Beranda blog Halaman 191

BGN: Hingga Pertengahan Juli 2025, Program MBG Jangkau 6,2 Juta Penerima Manfaat

0
BGN: Hingga Pertengahan Juli 2025, Program MBG Jangkau 6,2 Juta Penerima Manfaat
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersiap mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/bar

Link, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan bahwa hingga 14 Juli 2025, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 6,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Angka ini meningkat signifikan setelah masa libur sekolah.

“Sempat libur dan kemudian terjadi penambahan yang sangat signifikan selama masa libur ini. Alhamdulilah, kemarin sudah 6 juta, dan hari ini, sudah ada 200.000 sehingga hari ini sudah bisa melayani 6,2 juta seluruh penerima manfaat,” ujar Dadan dalam siaran pers yang diterima pada Senin (21/7/2025).

Ia menambahkan, meski angka tersebut baru sekitar 7 persen dari total target nasional sebanyak 82,9 juta penerima manfaat, capaian tersebut sudah sangat besar bila dibandingkan dengan skala penduduk negara lain.

“Kalau untuk Indonesia, ini baru 7 persen dari target penerima manfaat 82,9 juta. Tapi kalau ini di Singapura, ini sudah bisa menghidupi seluruh yang beraktivitas di Singapura. Karena di Singapura hanya 4,2 juta penduduknya,” kata Dadan.

“Jadi, apa yang sudah dilakukan oleh Badan Gizi Nasional sudah bisa menghidupi seluruh orang yang beraktivitas di Singapura,” sambungnya.

Dadan menambahkan, sejauh ini pelaksanaan program berjalan dengan lancar dan terus menunjukkan tren peningkatan. Namun, pihaknya juga tengah melakukan evaluasi terhadap aspek-aspek teknis guna mempercepat distribusi ke depannya.

“Sejauh ini lancar makanya program terus berjalan, terus meningkat. Memang ada hal-hal teknis yang masih kami sinkronisasi, kami pertajam sehingga percepatan bisa terus dilakukan karena target kami 82,9 juta itu insyaallah sudah bisa dicapai di akhir November atau awal Desember (2025),” ungkapnya.

Lebih lanjut, BGN menargetkan cakupan program MBG akan meningkat pesat dalam waktu dekat. Pada akhir Agustus mendatang, Dadan berharap jumlah penerima manfaat akan tembus di atas 20 juta jiwa.

“Kami ingin juga di akhir Agustus (2025), program ini sudah mencakup penerima manfaat lebih dari 20 juta,” harapnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi dan kualitas hidup generasi muda, sekaligus melibatkan sektor UMKM dan komunitas lokal dalam ekosistem pelaksanaannya.

sumber : infopublik.id

DPRD Banjarbaru Dukung Komitmen Polres Dalam Memberantas Peredaran Narkoba

0

Link, Banjarbaru – Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, dan Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, hadir di Mapolres Banjarbaru untuk menyaksikan pemusnahan barang bukti narkoba. Barang bukti yang dimusnahkan adalah sabu seberat 2,6 kilogram yang berhasil disita oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba), Selasa (22/7/2025).

Ditemui usai kegiatan, Gusti Rizky mengatakan, pihaknya di DPRD Kota Banjarbaru sangat mendukung jajaran Polres Banjarbaru memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. “Karena ini akan sangat membantu menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Ia bahkan berharap, komitmen seluruh jajaran Polres Banjarbaru dalam upaya memberantas peredaran narkoba terus digalakkan, sehingga Banjarbaru bisa bebas dari ancaman dan dampak buruk narkoba. “Pemusnahan narkoba sebagai salah satu komitmen Polres Banjarbaru memberantas narkoba,” imbuhnya.

Dukungan senada juga disampaikan Wali Kota Erna Lisa Halaby. Menurunya, kegiatan ini bentuk nyata keseriusan dan profesionalitas aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa barang bukti yang disita benar-benar dimusnahkan dan tidak disalahgunakan,” kata Wali Kota Erna Lisa.

Dikatakan Wali Kota Erna Lisa, peredaran gelap narkoba dan penyakit masyarakat lainnya seperti perjudian, minuman keras, dan premanisme, menjadi ancaman serius yang dapat merusak generasi muda. “Ini harus dihadapi dengan sinergi antara penegak hukum dan masyarakat,” ujarnya.

(tri)

Gubernur Dorong 2.013 Desa Segera Bangun Kopdes Merah Putih

0

Link, Martapura- Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Wagub Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman mendorong 2.013 Desa di Kalimantan Selatan agar terbangun Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Banua, pada Senin (21/7/2025).

Sinoman Hadrah berjajar. Setibanya di lokasi acara, Bupati Banjar Saidi Mansyur dan Wakil Bupati Banjar, Said Idrus al-Habsyi menyambut kedatangan Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Wagub Hasnuryadi Sulaiman pada Pukul 11.00 WITA.

Dalam momentum itu, Gubernur H. Muhidin dan Wagub Hasnuryadi Sulaiman langsung meninjau bangunan Koperasi Desa Merah Putih Indrasari yang baru saja diresmikannya.

“Alhamdulillah tadi ditunjuk berbicara secara daring oleh Presiden RI Prabowo Subianto, dan kita semuanya lengkap sudah serta dinilai nomor 3 di Indonesia setelah dilakukan musyawarah desa oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Kabinet Merah Putih, Yandri Susanto saat kunjungannya kemarin,” sampai Gubernur Kalsel H. Muhidin seusai kegiatan.

Mengenai penetapan badan hukum koperasi desa di Indonesia, Gubernur H. Muhidin menyebut Koperasi Desa Merah Putih Indrasari kini juga masuk ke nomor 6 dari 83.000 desa lainnya. Dengan begitu, H. Muhidin berterima kasih kepada Bupati Banjar telah membina koperasi desa di wilayah tersebut.

“Bahkan saat Menteri Desa berkunjung ke sini, beliau langsung tersanjung dengan tempat ini. Ke depan juga, Bupati/Walikota turut mendorong koperasi desa,” harapnya.

Sementara itu, Kepala DPMD Kalsel Faried Fakhmansyah mengatakan peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak tersebut menjadi bagian program nasional yang digagas pemerintah pusat untuk memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan/kelurahan.

Berdasarkan data Provinsi Kalsel menyumbang sebanyak 2.013 koperasi desa dan kelurahan tersebar pada 1.871 desa dan 144 kelurahan dari total 80.000 koperasi desa se-Indonesia.

Faried juga mengungkapkan jumlah awal Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kalsel sebanyak 2.015 unit, namun berkurang menjadi 2.013 unit karena adanya penggabungan tiga desa menjadi satu koperasi bersama.

Dalam kesempatan itu, Faried mengatakan tujuan Koperasi Merah Putih untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat tingkat desa dan kelurahan, sekaligus menjadi pendukung sinergis bagi Badan Usaha Masyarakat Desa (BUMDes) yang telah ada.

Menurut Faried, koperasi menjadi salah satu pilar ekonomi kerakyatan yang kokoh, sehingga kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menciptakan kekuatan ekonomi baru di wilayah pedesaan dan permukiman urban yang lebih mandiri, serta berdaya saing.

“Koperasi Merah Putih diharapkan dapat menjadi ekonomi yang baru di wilayah pedesaan dan permukiman urban,” tandasnya. (tri)

Petani Belangian Kembangkan Kebun Kopi Premium

0
kopi premium
Ali Fahmi (kaos merah) dan salah seorang petani di Desa Belangian.

Link, Martapura – Petani di Desa Belangian, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar belakangan sibuk mengembangkan perkebunan kopi secara swadaya. Hasilnya, ribuan pohon kopi telah berhasil ditanam.

“Alhamdulillah, melalui bantuan beberapa teman-teman di Organisasi Kepemudaan Muhammadiyah, kami telah menanam ribuan bibit kopi premium. Kami optimis upaya ini akan memberikan dampak positif, utamanya peningkatan perekonomian desa secara umum,” ungkap mantan Kepala Desa Belangian Fahruddin kepada Linkalimantan.com, disela-sela memperlihatkan tanaman kopi yang kini sudah mulai berbuah.

Kegiatan penanaman kopi itu sendiri  bermula dari diskusi dengan Ali Fahmi dan Rully—para  penggiat sosial yang juga mantan aktivis kepemudaan Muhammadiyah—beberapa tahun silam.

“Intinya Pak Ali dan kawan-kawan siap mengupayakan bibit unggul dan kami di sini menyiapkan lahan dan tenaga. Setelah itu kegiatan pun kami mulai dengan terlebih dahulu belajar tentang perkebunan kopi sembari mempersiapkan lahan,” ujarnya bercerita.

Seiring waktu, ungkapnya lebih jauh, setelah pengetahuan berkebun kopi didapat semaian bibit pun siap ditanam.

“Hasilnya, seperti yang kita bisa lihat sekarang ini. tanaman kopi sesuai dengan harapan dan sebagian sudah mulai berbuah,” katanya.

Senada itu, Ali Fahmi mengaku jika inisiatif mengembangkan kopi premium di Desa Belangian menjadi bagian penting dalam rencana budidaya kopi premium. Terpenting lagi sebutnya, masyarakat di Belangian sangat menyambut baik program swadaya tersebut.

“ Kami memiliki target periode pertama tanam kopi satu jua pohon. Alhamdulillah, sejauh ini kami sudah menanam kopi di berbagai kabupaten. Diantaranya Kabupaten HST, Batola dan di  Kabupaten Banjar telah mulai berbuah dan sebagian sudah panen,” katanya.

Sementara itu dari pantauan Linkalimantan.com di lapangan, hamparan tanaman kopi banyak terdapat di kebun belakang rumah warga. Gebitu juga lokasi penyemaian bibit juga tertata dengan baik di titik lokasi yang telah disepakati. (yan)

Profil Meutya Hafid, Dari Jurnalis Jadi Menkomdigi

0
Meutya Viada Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital

Link, Jakarta – Meutya Viada Hafid mulai menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital dalam Kabinet Merah Putih pada tanggal 21 Oktober 2024. Mantan jurnalis dengan nama lengkap Hj. Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP, kelahiran Bandung, 3 Mei 1978. Meutya menyelesaikan S1 bidang Manufacturing Engineering dari Universitas New South Wales, Australia, dan S2 Ilmu Politik (cum laude) dari Universitas Indonesia. Sebelum diangkat sebagai Menteri, Meutya menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR yang membidangi komunikasi dan informatika, pertahanan, luar negeri dan intelijen.

Meutya mengawali karir sebagai jurnalis TV, dengan sejumlah prestasi dan dedikasi, terutama pada liputan daerah konflik. Ia meliput Darurat Militer Aceh (2003), Tsunami Aceh dan perjanjian damai Aceh (2005), Pemilu Irak (2005), Kudeta Militer Thailand dan konflik Thailand Selatan (2006), serta liputan Palestina (2007). Saat liputan Pemilu di Irak 2005. Meutya bersama Budiyanto (kameramen Metro TV) disandera selama 7 hari oleh Pasukan Mujahidin Irak. Peristiwa itu dituliskan dalam bukunya “168 jam dalam Sandera”.

Meutya Hafid dianugerahi Elizabeth o’ Neill Journalism Award (2007) dan sejumlah penghargaan lain di dunia jurnalistik. Ia dianugerahi Kartu Pers Nomor Satu atau Press Card Number One (PCNO), penghargaan kepada wartawan profesional dengan kompetensi dan integritas.

Meutya bergabung dengan Partai Golkar (2008) dan masuk ke Senayan pada 2010. Ia mengawali kiprah sebagai anggota DPR di Komisi XI bidang keuangan dan perbankan. Meutya ikut dalam sejumlah gebrakan, antara lain soal Merpati Air dan kasus Citibank.

Saat dipindah ke Komisi I DPR, bidang luar negeri, pertahanan, komunikasi dan informatika, serta intelijen, pada 2012, Meutya mengunjungi Gaza untuk memberikan bantuan secara langsung kepada rakyat Gaza, dan bertemu pimpinan Hamas dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Pada 2014, Meutya menjadi Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR. kemudian menjadi Wakil Ketua Komisi 1 DPR. Pada periode ini, ia menginisiasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta program sertifikasi wartawan.

Pada 2019, Meutya adalah perempuan pertama yang menjadi Ketua Komisi 1 DPR RI. Ia menyelesaikan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi, dan juga berperan pada perubahan UU ITE  untuk perlindungan anak di ranah digital.  Selama memimpin sebagai Ketua Komisi I DPR RI pada 2019-2024, ia telah menghasilkan 13 Undang-Undang.

Tingkatkan SDM Kemenag Siapkan Beasiswa Melalui BIB

0
beasiswa
Kemenag Siapkan Beragam Beasiswa S2 hingga S3 Dalam dan Luar Negeri

Link, Jakarta – Melalui Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025, Kemenag telah siapkan beragam beasiswa bagi dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), baik S2 atau S3, dalam dan luar negeri. Program beasiswa juga disiapkan bagi pegawai Kementerian Agama

Hal ini ditegaskan Kepala Puspenma, Ruchman Basori di tengah melakukan pemantauan tes wawancara BIB di Tangerang Selatan, Senin (21/7/2025).

“Upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas dosen terus dilakukan Kementerian Agama. Salah satunya memberikan beasiswa bagi dosen untuk mengambil studi ke perguruan tinggi terbaik di dunia, seperti Australia, Amerika, Inggris, Perancis, Jerman, Kanada, dan negara-negara Timur Tengah,” terangnya.

Tes Wawancara, kata Ruhman, merupakan tahapan yang harus dilalui calon Awardee BIB, setelah mereka lolos pada tahap sebelumnya yaitu seleksi adminsitrasi dan bakat skolastik. “Wawancara menjadi penentu, apakah mereka layak atau tidak, untuk mendapatkan beasiswa full scholarship baik di Dalam dan Luar Negeri”, terang Ruchman.

Selain dosen PTK, lanjut Ruchman, disiapkan juga beasiswa bagi para pegawai Kemenag, pusat maupun daerah, untuk studi S2 bahkan S3, dalam maupun luar negeri. Terobosan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi mereka, dalam menjalankan tugas-tugas birokrasi yang kompleks.

Ada juga program beasiswa S2 Double Degree. Kemenag membuka layanan ini dalam dua kelompok. Pertama, Universitas Internasional Islam Indonesia (UIII), UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, dan UIN Alauddin Makasar dengan Edinburg University dan SOAS University. Kedua, lima Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) dengan Universitas Utara Malaysia (UUM). Kelompok terakhir ini sudah memasuki tahun kedua pada 2025.

Ada 93 calon awardee S3 Luar Negeri yang mengikuti wawancara pada seleksi BIB 2025. Mereka mengambil pelbagai prodi pilihan, antara lain: sains dan teknologi, sosial humaniora, Islamic Studies, kesehatan, hukum, dan ekonomi. Selain itu, ada 59 calon awardee S2 Double Degree.

Puspenma ingin memastikan bahwa BIB juga menyasar pada PT level dunia, untuk memenuhi kebutuhan SDM PTK dan Kemenag. “Jika LPDP tahun depan menambah anggaran tentu akan bertambah pula jumlah awardee kita ke LN,” kata Aktivis Mahasiswa ’98 ini. (spy)

Dilatarbelakangi Cemburu, Istri Mutilasi Suami

0
Polres Banjar ungkap kasus mutilasi
Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli Pimpin Press Conference Hasil Ungkap Kasus Tindak Pidana di Aula Sarja Arya Racana

Link, Martapura – Peristiwa berdarah silih berganti terjadi wilayah hukum Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Teranyar kasus mutilasi di Desa Paramasan Atas, Dusun Muara Oman, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar yang telah berhasil diungkap pihak kepolisian.

Bermula pada 16 Juli 2025 kemarin, jejaring media sosial (Medsos) digegerkan dengan penemuan jasad tak utuh atau korban mutilasi di bantaran Sungai Kuman, Desa Paramsan Atas, Dusun Muara Oman, Kecamatan Paramasan, Kabupaten Banjar.

Peristiwa tersebut langsung menjadi atensi Kepolisian Resor (Polres) Banjar untuk melakukan ungkapan kasus peristiwa mutilasi terhadap korban yang diketahui berinisial DI berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polres Banjar, Polsubsektor Polsek Sungai Pinang, dan Reserse Mobile (Resmob) Polda Kalsel.

Dalam Press Conference Hasil Ungkap Kasus Tindak Pidana di Aula Sarja Arya Racana, Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli mengatakan, peristiwa penganiayaan hingga menghilangkan nyawa korban berinisial DI terjadi pada 16 Juli 2025 sekitar pukul 15.00 Wita.

“Setelah menerima laporan pada pukul 20.00 Wita, Polres Banjar bersama Polsek, dan Resmob langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pengejaran terhadap pelaku. Alhamdulillah kurang dari 24 jam kedua pelaku yakni berinisial FT (28) dan PP (34) tahun berhasil diamankan,” ujarnya, Senin (21/7/2025).

Kapolres Banjar, AKBP Dr Fadli mengungkapkan, bahwa motif penganiayaan hingga menghilangkan nyawa seseorang tersebut dilatarbelakangi rasa cemburu dan peristiwa tersebut disaksikan saksi berinisial S.

“Ketika korban bersama istrinya berinisial FT, anak, dan rombongan sedang berjalan menuju tempat kerja di hutan, terjadi cekcok antara korban dengan istrinya karena cemburu terhadap rekan kerja dan saudara laki-laki istrinya,” katanya.

Keributan memuncak di tepi Sungai Kuman hingga korban memukul FT dan terjatuh. Tak terima dengan perlakuan suaminya tersebut, FT dalam kondisi terpojok langsung mengambil dan mengayunkan sebilah parang hingga melukai pipi wajah korban.

“Berada tak jauh dari lokasi, pelaku kedua berinisial PP yang melihat kejadian tersebut langsung membacok korban dan mengenai bagian belakang kepala korban hingga korban terjauh. Saat posisi korban terjatuh itulah tersangka berinisial FT langsung menebas tangan kiri korban hingga putus, dan tersangka PP menggorok korban dengan belati,” ucapnya.

Saat kejadian, papar AKBP Dr Fadli, memang korban telah melemparkan anak tirinya ke sungai, tapi tidak mengalami luka-luka.

“Jadi pelaku mutilasi ada dua orang dan merupakan adek kaka. Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Sedangkan sejumlah Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan, yakni sebilah parang dengan kumpang paralon putih panjang 60 cm (milik FT), sebilah parang dengan kumpang kayu cokelat panjang 65 cm (milik PP), dan belati dengan kumpang kayu plester biru panjang 45 cm (milik PP).(zainuddin/BBAM)

Pemutakhiran PK-25 Wujudkan Data Keluarga yang Valid dan Relevan

0

Link, Banjarbaru – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin M. Pd turut mengikuti Kick Off Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2025 (PK-25), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), secara daring, Senin (21/07/2025) di Command Center Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru.

Selanjutnya, Sekdaprov Syarifuddin terlibat dialog interaktif antara Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN diwakili Sekretaris Menteri Dukbangga Budi Setiono, bersama Wakil Gubernur Bengkulu, dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam dialog, Sekdaprov Syarifuddin menyampaikan, dukungan Pemerintahan Provinsi Kalsel terhadap kegiatan PK-25 yang bertujuan mendapatkan data keluarga yang akurat, valid, dan relevan, sehingga dapat menjadi dasar perencanaan program pemerintah.

Di Provinsi Kalsel sebut Sekdaprop Syarifuddin, PK-25 akan menyasar 315.935 keluarga dari 13 kabupaten/kota yang tersebar di 115 kecamatan.

“Kami sangat mendukung PK-25, ini sangat mendukung kebijakan pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, penurunan angka stunting, dan sebagainya,” ujar Sekdaprov Syarifuddin.

Turut mendampingi Sekdaprov Syarifuddin, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3A-KB) Husnul Hatimah, Kepala BKKBN Kalsel Farah Adibah beserta jajaran, dan Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif.

Kick Off dilakukan Sekretaris Menteri Dukbangga/BKBBN Budi Setiono di lokasi luring, auditorium Kementerian Dukbangga/BKKBN, Jakarta.

Disebutan Setiono, pendataan PK-25 akan dilakukan petugas mulai 22 Juli hingga 21 Agustus 2025 dengan target sasaran 12,9 juta keluarga di Indonesia.

Pelaksanaan PK-25 melibatkan kader pendata dan petugas lapangan yang akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah untuk mengumpulkan data. Data yang terkumpul akan diverifikasi dan divalidasi untuk memastikan keakuratan dan keandalannya.

Sementara itu, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Imam Machdi dalam sambutannya menyampaikan, keberhasilan pendataan keluarga ini dapat mendorong dan dapat menjadikan pondasi di dalam perumusan kebijakan di sektor-sektor lainnya.

Konsolidasi kolaborasi secara nasional antar Kementerian lembaga pemerintah daerah serta masyarakat menjadi hal sangat penting dan harus sama-sama didorong.

Disebutkan, Kemenko Bidang PMK selalu menekankan pentingnya kebijakan yang diambil dengan sangat presisi atau tepat, dan hal itu dapat diwujudkan apabila memiliki data yang berkualitas.

PK-25 adalah program pemerintah Indonesia, yang dilaksanakan Kemendukbangga/BKKBN untuk memperbarui data keluarga di seluruh Indonesia. .Data ini mencakup informasi mengenai kependudukan, pembangunan keluarga, dan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). (tri)

Hasnuryadi Tampung Permintaan Kantor Untuk Komisi Yudisial RI di Kalsel

0

Link, Banjarbaru – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman bersama Sekretaris Daerah, Muhammad Syarifuddin, menerima audiensi dari Komisi Yudisial RI di Ruang Rapat Sekdaprov, Lantai 3 Kantor Setdaprov Kalsel, di Banjarbaru, Senin (21/7/2025).

Kedatangan Komisi Yudisial (KY) yang dipimpin oleh Komisioner KY Mufti Fajar Nur Dewata didampingi Kepala Bagian Kerjasama dan Hubungan Antar Lembaga Arifa Nur Syamsiah, Koordinator Penghubung KY Wilayah Kalsel, Syaban Husin Mubarak ini, adalah untuk mendapatkan dukungan fasilitas kantor Komisi Yudisial untuk wilayah Kalsel.

Usai pertemuan, Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan apresiasinya atas kunjungan KY ini ke Pemprov Kalsel, dan perihal keinginan KY yang minta difasilitasi kantor untuk KY wilayah Kalsel, wagub berjanji akan segera menyampaikannya ke gubernur.

“Kami atas nama Pemprov Kalsel mengucapkan terimakasih atas silaturrahminya dari KY. Segera akan kami sampaikan keinginan dari KY, ini ke Gubernur kami bapak H. Muhidin, dan insyaallah akan mendapatkan respon yang positif dari beliau, karena ini adalah pelayanan kepada masyarakat Kalsel, dan mudah-mudahan ini yang terbaik,” harap wagub.

Hasnuryadi.Sebelumnya, Komisioner KY Prof. Dr. Mufti Fajar Nur Dewata menyampaikan kedatangan pihaknya ini untuk mendapatkan dukungan fasilitas kantor Komisi Yudisial untuk wilayah Kalsel, agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kami sudah bersilaturrahmi dengan Pemprov Kalsel, dan Alhamdulillah bertemu Wakil Gubernur dan pak Sekda langsung. Kunjungan kita ini, untuk mendapatkan dukungan fasilitas kantor, karena kita membuka kantor penghubung KY di Kalsel,” ujar Mukti.

Pihaknya berharap, keberadaan kantor ini nantinya dapat berfungsi memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Kalsel.

Menjadi tujuan terakhir rombongan KY RI, setelah sebelumnya pihaknya mengunjungi Kantor Penghubung KY Wilayah Kalsel di Banjarmasin, lanjut ke Pengadilan Tinggi Kalsel, di Kantor Setdaprov Kalsel ini, Wagub Hasnuryadi Sulaiman dan Sekdaprov Kalsel M. Syarifuddin juga didampingi Kepala Biro Adpim Berkatullah dan Plt. Kepala BPKAD Kalsel, Fatkhan yang diwakili Sekertaris, Riandy Hidayat. (tri)

Timnas Indonesia U-23 vs Malaysia U-23, Skor Akhir 0-0

0
Duel Timnas Indonesia U-23 vs Timnas Malaysia U-23, Senin (21/7/2025) (c) Bola.net/Abdul Aziz

Link, Jakarta – Berhadapan dengan Timnas Malaysia U-23  pada fase grup Piala AFF U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia U-23 hanya mampu bermain imbang 0-0.

Pertandingan ini berjalan dengan intens dan sengit. Namun kedua tim sama-sama tidak bisa memanfaatkan peluang dengan baik, sehingga laga berakhir tanpa gol.

Berkat hasil imbang ini, Timnas Indonesia U-23 finish sebagai juara grup A dan lolos ke babak semifinal. Sementara Malaysia tertahan di peringkat ketiga dan dipastikan gugur.

Jalannya Pertandingan

Timnas Indonesia U-23 mengambil inisiatif. Pasukan Gerald Vanenburg itu menguasai bola dan menggempur pertahanan Malaysia.

Sementara Malaysia bermain lebih pragmatis. Harimau Malaya memasang garis pertahanan yang dalam sembari sesekali melepaskan serangan balik ke gawang Indonesia.

Meski tempo pertandingan berjalan lambat, namun tensi di atas lapangan mulai meningkat. Kedua tim sama-sama tidak gentar untuk melepaskan tekel-tekel keras ke arah lawan.

Jual beli serangan terus berlanjut. Namun hingga babak pertama berakhir, kedua tim sama-sama gagal membuat gol sehingga laga berakhir dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan tidak banyak berubah. Indonesia masih mendominasi laga, sementara Malaysia mengancam melalui serangan balik.

Di menit ke-58, Malaysia membuat peluang emas Izwan Yuslan. Namun bola yang terukur itu mampu ditepis Cahya Supriadi dengan akurat.

Melihat timnya mengalami kebuntuan, Gerald Vanenburg membuat sejumlah pergantian. Dominikus Dion, Achmad Maulana dan Hokky Caraka dimasukkan untuk menambah daya gedor skuad Garuda.

Intensitas pertandingan di babak kedua ini meningkat. Kedua tim sama-sama saling melepaskan serangan, namun kedua tim sama-sama kesulitan menciptaan peluang emas.

Hingga babak kedua berakhir, skor 0-0 tetap bertahan sama kuat untuk kedua tim.

Susunan Pemain 

Timnas Indonesia U-23: Cahya Supriadi; Alfharezzi Buffon, Kakang Rudianto, Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas, Robi Darwis, Toni Firmansyah, Rayhan Hannan; Victor Dethan, Rahmat Arjuna, Jens Raven

Pelatih: Gerald Vanenburg

Timnas Malaysia U-23: Zulhilmi Sharani; Aysar Hadi, Ubaidullah Shamsul, Shafizan Arshad, Aiman Yusuf; Muhammad Abu Khalil, Aliff Izwan, Ziad El Basheer; Haykal Danish, Haqimi Azim, Fergus Tierney

Pelatih: Nafuzi Zain