Beranda blog Halaman 18

Kunjungi RSD Idaman, Komisi I DPRD Tabalong Konsultasikan Penerapan Pendaftaran Online 

0
Oplus_131072

Link, Banjarbaru – Komisi I DPRD Kabupaten Tabalong, lakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman dalam rangka koordinasi dan konsultasi terkait penerapan Sistem Informasi Pendaftaran Online, Selasa (27/1/2026).

Rombongan DPRD Tabalong disambut langsung oleh Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, MMRS, didampingi jajaran pejabat struktural dan manajemen rumah sakit. Pertemuan berlangsung di ruang rapat RSD Idaman dan membahas secara komprehensif mekanisme pendaftaran pasien berbasis digital, alur pelayanan, serta penguatan sistem informasi rumah sakit.

Direktur RSD Idaman Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, mengatakan bahwa penerapan sistem pendaftaran online menjadi salah satu langkah strategis rumah sakit dalam meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat.

“Melalui sistem pendaftaran online, kami berupaya memberikan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan transparan. Ini juga membantu mengurangi antrean dan meningkatkan efisiensi pelayanan di rumah sakit,” ujarnya.

Menurut dr. Danny, transformasi digital di sektor kesehatan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, RSD Idaman terus melakukan pengembangan sistem informasi yang terintegrasi untuk mendukung pelayanan medis dan administrasi rumah sakit.

“Kami menyambut baik kunjungan dan diskusi dengan DPRD Kabupaten Tabalong. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran informasi dan pengalaman antar daerah dalam pengembangan layanan kesehatan berbasis teknologi,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi I DPRD Tabalong juga menggali informasi terkait tantangan dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem digital, serta dampaknya terhadap kepuasan masyarakat. (wahyu)

Proyek Pagar Mapolres Banjar Dirampungkan dengan Denda

0
Proyek Pagar

Link, Martapura – Gelontorkan dana Rp1,3 Miliar. Proyek pembuatan pagar Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Banjar yang dilaksanakan dengan sanksi administratif terhitung sejak 27 Desember 2025 lalu akhirnya mampu diselesaikan CV Media Multi Mitra selaku penyedia.

Proyek yang tak mampu diselesaikan selama 100 hari kalender sesuai tanggal kontrak, yakni mestinya rampung pada 26 Desember 2025 tersebut telah berhasil diselesaikan CV Media Multi Mitra pada 25 Januari 2026 kemarin.

Bahkan Iwan Junaidi selaku Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar memastikan proyek tersebut akan dilakukan Provisional Hand Over (PHO) pada 27 Januari 2026.

“Tanggal selesai pengerjaan proyek tersebut pada 25 Januari, artinya mampu diselesaikan penyedia selama 30 hari kalender terhitung sejak mendapatkan addendum. Total denda yang harus dibayarkan sekitar Rp36 Juta,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya pada Dinas PUPRP Kabupaten, Iwan Junaidi. Senin (26/1/2026).

Sedangkan proses administrasi PHO, lanjutnya lebih jauh sudah diproses hari ini. “Setelah dilakukan PHO baru akan dilakukan audit dari Inspektorat. Karena itu hari ini kami lakukan pemeriksaan di lapangan terlebih dahulu sebelum dilakukan PHO,” katanya.

Dilanjutkan pengerjaannya dengan sanksi administratif, yakni berupa denda yang harus dibayarkan CV Media Multi Mitra selaku penyedia sebesar Rp1,2 Juta per hari dihitung 1 permil (1/1000) dari nilai kontrak per hari keterlambatan. Iwan Junaidi mengakui tentu ada dampak plus minus-nya.

“Dari sisi keuangan memang pemerintah diuntungkan, tapi dari sisi waktu pelaksanaan, pengerjaannya tidak dapat diselesaikan tepat waktu,” tuturnya.

Dengan diselesaikannya proyek pembuatan pagar Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Banjar, lanjut Iwan Junaidi, maka semua kegiatan yang dilaksanakan Bidang Ciptakarya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada 2025 sudah selesai semua.

