Jumat, Juni 14, 2024
BerandaHeadlinePaguyuban Wahana Permainan Keluhkan EO Pasar Ramadhan

Paguyuban Wahana Permainan Keluhkan EO Pasar Ramadhan

Link, Banjarbaru – Para pelaku usaha wahana permainan di Lapangan Murjani Kota Banjarbaru mengeluhkan adanya Pasar Ramadhan yang ada di lokasi tersebut. Masalahnya mereka menuding Owner Event Organizer (EO) Pasar Ramadhan tidak menepati janji yang telah disepakati.

Ketua paguyuban wahana permainan Lapangan Murjani Didiansyah mengatakan, sebelum dilaksanakan Pasar Ramadhan, ada perjanjian antara pihaknya dengan EO.

“Kesepakatan itu soal bagi lahan antara Pasar Ramadhan dan Wahan Permainan. Kami dijanjikan menempati lahan seluas 20 × 50 M2. Namun fakta di lapangan ternyata paguyuban kami hanya diberi 12 × 40 saja,” ungkapnya kepada Linkalimantan.com saat di lokasi, Kamis 23 Maret 2023 malam.

BACA JUGA  Wajah Baru Median Jalan Depan Balai Kota Banjarbaru

Akibat hal itu lanjut Didi, lapangan untuk mereka terlalu sempit sehingga permainan  odong-odong, dan lainnya tidak bisa beroperasi secara normal.

“Akibat itu semua paguyuban wahana permainan kami tidak mendapatkan keuntungan dan malahan rugi, karena tidak ada pelanggan yang mau naik permainan kami,” lanjutnya.

Sebelum persoalan ini bebernya, sudah disampaikan kepada pihak penyelanggara namun belum ada tanggapan bahkan terkadang abai.

“Karena kami telah menghubungi. Katanya nanti akan bertemu, lalu mereka juga menghubungi kami tetapi hingga sekarang mereka belum datang ke kami,” bebernya.

Tidak hanya sampai disitu saja mereka juga sudah melaporkan permasalahan antara paguyuban wahana permainan Lapangan Murjani dengan EO Pasar Ramadhan tersebut kepada dinas bersangkutan. Yakni Kepala Disporabudpar Banjarbaru, namun juga tidak ada tanggapan.

BACA JUGA  Penertiban APK Bawaslu Minta Caleg Ikut Berperan Aktif

“Kami ini seperti dianaktirikan. Padahal kami juga bayar pajak dan kami juga selalu mengikuti aturan apa yang disampaikan oleh Wali Kota Banjarbaru, tapi kenapa seperti ini,” keluhnya.

Dibagian lain, Didiansyah berharap agar secepatnya persoalan ini tidak berlarut-larut dan ada solusi.

“Karena konsep Pasar Ramadhan itu dibangunkan untuk berjualan artinya mencari rezeki juga, tetapi jangan mengesampingkan juga kami ini. Karena kami juga mencari rezeki juga,” tandasnya. (oetaya/BBAM)

BERITA LAINNYA

POPULER