Beranda blog Halaman 64

Double Overtime Sengit, Utah Jazz Tundukkan Bulls

0
Double Overtime Sengit, Utah Jazz Tundukkan Bulls
Keyonte George (kanan) melesakkan tembakan tiga angka penentu kemenangan saat Utah Jazz menang 150-147 dalam dua perpanjangan waktu atas Chicago Bulls pada Minggu (16/11) malam.

Link, Jakarta – Utah Jazz menunjukkan semangat pantang menyerah untuk meraih kemenangan dramatis 150-147 atas Chicago Bulls dalam dua babak perpanjangan waktu yang berlangsung sengit di Salt Lake City pada Minggu (16/11) malam waktu setempat.

Pahlawan kemenangan Jazz adalah rookie Keyonte George yang mencetak 33 poin, termasuk tembakan tiga angka penentu kemenangan yang krusial saat waktu tersisa hanya 0,8 detik di double overtime.

Aksi cemerlang juga ditunjukkan oleh Lauri Markkanen yang memimpin perolehan angka dengan 47 poin, menjadikannya pertandingan kedua berturut-turut di mana ia menembus batas 40 poin—sebuah pencapaian pertama dalam karier NBA-nya.

Dominasi Jazz dan Debut Coby White

Pemain Jazz lainnya yang berkontribusi signifikan adalah Isaiah Collier dengan 16 poin dan sembilan assist dari bangku cadangan, serta Brice Sensabaugh yang juga menyumbang 16 poin. Di bawah ring, Jusuf Nurkic tampil dominan dengan mengumpulkan 14 rebound, terbanyak dalam pertandingan tersebut.

Di kubu Chicago Bulls, Josh Giddey mencatatkan triple-double impresif dengan 26 poin, 13 assist, dan 12 rebound. Nikola Vucevic mencetak double-double 21 poin dan 13 rebound. Sementara itu, Matas Buzelis dan Ayo Dosunmu masing-masing menyumbang 18 poin.

Pertandingan ini juga menandai debut musim Coby White untuk Bulls setelah absen 11 pertandingan karena cedera otot betis. White memberikan kontribusi vital dari bangku cadangan dengan mencetak angka tertinggi kedua di timnya, 27 poin, delapan assist, dan sempurna 14 dari 14 dalam tembakan bebas. White-lah yang memaksa overtime kedua dengan layup penyama skor pada sisa 0,2 detik di overtime pertama.

Momen Kunci yang Menentukan

Pertandingan berlangsung ketat dari awal kuarter keempat, di mana layup finger roll dari Collier mengakhiri laju 10-0 yang membawa Utah Jazz unggul 104-101. Keunggulan tipis terus berganti hingga Giddey melesakkan floater untuk membuat Chicago memimpin 127-126 dengan 37 detik tersisa. Markkanen kemudian menyamakan kedudukan lewat tembakan bebas untuk memaksa babak overtime pertama.

Di overtime kedua, Jazz sempat unggul 142-136 berkat tembakan 3 poin Sensabaugh dan tiga tembakan bebas George. Namun, White kembali menyamakan skor menjadi 147-147 dengan dua tembakan bebas pada 8,4 detik terakhir.

Saat ketegangan memuncak, George tampil sebagai pembeda. Tembakan tiga angkanya berhasil menembus jaring Bulls, mengamankan kemenangan 150-147 untuk Utah dan menggagalkan potensi babak overtime ketiga. Vucevic gagal memanfaatkan tembakan penyama skor dari atas garis tembakan bebas saat waktu habis.

Dengan kemenangan ini, Utah Jazz memiliki rekor 5-8, sementara Chicago Bulls turun menjadi 6-6.

Di pertandingan selanjutnya, Chicago Bulls (6-6, 1-5 Tandang) berkunjung ke Denver pada Senin (17/11) malam, sementara Utah Jazz (5-8, 1-5 Tandang) bertamu ke Los Angeles untuk menghadapi Lakers pada Selasa (18/11) malam.

Bed Ruang Rawat Inap Anak RSUD RAZa Tak Sesuai KRIS BPJS

0
KRIS BPJS

Link, Martapura – Jumlah dan jarak tempat tidur atau bed pada ruang rawat inap anak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura tak sesuai dengan Sistem Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan. Padahal hal itu telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 Perubahan Ketiga atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Berdasarkan pantauan pewarta di lokasi, pada salah satu ruang rawat inap anak RSUD Ratu Zalecha Martapura terdapat enam bed, dua diantaranya minim penerangan karena cahayanya terhalang gorden dari empat bed yang sudah tertata, serta jarak antar tepi bed kurang dari 1,5 meter.

Padahal, sesuai Perpres Nomor 59 Tahun 2024, jumlah dan jarak bed menjadi satu dari 12 kriteria dalam Sistem KRIS BPJS Kesehatan. Jarak antar tepi tempat tidur minimal harus 1,5 meter dan maksimal empat bed per ruang rawat inap.

Menanggapi perihal tersebut, Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman menjelaskan alasan mengapa salah satu ruang rawat inap anak masih ada yang berjumlah enam bed atau tidak sesuai dengan pemberlakuan KRIS BPJS Kesehatan yang mulai sejak 1 Juli 2025.

“Penerapan KRIS BPJS Kesehatan ditunda dan kita harus memberlakukan KRIS pada awal Januari 2026 mendatang. Kenapa jumlah bed di ruang rawat inap anak masih ada yang enam, karena kebutuhan Bed Occupancy Rate (BOR) saat ini masih tinggi dampak pancaroba dan lain-lain,” katanya pada Senin (17/11/2025).

Arief Rachman lanjut menjelaskan, bahwa keberadaan enam bed tersebut tidak permanen, melainkan karena kondisi saat ini sehingga tidak dilakukan pengurangan bed untuk sementara waktu, bahkan sudah menyadari terkait minim pencahayaan.

“Kalau kita sisihkan kasihan masyarakat, karena fasilitas penunjang ruangan seperti Air Conditioner (AC), gorden sudah ada, dan ruangannya nyaman, kita akomodir dahulu. Memang untuk dua bed private pasien tidak dapat dan pencahayaannya terhalang gorden yang memang sudah ditata untuk empat bed, yang penting kita akomodir dahulu,” ujarnya.

Karena itu, ia juga memastikan RSUD Ratu Zalecha Martapura pada awal Januari 2026 akan melakukan penyesuaian pada ruang yang tersedia guna meningkatkan dan menambah kenyamanan pasien dengan mengurangi kapasitas bed dalam satu ruangan.

“Karena masih ada ruang rawat inap yang hanya berjumlah tiga bed sehingga masih bisa kita tambah menjadi empat bed. Esensi KRIS BPJS memang untuk kenyamanan pasien dan kita berupaya seminimal mungkin untuk tidak melakukan pengurangan bed pada wal tahun mendatang,” tuturnya.

Dengan penerapan KRIS nantinya, tambah Arief Rachman, kalau ruang rawat inap penuh suka tidak suka pasien akan dirujuk ke rumah sakit lain karena dalam satu ruangan hanya diperbolehkan ada empat bed yang dibatasi dinding penyekat guna menjaga private pasien, memaksimalkan penanganan, memudah mobilisasi, dan menyediakan space keluarga yang menunggu sehingga tidak crowded.

“Tapi kita berikan advokasi dahulu, kalau memang keluarga pasien tetap mau menunggu ya kita persilakan. Tapi kalau demi layanan terbaik kita sarankan untuk dirujuk ke rumah sakit lain, karena penangan pasien anak membutuhkan penanganan khusus, baik ruangan, hingga perawatan. Berbeda dengan pasien dewasa, jika ruangannya penuh masih bisa dilakukan mixed sepanjang kriterianya penyakitnya tidak menular,” ucapnya.

Arief Rachman juga membeberkan, hingga saat ini masih belum ada penegasan terkait penerapan KRIS BPJS Kesehatan dari pemerintah pusat karena berdasarkan hasil pemetaan rumah sakit di seluruh Indonesia regulasi terbaru tersebut masih didapati kekurangan. Kendati demikian setiap rumah sakit tetap harus menyesuaikan aturan yang telah diberlakukan tersebut.

“Kami harus menyesuaikan sepanjang tidak ada penolakan dari peserta BPJS Kesehatan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginginkan pelayanan rawat inap yang setara dan berkualitas bagi seluruh peserta JKN dengan pemerataan, disisi lain ada iuran untuk peserta BPJS sesuai dengan kelasnya. Mungkin hal ini menjadi salah satu faktor penundaan pemberlakuan, karena baik kelas 1, 2 dan tiga bisa jadi satu ruangan dengan adanya KRIS,” pungkasnya. (zainuddin)

Pekerjaan di Depan RSUD RaZa Tanpa Papan Proyek

0
papan proyek
Aktivitas Pembangunan di Depan RSUD Ratu Zalecha Tanpa Papan Nama Proyek

Link, Martapura – Pelaksana kegiatan pembangunan di depan pagar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, tidak melengkapi pekerjaan dengan papan proyek.

Untuk diketahui, pemasangan papan proyek wajib dilaksanakan sesuai Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), Perpres tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, dan Permen PUPR sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan publik.

Barulah pada 14 November sekitar pukul 15.00 Wita, aktivitas pembangunan tersebut dapat diketahui setelah adanya plang nama proyek yang terpasang, yakni kegiatan Pembangunan Taman untuk RSUD Ratu Zalecha Martapura yang dilaksanakan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar terhitung sejak 24 September 2025 lalu.

Berdasarkan plang nama proyek yang baru terpasang, kegiatan pembangunan taman RSUD Ratu Zalecha Martapura dilaksanakan CV Jaya Wijaya Konstruksi  selaku penyedia dengan nilai kontrak Rp199.270.000,- selama 90 hari kalender.

Dikonfirmasi terkait perihal tersebut, Khaezar Kusuma selaku Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Sumber Daya Alam dan Pemeliharaan Lingkungan (KSDAPLH) pada DPRKPLH Kabupaten Banjar menjelaskan, terkait plang proyek sebenarnya sudah menjadi kewajiban penyedia sejak bertandatangan kontrak, hingga diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

“Artinya sebelum dan selama kegiatan pembangunan dilaksanakan harus terpasang. Kalau penyedia tidak melaksanakan salah satu syarat umum dalam berkontrak maka akan mendapatkan sanksi berupa teguran. Artinya mereka lalai,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Tak hanya itu, Khaezar juga memastikan dalam pembangunan tentu DPRKPLH Kabupaten Banjar sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait lainnya, salah satunya dengan Bidang Penataan Ruang dan Pengawasan Bangunan (Kabid Wasbang) pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar, tak terkecuali RSUD Ratu Zalecha Martapura.

“Terkait koordinasi tentu sudah dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) karena kegiatan ini merupakan usulan rumah sakit, tapi untuk surat resminya belum,” akunya.

Khaezar juga memastikan di kawasan tersebut akan dipasangkan rambu dilarang stop guna mencegah terjadinya kemacetan yang tentunya akan dilaksanakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar.

“Secara lisan kami sudah berkoordinasi ke Dishub Kabupaten Banjar dan akan segera bersurat resmi. Kami memastikan taman tersebut tidak akan ditempati Pedagang Kaki Lima (PKL) karena bukan peruntukannya, dan space   tempat tidak memungkinkan,” katanya.

Terlebih, papar Khaezar lebih jauh, pada Taman RSUD Ratu Zalecha Martapura tersebut akan dibangunkan tempat duduk bersantai dengan konsep leter U, dan kursi ayunan besi bundar.

“Taman ini dibangun sebagai tempat bersantai keluarga dari pasien. Kadang-kadang mereka perlu tempat untuk menghilangkan mumet atau mungkin menunggu keluarga yang tengah mengantre layanan kesehatan, sehingga aktivitas layanan di rumah sakit tetap berjalan lancar,” pungkasnya. (zainuddin)

Daftar 20 Pelanggan Penerima Rekening Gratis Periode November 

0
Daftar 20 Pelanggan Penerima Rekening Gratis Periode November 

Link, Banjarbaru – PTAM Intan Banjar kembali melayangkan pengumuman pelanggan penerima pembayaran rekening gratis periode November 2025 ini. Total, ada 20 pelanggan PDAM Intan Banjar yang beruntung.

Adapun syarat untuk bisa mendapatkan reward ini sebenarnya sangat mudah. Pelanggan, dapat membayarkan tagihan rekening air paling lambat tanggal 10 setiap bulannya. Nantinya, pada periode atau bulan berikutnya, pelanggan berkesempatan mendapatkan program apresiasi dari PTAM Intan Banjar tersebut.

Saat ini, pembayaran pun bisa di mana saja. Pelanggan tak perlu repot lagi harus antre ketika ingin membayar tagihan air ledeng di Kantor Pusat PDAM Intan Banjar Jalan Pangeran Hidayatullah.

Pasalnya, perusahaan yang dipimpin Syaiful Anwar SAP MAP ini juga memiliki Mobil Layanan Keliling yang beroperasi Senin hingga Jumat. Kemudian selain offline, online via e-commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya pun sudah bisa melakukan pembayaran tagihan rekening air.

Nah selain reward bulanan, pelanggan nantinya juga berkesempatan mendapatkan reward tahunan yang hadiahnya biasanya berupa mesin cuci. (*)

PTAM Intan Banjar Lakukan Perbaikan Pipa Baku 630 mm di Abumbun Jaya

0
PTAM Intan Banjar Lakukan Perbaikan Pipa Baku 630 mm di Abumbun Jaya

Link, Bajarbaru –  PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar akan melaksanakan pekerjaan perbaikan pipa air baku berdiameter 630 mm pada Jumat, 21 November 2025. Kegiatan perbaikan berlokasi di Desa Abumbun Jaya, tepatnya di belakang Kompleks Zaki, Kecamatan Sungai Tabuk.

Pihak manajemen PTAM Intan Banjar menjelaskan bahwa perbaikan ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kualitas layanan dan keberlanjutan pasokan air bersih bagi pelanggan. Pipa berdiameter besar tersebut merupakan salah satu jalur utama penyuplai air ke beberapa wilayah strategis di Banjar dan Banjarbaru.

“Perbaikan dilakukan untuk memastikan sistem distribusi tetap handal dan mengurangi potensi gangguan dalam jangka panjang,” demikian keterangan resmi PTAM Intan Banjar.

Selama pekerjaan berlangsung, suplai air ke sejumlah wilayah dipastikan akan mengalami gangguan. Perusahaan meminta pelanggan agar menyiapkan persediaan air dan memahami kondisi teknis yang tengah ditangani.

Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby Perintahkan Jajarannya Selidiki Isu Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Dinkes

0
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby Perintahkan Jajarannya Selidiki Isu Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Dinkes
Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby

Link, Banjarbaru – Isu dugaan penggelapan dana sebesar Rp2,6 miliar oleh Bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru tengah menjadi sorotan masyarakat. Bendahara yang bersangkutan dilaporkan menghilang sejak 3 November 2025, dan hingga kini keberadaannya belum diketahui.

Terkait isu yang berkembang mengenai dugaan penyalahgunaan anggaran untuk kepentingan pribadi di Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby menegaskan bahwa permasalahan ini telah ditindaklanjuti secara serius. “Saya sudah mendengar isu yang berkembang dan langsung meminta pihak Inspektorat untuk melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Lisa menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut secara tegas dan transparan. “Saya sudah memerintahkan Sekda, Inspektorat, dan Kepala Dinas Kesehatan agar segera memastikan kebenaran dugaan ini. Jika terbukti, sanksi sesuai peraturan berlaku akan diberikan, dan uang yang disalahgunakan harus segera dikembalikan kepada kas daerah,” tambahnya.

Wali Kota Lisa juga meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melakukan mitigasi dan penguatan pengawasan internal agar kasus serupa tidak terulang. “Ini bagian dari tanggung jawab kita untuk menjaga amanah rakyat dan memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

“Langkah cepat dan transparan ini menunjukkan komitmen kami dalam menegakkan integritas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Pemerintah kota memastikan penyelidikan akan terus dilakukan sampai terang benderang, dengan mengutamakan kepentingan publik dan memastikan setiap pelanggaran mendapatkan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku ujarnya.

Lebih lanjut Wali Kota Lisa menegaskan, “Saya tidak akan mentolerir meskipun 1 rupiah uang rakyat disalahgunakan, dan setiap pengeluaran harus sesuai SOP serta dapat dipertanggungjawabkan di tiap SKPD. Sikap tegas ini diharapkan tidak hanya menenangkan publik, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan di Kota Banjarbaru,” tegas Wali Kota Hj. Erna Lisa Halaby.

Resmi Diluncurkan, Kalsel Miliki Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan Program MBG

0

Link, Banjarbaru – Upaya memperkuat sistem keamanan pangan nasional memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya di Indonesia, Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Peresmian tersebut diumumkan dalam Forum Diskusi Sinergitas Pengawasan Obat dan Makanan yang digelar Balai Besar POM Banjarbaru di Aula Aberani Sulaiman, Kantor Gubernur Kalsel, Senin (17/11/2025).

Momen bersejarah itu dihadiri langsung oleh Kepala Badan POM RI, Prof. Taruna Ikrar, didampingi Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso dan dihadiri para Bupati dan Wali Kota se-Kalimantan Selatan serta lintas instansi terkait.

“Ini menjadi percontohan nasional karena Laboratorium MBG di Tabalong adalah yang pertama di Indonesia. Dan kami memulai safari pengawasan pangan nasional dari Kalimantan Selatan,” tegas Taruna Ikrar.

Ia mengatakan Laboratorium ini akan memastikan setiap pangan yang diberikan melalui program prioritas Presiden RI Makan Bergizi Gratis aman, sehat, dan layak konsumsi. Keberadaan laboratorium tersebut diharapkan dapat mencegah kasus keracunan pada peserta didik akibat makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Tabalong yang memberikan hibah tanah untuk pembangunan fasilitas laboratorium MBG dan SPPG (Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga).

“Ini bentuk dukungan yang luar biasa dari Tabalong. Langkah ini adalah bagian penting untuk memastikan pengawasan ketat demi keselamatan anak-anak kita,” ujarnya.

Selain fokus pada keamanan pangan sekolah, Badan POM juga memperkuat pendampingan UMKM sektor pangan, obat tradisional, dan kosmetik. Dari total 1,7 juta pelaku usaha, baru 400 ribu yang terlayani perizinan dan sertifikasi.

Dalam forum tersebut, Badan POM menekankan pentingnya kerja lintas sektor dalam penanganan stunting, kekurangan gizi, tuberkulosis, dan diabetes yang masih tinggi di Indonesia.

Saat ini Kalsel baru memiliki tiga UPT Badan POM, yaitu di Tabalong, Tanah Bumbu, dan Banjarbaru. Untuk memperkuat layanan, target penambahan satu hingga dua UPT direncanakan tahun depan dengan dukungan penuh pemerintah daerah.

Dengan diluncurkannya Laboratorium Kesehatan dan Keamanan Pangan MBG pertama di Indonesia di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan resmi menjadi pelopor nasional dalam penguatan pengawasan pangan sekolah dan percepatan pelayanan pangan aman bagi masyarakat.

“Langkah ini diyakini menjadi fondasi penting menuju Generasi Indonesia Emas 2045 dan daya saing nasional di bidang kesehatan dan ekonomi,” pungkasnya. (tri)

Ini Penyebab Inflasi Kalsel Oktober 2025 Alami Kenaikan 

0

Link, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Miftahul Chair, menyampaikan sejumlah catatan penting terkait perkembangan inflasi daerah serta langkah antisipasi menjelang akhir tahun. Hal ini disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah melalui daring.

Chair menjelaskan bahwa inflasi Kalsel pada Oktober 2025 tercatat naik menjadi 3,11 persen, dipengaruhi beberapa komoditas utama.

“Kenaikan ini bukan hanya terjadi di Kalimantan Selatan, tetapi juga secara nasional. Salah satu penyebabnya adalah harga emas yang tinggi,” kata Chair, Banjarbaru, Senin (17/11/2025).

Selain emas, inflasi juga didorong oleh lonjakan harga cabai merah, ayam, dan telur, yang hingga kini masih menunjukkan tren kenaikan. Untuk itu, pemerintah daerah akan kembali mengintensifkan operasi pasar agar harga-harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil.

Ia menekankan perlunya kewaspadaan di bulan Desember yang biasanya memicu meningkatnya permintaan.

“Desember ada tiga momen besar, yaitu Natal, Momen 5 Rajab Sekumpul, dan Tahun Baru. Ini biasanya memicu inflasi, sehingga kita harus mempersiapkan kebutuhan dari sekarang,” jelasnya.

Pihaknya juga mulai mempersiapkan kebutuhan bahan pokok untuk kegiatan keagamaan di bulan ini, seperti telur, daging, dan beras.

“Barang-barang tersebut harus tersedia di pasar, jangan sampai terjadi kelangkaan,” tambahnya.

Chair turut menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang juga berpengaruh terhadap kebutuhan komoditas tertentu, terutama telur. Menurutnya, semakin berkembang dan meluasnya pelaksanaan program MBG perlu diantisipasi dengan penguatan stok kebutuhan pangan.

“Sekarang memang belum semua unit beroperasi, tetapi ke depan saat berjalan penuh, kebutuhan telur akan meningkat. Ini harus kita antisipasi sejak dini,” tegasnya.

Di sisi lain, ia menyampaikan catatan mengenai program penyediaan 5 juta rumah dari pemerintah pusat. Beberapa kabupaten/kota masih terkendala masalah lahan.

“Permasalahan rumah itu terutama terkait ketersediaan lahan. Di kota-kota besar seperti Banjarmasin, lahan semakin sempit. Ini yang harus segera ditangani agar program dari pusat bisa terlaksana,” tandasnya. (tri)

Bappeda Kalsel – SMKPP Banjarbaru Tanda Tangani Kerja Sama Program YESS

0
program YESS
CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82

Link, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjalin kerja sama dengan Kementerian Pertanian yang dalam hal ini SMKPP Banjarbaru sebagai pelaksana program YESS di daerah. Penandatanganan dilaksanakan di Gedung Idham Chalid, Senin (17/11/2025).

Kerja sama ini berkaitan dengan penyerahan dan pemanfaatan data petani milenial yang telah dihimpun sejak 2020 hingga 2025. Data tersebut mencakup informasi lengkap mengenai lokasi, jenis kelamin, jenis usaha, pekerjaan, serta profil detail para penerima manfaat program.

Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Suprapti Tri Astuti, melalui Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Theodorik Rizal Manik, menyampaikan bahwa data tersebut menjadi komponen penting dalam penyusunan arah pembangunan pertanian lima tahun ke depan.

“Data ini akan menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan, khususnya di sektor pertanian. Apalagi para pemuda ini merupakan aset masa depan Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Kalsel sedang memasuki periode RPJMD 2025–2029, sehingga perencanaan harus selaras dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Oleh karena itu, data petani milenial yang diserahkan oleh SMKPP Banjarbaru akan menjadi baseline penting untuk pengembangan sumber daya manusia pertanian, identifikasi potensi wilayah, hingga perumusan program lanjutan,” jelasnya.

Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk memastikan keberlanjutan Program YESS dan memperkokoh ekosistem pertanian berbasis generasi muda. (tri)

Pelaksanaan Program YESS di Kalsel Terbaik di Indonesia

0
Program YESS
Project Manager YESS Kalimantan Selatan, Angga Tri Aditia

Link, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tandatangani Kerjasama Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS) Kalimantan Selatan yang berlangsung di Gedung Idham Chalid, Senin (17/11/2025).

Kegiatan mengusung tema “Sinkronisasi Program Keberlanjutan dan Ekspose Petani Milenial Kalimantan Selatan” dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso.

Dalam sambutannya, Adi Santoso menegaskan bahwa Program YESS bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi muda pertanian di Kalimantan Selatan.

Ia menuturkan bahwa Kalsel patut berbangga karena menjadi salah satu provinsi dengan pelaksanaan terbaik di Indonesia.

“Keberhasilan ini tampak dari lahirnya ribuan wirausaha muda di Banjar, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Hulu Sungai Selatan, tumbuhnya klaster usaha baru, meningkatnya akses pelatihan vokasi, permodalan, dan literasi keuangan, serta hadirnya inovasi daerah dalam pengembangan pemuda tani,” ujarnya.

Adi juga mengapresiasi empat kabupaten pelaksana yang telah mengembangkan program lanjutan dari YESS, yakni Batumbang Tani Manis di Kabupaten Banjar, Peta Tundang/Raza Bertamu di Tanah Laut, MASS BIMA/MASS AKSI di Tanah Bumbu, serta Winkubi dan Jagoan HSS di Hulu Sungai Selatan.

“Inisiatif tersebut membuktikan bahwa YESS telah diadopsi sebagai bagian dari kebijakan daerah, bukan sekadar proyek bertaraf sementara,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Kalsel memandang keberlanjutan YESS sebagai agenda strategis, termasuk dalam pengelolaan database petani milenial yang mencapai 24.595 orang.

“ Dari data ini dapat menjadi sebagai aset penting untuk perencanaan pelatihan, pengembangan klaster, dan penguatan ekosistem usaha milenial,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Project Manager Program YESS Nasional, Miko Harjanti, menjelaskan bahwa YESS bertujuan memberikan peluang kerja dan wirausaha bagi pemuda usia 19–39 tahun.

“Program ini dibangun atas empat komponen utama, yakni persiapan tenaga kerja pertanian, penguatan akses pasar dan layanan pengembangan bisnis, fasilitasi akses keuangan, serta mobilisasi ekosistem agribisnis,” jelasnya.

Adapun Project Manager YESS Kalimantan Selatan, Angga Tri Aditia, menyoroti pentingnya keberlanjutan program melalui inovasi daerah dan konsolidasi data petani milenial, yang selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan program di masa mendatang.

“Kami terus mengembangkan sumber daya manusia, khususnya para petani muda yang jumlahnya saat ini tercatat sekitar 24 ribu orang. Hal inilah yang mendorong kami melakukan konsolidasi database untuk kemudian diserahkan kepada pemerintah daerah, sehingga data yang telah terhimpun dan terintervensi dapat menjadi baseline pengembangan program di tahap berikutnya. Selain itu, kami juga mendesiminasikan Program YESS dengan harapan agar dapat direplikasi oleh kabupaten-kabupaten lain di Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat peran pemuda sebagai aktor utama pembangunan pertanian modern di Kalimantan Selatan.  (tri)