“Untuk progres pekerjaan fisik di bidang Ciptakarya pada 2025 sudah mencapai 100 persen. Namun dari segi serapan anggaran hanya 90,80 persen karena ada sisa tender atau tidak terlaksana,” tutupnya.(zainuddin/link)

Aji Mashudi Siap Bertarung di Pemilihan Ketua KNPI Kabupaten Banjar

0
Aji Mashudi

Link, Martapura – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Banjar lakukan penjaringan bakal calon Ketua. Pengusaha muda di Kabupaten Banjar, yakni Aji Mashudi siap mencalonkan diri.

Aktif sebagai bendahara umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Selatan (Kalsel). Kemunculan Aji Mashudi menambah deretan nama sebagai kandidat kuat calon Ketua KNPI Kabupaten Banjar.

Sebagai keseriusannya, Aji Mashudi melalui perwakilannya sudah mengambil formulir pendaftaran di Sekretariat KNPI Kabupaten Banjar, Komplek Pangeran Antasari (Kompas) Martapura, Kelurahan Jawa pada Minggu (25/12026).

“Saya ingin mengabdikan diri kepada daerah,” ujar Aji Mashudi menjelaskan tentang alasannya mencalonkan diri.

Kabupaten Banjar, lanjut Aji Mashudi, telah membentuk karakter pribadi dirinya mulai dari kemandirian hingga adab. Namun, di tengah potensi sumber daya yang melimpah, masih banyak pemuda yang merasa asing di tanahnya sendiri karena sulit mencari peluang, kurangnya ruang berkarya, dan kehilangan arah di era digital.

“Motivasi saya mencalonkan diri bukan untuk mencari panggung atau menambah deretan gelar di belakang nama. Motivasi dan sekaligus menjadi spirit terbesar adalah Transformasi Ekonomi dan Karakter,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Aji juga memastikan, jika mendapat kepercayaan untuk memimpin KNPI, semangat kolektif Organisasi Kepemudaan Pemuda (OKP) berwujud nyata, bergerak bersama, untuk masa depan pemuda Banjar dalam kemandirian.

“Kepemimpinan bagi saya adalah tentang berapa banyak orang yang bisa kita bantu untuk naik kelas. Itulah alasan saya ingin berdiri di sini,” ucapnya dengan penuh semangat.

Selain Aji Mashudi, sejauh ini sudah ada tiga nama yang ikut serta dalam bursa pemilihan calon Ketua KNPI Kabupaten Banjar, seperti dua Politisi Gerindra yang duduk di DPRD Kabupaten Banjar, yakni Ali Syahbana dan Fariz Adam Ramadhan, dan ketiga Muhammad Ariyandra Abdulah, seorang pengusaha juga Ketua Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GeKrafs) Kabupaten Banjar. Total ada empat kandidat kuat sebagai calon Ketua KNPI Kabupaten Banjar.(zainuddin)

Satu Rumah di Kompas Ludes Terbakar Menjelang Adzan Magrib

0
Terbakar

Link, Martapura – Menjelang adzan salat magrib, satu unit rumah milik warga di kawasan Komplek Pangeran Antasari (Kompas) Martapura, RT02, Nomor 54, Kelurahan Jawa, hangus terbakar dilalap api, tepatnya sekitar pukul 18.30 Wita.

Masih tak diketahui penyebabnya, yang jelas rumah milik Nasir yang dihuni satu Kepala Keluarga (KK) dengan total empat jiwa, ludes dilalap si jago merah.

Menurut keterangan salah satu warga, yakni Wita, insiden tersebut ia ketahui setelah ramai mendengar teriakan api. Karena tidak ada terdengar suara ledakan.

“Saat saya keluar rumah ternyata api sudah membumbung tinggi,” ujarnya pada Minggu (25/1/2026).

Beruntung, saat kejadian pasukan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) baik dari swasta dan pemerintah tiba dengan cepat di lokasi, hingga berhasil memadamkan dan mencegah nyala api merambat kerumah yang berada di dekatnya.

“Kami menerima informasi sekitar pukul 18.30 Wita, bahwa telah terjadi kebakaran di Kompas Martapura. Alhamdulillah saat proses pemadaman api kami tidak ada mendapati kendala karena akses jalan cukup luas,” ujar Jamal selaku Komandan Regu (Danru) pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar.

