Beranda blog Halaman 8

Bentuk Pansus, Raperda Inisiatif Pemko Banjarbaru Dibahas Secara Komprehensif

0
Pansus

Link, Banjarbaru – Tindaklanjuti usulan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru, DPRD lakukan pembentukan Tim Panitia Khusus (Pansus).

Pembentukan Tim Pansus tersebut, dikatakan Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra, untuk mengkaji lebih dalam terkait usulan tiga Raperda, yakni Raperda tentang Tatanan Transportasi Lokal, Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif, dan Raperda Perubahan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebelum ditetapkan menjadi Perda.

“Secara prinsip tiga Raperda tersebut telah diterima untuk ditindaklanjuti, dan akan dibahas lebih lanjut melalui pansus agar dapat dikaji secara komprehensif bersama Pemko Banjarbaru,” ujarnya usai memimpin Rapat Paripurna di Ruang Graha DPRD Kota Banjarbaru pada Kamis (5/3/2026).

Telah memasuki tahapan pandangan umum Fraksi-fraksi dalam rapat paripurna. Politisi Golkar Banjarbaru ini menyebutkan bahwa tahapan tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan pembahasan di tingkat Pansus, dan menilai tiga Raperda tersebut dapat menjawab kebutuhan pembangunan daerah sekaligus memperkuat tata kelola Pemerintahan di Kota Banjarbaru.

“Berbagai masukan dari fraksi DPRD menjadi catatan penting, karena dua dari tiga raperda merupakan revisi dari peraturan daerah yang sudah ada,” katanya.

Sebabnya, papar Gusti Rizky, perubahan regulasi memang perlu dilakukan karena adanya dinamika dan perkembangan zaman. “Sehingga aturan yang berlaku tetap relevan dengan kondisi saat ini,” ucapnya.

Ia juga berharap dalam pembahasan di tingkat Pansus dapat mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat dan menghasilkan regulasi yang tidak hanya adaptif. “Kami ingin Perda yang dihasilkan benar-benar berorientasi ke depan, tidak hanya untuk satu atau dua tahun, tetapi sebagai landasan pembangunan jangka panjang,” tutupnya.(znd/link)

Delapan Frkasi Sepakat Raperda Usulan Pemko Banjarbaru Dibahas ke Tahap Selanjutnya

0
Delapan Frkasi

Link, Banjarbaru – Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usulan Pemerintah Kota (Pemko). Delapan Frkasi di DPRD Kota Banjarbaru sepakat untuk dibahas ke tahap selanjutnya sesuai mekanisme yang berlaku.

Kesepakatan tersebut disampaikan masing-masing juru bicara (Jubir) fraksi dalam gelaran rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putra dan dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Sirajoni pada Kamis (5/3/2026).

Juru bicara Fraksi Partai Golkar, Liana, menyatakan pihaknya menerima dan menyetujui tiga raperda untuk dibahas lebih lanjut.

“Kami dapat menerima dan sepakat tiga raperda yang diusulkan ke DPRD dibahas lebih lanjut sesuai aturan dan mekanisme,” ujarnya.

Menurutnya, tiga raperda tersebut menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah kota dalam memperkuat fondasi hukum pembangunan daerah yang berkeadilan, berkelanjutan, serta berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Fraksi NasDem melalui juru bicara Mahmud Sirri menyatakan memahami dan menyetujui penuh ketiga raperda tanpa catatan, serta mendukung pembahasan dilanjutkan pada tingkat panitia khusus (pansus).

Lima fraksi lainnya juga secara umum menyatakan persetujuan agar pembahasan tiga raperda tersebut, yakni Raperda tentang Tatanan Transportasi Lokal, Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif, dan Raperda Perubahan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dilanjutkan melalui pansus DPRD bersama tim peraturan daerah pemerintah kota.

“Pembahasan lebih mendalam akan dilakukan panitia khusus DPRD dan tim perda pemerintah kota sehingga benar-benar dihasilkan perda yang penerapannya sesuai harapan dan ketentuan berlaku,” katanya.(znd/link)

Festival Becatuk Dauh Merawat Warisan Leluhur

0
Becatuk dauh

Link, Martapura – Jaga tradisi masyarakat Banjar, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar selenggarakan Festival Becatuk Dauh Kabupaten Banjar Tahun 2026 di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha Martapura pada Rabu (4/3/2026).

