RSDI Kembangkan Inovasi e-Medical Record

Facebook
Twitter
LinkedIn
Dr.Siti jelaskan mengembangkan inovasi digital untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya adalah menyediakan e-Medical Record.

Link, Banjarbaru – RSDI Kembangkan Inovasi e-Medical Record yang tujuannya untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kemajuan teknologi yang sangat pesat turut membawa perubahan di dunia kesehatan. Fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Derah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru yang mengembangkan inovasi digital untuk memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya adalah menyediakan e-Medical Record.

Kepala Bidang Pelayanan RSD Idaman Banjarbaru, Dr Siti mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemberlakuan e-Medical Record atau rekam medis berbasis digital.

“Jadi semua catatan pasien mulai dari wawancara dengan Dokter kemudian hasil pemeriksaan penunjang dan lainnya kami masukkan di e-Medical Record ini,” tuturnya.

Dr Siti berujar, dengan penelitian berbasis digital ini sehingga kedepannya diharapkan bisa paperless atau tanpa penggunaan kertas.

“Mengganti yang tadinya status berupa kertas menjadi elektronik,” ucapnya.

Ia mengatakan, pengembangan ini akan dilakukan bertahap dan ke depannya akan dikembangkan lebih luas lagi.

Baca Juga  DPRD Kritisi Pembangunan Pasar Melalui DAK

“Kita lakukan bertahap. Belum semua poliklinik menjalankan itu, baru rawat jalan sudah pemenuhan beberapa alat atau bahan terkait dengan digital,” tuturnya.

Untuk sosialisasi dan pelatihan penggunaan e-Medical Record kata Dr Siti, semuanya sudah dilakukan kepada para Petugas Pemberi Asuhan (PPA).

“Mereka masing-masing sudah diajari dan memiliki usernya sendiri. Sehingga perawat dia hanya bisa mengisi yang ranahnya perawat, tidak bisa mengisi ke ranahnya dokter. Jadi sudah terarah agar tidak saling rancu,” ucapnya.

Dr Siti menambahkan, ada beberapa kendala saat menjalankan sistem ini seperti gangguan jaringan yang mengakibatkan proses berjalan lambat.

“Kemudian, kendala pada perawat yang senior mungkin kurang mahir menggunakan komputer dan sarana digital,” ujarnya. (juwita/BBAM)