Sedangkan untuk rumah yang terbakar berjumlah satu unit. “Proses pemadaman api membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Karena saat tiba di lokasi nyala api sudah sangat besar. Untuk penyebab kebakaran kami masih belum mengetahui, begitu juga total kerugian akibat insiden ini,” pungkasnya.(zainuddin)

Cegah Kanker Serviks, BBPOM Banjarbaru Bersama KORPRI dan DWP Gelar Vaksin HPV

0
BBPOM

Link, Banjarbaru – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru bersama Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP), akan menggelar program sejuta vaksin Human Papillomavirus (HPV) atau vaksin kanker serviks bagi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat umum. Pelaksanaan vaksinasi ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis (29/1/2026).

Program sejuta vaksin HPV ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) ke-25, HUT KORPRI ke-54, serta HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi lintas lembaga dalam mendukung upaya pencegahan penyakit, khususnya kanker serviks, melalui langkah promotif dan preventif di bidang kesehatan.

Plt. Kepala BBPOM di Banjarbaru, Ary Yustantiningsih, mengatakan bahwa program vaksinasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran serta perlindungan kesehatan bagi perempuan, baik di kalangan ASN maupun masyarakat luas.

“Melalui program sejuta vaksin HPV ini, kami ingin mendorong upaya pencegahan kanker serviks sejak dini. Vaksinasi merupakan salah satu langkah paling efektif untuk menurunkan risiko kanker serviks, sehingga kami mengajak ASN dan masyarakat untuk memanfaatkan program ini,” ujar Ary, Kamis (22/1/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi BBPOM di Banjarbaru dalam mendukung program nasional peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Selain memberikan layanan vaksinasi, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya vaksin HPV sebagai upaya perlindungan jangka panjang.

Ary menambahkan, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan dengan memperhatikan standar pelayanan kesehatan serta prosedur keamanan yang berlaku. BBPOM di Banjarbaru bersama KORPRI dan DWP telah menyiapkan koordinasi teknis agar kegiatan berjalan lancar dan menjangkau sasaran secara optimal.

“Momentum peringatan HUT BPOM, KORPRI, dan DWP ini kami jadikan sebagai penguat komitmen bersama untuk terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit,” lanjut Ary.

Dengan adanya program sejuta vaksin HPV ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya vaksinasi semakin meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan terlindungi dari ancaman kanker serviks

Banjir Rendam Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Kalsel, BPTPH Lakukan Inventarisasi

0
Banjir

Link, Banjarbaru – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan sejak akhir 2025 hingga Januari 2026 mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Kalimantan Selatan terus melakukan inventarisasi dan pemantauan intensif terhadap dampak banjir tersebut, khususnya pada sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura.

Kepala BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan, Lestari Fatria Wahyuni, menyampaikan bahwa petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan telah diterjunkan langsung ke lapangan. Langkah ini dilakukan untuk mendata secara rinci luasan lahan pertanian yang terdampak banjir sebagai dasar penanganan dan pemberian bantuan bagi petani.

“Petugas POPT kami yang ada di seluruh kabupaten dan kota sudah melakukan inventarisasi kejadian banjir sejak akhir tahun 2025 sampai Januari 2026. Pendataan ini penting sebagai dasar penanganan dan bantuan bagi petani yang terdampak,” ujar Lestari, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan hasil pendataan sepanjang tahun 2025, Lestari menjelaskan bahwa total lahan pertanian yang terdampak banjir di Kalimantan Selatan mencapai lebih dari 11.000 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 7.000 hektare tercatat mengalami puso atau gagal panen.

“Untuk tahun 2025, total lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai lebih dari 11 ribu hektare, dan yang mengalami puso kurang lebih 7 ribu hektare,” jelasnya.

Sementara itu, memasuki tahun 2026 hingga Januari, banjir kembali berdampak pada sektor pertanian dengan luasan terdampak mencapai sekitar 1.400 hektare lebih. Namun demikian, untuk penetapan status puso pada tahun 2026 masih dalam tahap pengamatan, mengingat sebagian besar tanaman masih berada pada fase awal pertumbuhan atau tahap tanam.

