Minggu, Mei 19, 2024

Proyek Drainase Belum Selesai Ambruk Tertimpa Longsor

Link, Martapura – Proyek pembangunan drainase di samping ruas Jalan Jambu, Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron ambruk tertimpa tanah longsor. Ironisnya, proyek itu sendiri belum selesai dikerjakan.

Dikerjakan sejak 6 September 2022 lalu, proyek pembangunan drainase yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar di samping ruas Jalan Jambu, Desa Mangkauk, Kecamatan Pengaron ambruk tertimpa tanah longsor.

“Longsornya tanah perbukitan tersebut, dikarenakan proyek pembangunan drainase yang dilaksanakan di dua titik ruas Jalan Jambu terkesan lamban dalam pengerjaannya,” ungkap salah satu warga RT05, Desa Mangkauk, M Saleh.

Awalnya sebut Saleh, pihak kontraktor akan menurunkan sekitar sepuluh orang pekerja dalam proyek pembangunan drainase ini.

“Faktanya hanya ada empat orang pekerja, kadang mereka berempat, kadang hanya berdua saja,” ujarnya kepada pewarta, yang didampingi warga lainnya pada, Senin (14/11/2022).

Akibatnya, papar M Saleh, tanah perbukitan miliknya yang telah diwakafkan sebagai tempat pemakaman untuk warga sekitar ambrol hingga menimpa kontruksi drainase yang masih belum rampung dibangun sampai ambruk.

“Mestinya, mereka mempercepat pengerjaanya sehingga tidak terjadi pergeseran tanah akibat dikeruk. Terlebih, kemiringan tanah perbukitan ini ada yang hampir 85 drajat. Tentunya berpotensi atau rawan longsor apabila pengerjaan drainase lamban. Terlebih di tengah musim penghujan saat ini,” ucapnya.

BACA JUGA  Pemilu 2024, Banjar Tetap 5 Dapil dengan 45 Kursi DPRD

Tak hanya itu, dalam pelaksanaannya, ternyata warga sudah mengingatkan kepada pihak pekerja agar mendahulukan pembangunan drainase di titik-titik tanah yang rawan longsor. Namun tidak digubris para pekerjanya.

“Longsor di perbukitan area makam ini terjadi secara bertahap sejak satu bulan yang lalu kalau tidak salah. Kami juga sempat meminta untuk dibikinkan titian penyebrangan di area makan yang menjadi akses warga menuju pemakaman dan perkebunan yang terputus. Karena adanya pekerjaan tersebut. Tapi, tetap tidak dibuatkan,” akunya.

Akibatnya adanya peristiwa tersebut, warga setempat pun berharap kepada dinas terkait agar segera menanggulangi permasalahan tersebut sehingga perbukitan makam tak terjadi longsor susulan di tengah musim penghujan. Bahkan, surat permohonan sudah dilayangkan Pemerintah Desa (Pemdes) Mangkauk ke instansi terkait.

“Kami berharap dinas terkait membuat penahan tebing berupa siring. Mudah-mudahan dapat segera terealisasikan. Tak terkecuali terkait titian untuk menyeberang ke lahan perkebunan dan pemakaman,” harapnya.

Dari pantauan Linkalimantan.com di lapangan, selain di area tanah perbukitan makam.  Longsor akibat lambannya proyek pengerjaan drainase dengan total panjang 207.5m juga terjadi di titik kedua, dan mengancam satu unit rumah warga. Bahkan, plang proyek pengerjaan tidak ada didapati di dua titik lokasi pengerjaan. (zainuddin/BBAM)

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

TERPOPULER