Beranda blog Halaman 186

Gubernur Ajak IAI Perkuat Kolaborasi Dengan Pemerintah

0
IAI

Link, Banjarmasin –  Demi kemajuan banua yang lebih maju dan berdaya saing, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengajak para akuntan yang tergabung dalam Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) memperkuat kolaborasi dengan pemerintah.

“Kami percaya IAI mampu memberi kontribusi konkret, baik dalam hal edukasi keuangan, pelatihan SDM desa, hingga penguatan sistem pelaporan keuangan koperasi dan BPR, yang lebih kredibel dan berbasis teknologi,” ungkap Gubernur H Muhidin melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov, Ariadi Noor pada pelantikan pengurus Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Kalimantan Selatan periode 2025 – 2029 dan Seminar : Tantangan Pasca Merger BPR dan Program Koperasi Merah Putih, Sabtu (26/7/2025) di Mahligai Pancasila Banjarmasin.

Disebutkan Gubernur, IAI sebagai organisasi profesi, memiliki tanggung jawab strategis, bukan hanya mengembangkan kapasitas anggotanya, tapi juga mendukung agenda pembangunan daerah.

Hal ini sangat sejalan dengan visi Kalsel Bekerja (Berkelanjutan, Berbudaya, Religi, dan Sejahtera) menuju Gerbang Logistik Kalimantan serta lima misi pembangunan, khususnya terkait membangun manusia unggul dan berakhlak mulia, mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata, serta mewujudkan tata kelola pelayanan publik yang mudah dan cepat.

Gubernur H Muhidin pun mengapresiasi tema seminar yang menyentuh isu penting di level tapak, yaitu penguatan koperasi desa dan pasca merger BPR. Ini menurut gubernur adalah bagian dari arsitektur keuangan mikro, yang sangat relevan untuk mendukung ekonomi lokal, penguatan UMKM, dan pengurangan kesenjangan.

Adapun susunan pengurus IAI Kalsel yang dilantik Ketua II Dewan Pengurus Nasional IAI, Arief Tri Hardiyanto ini adalah Atma Hayat selaku ketua, Wakil Ketua dijabat Wahyudin, Sekretaris oleh Ramadhan, Bendahara Noor hikmah, ketua-ketua bidang, dan koordinator beserta anggota.

Sementara itu, Ketua IAI Kalsel Atma Hayat menyampaikan kesediaan pihaknya untuk dilibatkan peran sertanya dalam rangka pembinaan, khususnya terkait laporan keuangan BPR dan koperasi.
“Kami siap terlibat dalam rangka akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan,” ujarnya. (tri)

Indonesia vs Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025, Duel Sarat Gengsi

0
Indonesia vs Vietnam di Final Piala AFF U-23 2025, Duel Sarat Gengsi

Link, Jakarta – Final Piala AFF U-23 2025 resmi mempertemukan Timnas Indonesia U-23 vs Vietnam U-23. Duel sarat gengsi ini digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa malam, 29 Juli 2025.

Laga ini terasa spesial karena mempertemukan dua tim terbaik di Asia Tenggara saat ini. Apalagi, Indonesia punya kans membalas kekalahan dari Vietnam di final edisi 2023 lalu.

Garuda Muda mengusung semangat baru dan dukungan penuh suporter. Sementara itu, Vietnam tetap jadi lawan tangguh yang tak pernah mudah dikalahkan.

Dua tahun lalu, Indonesia juga jumpa Vietnam di partai puncak. Kala itu, laga berakhir 0-0 dan berujung kekalahan lewat adu penalti 5-6.

Tim asuhan Shin Tae-yong tampil spartan tapi kurang beruntung. Kini, dengan materi pemain berbeda, Indonesia punya peluang membalikkan keadaan.

Di turnamen tahun ini, Indonesia membuka langkah dengan menghajar Brunei 8-0. Namun, di laga berikutnya, produktivitas mulai menurun.

Menang tipis atas Filipina dan imbang lawan Malaysia jadi pelajaran penting. Puncaknya, mereka menyingkirkan Thailand lewat adu penalti dramatis 7-6.

Jens Raven jadi bintang di laga pertama dengan enam gol. Namun, ketajamannya menurun, dan kini semua mata menanti kontribusinya di final.

Bermain di GBK jadi keuntungan besar bagi Garuda Muda. Dukungan dari tribune bisa jadi dorongan ekstra untuk meraih gelar perdana di rumah sendiri.

Vietnam juga tampil solid sejak fase grup. Mereka menang 3-0 atas Laos dan 2-1 atas Kamboja, lalu menaklukkan Filipina 2-1 di semifinal.

Laga kontra Filipina tak mudah karena sempat tertinggal lebih dulu. Namun, semangat dan mental kuat membuat Vietnam kembali bangkit.

Vietnam punya beberapa nama penting yang harus dijaga ketat. Khuat Van Khang adalah otak serangan yang bisa mengatur tempo permainan.

Selain itu, Nguyen Hieu Minh sering memberikan ancaman dari sisi sayap. Garuda Muda harus bermain disiplin dan fokus sepanjang laga.

Final ini bukan sekadar perebutan gelar, tapi juga soal gengsi dan harga diri. Vietnam kembali jadi lawan di final, dan kali ini Indonesia tak ingin gagal lagi.

Dengan semangat juang dan dukungan penuh, Garuda Muda siap membalikkan nasib

KIP: Transparansi Adalah Pintu Demokrasi Menuju Indonesia Emas 2045

0
KIP: Transparansi Adalah Pintu Demokrasi Menuju Indonesia Emas 2045
Acara Talk Show dengan tekana “Budaya Transparansi dalam Era Teknologi Informasi untuk Pelayanan yang Partisipatif dan Berkelanjutan” di Gedung RRI Jakarta, Kamis (24/5/2025). (Foto Wandi/InfoPublik)

Link, Jakarta – Komisioner Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia (KIP RI), Syawaludin, menegaskan bahwa keterbukaan informasi bukan hanya jargon, tetapi merupakan fondasi penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat dan partisipatif di Indonesia.

Hal ini disampaikan Syawaludin dalam acara Talk Show dengan tekana “Budaya Transparansi dalam Era Teknologi Informasi untuk Pelayanan yang Partisipatif dan Berkelanjutan” di Gedung RRI Jakarta, Kamis (24/5/2025) sebagaimana dilansir infopublik.id.

“Transparansi itu pintu masuknya demokrasi. Tak akan bisa kita menjadikan negara ini demokratis tanpa mengawali dengan transparansi,” tegas Syawaludin dalam pidatonya.

Ia mengingatkan bahwa hak masyarakat untuk mengakses informasi telah dijamin dalam konstitusi, tepatnya dalam Pasal 28F UUD 1945 serta diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Pertanyaannya sekarang: apakah transparansi yang kita sebut-sebut itu hanya sebatas slogan? Atau sudah menjadi budaya dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara?” tanyanya secara retoris.

Sejak berdiri pada 2010, Komisi Informasi terus mendorong sinergi dan inovasi untuk memastikan hak publik atas informasi dapat terpenuhi secara adil, inklusif, dan efisien. Syawaludin menekankan pentingnya membangun trust atau kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi, apalagi di era digital saat ini.

“Di tengah kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), chatbot, dan media sosial, keterbukaan informasi justru semakin vital. Pejabat publik yang aktif menyampaikan informasi di media sosial misalnya, justru meningkatkan reputasi dan kepercayaan publik,” ungkapnya.

Menurutnya, kepercayaan merupakan nilai yang mahal dan harus diperjuangkan secara kolektif. “Tumbuhnya kepercayaan akan melahirkan partisipasi publik, dan partisipasi publik akan mengantarkan kita menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya

Sementara itu, praktisi keterbukaan informasi publik, Abdul Rahman Ma’mun, menyoroti tantangan besar yang dihadapi badan publik dalam menyajikan informasi secara transparan di tengah keberlimpahan informasi di era digital. Menurutnya, masyarakat kini terbiasa dengan arus informasi yang serba cepat, sementara informasi resmi dari pemerintah dan lembaga publik belum mampu menyesuaikan irama tersebut.

“Transparansi itu gampang-gampang susah. Kalau hanya diukur dari regulasi, tidak sulit. Tapi kalau ukurannya dari publik, itu yang jadi tantangan,” ujar Abdul Rahman.

Ia menekankan bahwa masyarakat saat ini sudah dimanjakan oleh keberlimpahan informasi dari berbagai media, termasuk media sosial, sehingga ekspektasi mereka terhadap keterbukaan informasi semakin tinggi. Di sisi lain, badan publik masih bekerja berdasarkan prosedur dan regulasi yang sering kali belum responsif terhadap dinamika digital.

“Cara publik mengakses informasi sudah berubah total. Dulu orang baca koran pagi, sekarang informasi datang setiap saat. Tapi kalau kita masih menyajikan informasi seperti era sebelumnya, kita akan tertinggal,” jelasnya.

Abdul Rahman juga menyoroti pentingnya adaptasi dari pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) di lembaga publik. Menurutnya, informasi harus disajikan dengan ringkas, cepat, dan mudah diakses agar tidak kalah dengan informasi yang berseliweran secara informal.

“Kalau informasi resmi lambat, masyarakat akan mengonsumsi informasi tidak resmi, yang bisa jadi hoaks. Maka kecepatan merilis informasi resmi adalah kunci untuk menangkal hoaks,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan utama di era banjir informasi bukan hanya soal volume, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan publik melalui informasi yang kredibel dan akurat.

“Kita tidak bisa hanya menyalahkan hoaks, kalau informasi resmi kita tidak dibuka dengan cepat. Tantangannya adalah bagaimana badan publik bisa hadir di tengah keberlimpahan informasi ini,” pungkasnya.

Pemerintah Gelar BIAS 2025 Mulai Agustus-November

0
Pemerintah Gelar BIAS 2025 Mulai Agustus-November
Ilustrasi. Imunisasi di sekolah (Foto: pemprov dki jakarta)

Link, Jakarta – Pemerintah kembali menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 mulai Agustus hingga November mendatang. Program tahunan ini merupakan langkah strategis melindungi anak-anak usia sekolah dari Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), serta mendukung target eliminasi campak-rubella pada 2026 dan eradikasi polio di Indonesia.

Kementerian Kesehatan RI bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan mengoordinasikan pelaksanaan imunisasi di sekolah-sekolah dasar, termasuk menjangkau anak yang belum bersekolah atau belum mendapat imunisasi lengkap melalui puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

“Imunisasi bukan hanya perlindungan individu, tetapi juga kunci menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Ini merupakan tanggung jawab bersama,” kata dr. Gertrudis Tandy, MKM, Ketua Tim Kerja Imunisasi Bayi dan Anak, Kemenkes RI, dalam webinar Sosialisasi BIAS 2025, yang dikutip Jumat (25/7/2025) sebagaimana dilansir infopublik.id.

Jadwal dan Sasaran Imunisasi

BIAS 2025 menyasar anak-anak usia sekolah dasar dengan jadwal sebagai berikut:

Kelas 1 SD (±7 tahun)
– Agustus: Campak-Rubella
– November: Difteri-Tetanus (DT)

Kelas 2 SD (±8 tahun)
– November: Tetanus-Difteri (Td)

Kelas 5 SD (±11 tahun)
– Agustus: HPV (Human Papilloma Virus)
– November: Tetanus-Difteri (Td)

Imunisasi HPV menjadi fokus utama tahun ini sebagai upaya pencegahan kanker serviks. Vaksin diberikan gratis kepada:
– Anak perempuan kelas 5 SD/MI atau sederajat (primer)
– Anak perempuan kelas 6 SD dan kelas 7 SMP yang belum divaksin (kejar)

Vaksin HPV diberikan dua kali (dua dosis) untuk anak usia 9–15 tahun. Anak yang tidak bersekolah tetap dapat mengakses imunisasi HPV di fasilitas kesehatan terdekat.

Prosedur Sebelum Vaksinasi

Sebelum pemberian imunisasi, setiap anak akan menjalani skrining kesehatan singkat mencakup suhu tubuh dan kondisi umum (demam, batuk, flu), riwayat alergi terhadap vaksin, konsumsi obat-obatan tertentu.

Jika tidak ditemukan hambatan medis, imunisasi dilakukan langsung di sekolah atau puskesmas sesuai jadwal.

Ancaman Nyata PD3I di Indonesia

Meski imunisasi telah dilakukan secara nasional, kasus PD3I masih terjadi. Sepanjang tahun lalu tercatat 56 Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di 16 provinsi, 131 KLB Difteri, 944 kasus Pertusis, 6 kasus Polio serta 16 kasus Tetanus Neonatorum, dengan 27 kematian.

“Data ini menegaskan pentingnya meningkatkan cakupan imunisasi secara merata agar anak-anak terlindungi, sekaligus mencegah potensi wabah di masa depan,” kata dr. Gertrudis.

Kesuksesan BIAS 2025 sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, guru, orang tua, kader PKK, tokoh masyarakat, media, hingga relawan dan komunitas lokal.

Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal, segera melengkapi imunisasi kejar jika ada yang tertunda serta mendukung dan menyebarluaskan edukasi tentang pentingnya imunisasi anak usia sekolah.

“BIAS bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ini adalah investasi nyata untuk masa depan anak-anak kita yang lebih sehat, tangguh, dan produktif,” tegas dr. Gertrudis.

Kemendagri Minta Forkopimda Evaluasi Satgas Terpadu Ormas

0
Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, dalam kegiatan

Link, Semarang – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), agar rutin mengevaluasi kinerja Satgas Terpadu Penanganan dan Pembinaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Terafiliasi Premanisme.

Dalam kegiatan Penguatan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (25/7/2025), Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, menyatakan evaluasi diperlukan sebagai bahan penilaian terhadap kinerja Forkopimda yang akan dilakukan di tingkat nasional melalui Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

“Setiap pekan hari Rabu dievaluasi pelaksanaan tugas Satgas tersebut,” kata Bahtiar melalui  keterangan resmi, Sabtu (26/7/2025) sebaimana dilansir infopublik.id.

Bahtiar mengimbau pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agar memastikan pembentukan Satgas Ormas di seluruh kabupaten/kota dan rutin mengevaluasi kinerjanya.

Menurut Bahtiar, kebebasan berserikat dan berkumpul tetap memiliki batas sesuai aturan yang berlaku, sehingga jika ada yang melakukan pelanggaran, maka akan diberikan sanksi, mulai dari sanksi yang sederhana yakni administratif hingga pembubaran.

Menurutnya, tidak sedikit ormas yang semula didirikan untuk kepentingan kebaikan, tapi dalam praktiknya menyimpang dari tujuan dan bertentangan dengan esensi tujuan pembentukan ormas itu.

Padahal, kata dia, pada Pasal 1 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Ormas, menyebutkan ormas merupakan organisasi yang didirikan dan dibentuk oleh masyarakat secara sukarela berdasarkan kesamaan aspirasi, kehendak, kebutuhan, kepentingan, dan kegiatan dengan tujuan untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan NKRI.

Di lain sisi, Bahtiar mengungkapkan adanya ulah premanisme dan oknum ormas yang mengganggu jalannya investasi.

“Gangguan tersebut membuat negara merugi hampir Rp900 triliun berdasarkan penghitungan Kementerian Investasi,” ujarnya.

Dia berpendapat tindakan tersebut tidak hanya mengganggu investasi, tetapi juga mengancam daya saing Indonesia di dunia internasional.

Sementara itu berdasarkan data Direktorat Jenderal Polpum Kemendagri, sepanjang tahun 2024 sebanyak 1.540 kasus gangguan investasi dilakukan oleh oknum ormas di Indonesia.

“Betapa gangguan-gangguan itu terjadi, saatnya sekarang ini kami tertibkan. Ada satgas di provinsi yang akan menertibkan dan akan kita evaluasi,” tuturnya.

Bahtiar menegaskan, agar satgas tidak takut kepada ormas yang melanggar lantaran Negara tidak boleh tunduk pada mereka.

Adapun forum yang digelar turut dihadiri oleh para peserta dari Forkopimda Jawa Tengah, mulai dari Kejaksaan, Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten/Kota, TNI, Kepolisian, serta unsur Pemerintah Kota Semarang.

Persija Jakarta vs Arema FC, Macan Kemayoran Menang 3-0

0
Persija Jakarta vs Arema FC, Macan Kemayoran Menang 3-0
Laga uji coba Persija vs Arema, 26 Juli 2025 (c) Bola.net/Abdul Aziz

Link, Jakarta – Akhir pekan di Jakarta International Stadium (JIS) terasa begitu istimewa bagi ribuan pendukung Persija Jakarta. Dalam laga uji coba pramusim menghadapi Arema FC, Sabtu (26/7/2025) malam WIB, Macan Kemayoran tampil meyakinkan dan meraih kemenangan telak 3-0.

Pertandingan ini menjadi ajang pembuktian kesiapan kedua tim sebelum bergulirnya BRI Super League 2025/2026. Sejak menit awal, Persija langsung menekan dan memegang kendali permainan. Arema berusaha membalas, namun ritme permainan mereka belum terbentuk dengan baik. Dukungan penuh dari tribun membuat Persija semakin percaya diri untuk mendominasi jalannya laga.

Pada menit ke-30, Persija akhirnya membuka keunggulan. Gol pertama lahir dari aksi Eksel Runtukahu yang memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok. Dengan tenang, ia mengarahkan bola ke gawang Arema dan mengubah skor menjadi 1-0. Setelah itu, Persija tetap agresif meski sudah unggul.

Memasuki babak kedua, tim tuan rumah tidak menurunkan intensitas. Tepat pada menit ke-57, Eksel kembali mencetak gol. Ia memanfaatkan umpan terukur, kemudian menaklukkan kiper Arema dengan penyelesaian dingin. Gol kedua tersebut membuat suasana stadion semakin bergemuruh.

Hanya empat menit berselang, Gustavo Franca ikut mencatatkan namanya di papan skor. Pemain asal Brasil itu menyelesaikan serangan cepat dengan tembakan keras yang gagal dihentikan kiper lawan. Dengan demikian, Persija mengunci kemenangan telak 3-0.

Secara keseluruhan, laga ini memberikan banyak pelajaran. Persija menunjukkan konsistensi di semua lini, sementara itu Arema harus segera berbenah agar lebih kompetitif di musim baru. Pada akhirnya, dukungan luar biasa publik JIS menegaskan bahwa Persija siap menyongsong kompetisi dengan semangat tinggi.

AC Milan vs Liverpool, Rossoneri Menang 4-2

0
AC Milan vs Liverpool, Rossoneri Menang 4-2
AC Milan vs Liverpool dalam Laga Uji Coba Persahabatan di Stadion Kai Tak, Hong Kong, Sabtu, 26 Juli 2025 (c) AP Photo/Chan Long Hei

Link, Jakarta – AC Milan memenangkan pertandingan melawan Liverpool dalam laga uji coba pramusim di Kai Tak Sports Park, Hong Kong, Sabtu, 26 Juli 2025. Rossoneri menang dengan skor cukup mencolok 4-2.

Empat gol Milan dicetak oleh Rafael Leao (10′), Ruben Loftus-Cheek (52′), dan Noah Okafor yang memborong dua gol di babak kedua (59′, 90+4′). Liverpool mencetak gol lewat Dominik Szoboszlai (26′) dan Cody Gakpo (90+3), tapi gagal membendung agresivitas Milan.

Massimiliano Allegri patut berbangga melihat anak asuhnya tampil solid dengan formasi 3-5-2 yang kembali menunjukkan efektivitasnya. Selain kemenangan, laga ini jadi ajang pembuktian bahwa Rossoneri mulai menemukan ritme permainan.

Jalannya Pertandingan

Sejak menit awal, laga berjalan seru dengan kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang. Mohamed Salah sempat merepotkan pertahanan Milan, tapi Malick Thiaw sigap menutup ruang.

Kesempatan emas pertama justru dimiliki Leao usai kesalahan Alisson, tapi sang winger kurang sigap memanfaatkan momen. Meski begitu, Leao terus jadi ancaman dan akhirnya membuka skor lewat sepakan kaki kiri ke tiang dekat.

Gol tersebut tercipta lewat serangan cepat ala Allegri, yang mengandalkan transisi dari bertahan ke menyerang. Namun, keunggulan Milan tak bertahan lama karena Szoboszlai membalas lewat sepakan melengkung dari luar kotak penalti.

Memasuki babak kedua, Allegri merotasi skuad dengan memasukkan Okafor, Musah, Gabbia, dan Terracciano. Pergantian ini berdampak instan, Milan kembali unggul lewat Loftus-Cheek setelah serangan balik cepat.

Leao kembali terlibat dalam proses gol kedua tersebut dengan umpan matang ke Loftus-Cheek. Tak lama berselang, giliran Saelemaekers dan Okafor berkolaborasi untuk gol ketiga yang lahir dari sisi kanan.

Setelah unggul 3-1, Allegri memberi menit bermain pada sejumlah pemain muda dan debutan seperti Estupinan dan Comotto. Permainan tetap disiplin meski Liverpool sempat memperkecil skor lewat sundulan Gakpo.

Di menit akhir, Okafor kembali mencatatkan namanya di papan skor memanfaatkan kesalahan bek Liverpool. Gol keempat Milan ini sekaligus menutup laga dengan skor 4-2 yang pantas bagi tim yang tampil lebih efektif.

Allegri terlihat puas di pinggir lapangan, menyaksikan anak asuhnya tampil tajam dalam menyerang dan cukup rapi dalam bertahan. Transisi cepat dan efektivitas di sepertiga akhir jadi kunci kemenangan Milan.

Selain kemenangan, laga ini juga jadi momen pembuktian bagi pemain-pemain muda dan pelapis Milan. Allegri mendapat gambaran jelas mengenai kedalaman skuad jelang musim baru yang penuh tantangan.

Susunan Pemain

Liverpool : Alisson; Robertson, Van Dijk, Gravenberch, Stephenson; Morton, Szoboszlai; Ngumoha, Elliott, Salah; Wirtz

Pelatih: Arne Slot

AC Milan : Maignan; Pavlovic, Thiaw, Tomori; Bartesaghi, Pulisic, Fofana, Ricci, Saelemaekers; Leao, Loftus Cheek

Pelatih: Massimiliano Allegri

Mensesneg Tegaskan Tak Ada Penyerahan Data Pribadi WNI ke AS

0
Mensesneg Tegaskan Tak Ada Penyerahan Data Pribadi WNI ke AS
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan terkait keamanan data pribadi warga Indonesia di ruang media, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/7/2025). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc/aa)

Link, Jakarta – Data pribadi Warga Negara Indonesia (WNI) dipastikan tidak ada yang diserahkan kepada Pemerintah Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari kesepakatan tarif impor yang ditempuh kedua negara.

Dilansir dari infopublik.id, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan hal ini untuk meluruskan pemaknaan kabar yang beredar di masyarakat terkait salah satu komitmen yang diambil Indonesia dalam kesepakatan tarif impor, yakni memberikan kepastian terkait pemindahan data pribadi ke AS, yang dijelaskan dalam keterangan resmi yang dikeluarkan Gedung Putih pada Rabu, 23 Juli 2025.

“Jadi pemaknaannya yang tidak benar, bukan berarti kita itu akan menyerahkan data-data, apalagi data-data pribadi dari masyarakat Indonesia ke pihak sana (Amerika Serikat), tidak,” kata Mensesneg kepada media di Istana Kepresidenan Jakarta, seperti dilansir antaranews, pada Jumat (26/7/2025)

Menurut Prasetyo, ada beberapa platform milik perusahaan AS memberi ketentuan agar masyarakat pengguna memasukkan data dan identitas.

Dengan kesepakatan tarif impor ini, lanjutnya, Pemerintah AS justru ingin memastikan bahwa data-data tersebut aman dan tidak disalahgunakan untuk berbagai kepentingan.

“Ada data-data yang harus dimasukkan, kita entry atau kita submit. Justru kerja sama kita berdua itu adalah untuk memastikan data-data tersebut yang itu bagian dari persyaratan kita melakukan submit sesuatu di platform. Platform itu ya itu yang kita amankan. Kerja samanya di situ,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemerintah memastikan dan menjamin perlindungan data pribadi WNI karena diatur dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

“Kita tentu pemerintah pasti berkomitmen apalagi berkenaan dengan masalah data pribadi kita sendiri kan juga punya Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi,” kata dia.

Sekedar informasi, Presiden AS Donald Trump mengumumkan poin penting dalam kesepakatan tarif impor yang disepakati dengan Pemerintah Indonesia, salah satunya menyebut soal pemindahan data pribadi, yang diatur dalam poin terkait penghapusan hambatan untuk perdagangan digital.

Dalam pengumuman itu disebutkan AS dan Indonesia akan merampungkan komitmen terkait perdagangan digital, jasa, dan investasi.

Salah satu komitmen yang diambil Indonesia adalah memberikan kepastian terkait kemampuan untuk memindahkan data pribadi dari wilayahnya ke Amerika Serikat.

“Indonesia juga akan memberikan kepastian terkait kemampuan untuk memindahkan data pribadi keluar dari wilayahnya ke Amerika Serikat melalui pengakuan bahwa Amerika Serikat merupakan negara atau yurisdiksi yang memberikan perlindungan data yang memadai berdasarkan hukum Indonesia,” tulis pernyataan Gedung Putih tersebut.

Mentan: Ketahanan Pangan Fondasi Utama Dalam Membangun Ketahanan Nasional

0
Mentan: Ketahanan Pangan Fondasi Utama Dalam Membangun Ketahanan Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman Saat Menghadiri Kuliah Umum di Lembaga Ketahanan Nasional RI, Jakarta.

Link, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan nasional. Hal ini disampaikannya saat memberikan kuliah umum kepada peserta Pendidikan Pembentukan Pimpinan Negara (P3N) Angkatan XXV dan Pendidikan Pengetahuan Strategis (P4N) Angkatan LXVIII di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Kamis (24/7).

“Ketahanan pangan adalah jantung dari ketahanan nasional. Jika pangan terganggu, maka stabilitas negara pun ikut terganggu,” tegas Mentan Amran dalam kuliah umum bertema “Membangun Sistem Hilirisasi Pertanian yang Berdaya Saing untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan”.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar isu ekonomi, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup bangsa. Ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam membaca persoalan pangan bisa berujung pada kebijakan yang salah dan berdampak lebih besar daripada korupsi.

“Seperti kata Bung Karno, hidup matinya bangsa ditentukan oleh pangan. Salah menganalisis pangan bisa lebih fatal dampaknya daripada korupsi,” ujar Amran.

Mentan juga memaparkan komitmen nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat sektor pertanian. Hal ini diwujudkan melalui penerbitan tujuh Peraturan Presiden (Perpres) strategis, yang di antaranya mengatur soal pupuk bersubsidi, harga gabah, dan irigasi.

“Distribusi pupuk kini sudah jauh lebih sederhana dan efisien. Rantai birokrasi yang dulu menyulitkan petani kini telah dipangkas agar pupuk bisa langsung sampai ke tangan petani,” jelasnya.

Mentan Amran menyebut, hasil dari serangkaian kebijakan yang berpihak pada petani ini telah mendorong produksi beras nasional ke titik tertinggi sepanjang sejarah.

“Alhamdulillah, saat ini produksi beras kita mencapai rekor tertinggi. Ini bukan hasil kebetulan, tapi buah dari keberpihakan dan kerja nyata pemerintah terhadap petani,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta Lemhannas yang merupakan calon-calon pemimpin nasional untuk turut berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

“Ketahanan pangan bukan semata urusan teknis. Ini adalah isu strategis yang membutuhkan dukungan semua lini kepemimpinan, baik pusat maupun daerah,” pesan Mentan.

Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, memberikan apresiasi atas capaian sektor pertanian di bawah kepemimpinan Amran. Ia menilai sektor ini kini menjadi sumber optimisme baru dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

“Kemajuan sektor pertanian saat ini sangat menggembirakan. Ini menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia punya peluang besar menjadi kekuatan pangan global,” ujar Ace.

Ia menambahkan, sektor pertanian yang sebelumnya kerap dipandang sebelah mata, kini mulai menunjukkan kontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional, terutama setelah diperkuat oleh teknologi dan kebijakan yang tepat sasaran.

“Dulu sektor ini dianggap punya kontribusi kecil terhadap PDB karena minim teknologi. Sekarang kita lihat pertanian mulai bangkit menjadi keunggulan strategis bangsa,” tandasnya.

Jens Raven, Calon Top Skor Piala AFF U-23 2025

0
Aksi Jens Raven di semifinal Piala AFF U-23 2025: Timnas Indonesia U-23 vs Timnas Thailand U-23 (c) Bola.net/Abdul Aziz

Link, Jakarta – Jens Raven tampil sebagai pemain paling produktif di ajang Piala AFF U-23 2025. Striker Timnas Indonesia U-23 itu kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan total tujuh gol.

Satu gol tambahan dicetak Raven saat menghadapi Thailand di semifinal. Sundulan akuratnya pada menit ke-84 menyelamatkan Indonesia dari kekalahan.

Gol tersebut membuat koleksi gol Raven sulit dikejar pemain lain. Enam gol sebelumnya ia cetak saat Indonesia menggulung Brunei 8-0 di laga pembuka.

Dengan performa gemilang itu, Raven tinggal selangkah lagi meraih gelar pencetak gol terbanyak. Ia pun makin mantap menjadi andalan lini depan Garuda Muda.

Dengan torehan tujuh gol, posisi Jens Raven di puncak daftar top skor nyaris tak tergoyahkan. Jarak antara dirinya dan para pesaing terpaut sangat jauh.

Beberapa penyerang seperti Javier Mariona dan Otu Banatao dari Filipina, serta Nguyen Dinh Bac dari Vietnam, baru mencetak dua gol. Selisih lima gol menjadi penghalang besar yang sulit untuk dikejar.

Terlebih, turnamen ini hanya menyisakan satu pertandingan. Praktis, peluang mengejar Raven nyaris mustahil terjadi kecuali ada keajaiban.

Setelah hampir memastikan gelar top skor, fokus Jens Raven kini tertuju pada laga puncak. Timnas Indonesia akan menghadapi Vietnam pada Selasa (29/7/2025) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Ketajaman Raven tentu diharapkan kembali terlihat di partai final. Pertahanan Vietnam dikenal solid dan disiplin, menjadi tantangan tersendiri bagi sang striker.

Jika mampu mencetak gol lagi, Raven bisa menutup turnamen ini dengan sempurna. Ia berpeluang membawa pulang gelar individu sekaligus membantu Indonesia meraih trofi juara.