluang pertama datang dari Juventus melalui aksi Kalulu dan McKennie, namun masih digagalkan Fofana. Milan sempat mengancam lewat pergerakan Pulisic yang dijatuhkan di kotak penalti, tetapi wasit menolak klaim pelanggaran. Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0 meski kedua tim tampil agresif.

Memasuki babak kedua, Juventus meningkatkan intensitas serangan. Gatti hampir membawa Bianconeri unggul, namun Mike Maignan tampil gemilang menepis bola. Milan mendapat peluang emas lewat penalti setelah Gimenez dijatuhkan di kotak terlarang, tetapi tendangan Pulisic melambung di atas mistar.

Setelah itu, jual beli serangan terus terjadi. Leao dan Modric beberapa kali mengancam gawang Juventus, namun Di Gregorio tampil tangguh. Hingga peluit akhir, skor imbang 0-0 tak berubah.

Dengan hasil ini, Juventus menempati peringkat kelima klasemen Serie A dengan 12 poin, sementara AC Milan di posisi ketiga dengan 13 poin. Kedua tim sama-sama menunjukkan pertahanan kuat, namun belum cukup tajam untuk memastikan kemenangan di Turin.

Susunan Pemain

Juventus: Michele Di Gregorio; Lloyd Kelly, Daniele Rugani, Federico Gatti; Andrea Cambiaso, Weston McKennie, Manuel Locatelli, Pierre Kalulu; Kenan Yildiz, Francisco Conceicao; Jonathan David.

Pelatih: Igor Tudor

AC Milan: Mike Maignan; Strahinja Pavlovic, Matteo Gabbia, Fikayo Tomori; Davide Bartesaghi, Adrien Rabiot, Luka Modric, Youssouf Fofana, Alexis Saelemaekers; Christian Pulisic, Santiago Gimenez.

Pelatih: Massimiliano Allegri

Kabar Baik Timnas: Paes Fit Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026

0
Kabar Baik Timnas: Paes Fit Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026
Aksi Maarten Paes pada laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia (c) Abdul Aziz

Link, Jakarta – Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, telah memastikan kondisi kiper andalannya, Maarten Paes, berada dalam keadaan prima jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang akan berlangsung di Arab Saudi. Penegasan ini bukan sekadar formalitas, melainkan mencerminkan perkembangan terkini dari sang penjaga gawang.

Paes baru saja kembali tercantum dalam daftar skuad FC Dallas saat menghadapi LA Galaxy. Ia duduk di bangku cadangan pada laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 bagi timnya. Kembalinya ini sangat berarti setelah ia sempat absen dalam delapan pertandingan sebelumnya karena mengalami cedera hamstring. Kehadiran Paes menjadi sinyal positif yang sangat kuat bagi persiapan kiper berusia 28 tahun itu bersama Skuad Garuda.

Kembalinya Paes ke bangku cadangan FC Dallas telah membawa ketenangan bagi para penggemar dan suporter Timnas Indonesia. Meskipun belum bermain penuh, progres pemulihan yang ditunjukkannya terbukti signifikan dan melegakan.

Pernyataan kepercayaan penuh dari Kluivert ini diharapkan dapat menjadi motivasi tambahan yang besar bagi Paes dan seluruh tim. Dukungan dan keyakinan dari pelatih kepala tak diragukan lagi akan memberikan dampak positif pada aspek psikologis para pemain jelang pertandingan krusial menghadapi Arab Saudi.

Hermansyah, mantan kiper Timnas Indonesia era 1980-an, menilai Paes sudah siap bermain, meski mengaku sedikit waswas terkait “feeling” kiper tersebut setelah lama absen.

“Kalau sudah masuk tim lagi berarti Maarten Paes siap bermain. Saya cuma agak ragu dengan ‘feeling’ dia. Lama absen di pertandingan resmi berpengaruh besar pada performa Maarten Paes,” ujar Hermansyah.

Ia menegaskan kualitas dan mental Paes tak perlu diragukan. Sebelum kedatangan Emil Audero, Paes memang menjadi pilihan utama di bawah mistar Timnas Indonesia.

“Tim pelatih akan menilai apakah Maarten Paes cukup siap dari segi fisik dan mental untuk laga krusial nanti karena tekanan babak ini beda dengan putaran sebelumnya. Jadi, fitnes Maarten Paes harus seratus persen,” ucapnya.

Hermansyah menyebut laga melawan Arab Saudi akan sangat emosional jika Paes menjadi starter. Sebelumnya, ia tampil gemilang ketika Timnas Indonesia bermain imbang 1-1 melawan Arab Saudi di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Pada pertandingan itu, Paes berhasil menggagalkan penalti kapten Arab Saudi, Salem Al-Dawsari, yang menjadi salah satu momen krusial.

“Dari dua laga melawan Arab Saudi, Timnas Indonesia dinaungi keberuntungan. Semoga itu masih berpihak pada Timnas Indonesia. Meski kita tak boleh hanya berharap pada keberuntungan saja,” kata Hermansyah.

Hermansyah menyoroti pentingnya pertahanan rapat yang diterapkan Timnas Indonesia pada pertemuan sebelumnya. Ia menilai keberhasilan menahan Arab Saudi salah satunya karena sistem pertahanan mantap yang diterapkan pelatih Shin Tae-yong.

“Saat pertemuan pertama lalu, Arab Saudi punya kans mengalahkan Timnas Indonesia. Mereka hanya sial saja. Apalagi pertahanan Shin Tae-yong juga rapat,” ucap Hermansyah.

“Nah, pada pertandingan nanti apakah Patrick Kluivert sudah punya skema pertahanan solid untuk menjaga agar gawang Maarten Paes tak kebobolan.”

Kunjungi Gudang Bulog Gubernur Kalsel Pastikan Stok Beras Layak Konsumsi

0

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin melakukan monitoring ke Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Wilayah Kalimantan Selatan di kawasan Landasan Ulin Banjarbaru, Senin (06/10/2025).

Bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan dan Kabinda Kalsel Brigjen Pol. Nurullah, Gubernur H. Muhidin ingin memastikan stok beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang ada di gudang Bulog benar-benar layak untuk dikonsumsi masyarakat.

“Kami hari ini mendatangi gudang Bulog, untuk melihat ketersediaan stok beras, serta memastikan layak tidaknya kondisi beras yang didistribusikan kepada masyarakat. Karena kemarin, kami mendapat laporan bahwa beras yang diterima masyarakat, tidak layak untuk dikonsumsi. Jadi kami memastikan dengan datang langsung ke gudang beras di Bulog ini,” ucap Gubernur Kalsel, H. Muhidin di sela monitoringnya ke gudang beras Bulog bersama Kapolda dan Kabinda yang didampingi Kakanwil Bulog Kalsel.

Dari pantauan pihaknya, kondisi beras SPHP yang didatangkan dari luar negeri jumlah yang tersisa masih mencapai 13.000 ton ini, saat ini sudah disortir semua, dan siap didistribusikan.

“Dari hasil pantauan kami, beras dari luar Kalsel ini kondisinya bagus, sudah di sortir semua. Masih ada sekitar 13 ribu ton lagi yang harus dihabiskan tahun ini,” jelas Gubernur Kalsel.

Gubernur H. Muhidin meyakini, masyarakat Kalsel kebanyakan lebih menyukai beras lokal (banjar) daripada beras luar. Bahkan menurutnya, Kalsel saat ini mengalami surplus beras.

“Pada dasarnya, kami hari ini mengharapkan penyaluran atau pendistribusian beras SPHP yang merupakan beras kiriman dari luar dan pemerintah pusat, dapat berjalan lancar. Dan kedepan, karena Kalsel surplus beras, mudah-mudahan stok dari petani kita dapat mencukupi kebutuhan beras di masyarakat kita,” pungkas Gubernur Kalsel.

Ditambahkan Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, pihaknya saling bersinergi terkait penyaluran beras SPHP.

“Kami koordinasi dengan Pak Gubernur dan Kakanwil Bulog, terkait penyaluran beras SPHP ini. Dan sampai akhir tahun 2025 ini, masih terdapat 13 ribu ton yang harus disalurkan ke masyarakat,” jelas Kapolda Yudha.

Sementara itu, disampaikan Kepala Bulog Kanwil Kalsel, Muhammad Akbar Said, target yang ditetapkan sebanyak lebih 25.000 ton beras SPHP yang harus disalurkan ke masyarakat hingga akhir tahun ini.

“Sebenarnya stok beras yang ada di kita saat ini, jumlahnya 29 ribu ton. Terdiri dari 16 ribu ton beras dalam negeri, dan 13 ribu ton, sisa beras impor dari luar negeri tahun 2024 lalu,” jelas Kakanwil Bulog Kalsel.

Tahun 2025 ini menurutnya, tidak ada lagi kiriman dari pusat maupun impor, mendatangkan beras dari luar negeri.

“Beras yang jumlahnya masih mencapai 13.000 ton ini, rencananya kami akan salurkan pada kegiatan bantuan pangan dan SPHP, menunggu instruksi dari Badan Pangan Nasional,” ucapanya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin bersama Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan dan Kabinda Kalsel Brigjen Pol. Nurullah melakukan monitoring ke Gudang yang langsung disambut oleh Kepala Bulog Kanwil Kalsel, Muhammad Akbar Said, bersama jajarannya. Dalam pertemuan tersebut banyak hal yang dibahas, baik dari ketersediaan stok beras hingga, kelayakan kondisi beras untuk keamanan dikonsumsi masyarakat Kalsel. (tri)

Perkuat Kesiapsiagaan BPBD Kalsel Gelar Renkon Bencana Rob 2025

0

Link, Banjarbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan kegiatan Rapat Penyusunan Dokumen Rencana Kontinjensi (Renkon) Bencana Air Pasang Tinggi dan Gelombang Pasang (Rob) tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor BPBD Kalsel, Banjarbaru, dan dibuka secara resmi oleh Plt Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Yanuar Noor Rifai, yang diwakili oleh Sekretaris BPBD Kalsel, Iswantoro.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pencegahan, Suriansyah melaporkan bahwa penyusunan dokumen rencana kontinjensi menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana, khususnya ancaman rob yang kerap melanda wilayah pesisir Kalimantan Selatan.

“Rencana kontinjensi ini merupakan upaya sistematis agar seluruh pihak memiliki panduan yang jelas dalam menghadapi kondisi darurat bencana. Dokumen ini tidak hanya memetakan risiko, tetapi juga menegaskan peran, tanggung jawab, dan mekanisme koordinasi antarinstansi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor — baik pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga pendidikan, dunia usaha, maupun organisasi masyarakat — dalam penyusunan rencana dan pelaksanaan penanggulangan bencana.

“Kita ingin memastikan bahwa penanganan darurat di lapangan nantinya berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan skenario yang sudah disepakati bersama,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai unsur, antara lain perangkat daerah lingkup Pemprov Kalsel, TNI, Polri, akademisi, asosiasi profesi, dunia usaha, serta lembaga nonpemerintah.

Narasumber sekaligus fasilitator kegiatan adalah Ariansyah, S.Ikom, yang memandu penyusunan rencana melalui tahapan analisis karakteristik bahaya, penyusunan skenario kejadian, serta penetapan struktur komando dan koordinasi lintas sektor.

Melalui kegiatan ini, BPBD Kalsel menargetkan tersusunnya dokumen rencana kontinjensi bencana rob Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2025 yang dapat menjadi pedoman operasional dalam menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2025.

Pihaknya berharap hasil penyusunan dokumen ini dapat memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana dan menjadi landasan koordinasi terpadu di tingkat provinsi.

“Semoga kolaborasi seluruh peserta dalam kegiatan ini dapat menghasilkan dokumen rencana kontinjensi yang aplikatif dan menjadi acuan nyata dalam menjaga keselamatan masyarakat Kalimantan Selatan,” tutupnya. (tri)

Komisi VIII DPR RI Pastikan Program Nasional Berjalan Efektif di Daerah 

0

Link, Banjarmasin – Dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Kalsel Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abidin Fikri, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan berbagai program nasional di bidang sosial, keagamaan, kebencanaan, dan pemberdayaan masyarakat berjalan efektif di daerah.

Abidin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir, di antaranya Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Badan Wakaf Indonesia, Baznas Kalsel, serta perwakilan Kementerian Agama RI, Kementerian Sosial, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

“Pertemuan ini menjadi sangat penting karena kami ingin memastikan bahwa program-program nasional yang telah diputuskan DPR RI berjalan dengan baik di daerah. Kami juga ingin mendengarkan aspirasi dan masukan langsung dari para mitra di Kalimantan Selatan,” ujarnya, Senin (6/10/2025).

Abidin menjelaskan, kunjungan kerja reses kali ini dilakukan di tiga provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Bali, dan Sumatera Selatan, dengan fokus yang sama — memperkuat fungsi pengawasan terhadap implementasi kebijakan pemerintah di tingkat daerah.

Ia menyampaikan, anggaran nasional Kementerian Agama tahun 2025 mencapai Rp78 triliun, sementara anggaran BNPB sebesar Rp1,42 triliun, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) mengalokasikan sekitar Rp300 miliar.

“Angka-angka ini tentu besar secara nasional, namun yang penting adalah bagaimana program tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di daerah, termasuk di Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Terkait isu kebencanaan, Abidin menilai kondisi di Kalsel relatif terkendali dibandingkan daerah lain, meskipun potensi bencana seperti banjir dan longsor masih perlu diwaspadai.

“Kalau di Jakarta hujan setengah jam bisa ramai sedunia, tapi di Kalsel ini alhamdulillah masih terkendali,” ujarnya.

Selain menyoroti persoalan sosial dan kebencanaan, Abidin juga menyinggung pentingnya pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Halal di Kalimantan. Menurutnya, hingga kini di wilayah Kalimantan belum ada kawasan ekonomi halal, padahal potensinya sangat besar mengingat mayoritas penduduknya beragama Islam.

“Kalimantan Selatan yang dikenal sebagai provinsi tertua dan terdepan di Pulau Kalimantan seharusnya bisa menjadi pionir dalam pengembangan kawasan ekonomi halal,” tegasnya.

Abidin pun berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dapat mendukung gagasan tersebut, agar pengembangan industri halal di Indonesia tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi juga berkembang di wilayah Kalimantan. (tri)

Harapan Pemprov Kalsel Dalam Kunker Komisi VIII DPR RI 

0

Link, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik kunjungan kerja Komisi VIII DPR RI di Bumi Lambung Mangkurat. Melalui kunjungan ini, Pemprov Kalsel berharap terjalin sinergi dan kolaborasi yang lebih kuat dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, keagamaan, dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Muhammad Syarifuddin, saat membacakan sambutan Gubernur Kalsel, H. Muhidin, pada kegiatan Kunjungan Kerja Komisi VIII DPR RI di Ruang Rapat H. Maksid, Banjarmasin, Senin (6/10/2025).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada pimpinan serta anggota Komisi VIII DPR RI yang melaksanakan kunjungan kerja ke daerah kami. Insya Allah, pertemuan ini akan sangat berarti untuk kemajuan pemerintahan dan pembangunan di Kalimantan Selatan,” ucap Syarifuddin.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin memaparkan gambaran umum kondisi Kalimantan Selatan yang terdiri atas 11 kabupaten dan 2 kota dengan jumlah penduduk lebih dari 4 juta jiwa, dimana lebih dari 90 persen beragama Islam.

“Provinsi Kalimantan Selatan merupakan provinsi tertua di Pulau Kalimantan dengan luas wilayah sekitar 6 juta hektare, yang terdiri dari daratan dan lautan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan rasa syukur karena Kalimantan Selatan selama lebih dari satu dekade selalu berada di posisi tiga besar nasional sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah. Saat ini, tingkat kemiskinan di Kalsel berada di bawah 4 persen, jauh di bawah rata-rata nasional.

“Meski begitu, kami terus bekerja keras untuk mengatasi kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem yang masih tersisa. Dalam hal ini, kami sangat mengharapkan dukungan dari Komisi VIII DPR RI,” katanya.

Selain itu, Pemprov Kalsel juga memberikan dukungan penuh terhadap program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya memutus rantai kemiskinan di daerah. Dukungan tersebut diwujudkan dengan penggunaan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai ruang belajar dan penyediaan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat ke depan.

Gubernur juga menyoroti sejumlah persoalan sosial yang masih dihadapi daerah, seperti stunting, perkawinan usia anak, rendahnya akses pendidikan bagi penyandang disabilitas, serta ancaman bencana alam seperti banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih membayangi wilayah Kalsel setiap tahun.

“Meskipun dalam beberapa tahun terakhir karhutla tidak sampai menimbulkan kabut asap, namun kewaspadaan tetap kami tingkatkan. Kami juga sangat terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari Komisi VIII DPR RI untuk memperkuat langkah-langkah penanganan di daerah,” jelasnya.

Melalui forum pertemuan tersebut, Gubernur berharap adanya komitmen bersama antara Pemerintah Provinsi Kalsel dan DPR RI dalam memperkuat kebijakan, program, serta dukungan pusat terhadap pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat Banua.

“Semoga melalui kunjungan kerja ini, sinergi antara pemerintah daerah dan DPR RI semakin erat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Kalimantan Selatan,” tutupnya. (tri)