Pada malam babak grand final, RTH Ratu Zalecha Martapura dipenuhi antusias penonton yang menyaksikan Festival Becatuk Dauh yang diselenggarakan Pemkab Banjar melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Said Idrus Al Habsyie menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan Festival Becatuk Dauh atau memukul beduk, dan mengapresiasi Disbudporapar Kabupaten Banjar yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan festival secara konsisten sejak 2018.

“Festival Becatuk Dauh adalah ikhtiar kita bersama untuk merawat warisan leluhur. Malam ini kita bukan hanya menyaksikan lomba memukul beduk, tetapi juga menyaksikan denyut nadi budaya Banjar, Karena becatuk dauh merupakan tradisi masyarakat Banjar yang telah ada jauh sebelum hadirnya teknologi modern. Suara dauh dahulu menjadi penanda waktu sahur, imsak dan berbuka puasa, sekaligus media syiar Islam yang menyatukan warga,” ujarnya.

Seiring perkembangan zaman, lanjut Said Idrus, fungsi dauh mulai tergeser oleh penggunaan sirine dan pengeras suara. Karena itu pemerintah daerah telah berkomitmen menjaga keberlangsungan tradisi tersebut melalui festival tahunan. “Jika tidak kita rawat, generasi muda hanya akan mengenal dauh sebagai benda mati di musala tanpa memahami nilai dan kekayaan iramanya,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan program pengembangan kebudayaan dan kegiatan tahunan yang sudah termuat dalam Calendar of Event dinas yang dipimpinnya pada tahun 2026.

“Grand Final Festival Becatuk Dauh 2026 ini merupakan kelanjutan dari babak penyisihan yang telah diikuti 21 grup peserta sebelumnya, yakni pada 10 dan 11 Februari 2026. Dari babak penyisihan telah dihasilkan 9 grup sebagai finalis yang bertanding pada malam ini untuk memperebutkan 9 kategori juara, yaitu Juara 1, 2, dan 3, Harapan 1, 2, dan 3, Juara Favorit, Juara Pelestari serta Juara Busana Terbaik,” jelasnya.

Sedangkan untuk daftar pemenang Festival Becatuk Dauh 2026: Juara 1 Grup Tarbiatul Aulad asal Desa Mekar, Terbaik 2 Al Munir Jalan Kubah Tunggul Irang, Terbaik 3 Darul Falah Murung Keraton, Harapan 1 Annasir Kampung Melayu Ulu, Harapan 2 Islahul Ummah Murung Keraton, Harapan 3 Miftahussalam Pingaran, Busana Terbaik Al Banjari Murung Kenanga, Pelestari AN Nadhir Jalan Kubah dan Favorit Al Manar Tunggul Irang.(zainudin)

Bupati Pastikan Raperda Perlindungan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Tidak Hanya Menjadi Payung Hukum Normatif

0
Raperda perlindungan

Link, Martapura – Bupati Kabupaten Banjar pastikan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kemudahan, Perlindungan, Pemberdayaan Koperasi, dan Usaha Mikro dapat menjamin kesempatan berusaha yang adil dan mendorong kemitraan antara usaha besar, koperasi, dan usaha mikro, hingga mencegah praktik persaingan tak sehat.

Pernyataan Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur tersebut disampaikan Asisten I Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banjar, Rakhmat Dhani dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora dengan agenda Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Raperda tentang Kemudahan, Perlindungan, Pemberdayaan Koperasi, dan Usaha Mikro pada Rabu (4/3/3036).

“Dengan implementasi yang efektif diharapkan Raperda ini tidak hanya menjadi payung hukum yang normatif, tapi dapat menjadi instrumen strategis yang mampu mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal, memperkuat daya saing usaha mikro dan koperasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Untuk memperkuat koperasi sebagai lembaga ekonomi yang mandiri, lanjut Rakhmat Dhani, akan diwujudkan melalui kebijakan pemberdayaan, pembinaan berkelanjutan, dan akses pembiyaan, serta fasilitasi pemasaran produk lokal.

“Kami sependapat dengan pandangan umum masing-masing fraksi bahwa koperasi dan usaha mikro memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, menyerap tenaga kerja, dan meningkatkan pendapat masyarakat. Karena itu Raperda ini diarahkan untuk memberikan kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan yang nyata bagi koperasi dan UMKM di Kabupaten Banjar,” ucapnya.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora mengatakan, Raperda tersebut diharapkan dapat menjadi payung hukum dan sebagai langkah strategis untuk merespon sejumlah permasalahan yang terjadi di lapangan.