“Untuk tahun 2026, sementara tercatat sekitar 1.400 hektare lebih lahan pertanian terdampak banjir. Untuk status puso masih terus kami pantau karena sebagian tanaman masih berada pada fase tanam, sehingga belum bisa ditetapkan,” ungkap Lestari.

Ia menambahkan, BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan serta pemerintah kabupaten dan kota. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan percepatan pendataan, verifikasi lapangan, dan penanganan yang tepat bagi petani terdampak banjir.

Lebih lanjut, Lestari menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan hadir memberikan bantuan kepada petani yang terdampak, baik melalui dukungan anggaran dari APBN maupun APBD, sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan hasil verifikasi data di lapangan.

“Pemprov Kalsel akan hadir membantu petani yang terdampak banjir. Bantuan akan disalurkan melalui skema APBN maupun APBD, sesuai dengan ketentuan dan hasil verifikasi data di lapangan,” katanya.

Melalui upaya inventarisasi, pemantauan, dan pendampingan yang terus dilakukan, BPTPH Provinsi Kalimantan Selatan berharap dampak banjir terhadap sektor pertanian dapat diminimalkan. Selain itu, petani diharapkan dapat segera kembali melakukan kegiatan tanam guna menjaga keberlanjutan produksi pangan dan ketahanan pangan daerah di Kalimantan Selatan.

BI dan Pemda Kalsel Kick-Off Festival ANTASARI 2026, Dorong Digitalisasi Daerah

0
Festival ANTASARI

Link, Banjarmasin – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, secara resmi melakukan Kick-Off Festival ANTASARI 2026 sebagai wujud komitmen Bank Indonesia dalam memperluas akseptasi pembayaran digital serta memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan instansi vertikal, Pemerintah Daerah se-Kalimantan Selatan, Penyedia Jasa Pembayaran (PJP), serta mitra strategis terkait.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fadjar Majardi, menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Transformasi digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi sekaligus mendorong efisiensi ekonomi.

“Sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, Bank Indonesia terus memperkuat sistem pembayaran yang terintegrasi, interoperable, dan saling terhubung untuk menjawab dinamika ekonomi yang semakin cepat,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Di Kalimantan Selatan, komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, PJP, dan mitra strategis dalam mendorong perluasan akseptasi QRIS. Sinergi ini menjadi kunci percepatan ekonomi digital yang inklusif, merata, dan berdampak nyata bagi masyarakat Banua.

Capaian digitalisasi daerah menunjukkan hasil yang solid. Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Tahun 2025, seluruh Pemerintah Daerah di Kalimantan Selatan telah berada pada kategori Pemda Digital.

“Prestasi ini diperkuat dengan raihan Kabupaten Tanah Laut sebagai TP2DD Terbaik Tingkat Kabupaten Wilayah Kalimantan pada Championship TP2DD 2025,” tuturnya.

Dari sisi transaksi ritel, hingga November 2025 tercatat sekitar 524 ribu merchant QRIS dengan jumlah pengguna mencapai sekitar 790 ribu orang.

“Sepanjang Januari–November 2025, volume transaksi QRIS di Kalimantan Selatan menembus sekitar 59 juta transaksi, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pembayaran non-tunai,” tambahnya.

Dijelaskannya, Festival ANTASARI 2026 yang merupakan penyelenggaraan ke-6 sejak tahun 2021 akan berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026. Festival ini dirancang sebagai satu rangkaian kegiatan yang utuh dan berkesinambungan, bukan kegiatan yang berdiri sendiri, dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan secara konsisten sepanjang tahun. Rangkaian kegiatannya mencakup kompetisi bagi PJP dan TP2DD, Banua QRIStival yang memadukan edukasi, promosi, dan hiburan, QRIS Jelajah Indonesia, serta Pekan QRIS Nasional yang diselenggarakan bertepatan dengan HUT RI.

Bank Indonesia menegaskan bahwa akselerasi pembayaran digital akan terus berjalan beriringan dengan penguatan sistem pembayaran tunai. Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, Bank Indonesia memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan tepat waktu melalui program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 yang dilaksanakan pada Februari 2026.

