Dosen FPK ULM Berikan Penyuluhan

Facebook
Twitter
LinkedIn
FPK ULM melakukan sosialisasi penggunaan alat tangkap ramah lingkungan

Link, Banjarbaru – Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Lambung Mangkurat, (FPK ULM) memberikan penyuluhan di Desa Bangkau, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Dosen FPK ULM memberikan penyuluhan kepada para nelayan Dosen FPK ULM Berikan Penyuluhan kepada Kelompok Nelayan Keganangan, Desa Bangkau tentang penggunaan alat tangkap ramah lingkungan.

Ketua Tim Penyuluhan Ir. Iriansyah, MSi, mengatakan, kegiatan tersebut tujuannya untuk memberikan pengetahuan bahwa pentingnya saat melakukan operasi penangkapan dengan cara tidak merusak lingkungan.

“Penggunaan alat tangkap yang ramah lingkungan merupakan suatu hal yang penting diimplementasikan di setiap daerah penangkapan ikan. Karena setiap pengoperasian alat penangkapan ikan, akan berdampak terhadap sumberdaya ikan yang ditangkap maupun lingkungannya,” ungkapnya kepada linkalimantan.com (27/7).

Pada kesempatan itu, nelayan yang di berikan penyuluhan ada sekitar 15 orang, dan dalam kegiatan tersebut dirinya didampingi langsung pihak aparat desa.

“Hasilnya pada saat kami melakukan penyuluhan, lalu diuji dengan cara Pre tes, dan dari hasil itu lebih dari separuh para kelompok belum mengetahui dengan benar apa itu alat tangkap Ramah lingkungan,” sebutnya.

Baca Juga  Dinas PUPRP Banjar Benahi Drainase Jalan Pangeran Abdurrahman

Adapun alasan mengapa penyuluhan tersebut dilakukan pada daerah itu bebernya karena Kabupaten HSS, merupakan daerah yang menghasilkan produksi perikanan tangkap perairan umum daratan yang paling tinggi di Kalimantan Selatan tidak hanya itu, untuk jumlah alat tangkapnya juga merupakan paling tinggi. Diantara kabupaten lainnya dan masih produktif menggunakan alat tangkap tradisional.

“Semua itu dapat dilihat dari data yang dimiliki oleh lembaga PBB melalui FAO (Food Agriculture Organization) yang menetapkan suatu tata cara bagi kegiatan penangkapan ikan yang bertanggung jawab yang disebut CCRF (Code of Conduct for Resposible Fisheries). CCRF,” bebernya.

Iriansyah berharap, dengan adanya penyuluhan ini, masyarakat bisa lebih lagi memahami pentingnya menggunakan alat tangkap ramah lingkungan saat melakukan aktifitasnya.

“Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dengan rekan saya Aulia Azhar Wahab SPi, MSi, bisa bermanfaat kedepannya,” tandasnya.(oetaya/BBAM)