“Adanya regulasi ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap usaha koperasi dan usaha mikro, salah satunya memudahkan produk UMKM masuk ke dalam ritel modern. Artinya, baik koperasi dan usaha mikro dalam melaksanakan kegiatan mempunyai payung hukum,” pungkasnya.(zainuddin)

Merawat Tradisi, Perkuat Kolaborasi, Dewan Kesenian Gelar Buka Puasa Bersama Insan Seni Banjar

0
Insan seni

Link, Martapura- Gelar silaturahmi dibalut diskusi Seniman dan Budayawan, Dewan Kesenian Kabupaten Banjar melaksanakan buka puasa bersama Insan Seni Banjar di Guest House Sultan Sulaiman pada Selasa (3/03/2026).

Mengusung tema ‘Merawat Tradisi, Menguatkan Kolaborasi, Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Insan Seni Banjar’. Acara tersebut secara resmi dibuka Pelaksanaan Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Ikhwansyah mewakili Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur.

Usai acara buka puasa dan diskusi bersama Insan Seni Banjar. Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Banjar, Rahmat Saleh mengatakan, ada berbagai macam hal yang tengah dikonsultasikan Insan Seni Banjar, baik terkait sejumlah rencana strategis, hingga kebutuhan sekretariat, dan dukungan anggaran.

“Berbagai hal yang telah dikonsultasikan hari ini selanjutnya akan kita diskusikan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, seperti permintaan Gedung Olah Seni (GOS) yang memang masih belum kita miliki karena kekurangan aset dan keterbatasan anggaran. Kalau memang ada peluang dan anggarannya memungkinkan, mudah-mudahan dapat terealisasi,” ujarnya.

Politisi Gerindra Kabupaten Banjar ini juga menjelaskan, bahwa Dewan Kesenian pada tahun ini sudah menerima dana hibah dari Pemkab Banjar sebesar Rp226 juta yang telah dibagi kepada 14 komite bidang (kombid).

“Rata-rata kombid menerima sekitar Rp15 juta sampai Rp17 juta untuk menjalankan programnya. Jadi alhamdulillah seluruhnya dapat. Meski sangat minim, kita tetap dorong kawan-kawan kombid berakselerasi, termasuk menjajaki kerja sama dengan perusahaan daerah,” ucapnya.

Meski belum memiliki GOS, Dewan Kesenian juga telah menganggarkan sebesar Rp68 juta untuk melengkapi fasilitas sekretariat yang saat ini masih memanfaatkan Aula belakang kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, termasuk pengembangan podcast seni budaya.

Di tempat yang sama, Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya berharap, Dewan Kesenian Kabupaten Banjar dapat ditingkatkan menjadi Dewan Kebudayaan untuk memperluas cakupan pelestarian budaya sesuai Undang-Undang (UU) yang berlaku.

“Jadi tidak hanya pada seni pertunjukan, tapi juga kuliner, kerajinan tradisional, hingga berbagai ekspresi budaya lain yang memiliki dampak ekonomi. Misal, seperti pengembangan kuliner khas Banjar yang dapat memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat, termasuk pelaku UMKM,” ungkapnya.(zainuddin)

Penindakan KPK di Pekalongan, Pengadaan Barang dan Jasa Jadi Fokus

0
Pekalongan
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo. (ANTARAFOTO/Rio Feisal)

Link, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan tiga orang dalam operasi penindakan yang dilakukan secara tertutup terkait dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan, Jawa Tengah.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan, salah satu pihak yang diamankan adalah Bupati Pekalongan. Dua lainnya merupakan orang kepercayaan sekaligus ajudan bupati. “Pada dini hari tadi, tim mengamankan tiga orang di wilayah Semarang. Pagi harinya, sekitar pukul 10.25 WIB, ketiganya tiba di Gedung KPK Merah Putih untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Budi Kepada awak media, Selasa (3/3/2026).

KPK menjelaskan, saat diamankan, yang bersangkutan tengah berada di Semarang. Tim kemudian membawa para pihak ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih.