“Melalui Festival ANTASARI 2026, Bank Indonesia mendorong sinergi berkelanjutan untuk memperkuat literasi digital, inklusi keuangan, serta daya saing ekonomi Kalimantan Selatan. Festival ini diharapkan menjadi motor penggerak transformasi ekonomi digital Banua yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan,” tutupnya

Sekda Kabupaten Banjar Pastikan PT Palmina Serius Selesaikan Permasalahan

0
PT Palmina

Link, Martapura – Lahan pertanian dan permukiman warga di sembilan desa, Kecamatan Cintapuri Darussalam diduga terdampak banjir pompanisasi dari Water Management System (WMS). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar gelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama PT Palmina Utama pada, Jumat (23/1/2026).

Rakor bersama PT Palmina Utama dilaksanakan Pemkab Banjar sebagai tindak lanjut dari hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan empat Komisi DPRD Kabupaten Banjar pada 22 Januari kemarin bersama sembilan Kepala Desa (Kades) yang menyampaikan keluhan terkait keberadaan tanggul dalam WMS atau sistem manajemen air yang diduga menyebabkan lahan pertanian dan permukiman warga terendam banjir selain faktor alam.

“Rakor hari ini sebagai tindak lanjut untuk memastikan tiga solusi yang sudah disampaikan PT Palmina Utama, baik untuk solusi jangka pendek, menengah, hingga solusi untuk jangka panjangnya. Apakah solusi tersebut bisa kita laksanakan di lapangan atau tidak,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea usai memimpin Rakor.

Terkait beberapa solusi yang sudah disampaikan PT Palmina Utama tersebut, lanjut Yudi Andrea, seperti solusi untuk jangka menengah, tentunya membutuhkan koordinasi dengan stakeholder terkait, salah satunya seperti rencana kegiatan normalisasi Sungai Alalak yang menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III.

“Untuk solusi jangka panjangnya, kami berusaha mencarikan solusi terkait rencana pembangunan tanggul baik untuk wilayah permukiman dan lahan pertanian warga. Karena mereka sudah melaksanakan penanganan jangka pendeknya, yakni melakukan penyaluran bantuan paket sembako dan hal lainnya kepada warga yang terdampak bencana banjir di wilayah Kecamatan Cintapuri Darussalam,” ucapnya.

Selain menugaskan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjar sebagai koordinator dan melakukan pemantauan. Yudi Andrea juga menginstruksikan Pemerintah kecamatan untuk memantau perkembangan di lapangan sekaligus mensosialisasikan ke masyarakat bahwa Pemkab Banjar dan PT Palmina benar-benar ingin menyelesaikan permasalahannya.

“Begitu juga terkait audit ulang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)-nya, kita minta Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar untuk mengawalnya, karena mengenai AMDAL inikan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel),” pungkasnya.(zainuddin)

Terapkan Sistem Manajemen Air, PT Palmina Pastikan Sudah Termuat Dalam AMDAL

0
PT Palmina

Link, Martapura – Tanggul sistem manajemen air atau Water Management System (WMS) diduga sebabkan lahan pertanian dan permukiman warga terendam banjir. PT Palmina Utama pastikan WMS sudah termuat dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Sebab, setelah tanggul dalam WMS dilakukan uji coba oleh PT Palmina Utama sejak 2023 lalu, lahan pertanian dan permukiman warga di sembilan desa, Kecamatan Cintapuri Darussalam terendam banjir lebih parah selain faktor alam. Sehingga permasalahan tersebut diadukan para Kepala Desa (Kades) ke DPRD Kabupaten Banjar pada 22 Januari kemarin. Tak terkecuali terkait AMDAL-nya.

Usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea di kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjar, Jumat (23/1/2026). Wakil Direktur PT Palmina Utama, Rahmad Ade Hidayatullah memastikan teknologi WMS milik PT Palmina Utama sudah termuat dalam dokumen AMDAL.

“Karena untuk keberhasilan perkebunan sawit di lahan rawa membutuhkan WMS, Itu sangat penting. Sedangkan sungai yang kita gunakan itu ada tiga, yakni dua sungai di Kabupaten Batola dan satu Sungai Alalak Kabupaten Banjar, jadi sudah termuat dalam dokumen AMDAL,” ujarnya.

Mengantongi AMDAL pertama pada 2009 di Kabupaten Banjar, Rahmad Ade membenarkan AMDAL milik PT Palmina Utama pada 2016 dilakukan Addendum, sebab ada perubahan tata batas dua kabupaten pada 2014, yakni antara Kabupaten Banjar dan Batola.

“Mengenai AMDAL dilakukan audit ulang, tentunya kita menunggu hasil kajian dari tim yang akan melakukannya,” katanya.

Rahmad Ade juga menjelaskan, PT Palmina Utama siap terlibat dalam upaya normalisasi Sungai Alalak di Kecamatan Cintapuri Darussalam agar aliran air sungai lebih cepat turun.

“Untuk solusi jangka menengah mungkin beberapa jalur sungai akan dilakukan normalisasi atau melakukan pembuatan tanggul. Karena itu, nanti dinas teknis yang akan mengkaji lagi apakah sebenarnya perlu dilakukan normalisasi agar aliran air sungai di desa cepat turun atau seperti apa nantinya,” ucapnya.

Upaya tersebut, lanjutnya lebih jauh, tentunya perlu koordinasi dan duduk bersama dengan pihak terkait, khususnya mengenai rencana kegiatan normalisasi sungai dan hal lainnya.

“Kita komitmen dan siap berkolaborasi, baik secara perencanaan tak terkecuali anggaran, tentunya tidak semuanya bisa dibebankan ke kita. Bicara kegunaan sungai tentu banyak pihak yang berkepentingan dan terlibat. Terpenting kita siap mendorong agar solusi ini bisa cepat ada guna mengatasi banjir,” tutupnya.(zainuddin)

Banyuwangi Jadi Daerah Percontohan Nasional Uji Coba Sistem Bansos Digital

0
Banyuwangi
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, di Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (22/1/2026). (IGID/Triantoro)

Link, Jatim – Pemerintah menetapkan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah percontohan nasional dalam uji coba sistem baru penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis data digital dan algoritma penilaian kesejahteraan.

Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, menjelaskan bahwa uji coba ini dilakukan untuk memperbaiki ketepatan sasaran penerima bantuan dan mengatasi kesenjangan yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat.  “Sering kali kita lihat, ada warga yang kelihatan mampu tapi justru menerima bansos, sementara yang betul-betul miskin malah tidak,” ujar Andy di Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (22/1/2026).

Ia menambahkan, selama ini pemerintah menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait distribusi bantuan yang tidak merata.

Program baru ini, kata Andy, diharapkan dapat menjadi jawaban atas permasalahan klasik dalam penyaluran bantuan sosial.  “Banyuwangi bersyukur menjadi kabupaten pertama yang dijadikan lokasi uji coba sistem perbaikan ini. Namun, perlu diingat, tahap ini masih sebatas latihan, belum berpengaruh pada penerima bantuan yang sudah ada,” jelasnya.

Dalam sistem baru yang sedang diuji, penerima bantuan sosial akan ditentukan berdasarkan peringkat kesejahteraan (desil) yang diukur dari berbagai indikator sosial dan ekonomi.  “Desil itu pengelompokan penduduk dari yang paling miskin sampai paling kaya. Semua warga Indonesia memiliki status desil, mulai dari desil 1 hingga desil 10,” terang Andy.

Hanya warga dalam kelompok desil 1, yaitu kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, yang berhak mendapatkan bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

Menurut Andy, data desil ini akan dihasilkan melalui penyandingan otomatis antarinstansi, termasuk data kepemilikan kendaraan (Samsat), kepemilikan aset tanah atau rumah (BPN), hingga saldo rekening bank.  “Sekarang, kalau seseorang mengaku tidak punya kendaraan, tapi di data Samsat tercatat punya mobil, otomatis sistem akan menilai dia tidak layak. Semua penilaian dilakukan secara digital dan terverifikasi,” ujarnya.

Tenaga Ahli Mensos itu juga mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan data palsu atau meminjamkan KTP kepada orang lain untuk tujuan pendaftaran bantuan.  “Jangan sampai ada yang meminjamkan KTP untuk kendaraan orang lain. Kalau datanya tidak sesuai, orang itu bisa langsung tidak layak menerima bansos,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah kini memiliki sistem verifikasi lintas basis data yang memungkinkan penilaian dilakukan dengan cepat dan objektif. Selain itu, masyarakat yang memberikan informasi palsu dapat dikenai sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Andy juga menekankan bahwa tujuan utama program bansos bukanlah membiasakan masyarakat bergantung pada bantuan, melainkan menjadi instrumen sementara untuk mengurangi kemiskinan.  “Kita harus ubah cara berpikir. Banyaknya penerima bansos bukanlah tanda keberhasilan, justru menunjukkan kemiskinan masih tinggi. Kalau kita ingin bantuan banyak, berarti orang miskin harus banyak. Itu tidak ideal,” ujarnya di hadapan peserta sosialisasi.

Menurut data Kemensos, total anggaran bantuan sosial nasional mencapai sekitar Rp74 triliun per tahun, yang disalurkan ke seluruh Indonesia berdasarkan jumlah penduduk miskin di masing-masing daerah.  “Di Banyuwangi, jumlah warga yang layak menerima bantuan sekitar 86.000 orang, tapi kuotanya hanya untuk 54.000 penerima. Karena itu, sistem baru ini akan melakukan peringkat otomatis berdasarkan tingkat kemiskinan agar bantuan benar-benar sampai ke yang paling membutuhkan,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah akan mengumumkan hasil seleksi penerima bantuan sosial secara transparan di tingkat desa. Warga dapat melihat statusnya layak atau tidak berikut alasan penilaian otomatis dari sistem.  “Sekarang tidak lagi ada alasan bahwa yang menentukan adalah kepala desa, camat, atau pendamping PKH. Semua keputusan akan diambil oleh sistem berdasarkan data objektif,” ujar Andy.

Dengan sistem ini, lanjutnya, warga juga bisa mengajukan sanggahan bila merasa hasil penilaian tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Mekanisme sanggah dapat dilakukan melalui agen pendamping atau secara daring menggunakan Identitas Kependudukan Digital (IKD).  “Kalau ada warga yang merasa salah penilaian, mereka bisa ajukan sanggah. Semua proses terekam dan akan dievaluasi secara ilmiah,” tambahnya.

Uji coba di Banyuwangi menjadi langkah awal reformasi data sosial nasional. Kemensos menargetkan, dari sistem lama yang masih mencatat sekitar 46 persen penerima tidak layak, angka ketidaktepatan tersebut dapat ditekan menjadi kurang dari 10 persen melalui sistem digital.  “Dengan teknologi dan penyandingan data otomatis, kami berharap akurasi penyaluran bantuan bisa meningkat signifikan. Tidak mungkin 100 persen sempurna, karena kondisi sosial masyarakat terus berubah. Tapi kita harus terus memperbaikinya,” kata Andy.

Ia juga menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat untuk jujur dalam memberikan data dan ikut mengawasi penyaluran bantuan sosial di lingkungannya. “Jangan takut melapor kalau menemukan penerima yang tidak sesuai. Sebaliknya, jangan juga memanipulasi data. Semua perubahan akan otomatis tercatat dalam sistem,” tutupnya.

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

Sekumpul

Tata Kawasan Sekumpul, Pemkab Banjar Akan Perbaiki Drainase di Kelurahan Sekumpul

0
Link, Martapura - Menindaklanjuti kondisi drainase di Gang Taufik, Kelurahan Sekumpul yang tidak berfungsi secara optimal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Dinas Pekerjaan Umum...
Menteri LH

Menteri LH: Wali Kota Banjarbaru Harus Meraih Adipura untuk Masyarakat

0
Link, Banjarbaru - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq bersama Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, melakukan peninjauan praktik pengelolaan sampah rumah...
Tata Kelola Pemerintahan

Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Pemkab Banjar Gelar FKP 2026

0
Link, Martapura - Wujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar...