Beranda blog Halaman 203

Pastikan Penggunaan Tepat Sasaran, Pemprov Kalsel Gelar Sosialisasi Monev Serta Kinerja Hibah TA 2025

0

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin, secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Kinerja Hibah Tahun Anggaran 2025, yang berlangsung di Gedung DR. KH. Idham Chalid, Banjarbaru pada Kamis (10/7/2025) pagi.

Dengan mengusung tema “Meningkatkan Kualitas dan Efektivitas Pengelolaan Hibah Daerah”, kegiatan yang diselenggarakan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalsel dan diikuti oleh 550 peserta, yang terdiri dari Bagian Kesra Setda Kabupaten/Kota serta organisasi dan lembaga keagamaan dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para peserta, khususnya calon penerima dana hibah Pemerintah Provinsi Kalsel Tahun Anggaran 2025, terkait tata kelola dana hibah yang baik, transparan, dan akuntabel sesuai dengan regulasi yang berlaku, guna memastikan pemanfaatannya berjalan tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.

Sejalan dengan semangat tersebut, peluncuran aplikasi Sistem Informasi Administrasi Hibah atau SI ABAH menjadi tonggak penting dalam upaya transformasi digital pengelolaan hibah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Inovasi ini tidak hanya menjadi sarana pendukung teknis, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam memperkuat transparansi, mempercepat layanan, serta meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas administrasi hibah.

Dengan sistem yang terintegrasi dan berbasis teknologi informasi, seluruh proses – mulai dari pengajuan proposal, verifikasi, penilaian kelayakan, pencairan dana, hingga pelaporan pertanggungjawaban – kini dapat dilakukan secara daring. Hal ini diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan administratif, memperkecil celah penyalahgunaan, serta membuka akses informasi yang lebih luas bagi publik.

Gubernur Kalsel, H . Muhidin dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Pj. Sekretaris Daerah Kalsel, H. Muhammad Syarifuddin menegaskan bahwa dana hibah merupakan bagian dari belanja pemerintah daerah yang memiliki konsekuensi hukum dan administratif, sehingga harus dikelola secara hati-hati, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Perlu dipahami bersama, dana hibah bukan sekadar bantuan biasa. Ini adalah bentuk dukungan pemerintah yang harus digunakan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai aturan yang berlaku,” tegas Gubernur H. Muhidin.

Selain itu, H. Muhidin menegaskan, dana hibah diberikan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah dan meningkatkan pelayanan publik, sehingga penggunaannya harus benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Dana hibah ini akan diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena itu, setiap penerima hibah wajib mengelola dan melaporkannya secara tertib dan benar. Tolong pastikan tidak ada penyimpangan sekecil apa pun,” imbuhnya

Diakhir sambutannya, Gubernur H. Muhidin, menggarisbawahi pengelolaan dana hibah jangan hanya berfokus pada aspek realisasi anggaran, tetapi juga harus mengedepankan akuntabilitas, integritas, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya meminta kepada seluruh pimpinan atau pengurus organisasi calon penerima hibah untuk tidak sekadar mengejar realisasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana anggaran tersebut memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, serta dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan berintegritas,” tutup H. Muhidin.

Sementara itu, Kepala Bagian Bina Mental dan Spiritual Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Fahrurazi, dalam laporannya selaku ketua penyelenggara, mengungkapkan bahwa pengelolaan hibah keagamaan di lingkungan Biro Kesra akan mulai dilakukan secara digital melalui aplikasi Si ABAH (Sistem Informasi Administrasi Hibah).

“Proses administrasi hibah keagamaan akan berbasis digital melalui aplikasi Si ABAH, guna mendukung transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam tata kelola hibah,” jelas Fahrurazi.

Menurutnya, penggunaan aplikasi Si ABAH akan mempermudah proses pengajuan, verifikasi, pencairan, hingga pelaporan hibah, sehingga dapat memperkecil potensi kesalahan administrasi dan mendorong keterbukaan informasi.

Pengembangan sistem ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Kalsel dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berbasis teknologi informasi, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan di masyarakat. (tri)

HUT ke-37, PTAM Intan Banjar Komitmen Tingkatkan Layanan Leding

0
HUT ke-37 PTAM
Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar menerima nasi tumpeng dari Direksi saat perayaan HUT ke-37.

Link, BANJARBARU – Merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 dengan semarak, Rabu (9/7/2025), di halaman kantor pusatnya di Kota Banjarbaru PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar berkomitmen perayaan ini bukan sekadar seremoni.

“Momen ini menjadi momen penting refleksi dan penguatan komitmen dalam menyediakan layanan air bersih yang berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru,” Direktur Utama PTAM Intan Banjar, Syaiful Anwar.

Disampaikannya, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan selama 37 tahun. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan perluasan cakupan distribusi air bersih tetap menjadi prioritas utama.

“Di usia ke-37 ini, meski perayaannya sederhana, komitmen kami tidak berubah. Kami akan terus bekerja keras untuk memberikan layanan air bersih yang lebih baik dan merata,” tegas Syaiful.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar, H Ikhwansyah, turut memberikan apresiasi terhadap kiprah PTAM Intan Banjar yang dinilai memiliki peran vital dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan utama. Pemerintah daerah bersama PTAM berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih optimal, termasuk menjamin ketersediaan air bersih 24 jam,” ujarnya.

Sebagai wujud kepedulian sosial, PTAM Intan Banjar juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada warga di wilayah pelayanan, antara lain di Landasan Ulin, Kertak Hanyar, dan Astambul.

Peringatan HUT ke-37 ini diharapkan menjadi pijakan baru bagi PTAM Intan Banjar untuk terus berinovasi dan menjaga kepercayaan masyarakat, sekaligus menjawab tantangan pelayanan air bersih di masa depan.

Acara dihadiri jajaran direksi, dewan pengawas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar H Ikhwansyah, Penjabat Sekda Kota Banjarbaru Sirajoni, Wakil Ketua I DPRD Banjar H Irwan Bora, para mitra kerja, serta seluruh karyawan dan karyawati PTAM Intan Banjar.

Berbagai rangkaian kegiatan digelar, mulai dari apel bersama, pemberian penghargaan kepada karyawan berprestasi dan pelanggan aktif, hingga pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan lebih dari tiga dekade perusahaan melayani masyarakat. (wahyu/BBAM)

Peluang Pelaksanaan Haji dan Umrah Jalur Laut Terbuka

0
haji dan umrah
Menteri Agama Nasaruddin Umar

Link, Jakarta –  Meski pun pemerintah belum menetapkan agenda resmi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah melalui jalur laut, namun kemungkinan wacana tersebut dapat dikembangkan bila infrastruktur dan regulasinya memungkinkan.

“Saya kira kita belum ada agenda resmi untuk menggunakan haji laut karena perhitungan waktu, dan perhitungan biaya belum pernah kita angkat sebagai sebuah wacana khusus ya. Nggak tahu nanti kalau Badan Penyelenggara Haji punya pembicaraan khusus itu,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (10/7/2025).

Pernyataan ini melengkapi respons Menag sebelumnya dalam forum peluncuran The State of Global Islamic Economy (SGIE) Report 2024/2025 di Gedung Bappenas, 8 Juli 2025. Dalam forum itu, Menag merespons gagasan umrah menggunakan kapal pesiar yang disampaikan Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar.

“Apa yang digagas oleh Bapak Nirwanda saya kira sangat perspektif ya. Terutama tadi memperkenalkan haji dan umrah melalui kapal laut,” kata Menag.

Dalam forum yang sama, Sapta Nirwandar memaparkan bahwa perusahaan pelayaran asal Malaysia, IslamiCruise, telah merencanakan keberangkatan umrah menggunakan kapal pesiar mewah Costa Serena pada 5 Januari 2026. Rute pelayaran itu mencakup Port Klang – Banda Aceh – Maldives – Oman – dan berakhir di Jeddah, Arab Saudi.

“Ini yang saya waktu itu lapor dengan Pak Nasarudin bahwa kapal pesiar sudah menanti untuk umrah, tapi sayangnya ownership-nya di sebelah, bukan di kita. Lumayan Rp60 juta bisa belajar macam-macam selama perjalanan,” kata Sapta.

Dikatakannya, waktu tempuh umrah via kapal pesiar kini hanya 12 malam, jauh lebih singkat dibanding pelayaran haji zaman dulu. “Kakek saya dulu dari Lampung ke Makkah empat bulan naik kapal, sekarang 12 hari, dan cruise flight, pergi cruise, pulangnya pakai pesawat,” imbuhnya. (spy)

PT SHJ Baru Serahkan 75 Bidang Sertifikat HGB PPS

0
PPATK: Ratusan Ribu Penerima Bansos Terindikasi Main Judol
PT SHJ baru menyerahkan sebanyak 75 bidang sertifikat HGB dari 187 aset bangunan PPS Martapura yang diserahterimakan ke Pemkab Banjar

Link, Martapura – Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura tercatat sebanyak 187 bidang aset bangunan. Namun PT Sinar Harapan Jaya (SHJ) baru menyerahkan 75 bidang sertifikat HGB.

Meski PT SHJ baru menyerahkan sebanyak 75 bidang sertifikat HGB dari 187 aset bangunan PPS Martapura yang diserahterimakan ke Pemkab Banjar, namun, dalam waktu dekat ini Pemkab Banjar akan segera menyerahkan pengelolaan PPS Martapura yang resmi beroperasi pada 2005 lalu ke Perumda PBB Kabupaten Banjar sebelum dijadikan sebagai penyertaan modal.

“Ini angin segar bagi Perumda Pasar, sudah lama kita rindukan agar PPS Martapura pengelolaannya diserahkan ke perusahaan plat merah daerah. Karena kita sedih melihat bangunan PPS Martapura banyak terbengkalai dan mengalami kerusakan. Sebab sesuai perjanjian, kita tidak dapat melakukan perbaikan selama aset bangunannya dikelola PT SHJ,” kata Dewan Pengawas (Dewas) Perumda PBB Kabupaten Banjar, Khairullah Anshari, Kamis (10/7/2025).

Bahkan, papar pejabat definitif Kabag Umum Setda Kabupaten Banjar ini lebih jauh, Perumda Pasar sudah melakukan kalkulasi perolehan pendapatan PPS Martapura jika pengelolaannya diserahkan Pemkab Banjar.

“Secara legal, Perumda Pasar hanya dapat melakukan pungutan sewa tanah, dan pada 2025 ini diharapkan perolehan pendapatan sekitar Rp800 Juta yang diterima. Itu baru tanah. Jika ditambah dengan pendapatan sewa toko, misalkan satu unitnya saja Rp1 Juta per bulan, berapa besar pendapatan yang diperoleh,” ucapnya.

Karena itu, Perumda PBB Kabupaten Banjar sangat menantikan proses penyerahan pengelolaan PPS Martapura. Namun, papar Khairullah, Implementasinya tentu tidak mudah karena sudah berada di pertengahan tahun akibat proses serahterima dari PT SHJ lamban.

Perlu diketahui, pemanfaatan 300 HGB PPS Martapura yang terdiri dari 130 Ruko dan toko di atas lahan seluas 80.000 Meter persegi yang didirikan pada 2003 silam telah berakhir pada November dan Desember 2024 lalu. Sehingga proses pengelolaannya harus diserahterimakan ke Pemkab Banjar dengan difasilitasi Kejari Kabupaten Banjar. (zainuddin/BBAM)

Silaturahmi ke Pangdam VI/Mulawarman, Gubernur Perkuat Sinergitas 

0

Link, Balikpapan – Menguatkan sinergitas, Gubernur H. Muhidin bersama jajaran pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel silaturahmi ke Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha pada Rabu (9/7/2025).

Dalam silaturahmi yang berlangsung di Markas Kodam VI/Mulawarman itu, tampak mendampingi Gubernur H. Muhidin diantaranya Kepala BINDA Kalsel Brigjen Pol Nurullah, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI ilham Yunus, Kepala BNNP Kalsel Brigjen Pol Wisnu Andayana dan Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan.

Tiba di Makodam VI/Mulawarman, Gubernur H. Muhidin dan pimpinan Forkopimda Kalsel disambut para prajurit TNI berdiri tegap dan diterima langsung Pangdam) VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha.

Mendapat kunjungan Gubernur Kalsel dan pimpinan Forkopimda, Pangdam Rudy Rachmat Nugraha menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi setinggi-tinggi atas silaturahmi.

Mendapatkan sambutan istimewa dari Pangdam dan jajarannya, Gubernur H. Muhidin pun juga menyampaikan rasa bangga dan terkesan.

“Alhamdulilah. Kami bersama jajaran Forkopimda Kalsel hari ini disambut dengan sangat istimewa dan penuh rasa kebersamaan,” sampai H. Muhidin.

Gubernur H. Muhidin pun menyampaikan, dirinya bersama jajaran Forkopimda Kalsel selalu bersama-sama dan solid dalam berbagai kegiatan di Banua.

“Semoga jalinan silaturahmi ini semakin memperkuat sinergitas kita bersama dalam membangun Banua untuk kemajuan masyarakat,” ungkap H. Muhidin.

Pada kesempatan itu pula, Gubernur H. Muhidin beserta jajaran Forkopimda Kalsel bersama Pangdam meninjau Alat Utama Sistem Senjata (Alusista) di Kodam Mulawarman. Dengan lokasi strategis adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kaltim maka peralatan Alusista Kodam kini semakin canggih dan lengkap. Mulai dari kendaraan taktis TNI, alat komunikasi dan sebagainya.

Tak lama, Gubernur H. Muhidin diajak Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha juga menyempatkan latihan menembak.

Pada akhir silaturahmi itu, Gubernur H. Muhidin menerima cendramata dari Pangdam VI Mulawarman dan dilanjutkan dengan melakukan foto bersama. (tri)

Rintangan Tidak Dirancang untuk Menghentikan Kita

0

Bismillahirrahmanirrahim
Tidak ada perjalanan yang sepenuhnya bebas dari rintangan. Dalam setiap rencana yang kita tempuh ada saat-saat ketika kita merasa terhenti, kehilangan arah atau bahkan mempertanyakan tujuan kita Namun dibalik setiap tantangan selalu tersembunyi pelajaran yang berharga.

Safariyansyah, Budayawan Spiritualis
Mencari yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

Dalam mengarungi kehidupan, semua mahluk hidup pasti menemukan rintangan. Nah, Ngaji Dialog di Beranda Lestari kediaman sang Birokrat Spiritualis DR Mada Teruna mengkaji makna dibalik rintangan. Seperti edisi-edisi lalu, berikut nukilan makna dibalik rintangan hasil kajian Ngaji Dialog di Beranda Lestari kali ini.

Rintangan bukanlah akhir, melainkan jendela menuju peluang baru dan kebijaksanaan yang lebih dalam. Pendakan kegagalan dan kekecewaan seringkali terasa seperti pintu yang tertutup rapat di hadapan kita, namun apa yang terlihat sebagai akhir jalan bisa jadi hanyalah tıkungan menuju jalur yang lebih baik.

Dalam sejarah kehidupan banyak orang, beberapa pencapaian terbesar lahir dari momen ketika mereka dipaksa untuk mengubah arah. Pikirkan tentang situasi sulit yang pernah anda alami. Pada saat itu mungkin anda merasa hancur atau kehilangan harapan, namun seiring waktu banyak, kita menyadari bahwa dari rintangan tersebut membawa kita ke tempat yang lebih baik, tempat yang mungkin tidak pernah kita bayangkan Sebelumnya. Setiap rintangan adalah undangan untuk menyesuaikan diri dan mencari cara baru.

Ketika sebuah jalan tertutup, itu adalah tanda bahwa kita perlu mencari jalur alternatif. Hal ini bukanlah kegagalan melainkan kesempatan untuk berinovasi, belajar dan tumbuh.

Misalnya ketika sebuah project yang kita kerjakan gagal, itu mungkin menjadi peluang untuk mengevaluasi kembalı pendekatan kita.

Kita belajar untuk melihat kelemahan, memperkuat strategi dan menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan berikutnya. Dengan pandangan positif ini setiap jalan buntu berubah menjadi peluang untuk memperbaiki diri.

Rintangan bukan hanya tantangan fisik atau material. Mereka adalah latihan untuk jiwa. Dalam setiap kesulitan kita menemukan kekuatan yang tidak kita sadari sebelumnya. Kita belajar untuk menjadi lebih sabar, lebih bijaksana dan lebih kuat.

Kesulitan sering kali mengajarkan kita tentang nilai ketahanan. Mereka memaksa kita untuk menggali lebih dalam mencari solus! kreatif dan membangun karakter yang kokoh. Proses ini meskipun tidak mudah adalah langkah penting dalam perjalanan kita menuju versi terbaik dan diri kita.

Anggaplah rintangan sebagai guru yang bijaksana. Setiap hambatan membawa pelajaran yang unik. Penolakan mungkin mengajarkan kita tentang pentingnya ketekunan, kegagalan mungkin mengingatkan kita untuk lebih berhati-hati atau lebih berani mencoba sesuatu yang baru. Kekecewaan mungkin membantu kita menghargai apa yang kita miliki dan memperbaiki cara kita melihat dunia.

Menghadapi rintangan perlu keberanian. Keberanian untuk mencoba lagi meskipun gagal. Keberanian untuk tetap berjalan meskipun jalannya tidak jelas, dan yang paling penting keberanian untuk mempercayai bahwa setiap rintangan adalah bagian dari perjalanan yang lebih besar.

Rintangan tidak pernah dirancang untuk menghentikan kita, mereka ada untuk membentuk kita. Ketika kita belajar untuk melihat rintangan sebagai peluang bukan penghalang, kita menemukan makna yang lebih dalam.

Dalam setiap perjalanan kita, dengar pandangan ini kita melangkah maju. Tidak hanya dengan kekuatan tetapi juga dengan kebijaksanaan dan harapan baru.

AFWAN
WASSALAM

Wacana Haji Jalur Laut Masih Dikaji

0
jalur laut
Menteri Agama Nasaruddin Umar

Link, Jakarta – Wacana penyelenggaraan ibadah haji melalui jalur laut kini tengah dalam tahap kajian awal dan belum menjadi pembahasan resmi.

Hal ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar  usai menghadiri Rapat Terbatas Menteri di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

“Belum ada pembahasan resmi di internal Kementerian Agama. Namun sudah banyak perusahaan yang pernah datang dan mempersentasikan itu,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kamis (10/7/2025).

Menurut Menag, secara historis, Indonesia memang pernah memberangkatkan jemaah haji melalui jalur laut, seperti dari kapal Belle Abeto dan kapal Gunung Jati.

“Dulu jalur laut ada kapal Bele Abeto, ada kapal Gunung Jati, tapi saat itu membutuhkan waktu tiga bulan empat bulan. Nah sekarang ini mungkin kapalnya lebih cepat ya. Saudi Arabia kan juga ada jalur lautnya, tapi terutama untuk pelabuhan dekat-dekat situ, misalnya di Mesir,” jelasnya.

Menag mengungkapkan, beberapa perusahaan swasta telah datang dan menawarkan skema jalur laut, namun belum memiliki armada sendiri dan masih menggantungkan kerja sama dengan pihak luar. Situasi ini berpotensi menyebabkan biaya perjalanan menjadi mahal.

“Perusahaan-perusahaan yang pernah datang ke kantor dan mempersentasikan itu juga belum punya kapal, hanya mungkin kerjasama dengan pihak luar, jadi mungkin jatuhnya mahal,” ungkapnya.

Menag menambahkan, jalur laut saat ini lebih banyak digunakan untuk perjalanan umrah dengan kapal pesiar dari negara-negara sekitar Timur Tengah, bukan langsung dari Indonesia. “Kalau jalur umrah, sudah ada sebetulnya, tapi tidak langsung dari Indonesia. Misalnya calon jemaah terbang dari titik tertentu dulu baru naik kapal pesiar ke titik yang cukup dekat dengan tujuan,” tuturnya.  (spy)

Produk Unggulan Dekranasda Kalsel Tampil di HUT ke 45 Dekranas

0

Link, Balikpapan – Ketua Dekranasda Kalsel, Hj. Fathul Jannah dan Wakilnya, drg. Ellyana Trisya menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di Balikpapan Sport and Convention Center atau Dome Balikpapan, Rabu, 9 Juli 2025.

Pada puncak HUT Dekranas itu dibuka langsung oleh Ny. Selvi Gibran Rakabuming, istri Wakil Presiden RI yang juga Penasihat Utama Dekranas.

Rombongan Ketua Dekranasda Kalsel, Hj. Fathul Jannah dan Wakil Dekranasda Kalsel, drg. Ellyana Trisya beserta Ketua DWP Provinsi Kalsel, Ny. Masrupah tiba di lokasi acara pada Pukul 08.20 WITA.

Mengusung tema “Perajin Berdaya, Mendunia”, yang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan budaya. Sehingga, kegiatan ini menampilkan banyak rangkaian yaitu Pameran Kerajinan Nusantara, Gelar Budaya, Pagelaran Seni, Talkshow bersama perajin inspiratif dan pelaku industri kreatif, demo kerajinan serta Fashion Show Wastra Nusantara yang menggambarkan kekayaan busana tradisional dan daerah.

Produk-produk unggulan Dekranasda seperti manik-manik, tas, batik khas daerah, tenun, kalung, hingga pernak-pernik lainnya dipamerkan dan tampil dalam sesi fashion show bertema kearifan lokal. Para peserta menerimanya sebuah cendera mata khas seperti amplang, batik, souvenir dari kentang, hingga tas manik-manik akan dibagikan kepada tamu kehormatan.

“Alhamdulillah, hari ini di tanggal 9 Juli memperingati Hari Dekranas ke-45 di Balikpapan. Harapan kita di Kalimantan Selatan bisa berdaya saing dengan kabupaten/kota lain dan mendunia,” sampai Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah seusai kunjungan di Expo Dekranas.

Seusai pembukaan Dekranas ke-45, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hj. Fathul Jannah bersama wakilnya drg. Ellyana Trisya mengunjungi sejumlah stand Kabupaten/Kota di antaranya, yaitu Banjarbaru, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Dalam momentum itu, Hj. Fathul Jannah bersyukur bahwa kain sasirangan di Expo Dekranas ke-45 kali ini diborong oleh pengurus Dekranas Pusat. Dan berbagai pengunjung juga sempat bertanya-tanya soal jualan kerajinan khas Banjar tersebut.

“Buhan kita (Dekranasda Kalsel) terkait kain sasirangan khas Banjar di borong oleh pengurus Dekranas Pusat. Laris manis untuk semuanya, UMKM berkembang maju mendunia,” harap Hj. Fathul Jannah.

Sementara itu, Penasihat Utama Dekranas Pusat Ny. Selvi menyampaikan bahwa pihaknya ingin mempromosikan kerajinan Dekranasda seluruh Indonesia yang belum tersentuh di Nasional. Sehingga, isteri Wakil Presiden RI berjanji satu per satu UMKM lokal yang belum terkenal akan dikembangkan oleh Dekranasda di masing-masing daerah.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Dekranasda Provinsi Kalimantan Timur yang telah menjadi tuan rumah tahun ini. Dan seluruh pihak yang terlibat dalam membantu dan menyukseskan kegiatan ini,” ungkap Ny. Selvi

Selama 45 tahun ini, Ny. Selvie melihat banyak tantangan yang telah dilewati dalam mendorong pengembangan kerajinan daerahnya. Dia meyakini ke depan, Dekranasda di daerah semakin maju selama berkomitmen untuk menguatkan pelaku ekonomi kreatifnya.

“Semakin hari Dekranas mampu terus menguatkan perannya sebagai mitra pemerintah. Tentunya dalam mengembangkan industri kerajinan Indonesia serta mendorong UMKM lokal, sehingga ini telah berkontribusi untuk kemajuan perekonomian Nasional,” harap Ny. Selvie

Dalam kesempatan itu, Ny. Selvie berharap Dekranasda di seluruh Indonesia dapat menjadi motor penggerak dan penyemangat bagi UMKM lokal di daerah, serta bekerja keras yang penuh dedikasi.

Berdasarkan laporan data Dekranas Pusat bahwa terdapat 60.000.000 UMKM di Indonesia, terdiri 18.000.000 Juta bidang fashion dan craft binaan pemerintah daerah.

Sebagai informasi bahwa Perayaan HUT ke-45 Dekranas ini menampilkan kegiatan pameran kriya dan fashion yang menghadirkan 170 stan berasal dari 38 provinsi. Ditambah 118 dari kabupaten/kota, kemudian juga ada dari tiga kementerian yang bergabung.

Sejak didirikan pada 3 Maret Tahun 1980, Dekranas memiliki semangat untuk terus melestarikan budaya bangsa, mendorong inovasi kerajinan, serta memperkuat peran perajin lokal dalam membangun ekonomi nasional. Dan rangkaian akhir dihibur oleh penyanyi Indonesia, Charly Van Houten yang membius para peserta ibu-ibu PKK daerah. (tri)

Ikuti Rakor Gubernur, Hasnuryadi Sampaikan Dukungan Penuh Hasil Putusan Rapat

0

Link, Balikpapan – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman mengikuti Rapat Koordinasi Gubernur Daerah Penghasil Sumber Daya Alam di sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan, di Borneo Ballroom Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (9/7//2025).

Dalam rakor yang mengangkat tema “Sinergi Daerah Penghasil Sumber Daya Alam untuk Menggali Potensi Dana bagi Hasil Sektor Pertambangan dan Kehutanan Guna Penguatan Fiskal Daerah” ini, Wagub Hasnuryadi Sulaiman didampingi Kadis Energi dan Sumber Daya Mineral, Isharwanto, Kadis Kehutanan Kalsel, Fathimatuzzahra, dan Kadis Perkebunan dan Peternakan Kalsel, drh. Suparmi serta Kepala Bapenda Kalsel Subhan Nor Yaumil yang diwakili Plt. Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, Jaya Abadi.

Tarian Amaranggana dari Yayasan Gubang Kutai Kartanegara, menyambut peserta rapat yang merupakan Kepala Daerah dan perwakilan dari daerah-daerah penghasil SDA di sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan.

Pada rakor yang dipimpin Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dan diikuti 12 gubernur atau wakil gubernur daerah penghasil SDA itu, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung penuh hasil yang diputuskan dalam rapat kali ini.

“Mudah-mudahan ada kecocokan data, dan ada waktu menghadap Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan hasil dari rapat ini,” ucap Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman.

Wagub Kalsel juga menyampaikan harapannya agar daerah-daerah penghasil ini mencari lagi sumber daya terbarukan.

“Energi baru terbarukan juga diharapkan lebih kita utamakan. Serta tak kalah pentingnya kita menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebaik-baiknya,” tutup Wagub Kalsel Hasnuryadi, mengakhiri paparannya di hadapan peserta dan undangan yang hadir

Sementara pada rakor yang diawali dengan paparan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud menyampaikan bahwa rapat ini merupakan momen membangun sinergitas antar daerah penghasil.

“Pertemuan ini bukan hanya forum koordinasi, tapi juga wadah silaturrahmi, berbagi pengalaman dan mempersiapkan langkah demi kesejahteraan masyarakat di daerah masing-masing,” ujar Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud.

Ditambahkan Rudy, pertemuan ini dalam rangka membangun sinergitas antara sesama provinsi, baik provinsi penghasil Sumber Daya Alam dan penghasilan lainnya untuk mencari peluang-peluang terhadap potensi, baik itu dari Dana Bagi Hasil (DBH) maupun potensi lainnya yang dimungkinkan diperluas terkait dengan optimalisasi pendapatan asli daerah.

Untuk diketahui, hadir dalam rapat koordinasi ini 12 Kepala Daerah Provinsi di Indonesia serta perwakilannya, diantaranya Provinsi Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Riau dan Maluku Utara.

Rapat diakhiri dengan penandatanganan berita acara hasil Rakor Gubernur Daerah Penghasil Sumber Daya Alam di sektor Pertambangan, Kehutanan dan Perkebunan oleh semua Kepala Daerah atau perwakilan yang hadir, bersama Ketua DPRD Provinsi Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, yang ditutup dengan foto bersama. (tri)

Tanggapi Pandangan Fraksi-Fraksi, Gubernur: Mencerminkan Semangat Kolaborasi 

0

Link, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin melalui Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M Syarifuddin sampaikan tanggapan atas Pandangan Fraksi-fraksi DPRD atas Raperda Perubahan APBD tahun Anggaran 2025.

Hal ini disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD yang dilaksanakan pada Rabu (9/7) pagi, di Ruang Rapat Paripurna H Mansyah, Kantor DPRD Provinsi Kalsel di Banjarmasin, dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kalsel, Supian HK.

Secara garis besar, ketujuh fraksi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Kalsel atas tersusun dan disampaikannya Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2025.

Ketujuh fraksi juga menyampaikan pesan dan harapan agar penyelenggaraan APBD-P Pemprov Kalsel tahun 2025 ini dapat bersesuaian dengan visi, misi dan tema pembangunan Kalsel.

Juga disampaikan pesan oleh ketujuh fraksi, agar penyelenggaraan APBD-P dapat bersifat transparan dalam pertanggung jawabannya, serta berorientasi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk pembangunan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kalsel.

Atas pandangan ketujuh fraksi, Gubernur H Muhidin melalui sambutan tertulis yang disampaikan Pj Sekdaprov M Syarifuddin menyampaikan bahwa pandangan fraksi-fraksi mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun Kalsel yang lebih baik.

“Seluruh pandangan dan masukan dari Fraksi-fraksi DPRD, mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun Kalsel yang lebih baik. Dan secara umum, harapan-harapan tersebut telah terakomodasi dalam visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur, serta tertuang dalam RPJMD,” sampai H Muhidin.

“Mudah-mudahan setiap program dan kebijakan yang disusun dapat dilaksanakan tepat sasaran, efisien, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat Kalsel sabarataan,” tutur H Muhidin, senada dengan harapan yang disampaikan ketujuh fraksi.

Selain tanggapan atas pandangan fraksi, juga disampaikan Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Rancangan KUA-PPAS ini memuat arah kebijakan, pendapatan belanja dan pembiayaan daerah serta asumsi dasar yang digunakan dalam penyusunan rancangan APBD.

“Dokumen ini menjadi dasar awal untuk memastikan proses penganggaran berjalan terarah, efisien dan sesuai dengan sasaran pembangunan yang telah direncanakan dalam RKPD tahun 2026,” sampai H Muhidin.

Melalui penyampaian rancangan KUA-PPAS ini, Gubernur menyampaikan harapan terbangunnya kesepahaman antara pemda dengan DPRD terkait arah kebijakan fiskal daerah, kebutuhan anggaran prioritas serta upaya memastikan sinergi dengan RPJMD Provinsi Kalsel dan kebijakan fiskal nasional.

“Dengan mempertimbangkan dinamika lokal, nasional dan global yang mempengaruhi capaian pembangunan, kami berharap dokumen KUA-PPAS tahun 2026 ini dapat dibahas secara bersama dan mendalam, serta memperoleh persetujuan yang konstruktif dari DPRD sebagai mitra strategis dalam perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah,” harap H Muhidin.

Usai penyampaian pengantar, kemudian dilaksanakan penyerahan Dokumen KUA-PPAS tahun anggaran 2026 dari Gubernur H Muhidin yang diwakili oleh Pj Sekdaprov Kalsel, kepada Ketua DPRD Kalsel.

Pada rapat paripurna yang dihadiri sebanyak 35 orang, turut berhadir Tenaga Ahli Gubernur, Direktur Bank Kalsel, sejumlah Pimpinan BUMD Kalsel atau yang mewakili dan juga para Kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel. (tri)