Secara paralel, tim KPK juga bergerak di wilayah Pekalongan. Sejumlah pejabat di dinas-dinas Pemkab Pekalongan dan pihak swasta diperiksa untuk melengkapi keterangan dalam tahap penyelidikan.

Adapun perkara yang sedang didalami berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan. Namun, KPK belum merinci proyek maupun dinas mana yang menjadi lokus perkara.

“Ini masih didalami. Ada beberapa pengadaan di lingkup Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang sedang kami cermati,” kata Budi.

Nominal dugaan kerugian negara maupun detail barang bukti yang diamankan juga belum disampaikan ke publik. KPK memastikan akan memberikan pembaruan secara berkala seiring perkembangan proses hukum.

Selain tiga pihak yang telah dibawa ke Jakarta, KPK masih menelusuri keberadaan pihak lain yang diduga terkait. Lembaga antirasuah itu mengimbau seluruh pihak yang dipanggil untuk bersikap kooperatif guna mempercepat proses penyelidikan.

“Tim masih melakukan pencarian terhadap pihak-pihak lain yang keterangannya dibutuhkan. Kami berharap para pihak bersikap kooperatif agar proses penanganan perkara berjalan efektif,” tegas Budi.

KPK juga membuka kemungkinan pihak lain yang saat ini diperiksa di Pekalongan akan dibawa ke Jakarta apabila dinilai perlu untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama, KPK menanggapi informasi yang beredar di media sosial terkait oknum yang mengaku sebagai pegawai KPK dan menjanjikan dapat “mengatur” jalannya perkara.

Budi menegaskan, pihak yang mengaku tersebut bukan pegawai KPK. Lembaga antikorupsi itu memastikan seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur dan peraturan perundang-undangan, serta diawasi secara internal melalui mekanisme kolektif kolegial pimpinan.

“Kami mengingatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, maupun masyarakat agar waspada terhadap pihak-pihak yang mengaku bisa mengatur perkara di KPK. Tidak ada keputusan individual dalam penanganan perkara,” ujarnya.

KPK menegaskan komitmennya untuk menuntaskan setiap perkara secara profesional, transparan, dan akuntabel sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, termasuk di tingkat daerah.

Dukung Penguatan Kelembagaan dan Pemberdayaan Organisasi, Bupati Serahkan Dana Hibah TA 2026

0

Link, Martapura – Dukung penguatan kelembagaan dan pemberdayaan organisasi keagamaan. Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur serahkan Dana Hibah Tahun Anggaran (TA) 2026 kepada sejumlah badan dan organisasi penerima manfaat sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan, pendidikan dan pengembangan kegiatan keagamaan.

Bertempat di gedung Mahligai Sultan Adam Martapura, penyerahan dana hibah secara simbolis dilakukan Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur di acara buka puasa bersama, Senin (2/3/2026).

Didampingi Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Said Idrus Al Habsyie. Saidi mengatakan, bantuan hibah yang diberikan bersifat stimulan, dan dukungan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat operasional dan program pembinaan, dengan tetap mendorong kemandirian organisasi.

“Bantuan ini adalah stimulan untuk mendukung operasional organisasi keagamaan dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia dan islami, dengan tetap mengutamakan kemandirian. Langkah ini selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri dan Agamis, di mana pembangunan fisik dan spiritual berjalan beriringan,” ucapnya.

Atas penyaluran dana hibah tersebut, Sekretaris LPTQ Banjar, Akhmad Nisfuwani menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah. Dana hibah Rp4,5 Miliar akan difokuskan pada program pelatihan, pembinaan serta penguatan kualitas kafilah Kabupaten Banjar dalam menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi dan kabupaten.

“Tahun ini, kafilah Banjar dipersiapkan untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi di Kabupaten Barito Kuala serta MTQ Tingkat Kabupaten di Kecamatan Martapura Timur. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat identitas Banjar sebagai daerah religius,” ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Banjar, Nuryadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Dana hibah akan digunakan untuk mendukung program santunan kepada ulama sepuh yang membutuhkan, serta pemberian beasiswa kepada santri yang melanjutkan studi ke Timur Tengah.

“Program tersebut dinilai selaras dengan misi pembangunan daerah dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera, berdaya saing dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Banjar, Fauzan Asniah, juga menyampaikan apresiasi atas hibah Rp700 juta. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung program pendidikan dan kegiatan keagamaan MUI, termasuk kontribusi dalam pelaksanaan haul ulama di daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan organisasi keagamaan menjadi kunci dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Total, dana hibah yang disalurkan menjadi stimulus strategis dalam memperkuat peran organisasi sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan sosial dan spiritual masyarakat, yakni Rp4,5 Miliar untuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Banjar, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Rp1 Miliar, Rabithah Alawiyah Rp300 Juta, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rp700 Juta, Nahdlatul Ulama (NU) Rp600 Juta. DPC Forum Komunikasi Pendidikan Al quran Rp115 Juta dan BKMT Rp84.725.000,-.(zainuddink/link)

Tutup Rangkaian Kegiatan Safari Ramadan, Bupati Banjar Ajak SOPD Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

0

Link, Martapura – Tutup rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan selama 10 hari di awal bulan puasa di beberapa kecamatan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar gelar buka puasa bersama di lingkup pemerintahan pada Senin (2/3/2026).

Bertempat di gedung Mahligai Sultan Adam Martapura, dalam sambutannya Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur mengatakan, kegiatan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta memperkuat ikatan emosional dengan warga.

“Safari Ramadan adalah wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Kita ingin mendengar langsung kebutuhan dan harapan mereka, sekaligus memastikan program pembangunan berjalan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain menjadi momentum silaturahmi, kegiatan ini juga menegaskan komitmen Pemkab Banjar dalam mendukung penguatan lembaga keagamaan melalui bantuan hibah untuk masjid, musala, madrasah, pesantren serta organisasi keagamaan seperti LPTQ, MUI, PCNU dan BAZNAS.

Didampingi Wakil Bupati Kabupaten Banjar, Said Idrus Al Habsyie. Saidi menekankan, bantuan hibah yang diberikan bersifat stimulan, dan dukungan tersebut dimaksudkan untuk memperkuat operasional dan program pembinaan, dengan tetap mendorong kemandirian organisasi.

“Bantuan ini adalah stimulan untuk mendukung operasional organisasi keagamaan dalam membentuk karakter masyarakat yang berakhlak mulia dan islami, dengan tetap mengutamakan kemandirian. Langkah ini selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Banjar yang Maju, Mandiri dan Agamis, di mana pembangunan fisik dan spiritual berjalan beriringan,” ucapnya.

Saidi juga mengajak seluruh jajaran pejabat Pemkab Banjar, mulai dari asisten, staf ahli, kepala Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD), camat hingga pimpinan perusahaan daerah, untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Mari jadikan Ramadan ini sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas pelayanan kita kepada masyarakat. Semoga seluruh amal ibadah kita diterima Allah SWT,” pungkasnya.(zainuddin/link)

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama Bersinar di Seri Pembuka Moto3

0
Veda Ega Pratama
Pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama (c) Honda Team Asia

Link, Jakarta – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, langsung mencuri perhatian dalam debutnya di ajang Moto3 musim 2026. Tampil di Sirkuit Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (1/3/2026), Veda sukses finis di posisi kelima setelah terlibat persaingan ketat menuju podium.

Start dari posisi kelima, Veda mampu mempertahankan ritme pada lap pembuka. Ia sempat tersalip oleh Ryusei Yamanaka dan David Munoz, sementara di barisan depan David Almansa dan Maximo Quiles bertarung sengit memperebutkan kemenangan.

Memasuki lap kedua, insiden terjatuhnya Yamanaka membuat Veda naik ke posisi keenam. Tak butuh waktu lama, pembalap binaan Honda Team Asia itu kembali menunjukkan agresivitasnya dengan menyalip Munoz dan merangsek ke posisi lima.

Momentum Veda berlanjut pada lap ketujuh. Kesalahan kecil Alvaro Carpe yang melebar dimanfaatkan dengan baik untuk naik ke posisi empat. Pada lap yang sama, Veda kembali menyalip Adrian Fernandez dan menembus posisi tiga.

Selama lima lap, Veda bertahan di zona podium. Namun, kesalahan kecil saat melebar di Tikungan 5 pada lap ke-12 membuatnya harus kembali terlibat duel sengit dengan Carpe, Fernandez, dan Valentin Perrone. Setelah pertarungan ketat hingga lap terakhir, Veda akhirnya mengakhiri balapan di posisi kelima.

Puas dengan Debut Perdana

Dalam rilis resmi tim, Veda mengaku puas dengan hasil balapan perdananya di kejuaraan dunia.

“Balapan hari ini sungguh luar biasa bagi saya, karena ini adalah debut saya di kejuaraan dunia dan saya rasa kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik bersama tim,” ujarnya.

Ia mengakui cuaca panas dan manajemen ban menjadi tantangan tersendiri sepanjang balapan. Meski demikian, Veda tetap mampu menjaga konsistensi dan terus mengejar grup terdepan.

“Finis kelima adalah hasil yang sangat baik untuk balapan pertama saya. Saya sangat senang dan akan terus bekerja keras untuk meningkatkan performa di seri berikutnya,” tambahnya.

Koleksi 11 Poin, Siap Tatap Brasil

Berkat hasil ini, Veda langsung mengoleksi 11 poin dan menempati posisi kelima klasemen sementara pembalap Moto3 2026. Hasil positif di Thailand menjadi modal penting jelang seri berikutnya yang akan digelar di Brasil pada 20–22 Maret 2026.

Debut impresif ini sekaligus menegaskan potensi besar Veda Ega Pratama sebagai salah satu talenta muda Indonesia di level balap dunia.

Bupati Ingatkan Tiga Hal Utama Dalam Upaya Penguatan Literasi dan Pengelolaan Arsip di Daerah

0

Link, Martapura- Gelar Apel Gabungan, Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur ingatkan penguatan literasi dan pengelolaan arsip daerah di Kabupaten Banjar, pada Senin (2/3/2026) pagi.

Pesan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Ikhwansyah saat bertindak sebagai Pembina apel di teras Kantor Sekretariat Daerah (Setda) dengan membacakan sambutan Bupati Kabupaten Banjar yang menekankan tiga hal utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni tingkat kegemaran membaca masyarakat yang masih perlu terus ditingkatkan, standarisasi perpustakaan yang belum merata dan pengelolaan arsip agar semakin tertib.

“Saat ini, dari 758 perpustakaan yang ada, sebanyak 665 telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), dan 45 di antaranya telah memenuhi Standar Perpustakaan Nasional (SNP). Ini adalah progres yang baik, namun target kita tentu masih lebih tinggi dari itu,” ujarnya.

Di Bidang Kearsipan, lanjut pejabat definitif Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Banjar, Indeks Kearsipan Kabupaten Banjar meraih skor 83,30 dengan kategori “A” atau Memuaskan pada 2025. Namun pencapaian tersebut bukan titik akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola yang tertib, sistematis dan berbasis digital.

“Saya juga menyambut baik transformasi digital melalui aplikasi SRIKANDI yang saat ini telah digunakan oleh 1.069 pengguna, meliputi 27 SKPD, 20 kecamatan, 13 kelurahan, dan 30 UPTD Puskesmas. Saya minta penggunaan aplikasi ini terus diperluas dan dioptimalkan,” ucapnya.

Keberhasilan program-program tersebut, tambah Ikhwansyah, tentunya membutuhkan sinergi lintas sektor, yakni Dinas Pendidikan untuk penguatan literasi di sekolah-sekolah agar terus ditingkatkan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) terkait dukungan dalam mendorong tata kelola arsip dan literasi di tingkat desa.

“Meskipun kita menghadapi kendala keterbatasan SDM dan sarana prasarana, saya optimis dengan semangat gotong royong, budaya tertib arsip dan kemajuan literasi (gemar membaca) di Kabupaten Banjar akan dapat terwujud dengan maksimal,” pungkasnya.(zainuddink/link)

Stay connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -
Google search engine

Latest article

BPS Bersama PLN Martapura Bahas Pelaksanaan Sensus Ekonomi dan Penguatan Integrasi Data Lintas Sektor

0
Link, Martapura - Dukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 serta penguatan integrasi data lintas sektor, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar dan PLN Unit Layanan...

Perkuat Sinergi Pembangunan Ekonomi, KADIN Lakukan Audiensi dengan Bupati Banjar

0
Link, Martapura - Perkuat sinergi pembangunan ekonomi, pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, bertempat di...
Bupati Tulungagung

KPK Tetapkan Bupati Tulungagung sebagai Tersangka Kasus Pemerasan dan Gratifikasi

0
Link, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Tulungagung periode 2025–2030 berinisial GSW sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan...