Sabtu, Februari 24, 2024

Pasar Pakaian Bekas Mengganggu Industri Tekstil Dalam Negeri

Link, Banjarmasin – Perdagangan pakaian bekas kini sudah merambah seantero negeri. Begitu juga di Kalimantan Selatan tak luput dari trend import ini. Ironis, karena peminatnya juga berlimpah.

Masalah pakaian bekas impor kembali mengemuka dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan mengecam belanja pakaian bekas impor atau yang sering disebut thrifting itu karena mengganggu industri tekstil dalam negeri.

Ia pun memerintahkan jajarannya untuk segera mencari sebab dan solusi mengatasi masalah itu.

“Sudah saya perintahkan untuk mencari betul dan sehari dua hari sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri. Sangat mengganggu. Yang namanya impor pakaian bekas mengganggu,” ujar Jokowi saat menghadiri Pembukaan Business Matching Produk Dalam Negeri, Rabu (15/3).

Tak tanggung-tanggung Bareskrim Polri pun turun tangan dengan berkoordinasi bersama Kementerian Perdagangan terkait penindakan praktik pakaian bekas impor.

“Hari ini, Selasa (14/3/2023), Bareskrim Polri melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan tentunya terkait dengan penindakan praktik bisnis thrifting dan upaya ini tentu akan menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Ahmad Ramadhan di Jakarta seperti dikutip dari tribratanews.polri.go.id.

Larangan impor thrifting sendiri sebenarnya tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 40 Tahun 2022 tentang perubahan Permendag No 18 tahun 2021 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Dilarang Impor.

Pada pasal 2 ayat 3 disebut bahwa barang dilarang impor, antara lain kantong bekas, karung bekas, dan pakaian . Barang-barang bekas itu dilarang diimpor karena berdampak buruk bagi ekonomi domestik, terutama UMKM serta buruk untuk kesehatan penggunanya.

Sementara itu, di masyarakat keberadaan thrifting bukanlah hal asing. Pasar tungging, demikian biasa masyarakat Kalsel menyebut lokasi perdagangannya . Selain harganya relative sangat terjangkau isi kantong, Kualitasnya pun terbukti bagus.

“Saya berburu pakaian di Pasar Tungging sejak masih jadi mahasiswa sampai sekarang. Target saya pakaian-pakaian outdoor. Baju planel hingga celana cargo utamanya,” ungkap Engot, warga Banjarmasin.(spy)

BERITA POPULER