Beranda blog Halaman 485

Hilirisasi Sektor ESDM Dorong Nilai Tambah Ekonomi Nasional

0
sektor ESDM
Presiden Joko Widodo menghadiri malam puncak Hari Ulang Tahun ke-79 Pertambangan dan Energi yang digelar di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Kamis, 10 Oktober 2024. Foto: BPMI Setpres/Kris

Link, Jakarta – Hilirisasi dalam sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai strategi utama untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), sektor ESDM memiliki peran strategis dan potensi besar untuk memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional.

“Kita tahu dari 2014 sampai hari ini PNBP yang diterima oleh negara sektor ESDM, berarti 10 tahun, besar sekali, kurang lebih Rp1.800 triliun. Kalau melihat dua tahun yang lalu 2022 itu Rp348 triliun, kemudian di tahun 2023 itu Rp229 triliun per tahunnya juga sangat besar sekali,” ujar Jokowi dalam sambutannya saat menghadiri malam puncak Hari Ulang Tahun ke-79 Pertambangan dan Energi yang digelar di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada Kamis, 10 Oktober 2024.

Jokowi juga menyoroti pentingnya memastikan bahwa nilai tambah dari komoditas ESDM, seperti tembaga, nikel, dan batu bara, harus tercipta di dalam negeri melalui hilirisasi. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak lagi boleh mengirim bahan mentah ke luar negeri, yang hanya menguntungkan negara-negara penerima.

“Kita sudah 400 tahun lebih mengirim barang-barang mentah kita, bahan-bahan mentah kita, raw material kita ke luar negeri. Yang kaya mereka, yang menjadi negara maju mereka, kita tidak bisa melompat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Dia juga menjelaskan tentang dampak hilirisasi nikel, yang melompat secara signifikan dari nilai ekspor bahan mentah sebesar USD 2,9 miliar pada 2020 menjadi USD 34,4 miliar pada 2023. Menurut Presiden, lompatan tersebut tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan tetapi juga negara termasuk masyarakat.

“Kalau semua masuk ke industri, masuk ke industri-industri turunan akan melompat penerimaan negara, dan itu semuanya bisa kita pakai untuk membangun jalan desa, membangun jalan tol, membangun pelabuhan baru, membangun airport baru, untuk subsidi, untuk bansos rakyat kita,” ungkapnya.

Selain hilirisasi, Presiden juga menyoroti pentingnya meningkatkan produksi minyak dan gas dalam negeri. Ia menegaskan agar lifting minyak tidak boleh dibiarkan terus turun, karena hal tersebut akan meningkatkan impor dan menguras devisa negara.

“Jangan sampai lifting minyak kita, kita biarkan turun seberapa pun, seliter tidak boleh, harus naik, setiap tahun harus naik,” Katanya.

Presiden pun menekankan pentingnya penyederhanaan regulasi untuk memudahkan investasi dan eksplorasi di sektor ESDM. Presiden kembali menegaskan bahwa negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat.

“Bukan negara besar mengalahkan negara kecil, bukan negara kaya mengalahkan negara berkembang, tapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat,” tuturnya. (spy)

Kunjungi Kabupaten Banjar LPTQ Seruyan Hilir Pelajari Pengembangan Tilawatil Qur’an 

0

Link, Martapura- Ketua Umum LPTQ Kabupaten Banjar H Masruri beserta pengurus sambut kedatangan Camat Seruyan Hilir dan pengurus LPTQ Kecamatan Seruyan Hilir Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah, di Gedung Islamic Center KH Djazuli Seman, Martapura Kamis (10/10/2024).

Camat Seruyan Hilir diwakili Sekretaris Janius Gafur mengatakan, senang dapat berkunjung ke Kota Martapura. Menurutnya banyak hal yang akan ditiru dan terapkan di Seruyan Hilir, terutama tentang pola pembinaan dan program pengembangan tilawatil quran yang lebih intens dan efektif yang dilakukan LPTQ Kabupaten Banjar.

Ketua Umum LPTQ Kabupaten Banjar H Masruri menjelaskan visi misi, cascading beserta indikator kinerja utama, time schedule program kerja dan kegiatan lainnya.

Masruri menjelaskan secara rinci 6 pola pembinaan yang dilakukan oleh pihaknya.

1. Penjaringan kader potensial muda untuk semua cabang lomba sebelum MTQ tingkat Kabupaten digelar.

2. Peningkatan kapasitas kader kepada Terbaik l MTQ tingkat kabupaten untuk semua cabang (16 kali pertemuan setiap Sabtu-Minggu).

3. Training Center (pemusatan latihan selama 4 hari, setelah kegiatan peningkatan kapasitas kader, dilakukan 1 minggu, setelah selesai kegiatan peningkatan kapasitas kader).

4.Training center simulasi (Pemusatan latihan simulasi, seakan di suasana arena MTQ tingkat provinsi, dilakukan paling lambat setengah bulan sebelum pelaksanaan MTQ tingkat provinsi).

5. Pengembangan kualitas kader dengan mengikutsertakan ke berbagai event kejuaraan baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional.

6.Pendidikan kader berprestasi dengan melatihnya ke pusat-pusat latihan di luar daerah, di Kudus, Yogyakarta, Sukabumi, dan Jakarta. Sementara pelatih dari para dewan hakim berkaliber nasional dan internasional.

“Kami melakukan pembinaan kader di dalam daerah hingga keluar daerah secara periodik dan berkelanjutan,” tutupnya.

Sekretaris ll LPTQ Kabupaten Banjar H Nispuani menambahkan, kriteria penilaian dan penetapan juara umum daerah pada MTQ tingkat kabupaten adalah kecamatan terbanyak yang mengumpulkan point kejuaraan lomba. Dengan mengacu kepada pedoman umum LPTQ pusat terbaru.

“Terbaik l 25 point, Terbaik Il 20 point, Terbaik lll 15 point, Harapan l 5 point, Harapan ll 3 poin, dan Harapan lll 1 point. Penilaian dilakukan khusus untuk cabang lomba MTQ dan tidak dicampur dengan kejuaraan LASQI (Lembaga Seni Qasidah Indonesia),” rinci Nispuani.

Kunjungan kerja diakhiri dengan saling tukar cinderamata serta mengunjungi sekretariat LPTQ dan kelengkapan sarana dan prasarananya. (wahyu)

Karhutla Masih Mengancam, Teranyar Di Desa Penggalaman

0
Desa Penggalaman
Petugas Gabungan BPBD Kabupaten Banjar berjibaku memadamkan karhuta yang berada di belakang bangunan SMK Ma’arif NU Martapura, Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat.

Link, Martapura – Meski pun hujan sudah mulai turun, namun acaman kebakaran hutan dalan lahan (Karhutla) masih menjadi momok. Utamanya di daerah-daerah yang rentan yang selama ini menjadi langganan kebaran. Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar salah satunya.

Karhutla kembali membuat panik warga Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat. Terlebih titik apa berada tepat di belakang SMK Ma’arif NU Martapura, , Kamis (10/10/2024) siang. Kontan perugas yang tergabung dalam Tim Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar berupaya keras untuk secepatnya bisa menjinkkan kobaran api .

Kobaran api yang membakar semak belukar dan pepohonan tersebut sebelumnya membuat sejumlah guru dan siswa panik. Melalui video amatirnya meminta pertolongan kepada petugas untuk memadamkan api lantaran dikhawatirkan akan merambat ke bangunan sekolah.

Tim gabungan berupaya untuk memadamkan api yang semakin menjadi dikarenakan tiupan angin yang cukup kencang. Asap yang tebal juga sempat membuat sejumlah siswa pingsan dan harus dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

“Mereka dievakuasi ke Rumah Sakit Ratu Zalecha dan klinik terdekat,” ucap Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Banjar Muhammad Arifin.

“Hari ini cuaca panas dan bahan bakar banyak maka api muncul lagi dan cukup besar,” ujarnya.

Penanganan yang dilakukan sekitar 4 jam oleh tim gabungan BPBD Banjar serta BPBD Provinsi Kalimantan Selatan berhasil padamkan kobaran api dan selamatkan bangunan sekolah SMK Ma’arif NU Martapura, Desa Pengalaman. Akibat peristiwa tersebut sekitar 10 hektare lahan terbakar. (wahyu)

Melalui Kalimat, Kebenaran Tersampaikan

0

Bismillahirrahmanirrahim
Kalimat itu memiliki makna. Makna itu memiliki arti dan arti itu rasa. Melalui kalimat kebenaran tersampaikan.

Safariyansyah, Budayawan Spiritual
Mencari yang Hilang Memelihara yang Terlupakan

Alaikum Amfusakum (jagalah dirimu) masih menjadi materi yang tersaji dalam kajian khazanah keilmuan Ngaji Dialog di Beranda Lestari bersama Birokrat Spiritualis DR Mada Taruna***. Kajian apa itu kalimat pun terpapar dengan lugas.

Dari dahsyatnya, kalimat kalimat bisa mengubah teman, lingkungan sekitar bahkan seluruh dunia sebagaimana para anbiya menyampaikan kalimat-kalimat kebenaran.

Melalui kalimat-kalimat dialog, para nabi telah menyampaikan kebenaran dan menghilangkan kebatilan yang bisa dilogikan. Semua itu terekam jelas dalam Kitab Suci Al Qur’an.

Salah satunya terekam jelas dalam Surat asy-Syu’ara  ayat 23 sampai 29 yang memaparkan dialog antara Nabi Musa dengan Firaun tentang Tuhan.

Fir‘aun berkata, “Siapa Tuhan semesta alam itu?”
Dia (Musa) menjawab, “Tuhan (pencipta dan pemelihara) langit, bumi, dan segala yang ada di antaranya jika kamu orang-orang yang yakin.”
Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekitarnya, “Tidakkah kamu mendengar (apa yang dikatakannya)?”
Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”
Dia (Fir‘aun) berkata, “Sesungguhnya rasulmu yang diutus kepadamu benar-benar gila.”
Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat serta segala yang ada di antaranya jika kamu mengerti.”

Melalui kalimat-kalimat kebenaran, Nabi Musa telah membuktikan adanya tuhan esa sebagai penguasa tunggal atas segala sesuatu, yang dijadikan sebagai tempat kembali segala makhluk pada masa Mesir kuno.

Di era sekarang dahsyatnya kalimat kita contohkan dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang suami setelah bekerja seharian saatnya pulang ke rumah. Sesampainya di rumah sang suami pun mengungkapkan jika setelah seharian bekerja tidak ada hasil yang bisa dibawa pulang. Jika kalimat yang disampaikan sang istri cenderung bernada tidak bisa menerima keadaan sang suami, kalimat-kalimat itu akan menjadikan kesumpekan.

Sebaliknya, kalimat-kalimat bernada keteguhan dan keyakinan akan kebenaran, pastilah kesejukan yang akan tersaji.

Dari analog kehiudpan suami istri diatas, maka kalimat itu punya makna, makna itu punya rasa. Jadi hidup itu rasa dan rasa itu universal.

***Demikian tulisan tentang kalimat ini yang bisa saya sajikan pada edisi kali ini. Namun yang pasti rasanya terasa sangat tidak elok jika saya tidak mengenalkan siapa DR Mada Taruna yang telah meluangkan waktu dan tempatnya untuk kebaikan.

DR Mada Taruna adalah seorang birokrat yang begitu bersangatan mengabdikan dirinya untuk membangun negeri, utamanya di Kabupaten Banjar yang notabene dirinya sebagai salah satu pejabat di negeri yang dikenal dengan religinya ini.
Abang Mada—demikian saya biasa menyapanya—merupakan satu-satunya birokrat penerima mandat program membangun negeri dari ratusan ulama dengan ribuan pengikutnya yang ada di Kabupaten Banjar.
Demikian sekilas tentang Abang Mada yang bisa saya sampaikan.

AFWAN
WASSALAM

Malam ke 36 Gema Maulid Dengan Tausiyah Nikmat Menjadi Seorang Muslim 

0
Malam ke 36 Gema Maulid Dengan Tausiyah Nikmat Menjadi Seorang Muslim 
Ustadz H Marbawi Zamzam Lc, Pengajar Pondok Pesantren Yasin, Banjarbaru mengajak jamaah untuk merenungkan nikmat menjadi seorang Muslim

Link, Banjarmasin – Gelaran Gema Maulid 40 Malam 1446 H yang diinisiasi oleh Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor, dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kini telah memasuki malam ke-36.

Acara ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan diikuti oleh para jamaah yang terdiri dari ASN lingkup Pemprov Kalsel, para santri, hingga masyarakat umum, terutama warga Desa Dalam Pagar, Martapura yang bersemangat hadir untuk mendapatkan berkah dari acara ini.

Bertempat di Gedung Mahligai Pancasila pada Rabu (9/10) malam, seperti biasanya rangkaian kegiatan diawali dengan sholat Isya berjamaah.

Usai sholat, para jamaah mendengarkan lantunan syair-syair maulid yang dibawakan oleh Grup Habsyi Al-Amanah, Liang Anggang, Banjarbaru dan dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Pimpinan Majelis Dzikir Ihya Ulumuddin dari Gambut, Kabupaten Banjar, Habib Ali bin Abdullah Alaydrus.

Hingga pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan dengan penuh penghayatan oleh Qori Ahmad Baihaqi semakin menambah suasana khidmat.

Dalam tausiahnya, Ustadz H Marbawi Zamzam Lc, Pengajar Pondok Pesantren Yasin, Banjarbaru mengajak jamaah untuk merenungkan nikmat menjadi seorang Muslim. Menurut beliau, kelahiran sebagai seorang Muslim adalah anugerah terbesar yang tidak ternilai harganya.

“Kita harus bersyukur karena lahir sebagai umat Nabi Muhammad SAW. Perjuangan Rasulullah SAW sangat berat, namun berkat perjuangan beliau, kita dapat merasakan kemudahan dalam menjalankan ibadah,” ungkap Ustadz Marbawi.

Beliau juga menjelaskan bahwa menjadi Muslim adalah pilihan Allah SWT. Banyak orang yang hidup sezaman dengan Nabi SAW namun tidak mendapatkan hidayah untuk menjadi Muslim. Bahkan, Nabi Musa AS dalam Taurat telah memprediksi keutamaan umat Nabi Muhammad SAW.

“Umat Nabi Muhammad SAW memiliki keutamaan yang luar biasa, salah satunya yaitu setiap kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Ini adalah bukti nyata bahwa Allah SWT sangat mencintai umat Nabi Muhammad,” tambah Ustadz Marbawi.

Ustadz Marbawi melanjutkan dengan menekankan betapa istimewanya kedudukan umat Nabi Muhammad SAW di hari kiamat.

“Di antara keutamaan tersebut adalah hak untuk mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW, Umat Nabi yang beriman dan beramal saleh akan diberi hak untuk mendapatkan ampunan Allah, meskipun mereka pernah berbuat dosa.” Ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Paman Birin melalui Kadis Perhubungan Kalsel, Fitri Hernadi menyampaikan pesan penuh harapan. Dalam sambutannya, ia mengucap syukur bahwa peringatan telah berlangsung hingga malam ke-36.

“Alhamdulillah, kita hadir dengan niat yang tulus dan baik. Semoga dengan kehadiran ini, kita semua mendapatkan rahmat dari Allah SWT,” ujar Fitri Hernadi mewakili Gubernur Paman Birin.

Lebih lanjut, Fitri Hernadi mengatakan Acara yang dipenuhi dengan lantunan shalawat ini diharapkan menjadi sarana untuk mendapatkan kemudahan dalam segala urusan.

“Dengan shalawat, semoga Allah memudahkan segala sesuatu bagi kita semua,” tuturnya.

Malam ke-36 dari rangkaian Gema Maulid 40 Malam 1446 H tersebut turut dihadiri oleh sejumlah Kepala SKPD lingkup Kalsel, para habaib, para ulama, tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya. (tri)

Intip Profil Ahmed Al Kaf, Wasit Kontroversial Rampok Kemenangan Indonesia

0
Ahmed Al Kaf
instagram @ahmedalkaf

Link, Jakarta – Wasit Ahmed Al Kaf membuat kontroversi yang membuat Timnas Indonesia gagal menang atas Bahrain di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Berikut profil Ahmed Al Kaf.

Timnas Indonesia bermain imbang 2-2 kontra Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Kamis (10/10) malam WIB. Ironisnya gol penyama kedudukan Bahrain tercipta pada menit ke-90+9′ atau tiga menit melebihi masa injury time babak kedua.

Gol ini terjadi berkat kelonggaran waktu yang diberikan Ahmed Al Kaf. Alhasil, tim Garuda harus menerima kenyataan pahit tiga poin gagal diraih karena kinerja mengecewakan sang pengadil.

Al Kaf sejatinya bukan wasit sembarangan. Ia merupakan wasit yang sudah terdaftar di FIFA sejak 2010.

Wasit berusia 41 tahun ini melakoni debut sebagai wasit sejak 2008 di Liga Oman tahun 2008. Sejak itu, ia membangun reputasinya sebagai salah satu wasit yang dikenal royal dalam memberikan kartu kepada pemain.

Berdasarkan data Transfemarkt, ia sudah memimpin sekitar 115 pertandingan. Total 346 kartu kuning ia berikan dan 10 kartu merah dari jumlah pertandingan tersebut.

Namun begitu, rekam jejak Al Kaf akrab dengan kontroversi. Ia pernah memimpin laga Al Nassr vs Al Ain pada leg kedua perempat final Lig Champions Asia 2024 dengan mengeluarkan 10 kartu.

Rinciannya sembilan kartu kuning dan satu kartu merah di laga itu.

Wakil ASEAN Thailand juga pernah jadi korban Al Kaf di Piala Asia U-23 2020 saat melawan Arab Saudi. Ia memberikan hadiah penalti untuk Arab Saudi usai melihat VAR yang jadi satu-satunya gol di pertandingan ini.

Sejuk, Presiden – Ibu Negara Foto Bersama Pegawai Istana

0
Ibu Negara
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana berfoto bersama dengan awak wartawan Istana Kepresidenan, di teras Istana Merdeka, Kamis (10/10/2024). (Foto: Biro Pers Setpres)

Link, Jakarta –  Menjelang berakhirnya masa jabatan Presiden RI, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana meluangkan waktu untuk berfoto bersama dengan pegawai Istana Kepresidenan, Kamis (10/10/2024). Selain dengan pegawai di lingkup Istana Kepresidenan, Jokowi juga berfoto dengan segenap wartawan Kepresidenan.

Momen hangat penuh kekeluargaan tersebut terbilang singkat. Setiap kelompok mendapat kesempatan berfoto kurang lebih untuk satu gaya resmi dan dua kali gaya bebas.

Seusai berfoto, Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menyempatkan diri untuk bersalaman dengan para wartawan. Namun, sayang tidak semua wartawan dapat berjabat tangan dengan Presiden Jokowi dan Ibu Iriana karena keterbatasan waktu.

Kepala Staf Kepresidenan, Heru Budi Hartono menjelaskan maksud foto bersama Presiden dan Ibu Negara dengan para pegawai. Menurut Heru, itu bukanlah bentuk perpisahan.

“Ya ngga (perpisahan). Foto bersama kan,” ujar Heru di ruang wartawan.

Heru menjelaskan, sesi foto tersebut dengan semua perangkat melekat. Mulai dari Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet. Bahkan Paspampres dan wartawan Istana Kepresidenan.

Namun, Heru mengaku belum tahu mengenai sesi foto bersama Presiden dengan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju. Karena menurutnya, itu akan bergantung kepada kehendak Presiden.

“Oh belum tahu. Tergantung nanti Pak Presiden,” kata Heru lebih lanjut.

Presiden Jokowi terhitung masih memiliki waktu 10 hari terakhir menjabat sebagai Presiden RI ke-7. 20 Oktober 2024, Presiden Jokowi akan purnatugas, karena Presiden Terpilih Prabowo Subianto akan diantik menjadi Presiden RI ke-8.  (spy)

Shin Tae-yong: Garuda Siap Berikan yang Terbaik

0
Shin Tae-yong
Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong

Link, Jakarta – Menghadapi tuan rumah Bahrain, Pelatih kepala Timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan timnya siap bertarung dan memberikan hasil terbaik.

Disebutkannya menghadapi Bahrain dalam pertandingan lanjutan putaran ketiga babak kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Nasional Bahrain, Kamis 10 Oktober 2024 malam, Garuda diisi skuad terbaiknya.

Menurut Shin Tae-yong , Garuda telah mempersiapkan segala hal dengan matang untuk menjalani pertandingan ini. Baik dari segi taktik maupun kesiapan fisik.

“Ini adalah pertandingan penting bagi kami, juga untuk Bahrain tentunya. Hasil dari pertandingan ini sangatlah penting. Kami sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk pertandingan ini dengan sungguh-sungguh. Jadi saya berharap kita bisa menyajikan penampilan terbaik  di pertandingan nanti,” ujar Shin Tae-yong dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Rabu 9 Oktober 2024.

Meskipun diperkuat oleh para pemain keturunan yang bermain di Eropa, Shin Tae-yong mengungkapkan pencapaian timnya sejauh ini adalah berkat kerja keras bersama. Baik mereka yang berkompetisi di Eropa, Asia maupun di Tanah Air.

“Semua pemain di tim kita melakukan hal bagus sejauh ini. Tidak cuma pemain keturunan (yang berkontribusi). Semua pemain di tim memberikan yang terbaik, jadi saya rasa di pertandingan versus Bahrain kita juga akan menunjukkan penampilan yang terbaik,” ungkapnya.

Saat ini, Indonesia berada di posisi keempat dengan raihan dua poin di Grup C. Sedangkan Bahrain menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan mengoleksi tiga poin. (spy)

Indonesia Raih Komitmen Dagang USD 15,32 M di TEI 2024

0
komitmen dagang RI di evebt TEI 2024
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan menyaksikan penandatanganan 183 komitmen dagang senilai USD 15,32 miliar antara pelaku usaha Indonesia dan importir dari 20 negara di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai (BSD) City, Tangerang, Banten, Rabu (9/10/204)/ fotoL Humas Kemendag

Link, Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menghadiri penandatanganan 183 komitmen dagang senilai USD15,32 miliar antara pelaku usaha Indonesia dan importir dari 20 negara di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten. Acara ini merupakan bagian dari pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-39 yang berlangsung pada 9–12 Oktober 2024.

Penandatanganan tersebut berlangsung pada Rabu (9/10/2024) dan menjadi momen bersejarah bagi perdagangan Indonesia. Nilai komitmen yang mencapai lebih dari USD15 miliar ini menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah perdagangan internasional.

Menurut Mendag Zulkifli Hasan, penandatanganan ini merupakan pencapaian yang luar biasa. “Hari ini, kita menyaksikan momen bersejarah dengan ditandatanganinya 183 komitmen dagang antara pelaku usaha asing dari 20 negara dan pelaku usaha Indonesia senilai USD15,32 miliar. Capaian ini tidak hanya besar dari segi nilai, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam memperkuat perdagangan Indonesia di panggung internasional,” ujarnya dalam siaran pers Kemendag, Kamis (10/9/2024).

Para pelaku usaha yang terlibat berasal dari berbagai negara, seperti India, Singapura, Inggris, Spanyol, Australia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Vietnam, Malaysia, Meksiko, Belanda, Turki, Italia, Jerman, Afrika Selatan, Mesir, Amerika Serikat, dan Arab Saudi. Produk Indonesia yang menjadi bagian dari komitmen bisnis tersebut meliputi produk perkebunan, makanan dan minuman, ban kendaraan, jasa tenaga kerja, kelapa kering, serta jasa konstruksi.

Zulkifli Hasan menegaskan bahwa komitmen dagang ini bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi juga sebagai upaya mempererat hubungan dengan para mitra dagang internasional. “Dengan ditandatanganinya komitmen dagang ini, Indonesia tidak hanya berbisnis, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan mitra-mitra dagang. Kami yakin komitmen dagang ini akan membawa manfaat besar bagi pelaku usaha Indonesia maupun pembeli mancanegara,” tambahnya.

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan menekankan bahwa penandatanganan ini hanyalah awal dari proses yang lebih panjang. “Tantangan sesungguhnya adalah memastikan kerja sama antara pelaku usaha Indonesia dengan pembeli berjalan lancar dan menguntungkan kedua belah pihak,” katanya. Mendag juga berharap momen ini menjadi batu loncatan untuk kerja sama yang lebih luas di masa depan.

“Kami akan terus menjaga semangat kerja sama ini dengan optimisme dan inovasi. Semoga momentum ini menjadi awal bagi kerja sama yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Sumber: infopublik

Puluhan Tahun, Sungai Badandan Tanpa Fasilitas Listrik

0
Puluhan Tahun, Sungai Badandan Tanpa Fasilitas Listrik
Hidup puluhan tahun, warga Sungai Badandan, Kecamatan Astambul tanpa aliran listrik dan jalan yang layak.

Link, Martapura – Di masa serba digital sekarang ini, ternyata masih ada warga Kabupaten Banjar yang belum nikmati hidup tanpa aliran listrik dan infrastruktur jalan yang layak dan aman. Ini yang dialami sebagian warga Sungai Badandan  RT03 Desa Pematang Hambawang, Kecamatan Astambul selama puluhan tahun.

Berjarak kurang lebih satu kilometer dari ruas jalan kabupaten, akses menuju pemukiman 7 Kepala Keluarga (KK) yang rata-rata berprofesi sebagai petani hanya dapat dilalui kendaraan roda dua dengan lebar badan jalan ada yang kurang lebih 2 meter dan 1 meter. Kondisi tersebut tentunya sangat menggangu aktivitas warga, terlebih saat malam hari dan masa musim panen.

Salah satu warga RT03 yang bermukim dekat bantaran Sungai Badandan, yakni Halimatus Sa’diah (55) mengharapkan agar pemerintah dapat meringankan beban warga yang berprofesi sebagai petani di wilayah tersebut dengan membangun infrastruktur jalan yang layak disertai penerangan. Mengingat, untuk penerangan di rumah warga hingga saat ini hanya memanfaatkan accu mobil yang dihubungkan dengan kabel untuk menyalakan bohlam lampu.

“Saya tinggal disini sejak kecil hingga berkeluarga, dan dulunya wilayah RT03 disini banyak penduduknya. Karena tidak ada pembangunan jalan yang layak dan aliran listrik, warga banyak pindah,” ujar ibu enam anak ini kepada pewarta, Rabu (9/10/2024).

Ditemani Abdul Basith (60) yang merupakan suaminya. Halimatus Sa’diah yakin, jika infrastruktur jalan dan jaringan listrik dibangunkan, warga yang telah pindah dari RT03 tersebut akan kembali.

“Disini tanah dan ladangnya. Mereka pindah karena tidak ada listrik dan kondisi jalan yang becek saat hujan. Sekarang lebih mendingan, karena jalan didepan sudah dibangunkan desa secara gotong royong meski tidak sampai ke pemukiman warga,” tuturnya.

Ucapan Halimatus Sa’diah dibuktikan dengan keberadaan beberapa unit rumah yang nampak lapuk tak terurus setelah ditinggal pemiliknya. Tak terkecuali bangunan Mushalla Al Hidayah yang dahulunya menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sempat dilakukan renovasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) pada 2016 lalu tersebut.

“Sudah sekitar lima tahun mushalla di sini tidak lagi difungsikan, karena warganya banyak yang pindah. Padahal anggaran renovasinya dahulu sekitar Rp200 Juta,” kata Samsudin yang tinggal tak jauh dari mushalla menambahkan.

Pria kelahiran 1958 ini pun mengungkapkan alasan serupa, yakni warga masih betah bertahan di wilayah RT03 yang tidak memiliki jaringan listrik dan infrastruktur jalan tersebut karena mempertahankan lahan pertanian mereka.

“Kami tetap bertahan disini, karena usaha kami hanya bertani, dan lahan kami hanya ada disini. Kami berharap dapat dibangunkan jaringan listrik dan jalan,  karena jalan tani ini dimanfaatkan empat desa yang memiliki lahan disini, yakni Desa Kaliukan, Pematang Danau, Tambak Danau,” ungkapnya.

Samsudin juga memaparkan bahwa permohonan tersebut juga pernah disampaikan warga kepada anggota DPRD saat proses normalisasi Sungai Badandan pada 1997. Namun tak digubris.

Kepala Desa (Kades/Pambakal) Pematang Hambawang Badruzzaman juga membenarkan bahwa jumlah KK yang bermukim di wilayah RT03 dekat Sungai Badandan sebelumnya lebih dari 15 KK, hingga pada 2016 banyak warga yang pindah. Meski pada tahun tersebut telah dibangunkan jalan cor beton dengan total panjang sekitar 400 meter dan lebar sekitar 2 meter.

“Selanjutnya pada 2018 juga dibangunkan jalan berupa jembatan kayu ulin dengan lebar 1 meter, dan jembatan kecil di beberapa titik. Kalau di total, panjang jalan Sungai Badandan keseluruhan sekitar 1 Kilometer,” jelasnya.

Pambakal Pematang Hambawang yang akrab disapa Ibad ini juga memastikan Pemerintah Desa (Pemdes) telah melayangkan usulan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk pembangunan jalan. “Mudah-mudahan dapat diakomodir. Kalau sudah ada jalan, tentunya jaringan listrik bisa sampai masuk ke pemukiman warga,” harapnya. (zainuddin)